Calista mengalihkan tatapannya keluar jendela. Menatap gelapnya malam. Sementara Samuel fokus mengendarai mobilnya menatap jalanan pusat kota London yang luas membentang.
Tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara merdu John Mayer yang menyanyikan lagu hitz-nya
You're gonna live forever in me.
Lagu itu seakan mengerti sekali perasaan yang sedang di rasakan Calista. Kristal bening keluar dengan sendirinya membasahi wajah cantik Calista yang nampak sendu.
Bahkan Calista terisak. Samuel menolehkan wajahnya ada gadis itu. Ia mendengarkan isakan Calista. Bertepatan dengan mobilnya masuk ke halaman hotel tempat mereka menginap.
Calista mengusap air matanya. Ia dan Samuel turun dari mobil. Tetap dalam diam tidak ada yang berbicara saat di dalam lift.
Tiba di lantai tempat kamar Calista berada, ternyata Samuel ikut keluar juga.
"Kenapa kau keluar juga. Kamar mu di atas", ucap Calista menatap Samuel dengan wajah sendu dan mata yang sudah memerah.
"Aku menuntut penjelasan mu, Cali. Ada hubungan apa kau dan Nathan?"
Calista tak bergeming. Keduanya masih berada di depan lift. Saat kemudian ada orang yang keluar. Samuel menggenggam tangan Calista menuju kamar gadis itu.
"Tidak ada yang harus aku jelaskan pada mu. Dan aku sudah memerankan tugas ku sesuai perjanjian kita. Sekarang kita kembali menjadi diri masing-masing. Sebatas hubungan kerja", ketus Calista.
Samuel mendecakkan lidahnya. "Tidak semudah itu. Apa kau tidak melihat aku tadi memukul Nathan. Artinya urusan akan menjadi panjang, Calista!"
"Itu antara kalian. Tidak ada sangkut pautnya dengan ku", ketus Calista.
"Tentu saja ada. Aku memukul sepupuku karena melindungi mu. Apa kau lupa, hah?!", teriak Samuel.
Kebetulan ada orang yang melihat mereka sedang berdebat seperti itu, tentu saja Calista tidak mau memancing permasalahan semakin meruncing yang akan menjadi tontonan orang lain. Calista mengambil card di dalam clucth-nya. "Kembalilah ke kamar mu, sekarang aku lelah.Aku ingin istirahat. Besok kita bicara lagi", ucap Calista.
Samuel tidak mengindahkan ucapan Calista, ia mengambil card yang ada di tangan gadis itu dan membuka pintu dengan menempelkan card tersebut ditempatnya. Samuel membuka pintu dan menarik tangan Calista untuk masuk kedalam kamar. Samuel membawa Calista duduk di tepi tempat tidur nya. "Kau belum mengenal ku. Aku tidak bisa mendiamkan permasalahan. Jelaskan sekarang ada hubungan apa kau dan Nathan!"
"Aku tidak berkewajiban menjelaskan tentang hidupku pada mu. Kau tidak bisa menuntut ku. Keluarlah dari kamar ku!", balas Calista hendak berdiri tapi Samuel menahannya agar tetap duduk di tempatnya. Samuel menundukkan wajahnya dan me*umat dengan liar bibir Calista. Mulut Samuel memenuhi mulut Calista.
Calista yang sedang di kuasai perasaan gelisah disertai pikirannya sedang menumpuk persoalan masalah lalu.
Calista merasakan luma*an Samuel terasa sangat menentramkan jiwanya. Calista membuka mulut dan membalasnya. Keduanya berciuman sangat dalam hingga Samuel mendorong tubuh Calista terlentang di atas tempat tidur luas itu.
Tanpa melepaskan tautan bibir, keduanya saling berpacu dengan nafas menderu. Entahlah apa yang ada di pikiran Calista, jemari-jemari tangannya membuka kancing-kancing kemeja Samuel.
Samuel menghentikan ciumannya dan menatap lekat manik hitam Calista. Mata bening yang sangat indah itu menatap manik coklat terang Samuel. Keduanya bertatapan penuh makna dengan perasaan mendalam.
"Apa kau yakin?", ucap Samuel terdengar sangat lembut di depan bibir Calista.
Calista memejamkan matanya. Sementara jemari lentik tangannya mengusap lembut dada laki-laki itu. "Iya...Aku membutuhkan mu", bisik Calista.
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Tyaz Wahyu
hmmmmmmmz haredang mulu dari awal smpai skrng ..mana mendung lg. laki gue kerja la trs gue hrs ngapain 😭 masak pinjam selimut tetangga 🤣🤣🤣 astaghfirullah maaf GOD im khilaf 🤭
2022-11-20
0
D
waw kak emily beda kali ini nih
2022-08-13
0
Dii
wah bakal berhasil g nih wkwk
2022-08-11
0