Beberapa hari kemudian..
Calista duduk di kursi penumpang first class. Sementara Katty duduk di kelas lainnya. Hari ini Calista dan asisten nya terbang menuju Leeds untuk melihat pengerjaan hotel yang dibangun bersama perusahaan milik Samuel.
Saat Katty memberi tahu Calista beberapa hari yang lalu bahwa ia akan pergi bersama Samuel ke Leeds, tentu saja dengan tegas Calista menolaknya. Gadis itu memerintah kan Katty untuk memberitahu asisten Samuel bahwa mereka akan pergi sendiri-sendiri. Dan akan bertemu di lokasi.
Sudah lebih dari dua minggu Calista tidak bertemu dengan Samuel. Terakhir bertemu saat meeting di perusahaan laki-laki itu. Dan... Calista berharap tidak akan pernah bertemu lagi, namun sudah dipastikan itu sangat lah sulit. Mengingat perusahaan mereka melakukan kerjasama. Dan lihatlah sekarang mereka sudah dipastikan akan bertemu lagi.
Calista menatap jam di tangannya, masih sekitar dua puluh menit lagi untuk mendarat di bandara kota Leeds. Ia menurunkan sandaran kursi dan memejamkan matanya sesaat. Entahlah sekarang mendadak perasaannya tidak enak. Calista merasa jantungnya berdebar-debar dan gelisah.
Calista membuka matanya. Gadis itu memanggil pramugari yang standby di dekatnya. Calista meminta teh chamomile yang sangat baik untuk relaksasi, meredakan stres dan meningkatkan tidur agar lebih nyenyak.
Pramugari dengan ramah menyiapkan permintaan Calista.
"Setelah urusan ku selesai di Leeds, aku akan langsung kembali ke London", batin Calista.
*
Calista dan Katty sudah berada di lokasi hotel yang dibangun. Kedatangannya di sambut manajer proyek.
"Apa tuan Samuel sudah datang?", tanya Calista.
"Tuan Samuel belum tiba, nona?", jawab manager proyek yang bernama Jordan dengan hormat.
Lidah Calista berdecak kesal mengetahui Samuel belum juga datang. Laki-laki itu selalu mau enaknya sendiri. Sekarang alasan apa lagi yang akan di berikan nya batin Calista kesal.
"Apakah nona akan berkeliling proyek sekarang akan menunggu tuan Samuel di ruang meeting?".
"Langsung berkeliling saja. Aku mau laporan di lapangan sekarang juga", ucap Calista.
"Baik nona. Segera orang kita akan memberikan semua yang anda minta", jawab Jordan sambil memberi tahu seseorang membawa laporan yang di minta Calista.
Jonatan menjelaskan pembangunan sudah berjalan tujuh puluh persen, jika tidak ada hambatan sekitar lima bulan lagi selesai pembangunannya.
Calista terlihat fokus melihat para pekerja yang sangat semangat berjibaku dengan ketinggian dengan crane.
Cukup lama Calista berkeliling di temani Jordan dan Katty hingga terlihat Samuel datang bersama Owen asisten nya. Samuel menggunakan pakaian casual dan kaca mata hitam menghiasi wajahnya. Laki-laki itu terlihat sempurna. Katty malah tak berkedip menatap nya. Sementara Calista tak perduli kehadiran laki-laki itu.
Terlihat Jordan berbincang dengan Samuel, sementara Calista berjalan menjauh dari keduanya. Melihat bos-nya menjauh Katty segera m nyusulnya.
"Nona mau kemana?"
"Ke atas", jawab Calista menunjuk hotel. Calista membetulkan posisi helm safety berwarna merah di atas kepalanya.
"Nona Calista, itu sangat berbahaya", seru Katty merasa kuatir pada atasannya.
Namun Calista tidak menggubris peringatan asisten nya. Gadis itu masih nekat. Bahkan sekarang ia hendak menaiki tangga besi yang biasa di gunakan para pekerja.
Jordan seketika menghentikan pembicaraan dengan Samuel. Ia merasa kuatir saat melihat Calista sedang menaiki tangga besi menuju lantai atas. "Tuan, nona Calista dalam bahaya. Jika bukan ahlinya.."
Samuel menatap Calista. "Shitt ...gadis ini menyulitkan saja", umpat Samuel melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa.
Saat di dekat Katty yang tak bergeming di tempatnya hanya menatap Calista dengan mata membulat, membuat Samuel kesal.
"Kau ini bagaimana, kenapa kau tidak menjaga atasan mu dengan baik!", ketus Samuel sambil menyusul Calista.
Katty terdiam mendengar umpatan Samuel. Tiba-tiba perasaan bersalah menghampiri nya.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Samuel menyusul Calista. Ia sudah berdiri di belakang gadis itu.
Hingga terdengar teriakan dari atas. "Awasss..."
Samuel sigap melihat balok tebal yang tepat berada di atas kepala Calista hendak jatuh. Sementara Calista terperangah menatap tanda bahaya mengintainya. Dua buah balok jatuh sekaligus. Calista pasrah, namun seketika tubuhnya terdorong dengan kuat. Calista jatuh. Namun kepalanya aman tidak menyentuh lantai.
Calista memejamkan kedua matanya. Kepalanya jatuh tepat di atas lengan seseorang.
"Kau ini selalu menyulitkan ku. Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain menyulitkan orang, hah...?!"
...***...
To be continue
Maaf slow update ya 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Ray
Jodohkah mereka Outhor🤔😄🙏
2022-12-26
0
Mommy's Silvia
Ninggalin jejak dulu 👣
pendatang baru.. jadi baru baca juga
2022-10-08
0
D
lagi2 di tlg sam. hm seoertinya kalian ini berjodoh deh hihi
2022-08-13
0