Calista menelisik penampilannya di depan cermin yang ada di kamar hotelnya. Calista memutuskan menyetujui permintaan Samuel untuk pura-pura menjadi kekasihnya saat menghadiri undangan pamannya yang menetap di kota ini.
"Ternyata gaun pilihan Samuel boleh juga", gumam Calista menatap gaun indah yang membalut tubuh nya.
Iya...gaun berwarna biru itu sangat pas di tubuh Calista. Bagian belakangnya menampakan punggung putih mulus gadis itu, sementara bagian depannya tertutup hingga leher.
Sore tadi petugas hotel mengirimkan semua perlengkapan Calista untuk malam ini sesuai perintah Samuel. Bahkan clutch dan heels pun di berikan Samuel.
Awalnya Renata hendak menolak pemberian Samuel, tapi ia baru ingat... tujuan nya ke kota Leeds kan untuk melihat proyek, tentu saja Calista tidak membawa gaun, clutch dan heels untuk acara resmi seperti jamuan makan makan.
Pada akhirnya Calista tidak bisa menolak nya. Lagian ia kan menolong Samuel, jadi wajar saja laki-laki itu mempersiapkan semuanya untuk dirinya. Calista merasa aneh bagaimana Samuel tahu ukurannya. Gaun dan sepatu semuanya pas dengan ukuran yang biasa ia pakai. "Hm... mungkin di cenayang", ucap Calista tersenyum.
*
Calista merasa penampilan nya sudah sempurna. Tapi Samuel belum juga datang menjemputnya. Mereka satu hotel dengan lantai yang berbeda. Besok mereka akan kembali ke London. Samuel mengajak Calista pulang bersama nya menggunakan pesawat pribadi milik Samuel. Sementara Katty dan Owen asisten Samuel sudah pulang pagi ini ke London.
"Laki-laki itu selalu saja tidak on time begini", ucap Calista sambil mengambil cokelat di atas meja. Ia merasa bosan. Untuk menghilangkan rasa itu, Calista makan cokelat yang memang merupakan cemilan kesukaannya.
Hingga terdengar bel berbunyi di pintu kamar. Cepat-cepat Calista menaruh cokelat yang sudah dimakannya separuh itu ke atas meja. Calista segera membukakan pintu.
Calista tercekat menatap Samuel yang berdiri diambang pintu. Susah payah ia menelan salivanya sendiri. Calista terpaku menatap laki-laki itu. Samuel memakai tuxedo berwarna senada dengan gaunnya. Siapapun yang melihat kedua nya pasti akan terkecoh. Samuel dan Calista layaknya pasangan kekasih sesungguhnya.
Calista akui, Samuel memang tampan sekali. Pasti laki-laki itu banyak mematahkan hati wanita di luaran sana. Batin Calista. Samuel dewasa dan mapan, memiliki semua yang di idamkan kaum hawa seperti Calista...Hups. Calista menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin ia berpikir yang tidak-tidak. Calista memgumpati dirinya sendiri.
"Kau sudah siap?"
Suara bariton Samuel menyadarkan lamunan jauh Calista yang masih diam terpaku.
"Hem..eh, iya aku sudah siap. Tunggu sebentar..."
Calista membalikan badannya masuk ke dalam mengambil clucth-nya.
Tiba-tiba ada yang menarik ikatan rambutnya. Seketika rambut berwarna hitam itu terurai sangat indah. Calista kaget melihat tindakan Samuel. Kedua matanya melotot sempurna. Jemari Calista spontan menyisir rambutnya yang terurai.
"Kau cantik seperti ini", ucap Samuel menatap lekat Calista. Ibu jari tangannya menyentuh ujung bibir Calista. "Ada cokelat dibibir mu".
Calista tak bergeming. Namun jantung nya berdegup kencang atas perlakuan Samuel padanya. Bahkan Calista sangat gugup Sekarang, lidahnya mendadak kelu.
"Kita pergi sekarang", ucap Samuel sambil memberikan lengannya agar Calista peluk. Calista menurutinya. Calista bergelayut manja di lengan Samuel layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta, keduanya melangkahkan kakinya menuju mobil mewah yang sudah menunggu di depan lobby.
*
Samuel memeluk mesra pinggang Calista masuk ke ballroom hotel berbintang tempat acara berlangsung.
Saat melihat kehadiran Samuel keluarga besar ayahnya yang asli berasal dari kota tersebut menyapa Samuel dengan ramah. Samuel juga menyapa keluarga nya dengan hangat. Tak ketinggalan Samuel mengenal kan Calista pada paman, bibi dan sepupu-sepupu nya sebagai kekasih nya.
Decak kagum dari keluarga Samuel saat melihat kecantikan Calista. "Kau sangat cantik sayang", ucap salah satu bibi Samuel memuji Calista.
"Wah, Mimpi apa aku semalam sepupuku Samuel Geraldo Abraham yang super sibuk datang ke acara pertunangan ku. Apa kau tidak mau mengenalkan kekasih mu pada sepupu mu ini, Sam?"
Kontan tubuh Calista gemetaran. Ia sangat kenal suara itu. Calista semakin memeluk erat lengan Samuel.
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
RossyNara
typo thor"Renata". harusnya Calista.
2024-08-20
1
Hartaty
Nathan ya
2024-06-02
0
MJ
Nathan iya?
2023-05-02
0