"Akh..
De*ahan lolos dari bibir Calista. Samuel memutus pangutan bibirnya dan menatap Calista yang berada dibawah tubuhnya dengan tatapan sinis.
Seketika Calista tersadar, segera ia mendorong dada Samuel. "Brengsek...kau menjebak ku?! Berani sekali kau mencium ku!", hardik Calista hendak melayangkan tangannya ke wajah Samuel. Namun tangan itu di cengkram kuat tangan Samuel. Tentu saja tenaga Calista kalah dari tenaga laki-laki itu.
"Ternyata kau sangat murahan. Setelah malam itu kau memohon agar aku bercinta dengan mu dan akan membayar ku, lihatlah sekarang kau mencuri ciuman ku. Kau wanita liar", balas Samuel mengejek Calista.
Calista mendorong kuat tubuh Samuel yang ada di atasnya. Kali ini berhasil. Matanya sudah berkaca-kaca. "Kau brengsek!!", hardiknya sambil menghentakkan kakinya melangkah keluar kamar Samuel. Membanting pintu dengan amarah yang membuncah.
Samuel menatap punggung gadis itu, dan tersenyum penuh arti.
*
Calista menyandarkan punggungnya pada jok mobil. "Brengsek... Bagaimana bisa aku berciuman dengan laki-laki itu", ketusnya sambil memukul-mukul setir mobil. Calista masih berdiam diri di parkiran hotel tempat Samuel berada.
Calista tak henti mengumpati kebodohannya sendiri. Gadis itu mengumpati dirinya yang lemah. Ternyata dirinya tak sekuat yang ia pikir. Bertahun-tahun Calista membuat dirinya agar terlihat kuat, teguh pendirian dan tegas dihadapan orang lain, namun lihatlah sekarang...dalam sekejap ia mengingkarinya. Dengan mudahnya berciuman dengan laki-laki asing.
"Stupid–"
Calista mengusap kasar wajahnya. Kedua netra nya menyipit. "Beruntung laki-laki itu bukan tinggal di kota ini. Setidaknya kami tidak akan bertemu lagi", ucapnya sambil menghembuskan nafas dengan kasar. Calista melajukan mobilnya dalam keadaan masih si kuasai amarah.
*
Malam semakin larut, Samuel menghisap rokoknya dalam-dalam. Laki-laki itu berdiri di balkon kamarnya menatap gedung-gedung pencakar langit yang ada di depan matanya. Gedung-gedung itu disinari cahaya lampu. Keindahan kota London di waktu malam. Kota yang meninggalkan banyak kenangan bagi Samuel sekaligus meninggalkan kepedihan mendalam untuk nya.
Hingga kini Samuel belum memutuskan menerima atau pun tidak permintaan Aniston mama nya untuk memimpin perusahaan peninggalan ayahnya yang di rintis dari bawah.
Drt
Drr
Dari dalam kamar terdengar bunyi handphone milik Samuel. Samuel segera melangkah masuk dan melihat siapa yang menghubungi nya malam-malam begini.
"Iya ada apa kau menghubungi ku malam begini?"
"T-uan...nyonya Aniston di larikan ke rumah sakit sekarang, nyonya anfal", ujar Owen.
Samuel memutus sambungan telepon secara sepihak, ia cepat-cepat berganti pakaian dan dengan langkah cepat keluar kamarnya.
*
Samuel menatap wajah Aniston yang nampak lemah di ranjang pasien. Keadaan nya terpantau dari monitor yang ada di dekat nya.
Samuel membuang nafas dengan kasar. Keningnya berkerut nampak sedang berpikir.
"S-am..."
Samuel mengangkat wajahnya yang tertunduk menatap Aniston. "Mama sudah bangun?"
Aniston memaksakan diri untuk tersenyum.
"Apa yang terjadi, kenapa mama bisa Anfal?", ucap Samuel dengan suara lembut.
"Semua karena pekerjaan mama, Sam. Itulah kenapa mama meminta mu membantu mama, nak. Papa mu akan sangat sedih jika perusahaan yang ia bangun susah ayah di pimpin orang lain", ucap Aniston menggenggam tangan putranya.
Samuel terdiam. Ia tak bergeming.
"Kau tetap bisa melanjutkan keinginan mu, melukis dan mengadakan pameran di manapun. Seperti yang kau tahu, mama dan papa tidak pernah menghalangi yang kau sukai. Tapi beriring nya waktu, usia mama semakin bertambah. Siapa lagi yang akan menjaga perusahaan Abraham selain diri mu. Pikirkanlah Sam. Mungkin ini untuk yang terakhir mama bisa mengingatkan mu", ucap Aniston menggenggam tangan Samuel.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Ibunya'Nur5
awal² part sudah ada bawangnya...😭😭😭
2024-08-04
0
Ray
Jangan keras kepala dong Sam, berbaktilah kepada ibumu🙏
2022-12-26
0
Neng
sam mulutnya kek cabe ..pedes , d tunggu dah bucinya
2022-10-20
0