Calista dan Samuel duduk bersebelahan di dalam pesawat pribadi milik Samuel.
Jarak kota Leeds ke London tidak begitu lama hanya satu jam lebih.
Calista terlihat cantik dengan setelan blazer berwarna biru terang dan dalaman putih. Kacamata hitam menghiasi wajahnya cantiknya yang nampak segar pagi ini.
Sama seperti Calista, Samuel terlihat tampan seperti biasanya. Wajahnya segar dengan kacamata hitam pun menghiasi wajah nya.
Semalaman keduanya menghabiskan waktu bersama hingga pagi. Atas dasar suka sama suka keduanya kembali bercinta dengan panas dan penuh gairah. Samuel baru keluar dari kamar Calista saat sinar matahari sudah meninggi. Bahkan Calista masih malas-malasan untuk bangun. Samuel sempat ingin mengundurkan kepulangan mereka ke London. Tapi Calista menolaknya. "Undur saja jam keberangkatan", ucap Calista pagi tadi ketika masih dalam dekapan hangat Samuel.
"Aku minta teh lavender saja", ujar Calista pada pramugari yang bertugas di penerbangan itu.
"Baik nona", jawab sang pramugari dengan hangat.
"Good. Minum teh lebih baik daripada kau minum alkohol. Aku tetap tidak mau berurusan dengan orang mabuk". Samuel seperti biasanya meledek Calista.
Calista memukul lengan Samuel. "Kau berlebihan sekali. Walaupun aku mabuk, aku sepenuhnya sadar dan ingat kejadian yang aku alami", balas Calista membela diri.
Keduanya terlihat akrab. Samuel juga ternyata sangat jahil dan sering membuat Calista tertawa lepas ketika laki-laki itu memberikan joke-joke.
Bahkan Samuel menyuapkan puding buah ke mulut Calista. Dan tanpa malu-malu, Calista menerimanya. Keduanya terlihat mesra layaknya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.
Hingga pesawat pribadi milik Samuel mendarat dengan sempurna di Heathrow London airport, ke duanya tanpa malu-malu menunjukkan kemesraan di muka umum saat menuju mobil.
Sebenarnya Katty dan sopir Calista sudah standby di bandara, namun Samuel memerintahkan asisten Calista itu untuk pulang. Ia yang akan mengantar Calista ke mansion nya.
Calista tidak membantah nya Samuel sama sekali. Katty saja yang merasakan aneh melihat tingkah bos-nya itu tidak seperti biasanya yang selalu membantah Samuel. Kali ini malah terlihat sangat patuh pada Samuel. Namun tentu saja Katty tidak berani bertanya langsung pada atasannya itu. Katty hanya bertanya-tanya dan menduga-duga dalam hati nya saja.
Begitupun dengan Owen. Ia dan sopirnya di perintah kan Samuel untuk pulang. Karena ia sendiri yang akan menyetir mobilnya.
*
"Kau tinggal di mana, Cali?", tanya Samuel tanpa menolehkan wajahnya. Laki-laki itu terlihat fokus mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
Calista memberitahu alamat tempat tinggalnya. "Tidak jauh dari sini", ujar Calista. "Kau sendiri tinggal di mana, tuan Samuel? Apa kau tinggal bersama nyonya Aniston?". Calista membalikkan pertanyaan pada Samuel sambil menggoda laki-laki itu menggelitik perut rata Samuel.
"Berhenti menggoda ku Cali. Atau kau mau menerima akibat nya, hem?".
"Aku tidak takut menerima akibat nya", jawab Calista menantang Samuel sambil menempelkan tubuhnya pada bahu laki-laki itu.
"Ah shitt...kau benar-benar menantang ku, Calista", ujar Samuel mengeluarkan umpatan ketika Calista benar-benar menggodanya.
Samuel menekan penuh pedal gas mobilnya, hingga melaju dengan kecepatan penuh. Hanya sesaat mobil itu sudah sampai di mansion Calista.
Samuel menurunkan sandaran kursi dan mengangkat tubuh Calista keatas pahanya. Samuel menarik tengkuk gadis itu dan me*umat dengan lahap bibir Calista yang begitu menantangnya. Calista tidak mau kalah, gadis itu membalas dengan agresif ciuman Samuel. Lidah saling mencecapi dan saling menghisap hingga dalam.
Samuel melepaskan kancing kemeja Calista. Dengan rakus laki-laki itu melahap puncak dada gadis itu.
"Akh–"
De*ahan dan erangan lolos dari mulut Calista. "Wait..."
Dengan tatapan berkabut Calista menatap manik coklat terang Samuel yang juga menatapnya dengan hasrat yang menggelora. Bahkan dadanya menunjukkan debaran kencang dan menderu naik turun dengan cepat.
Calista mengancingkan kembali kemejanya. Ia juga merapikan pakai Samuel. "Ikut aku!", ucapnya pelan. Sambil kembali duduk di kursinya.
Terlihat Samuel menyandarkan kepalanya, mengatur nafasnya yang berpacu dengan cepat.
Beberapa saat kemudian Calista turun mobil diikuti Samuel.
"Selamat malam nona Calista, sapa pelayan yang menyambut nya. Calista tidak menggubrisnya. Ia mengajak Samuel ke ruang kerjanya yang ada di lantai bawah. "Jangan ada yang mengganggu ku!".
Dengan hormat pelayan itu mengangguk kan kepalanya. "Iya nona.."
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
RossyNara
🙈🙈🙈
2024-08-20
1
Leorzz Bejighar
keduanya semakin membuncah
2023-04-10
0
Ray
Maka Yang Akan Terjadi Terjadilah😄😘
2022-12-27
0