Saat para rekanan perusahaan Abraham di berikan waktu untuk bertanya pada pimpinan baru mereka, terlihat suasana hening.
Ada beberapa dua orang yang bertanya, lebih tepatnya bukan memberikan sebuah pertanyaan tetapi lebih tepatnya memuji perusahaan tersebut. Dan mereka menitikberatkan akan terus menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut.
Calista terlihat bosan mendengarnya. Ia meminta waktu untuk menyampaikan pendapatnya. Samuel menatap Calista dengan tangan kanan terkepal memangku dagunya.
"Perkenalkan saya Calista Naomi Justin, perusahaan saya Archivvo sudah menjadi rekanan perusahaan Abraham kurang lebih tiga tahun. Saya mengenal baik nyonya Aniston. Seperti anda semua tahu nyonya Aniston adalah pemimpin yang sangat gigih dalam bekerja dan ia selalu on time saat akan menghadiri meeting penting seperti ini. Saya harap pemimpin yang menggantikan nya adalah orang yang benar-benar berkompeten. Sayang sekali jika pekerjaan yang sudah dilakukan dengan baik oleh pemimpin yang lama tercoreng oleh wajah baru di perusahaan ini", tegas Calista dengan mengebu-gebu. Ia tidak takut sama sekali saat berbicara di depan orang banyak seperti itu.
Bahkan semua terdiam, sebagian lagi menganggukkan kepalanya. Sementara Katty terlihat puas mendengar pendapat atasannya itu. Katty selalu kagum pada Calista jika sudah menyampaikan argumentasi. Singkat, jelas dan padat.
"Terimakasih pendapatnya nona Calista. Saya terlambat datang ke meeting penting ini, karena nyonya Aniston beberapa saat yang lalu kembali mengalami Anfal. Sehingga saya sebagai putra nya harus memutuskan untuk lanjut mengadakan meeting saat ini atau di undur saja. Karena bentuk tanggungjawab sayalah akhirnya saya tetap hadir di sini. Saya rasa nona Calista sangat paham menilai sesuatu hanya melihat sampulnya saja. Jangan lupa, seorang pemimpin berkompeten dan berkualitas itu menurut saya bukan hanya di tujukan pada saat di kantor saja, tetapi yang benar itu... bersikap baik juga saat di luar kantor, tidak mabuk dan membayar seseorang untuk menemaninya tidur", ketus Samuel.
Sontak orang-orang di ruangan itu terdiam. Namun mereka menerima penjelasan Samuel.
Tidak perlu menunggu lama, Samuel langsung memberikan jawaban tegas atas pendapat Calista.
Tentu saja jawaban Samuel membuat Calista emosi. Manik hitam miliknya menghujam tatapan elang Samuel. Terlihat senyum sinis di bibir Samuel.
*
Setelah satu lebih meeting berlangsung, akhirnya selesai juga.
Calista terlihat cepat-cepat berdiri hendak keluar ruangan. Meeting hati ini membuat dada gadis itu bergemuruh menahan amarah. Samuel tak henti menatapnya. Laki-laki itu juga acap kali menyindirnya dengan kata-kata tajam, mengingatkannya malam itu di hotel maupun saat mereka berciuman panas di pertemukan kedua mereka.
"Nona Calista Naomi Justin, ada yang ingin saya bahas dengan anda. Tentang kerjasama perusahaan kita", tegas Samuel dengan wajah serius.
Calista mengurungkan niatnya keluar. Wanita itu menatap tajam Samuel yang masih duduk di tempatnya.
Sementara yang lainnya pamit pulang. Sekarang hanya tinggal Calista dan Samuel serta Katty dan Owen di ruangan itu.
"Kalian berdua keluar lah, ini masalah ku dan nona Calista", perintah Samuel.
"Tidak. Jika membahas urusan kerja sama, tentu saja asisten ku tetap bersama ku", jawab Calista tak kalah tegasnya.
"Alright. Masalah yang akan aku bahas bukan tentang kerjasama perusahaan kita, tetapi tentang ciuman panas di antara kita...!"
Sontak saja ucapan Samuel yang sangat lantang itu membuat Katty dan Owen tak bisa berkutik. Keduanya cepat-cepat keluar ruangan.
Sementara Calista melonjak berdiri dari kursinya. "Tidak ada yang perlu di bahas. Dan kau lah yang mencium ku duluan, brengsek!"
"Hhahaaa. Jangan berkilah Calista, kau men*esah menikmatinya. Kau wanita munafik".
"Kau...!"
Calista menghentak kan kakinya dengan emosi yang membuncah dalam dirinya. Samuel benar-benar membuatnya kesal dalam sekejap.
Calista hendak membuka handle pintu, namun tangan kokoh Samuel menahannya. Samuel mendorong tubuh Calista dan menghimpitnya ke pintu.
"Lepaskan bajing .."
Tiba-tiba Samuel menyatukan bibirnya pada bibir Calista. Sekuat tenaga Calista memberontak, namun tangannya di cengkraman kuat Samuel hingga keatas kepalanya.
Samuel memaksa agar Calista membuka mulutnya, tapi gadis itu semakin memberontak. Hingga Calista merasakan bibirnya perih saat Samuel menggigit bibirnya cukup kuat. Dengan sendirinya mulut Calista terbuka.
Samuel tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ciuman yang tadinya sangat kasar dan menuntut berubah saat sangat lembut ketika Samuel me*umat bibir ranum Calista.
Calista terpaku, tubuhnya gemetaran. Samuel merasakan perubahan itu. Samuel semakin memperdalam ciumannya. Perlahan Calista membalas cium panas dari Samuel. Kedua tangannya mencengkram kuat jas kerja laki-laki itu. Samuel melepaskan cengkraman tangannya pada tangan Calista.
Tanpa tekanan Calista melingkarkan tangannya pada leher Samuel yang mendorongnya ke meja rapat berukuran panjang itu. Samuel mengangkat tubuh Calista ke atas meja tanpa memutus pangutan bibirnya.
Jemari tangan Samuel merambah ke paha bagian dalam gadis itu. Sementara bibirnya menyusuri leher Calista.
Buaian-buaian Samuel begitu mempengaruhi Calista. Seperti melumpuhkan akal sehatnya dalam sekejap. Calista memiringkan kepalanya, merasakan sensasi di lehernya akibat sapuan lidah ero*is Samuel.
"Akh Sam...Hentikan! Aku mohon!"
Suara de*ahan bersamaan dengan permohonan gadis itu pada Samuel yang enggan untuk berhenti menggodanya.
Samuel meremas dada Calista, bahkan ia membuka dua kancing bagian atas kemeja kerja gadis itu. Samuel menyusuri dada berukuran besar dan pada milik Calista yang semakin terbuai. Calista semakin tak berdaya. Seakan kehilangan akal sehatnya, ia begitu pasrah sekarang.
"Jangan pernah memancing ku, Calista Naomi Justin! Atau aku tunjukkan siapa pemimpin nya!!"
...***...
To be continue
Jika mau up lagi, tinggalkan jejak kalian dong 👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Leorzz Bejighar
sudah mulai terpesona diantara keduanya
2023-04-10
0
Ray
Panas ...Hareudanh🙏😄
2022-12-26
0
Lysa fauziah Akbar
lah si samuel jd ketagihan.., mancing apaan si sam, lo nya yg naksir jg kan..hahaahaha
2022-09-28
0