Sinar matahari pagi di kota London begitu cerah. Menerobos lewat kaca jendela, tepat mengenai kelopak mata Calista yang masih terlelap. Membuat kelopak mata itu bergerak-gerak.
"Kau sudah bangun?"
Suara bariton yang menyapa mengejutkan Calista. Sontak Calista bangun dan terduduk di tempat tidur. Calista menghunuskan tatapan tajam pada sosok laki-laki berwajah dingin dan tak bersahabat itu. Laki-laki asing yang tidak di kenalnya sama sekali duduk di sofa, menyilangkan kakinya sambil menikmati segelas kopi. "Siapa kau, kenapa kau ada di kamar ku?"
"Kamar mu?"
Jawaban singkat laki-laki itu membuat Calista mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. Seketika mata indah gadis itu melebar, setelah kesadarannya terkumpul sempurna, ia baru mengetahui ini bukan kamarnya. Tapi kamar hotel. "Apa yang kau lakukan padaku hah?!", hardik Calista panik. Ia menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dengan tangan gemetaran Calista mengeratkan selimut itu ke tubuhnya. Ia bernafas lega karena masih menggunakan underwear lengkap.
Calista terdiam di tepi tempat tidur, ia mengingat semalam pergi dengan teman-temannya ke club malam. Setelah mereka iseng-iseng taruhan dengan hukuman yang kalah wajib meminum wine tiga gelas atau mencium seorang laki-laki yang di tunjuk teman-temannya di club semalam. Dan sialnya ternyata Calista lah yang harus menerima hukuman itu. Tentu saja Calista lebih memilih meminum tiga gelas wine daripada harus mencium laki-laki yang duduk di sudut ruang club. Sialnya ternyata salah satu temannya malah menambahkan obat di dalam wine yang di minum Calista. Meskipun Calista mengakui laki-laki itu sangat tampan. Calista malah merasa jijik saat melihat laki-laki itu di temani seorang waiters seksi.
"Apa yang sudah kau lakukan pada ku brengsek! Kenapa aku tidak mengenakan pakaian ku", teriak Calista berdiri dengan selimut melilit di tubuhnya.
"Ck...bukannya berterima kasih, malah marah-marah", ketus Samuel dengan wajah kesal sambil menyesap kopinya.
Ting
Tong
Calista melebarkan kedua matanya menatap kearah pintu. "Apa kau menunggu seseorang?", ucapnya dengan selidik.
"Hem..."
Kedua mata Calista semakin melebar. "Apa maksudmu, aku tidak mau ada orang lain mengetahui keberadaan ku, brengsek!"
Samuel tidak memperdulikannya, laki-laki itu beranjak dari sofa menuju ke pintu.
"Ah shitt..."
Calista cepat-cepat berlari ke kamar mandi. "Brengsek...kenapa aku bisa bodoh begini. Alkohol itu benar-benar membuat akal sehat ku hilang. Siapa laki-laki itu? Kenapa dia bisa menghabiskan malam bersama ku? Sial!"
Tiba-tiba kedua mata Calista menatap gaun merah tergeletak di lantai kamar mandi. Calista memungut nya dan ia tahu gaun itu miliknya yang dipakainya semalam. Baunya tidak enak. Cepat-cepat ia membuang gaun itu ke kotak sampah. Ternyata gaun itu terkena muntahan. Sudah pasti ia muntah semalam.
*
Samuel menaruh paper bag ke atas tempat tidur. Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Samuel menatap kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. Belum ada tanda-tanda wanita itu keluar juga setelah sudah cukup lama di dalam sana.
Dengan wajah kesal, Samuel hendak menggedor pintu itu, saat bersamaan Calista membukanya.
"Kembalikan tas ku?", tegas Calista sambil melewati Samuel yang berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.
Tidak mendengar jawaban Samuel, Calista yang menggunakan bathrobe berwarna putih itu kembali memutar badannya menghadap Samuel. "Mana tas ku? Aku harus menghubungi asisten ku sekarang juga. Aku butuh pakaian bersih. Tidak mungkin aku pergi dengan keadaan begini", cicit Calista.
"Kau pikir aku budak mu, harus memikirkan tas mu setelah kau menyulitkan hidup ku, hah? Syukur-syukur kau aku selamatkan. Dan kau tidak di gilir dua laki-laki itu semalam", ketus Samuel.
"Apa maksudmu?!"
"Kalau kau tidak kuat untuk minuman keras kenapa kau bodoh sekali harus meminumnya. Kau sudah membuang waktu ku!", seru Samuel kesal. Laki-laki itu melangkahkan kakinya menuju pintu. Ia hendak pergi.
"Hei..wait". Calista menarik jaket kulit Samuel
Aku pinjam ponsel mu. Aku harus menghubungi asisten ku sekarang juga".
"Kau lihat paper bag di tempat tidur itu. Disana ada pakaian baru untuk mu. Jangan pernah lagi menyulitkan hidup ku. Aku tidak mau terlibat masalah dengan wanita pemabuk dan bau seperti mu! Aku tidak mau terlibat masalah dengan wanita murahan yang hendak membayar laki-laki agar mau tidur dengannya!", ketus Samuel sarkas sambil membuka handle pintu dan keluar kamar meninggalkan Calista yang berdiri mematung menatap punggung lebar Samuel yang hilang di balik pintu.
Calista tak bergeming dari tempatnya. Ia tak mengerti maksud ucapan laki-laki itu. "Kenapa dia bicara seperti itu pada ku? Siapa juga yang mau bertemu dengan nya. Brengsek!", ucap Calista sambil melihat isi didalam paper bag yang sudah ada di atas tempat tidur. ternyata dress.
"Aku akan meminta asisten ku membayar semuanya. Katty akan mencari mu..."
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
sama" dikerjain tmn"nya minumannya dikasih obat untung aja Samuel msh kuat mental
2023-09-10
0
Ray
Semakin Penasaran, lanjut baca pastinya👍🙏
2022-12-26
0
Lysa fauziah Akbar
awal yg seru..
2022-09-28
0