Setengah berlari Calista menarik tangan Samuel masuk ke ruang kerjanya.
Dengan tergesa-gesa Samuel menutup pintu dangan kakinya. Dengan buru-buru Samuel melucuti pakaian Calista begitupun sebaliknya.
Bahkan Samuel menarik paksa kemeja berwarna putih dalaman yang di pakai Calista. Hingga dua kancingnya berhamburan di lantai.
Calista pun melemparkan kemeja Samuel ke sembarang arah. Kemudian membuka sabuk celana panjang laki-laki itu. Keduanya berciuman liar, saling menyentuh area di tubuh lawannya.
Samuel mendorong tubuh Calista hingga berhenti di meja kerjanya. Laki-laki itu menghamburkan semua benda yang ada di meja itu, ia mengangkat tubuh Calista itu ke atas meja.
Jemari Samuel meremas bergantian puncak dada Calista semakin lama semakin menyusuri tubuh seksi Calista hingga ke inti nya.
"Akh Sam...aku mohon jangan seperti itu". Calista mengangkat kepalanya menatap Samuel sibuk dengan mainannya di pusat tubuh Calista. Buaian laki-laki itu benar-benar membuat Calista berteriak kali ini. De*ahan, erangan silih berganti memenuhi ruang kerja mewah itu.
Calista kembali menjerit ketika merasakan milik Samuel memasuki intinya. Gadis itu menggeliatkan tubuhnya. Sementara tangannya mencengkram tepian meja kerjanya yang berukuran luas itu.
Semakin lama Samuel semakin menambah tempo permainannya. Menghentakkan miliknya hingga dalam. Calista merasakan miliknya berkedut. Tubuhnya mengelijang bergetar hebat menahan sensasi yang dirasakan nya.
Inti Calista menghisap kuat milik Samuel. Samuel merasakannya. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Laki-laki itu mengenadahkan wajah nya ke atas, memejamkan matanya sambil mengeluarkan suara mengeram panjang saat milik nya menyemburkan cairan hangat ke inti Calista. Lagi-lagi ia mengabaikan pengaman. Saat bercinta dengan Calista Samuel enggan mengunakan benda satu itu. Karena ia tahu Calista bersih dan ialah satu-satu pria yang menyentuh nya.
Tetap sama seperti semalam. Tidak ada jeritan nama atau pun panggilan sayang ketika mencapai puncak. Keduanya hanya menikmati percintaan itu tanpa membawa perasaan apapun. Sama-sama saling membutuhkan dan memberi...itulah tepat nya menggambarkan hubungan antara Calista dan Samuel.
*
Calista mengusap lengan Samuel yang memeluknya dari belakang. Keduanya rebahan di atas sofa panjang berukuran besar yang ada di ruang kerja Calista tepatnya di mansion Calista.
"Apa rasanya masih sakit", tanya Samuel.
"Tidak. Aku menyukainya. Kau sangat lihai menggodaku. Apa kau sering melakukannya, hem?"
Samuel tersenyum mendengar pertanyaan polos Calista. "Usia ku sudah tiga puluh lima tahun. Aku tidak terikat hubungan dengan wanita manapun. Aku laki-laki normal, pasti memiliki hasrat yang harus di salurkan. Kau pasti mengerti maksud ku kan", jawab Samuel.
"Aku tahu. Kau pasti sering membuat patah hati wanita di luaran sana. Kau juga pasti sering membuat wanita menjerit", ucap Calista sambil membalikkan badannya menghadap Samuel. Keduanya masih dalam keadaan polos sehabis melakukan percintaan panas beberapa saat yang lalu.
Jemari lentik Calista mengusap lembut dada bidang Samuel. Kedua manik hitam dan bening itu menatap Samuel. "Bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu, Sam?"
Jemari tangan kokoh Samuel menjumput rambut hitam Calista kebelakang telinga gadis itu. "Kau boleh menanyakan apapun. Aku menyukai mu".
Calista terdiam mendengar perkataan Samuel. Entahlah tiba-tiba perasaannya sangat berbeda. Perasaanya menghangat. Sementara dadanya bergemuruh kencang dan Calista merasakan diperutnya berterbangan kupu-kupu. Rasa yang sudah lama mati, sekarang di rasakanya lagi.
Calista terlihat ragu-ragu untuk bertanya. Hanya manik beningnya saja yang menatap netra coklat terang Samuel. "Hm...Apa kau tidak menginginkan hubungan serius saat ini?"
"Kau tidak wajib menjawabnya, karena sudah pasti diantara kita tidak memiliki hubungan seperti itu", ucap Calista cepat-cepat sambil mengusap dada Samuel.
"Saat ini aku tidak bisa menjanjikan apa-apa. Perasaan cinta yang aku miliki telah hilang dalam diriku bersama wanita yang sangat aku cintai", ucap Samuel terlentang sambil mengusap keningnya.
Calista menyandarkan wajahnya pada dada bidang Samuel. "Dimana wanita yang sangat kau cintai itu sekarang?"
"Amber sudah pergi untuk selamanya empat tahun yang lalu..."
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Ray
AQ tidak sabar membaca Samuel dan Calista tahu bahwa mereka saling cinta, dan jantung Amber berasa di diri Calista🙏Semangat terus 💪🙏
2022-12-27
0
Dewi ar
otw konflik nih
2022-08-13
0
Shinmia
pd akhirnya tetap calista yang menderita
2022-08-13
0