"Apa kata mu? Laki-laki brengsek itu mengatakan aku bau?!"
Calista melototkan kedua matanya dengan kesal menatap asisten nya yang baru saja menyampaikan semua tentang Samuel, termasuk apa yang di katakan laki-laki itu pada asistennya.
"Awas saja kau brengsek. Aku sudah berniat baik mengganti jasa mu pada ku, kau malah semakin ngelunjak", umpat Calista dalam hati.
"Berikan cek itu pada ku, aku akan menemui nya sendiri", ucap Calista kesal.
Katty segera mengembalikan cek pada bos-nya itu.
*
Samuel memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya ke ujung bathtub kamar hotel tempat ia menginap. Samuel lebih memilih tinggal di hotel selama ia berada di London. Laki-laki itu menginginkan privacy. Sedangkan jika ia tinggal bersama mamanya sudah pasti yang akan di bahas tidak jauh dari pernikahan, cucu, dan perusahaan. Samuel jenuh mendengar mamanya selalu mengingatkannya.
Samuel menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tangannya mengambil gelas Vodka yang ada di tepi bathtub. Setelah seharian ia berada di perusahaan orang tuanya dan menemui wanita suruhan gadis bermasalah itu, tubuhnya terasa penat. Akhirnya ia memutuskan untuk berendam hingga sekarang. Setelah hampir satu jam berendam dengan air hangat, tubuhnya terasa lebih segar.
Samuel membilas tubuhnya di bawah shower.
Ting
Tong
Samuel menajamkan pendengarannya dan mematikan air. "Siapa yang datang? Huhh.... jangan-jangan mama atau asistennya".
Samuel memakai bathrobe. Masih dengan rambut dan tubuh basah karena belum sempat mengeringkannya. Laki-laki tampan itu keluar kamar mandi sambil mengikat tali bathrobe dengan asal.
Ting
Tong
"Shitt....Tidak sabaran sekali", umpatnya kesal.
Samuel membuat pintu. Seorang wanita membelakangi nya. "Kau.."
"Kenapa kau...
Calista membalikkan tubuhnya dan terdiam melihat Samuel membuka pintu dalam kondisi basah dan hanya memakai bathrobe yang kendur yang memperlihatkan dada bidangnya.
"Ehem..
Susah payah Calista menelan salivanya sendiri. Gadis itu menggaruk tengkuknya. "Hem...aku menemui mu untuk memberikan ini", ketus Calista memberikan cek, sementara netra nya melihat ketempat lain. Ia mengalihkan perhatian dari laki-laki yang berdiri tepat di depannya itu.
Samuel mengumpat kesal. "Apa asisten mu itu tuli hah? Aku sudah jelas sekali mengatakan tidak mau menerima nya. Dan cek itu sudah aku berikan padanya, terserah mau di apakan. Aku tidak butuh uang mu, NONA!!"
Calista menghunuskan tatapan tajamnya membalas nyalang sorot mata Samuel. "Aku tidak mau berhutang budi pada mu. Kau terima cek ini! Anggap kita tidak pernah bertemu dan urusan kita selesai!", tegas Calista tanpa izin melangkah masuk kedalam kamar Samuel dan hendak meletakkan cek yang ada di tangannya ke atas meja.
Namun Samuel menarik tangan Calista dengan keras. Tubuh Calista tertarik cukup kuat hingga menubruk tubuh Samuel yang oleng. Ada air dilantai dari tubuhnya yang basah karena saat mendengar bel berbunyi Samuel belum sempat mengeringkan rambut dan tubuhnya. Ia kira yang datang Aniston mamanya atau Owen asisten nya, karena hanya mereka berdua yang tahu Samuel tinggal di hotel itu. Ternyata dugaannya salah, yang menemui nya adalah gadis yang dianggapnya akan selalu membuat hidupnya sulit jika bersamanya.
Samuel jatuh terlentang di atas sofa panjang, sementara Calista yang tangannya di tarik Samuel menindih tubuh laki-laki itu. Tubuh keduanya menyatu begitu intim.
Calista begitu terkejut. Gadis itu tidak bisa menghindari nya. Netra hitam membulat menatap netra coklat terang Samuel yang juga diam terpaku menatap Calista. Nafas keduanya menderu.
Tiba-tiba hawa di kamar itu begitu panas. Entah siapa yang memulai, bibir keduanya saling menaut, memangut penuh gairah. Mungkin terbawa suasana Calista tidak menolak sama sekali walaupun dirinya saat ini sangat sadar, sesadar-sadarnya tidak dalam kondisi mabuk.
Lidah saling membelit dan menjelajah hingga dalam. Samuel membalikkan tubuhnya mengungkung tubuh Calista.
Calista sangat menikmati ciuman liar Samuel, aroma musk shampoo dan soap di tubuh Samuel yang baru saja melakukan ritual rendaman mempengaruhi akal sehat Calista. Gadis itu begitu terhanyut dan menikmati ciuman Samuel. Tubuhnya bergetar hebat. Sudah lama sekali ia tidak merasakan gelenyar di dalam dirinya setelah beberapa tahun yang lalu.
"Akh..."
...***...
To be continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
nobita
ya ampun ya ampun... mereka benar-benar hilang kendali
2025-01-09
1
Ray
Dan apa yg terjadi selanjutnya, lanjut baca 👍😄😘
2022-12-26
0
Sagittarius
Baru mampir, aku suka
2022-08-13
0