"Kau ini selalu menyulitkan ku. Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain menyulitkan orang, hah...?!"
Calista membuka matanya. Ia sangat tahu siapa pemilik suara itu. Cepat-cepat ia bangun. Calista melihat dua kayu balok berukuran besar terjatuh ditempatnya berdiri tadi. Bisa dibayangkan jika balok itu menimpa tubuhnya. Seketika tubuh Calista bergidik ngeri.
Tatapan Calista beralih pada Samuel yang terlentang. Dengan ragu-ragu Calista mengulurkan tangannya.
Samuel berdecak kesal. Ia tidak menerima uluran tangan Calista. Samuel berdiri sendiri. Sesaat sudah berdiri, laki-laki itu menepuk-nepuk celana jeans dan kemeja putih yang dipakainya. Kemeja itu jelas saja menjadi kotor.
Calista menatap siku kemeja lengan panjang Samuel yang robek dan terlihat darah di sana. "Kau berdarah. Ikut aku sekarang", ucap Calista menarik tangan Samuel.
"Aku tidak apa-apa. Jangan berlebihan", jawab Samuel.
Calista masih menarik tangan Samuel agar turun bersamanya.
Calista kembali turun melalui tangga diikuti Samuel.
"Apa nona tidak apa-apa?" tanya Jordan dan Katty panik ketika Calista dan Samuel sudah sampai dibawah.
"Aku tidak apa-apa. Dimana kota P3K kalian? Aku harus mengobati Samuel, ia terluka", ucap Calista.
"Nona Calista dan tuan Samuel tunggu saja di ruangan saya. Saya akan mengambil kotak P3K", ucap Jordan sambil berlalu.
*
"Kenapa kau menolong ku. Kau tidak harus bersusah payah berkorban. Lihatlah hasilnya. Kau terluka", ucap Calista sambil menggulung lengan kemeja Samuel. Calista membersihkan luka di siku Samuel dengan alkohol.
Luka Samuel cukup lebar tetapi laki-laki itu seperti tidak mengalami apa-apa, bahkan saat Calista membasahi lukanya dengan larutan antiseptik pun ia biasa-biasa saja.
"Ck...kenapa kau nekat naik ke atas seperti tadi? Apa pemilik perusahaan wajib melakukannya?", tanya Samuel tanpa menjawab pertanyaan Calista. Sebenarnya Samuel masih kesal dengan Calista. Tapi ternyata gadis itu cepat tanggap juga, Calista bertanggungjawab atas perbuatannya yang menyebabkan kerugian pada orang lain.
"Aku kesal pada mu, karena kau tidak on time", jawab Calista berkata sejujurnya. Namun ucapannya tidak bernada ketus. Gadis itu hanya menyampaikan uneg-unegnya. "Maafkan aku", ucap Calista pelan tanpa menatap Samuel. Gadis itu masih sibuk dengan pekerjaannya.
Seketika perasaan kesal Samuel sirna melihat wajah Calista penuh penyesalan.
"Aku tidak mungkin membiarkan mu tertimpa balok itu. Tapi lain kali, hilangkan sifat ceroboh mu itu, Calista", ucap Samuel lembut. Untuk pertama kalinya Calista mendengar Samuel berkata tidak kasar dan bernada sindiran padanya.
Calista menutup botol antiseptik. Gadis itu tak menjawab sepatah katapun. Apalagi membantah perkataan Samuel seperti biasanya.
"Maafkan aku sudah membuat mu terluka dan kemeja mu jadi robek. Aku akan menggantinya", ucap Calista sedikit tertunduk.
Calista tidak menyadari, Samuel menatap gadis itu dengan tatapan penuh arti.
"Terimakasih karena sudah menolong ku", ucap Calista tulus.
Tiba-tiba banyak ide berkelebat di kepala Samuel. "Bantuan ku tidak gratis! Besok malam aku ada jamuan makan malam keluarga ku di kota ini. Tepatnya adik ayah ku mengundang keluarga untuk hadir di jamuan makan yang diadakannya. Sepupu ku akan bertunangan. Aku meminta kau ikut bersama ku. Kau pura-pura menjadi kekasih ku. Sebagai bayaran karena aku sudah menyelamatkan mu", ucap Samuel.
Calista menatap Samuel dengan tajam. "Tentu saja tidak bisa. Aku akan pulang ke London malam ini juga. Kau ajak wanita lain saja menjadi kekasih mu. Jangan harap mentang-mentang kau sudah menyelamatkan aku, aku akan mengikuti keinginan mu", seru Calista. Kali ini gadis kembali ketus seperti semula.
"Dasar gadis tidak tahu diri, sudah di selamatkan tapi tidak mau membalasnya!"
"Kau mengumpati ku? Aku kan tidak meminta mu menyelamatkan ku. Itu keinginan mu sendiri. Jadi aku tegaskan, aku tidak berkewajiban membalasnya ", seru Calista dengan tegas.
"Pokoknya aku memaksa mu kali ini, karena berulang kali aku sudah menyelamatkan mu. Atau kau sudah melupakan jasa ku kepada mu, hem?"
Calista tak bergeming. Apa yang di katakan Samuel memang benar sekali.
"Hughh...Baik aku akan menemanimu. Tapi sesudahnya aku tidak ada lagi hutang apa pun dengan mu. Aku tidak mau kau terus-terusan mengingatkan aku tentang bantuan mu itu dihadapan ku", ketus Calista.
"Alright, kita sepakat", balas Samuel sambil mengulurkan tangannya pada Calista.
Calista menyambutnya. Ceritakan tentang keluarga pamanmu itu, agar aku tidak membuat mu malu dan berhasil memeranya kekasih mu", ucap Calista menatap Samuel.
"Nanti saja aku ceritakan. Sekarang kita mulai menyelesaikan pekerjaan kita tentang pembangunan hotel ucap Samuel.
Calista menganggukkan kepalanya. "Iya kau benar. Tujuan kita berada di sini karena pekerjaan."
...***...
To be continue
Jika ada typo besok aku revisi ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Leorzz Bejighar
dari yang saya baca, ceritanya bagus dan memuaskan
2023-04-10
1
Ray
Tanda tandanya ....dan yang terjadi terjadilah🤔😄🙏
2022-12-26
0
Lysa fauziah Akbar
modus deh
2022-09-30
0