Seminggu kemudian...
"Selamat pagi, nona Calista".
"Apa saja jadwal ku hari ini", tanya Calista ada asistennya. Calista baru saja sampai di perusahaannya. Katty sudah menunggu di lobby seperti biasanya.
"Dua jam lagi nona ada meeting dengan investor. Setelah jam makan siang, nona ada meeting penting di perusahaan Abraham & Groups. Nona wajib hadir karena mereka akan mengenalkan pimpinan baru pada rekanan perusahaan tersebut", ucap Katty menjelaskan singkat sambil melihat Ipad-nya.
Keduanya sudah berada di dalam lift khusus. Perkataan Katty sedikit mempengaruhi Calista.
"Apa maksudmu perusahaan Abraham memiliki pimpinan baru?", tanya Calista memastikan.
"Iya nona".
"Apa yang yang terjadi dengan nyonya Aniston, Katty?"
"Seminggu yang lalu nyonya Aniston pemilik sah perusahaan itu, Anfal. Makanya jabatan nya sekarang di ambil alih putra satu-satunya. Kabar yang saya dapatkan, pimpinan baru mereka adalah orang yang sangat sulit, karena ada beberapa teman saya yang bekerja di sana. Pimpinan mereka yang baru sangat arogan", ujar Katty menjelaskan.
Ting...
Keduanya keluar lift, menuju ruangan Calista.
Perkataan Katty tentang sosok pimpinan baru perusahaan Abraham mengusik perasaan Calista.
"Apa kerjasama perusahaan ku dan perusahaan Abraham akan aman-aman saja? Aku tidak mau merevisi kerjasama yang sudah di tandatangani sesuai kesepakatan awal Katty. Kau harus menegaskan pada pihak mereka jika ada yang menghubungi mu", tegas Calista sambil duduk di kursinya.
"Iya nona. Seperti yang anda tahu perusahaan nona sedang melakukan tiga kerjasama dengan perusahaan itu. Pembangunan hotel di Leeds, pelabuhan di Manchester dan pembangunan rumah sakit di kota ini. Tentu saya akan berkoordinasi dengan semua kepala divisi yang terkait dengan semua proyek tersebut, untuk memastikan semuanya aman dan terkendali", jawab Katty.
"Ya, itu yang aku inginkan".
Calista mengenal baik Aniston pemimpin perusahaan Abraham. Perusahaan mereka sering melakukan kerjasama. Calista juga cukup akrab dengan Aniston. Ia tidak tahu jika Aniston memiliki anak, yang ia tahu wanita itu bekerja sendiri di perusahaan dengan bantuan beberapa orang kepercayaannya.
Calista juga tidak pernah membahas masalah pribadi saat bertemu dengan rekanannya tersebut. Yang pasti Calista angkat topi dengan Aniston yang sangat gigih dalam bekerja meskipun usianya tidak muda lagi. Sejujurnya Calista sangat mengagumi nya. Calista sangat senang jika perusahaan mereka bisa terus bekerja sama sampai nanti.
Namun...jika perusahaan Abraham dipimpin seseorang yang tidak berkompeten, tentu saja Calista tidak mau mengambil resiko. Ia tidak segan mencoret perusahaan tersebut dari rekanan perusahaan Archivvo miliknya.
Bagi Calista sangat diperlukan seorang pemimpin yang benar-benar berkualitas dalam memimpin perusahaan berskala besar. Karena perusahaan bukan hanya menyangkut diri seorangan saja tapi menyangkut hidup orang banyak di dalamnya. Jika kehidupan mereka terjamin, tentu orang-orang tersebut akan bekerja sepenuh hati mereka. Dan perusahaan akan mendapatkan keuntungan.
*
Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Calista memasuki lift menuju lantai lima puluh perusahaan Abraham & groups. Ia tidak sendirian, tetapi bersama Katty juga. Saat sampai di lantai lima puluh, mereka langsung di sambut beberapa petinggi perusahaan.
Calista duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk nya. Sama halnya dengan rekanan yang lainnya juga.
Tiga puluh menit berlalu, pimpinan perusahaan Abraham belum juga ada tanda-tanda akan memulai rapat. Bahkan kursi yang diperuntukkan bagi pucuk pimpinan mereka masih kosong.
Calista sudah mulai jenuh. Wajahnya tertekuk kesal. Ia memberi isyarat pada Katty agar mendekat. Katty segera mengerti dan mendekati bos-nya itu.
"Kalau sepuluh menit pimpinan baru mereka belum juga datang, kita pergi dari sini. Aku tidak mau membuang-buang waktu ku dengan percuma", ketus Calista berbisik di telinga asisten nya.
Nampak Katty menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.
Terlihat beberapa orang begitu sibuk di depan pintu masuk. Terlihat beberapa orang mengamankan tempat menyambut kedatangan orang yang di tunggu.
"Berlebihan sekali". Calista menggerutu kesal. Bahkan ia enggan untuk berdiri seperti rekanan yang lainnya.
Terlihat petinggi perusahaan Abraham memperkenalkan pimpinan baru mereka.
Katty membelalakkan matanya saat melihat siapa pimpinan perusahaan Abraham yang baru.
Sementara Calista sama sekali tidak berminat melihat nya. Wanita itu lebih memilih untuk membaca berkas kerja sama mereka.
Katty menatap atasannya tersebut berharap segera melihat kearah Samuel saat laki-laki itu lewat di depannya.
Justru Samuel lah yang nampak terkejut melihat Calista ada di ruangan itu. Namun hanya sesaat saja, setelah itu terlihat seringai di wajahnya.
Sesaat duduk di kursi nya, Samuel tak henti menatap Calista sambil mengusap dagunya. Sementara Calista belum juga menyadarinya.
Hingga seorang pria mengucap kan selamat untuk Samuel sambil menyebut nama lengkap atasan mereka, Samuel geraldo Abraham.
Seketika Calista mengangkat wajahnya. Seketika itu pula matanya beradu dengan netra coklat terang laki-laki itu, yang juga menatapnya dengan tajam. Senyuman terlihat diwajahnya.
Calista mengerjapkan matanya dengan mulut terbuka seakan tak percaya siapa yang di lihat nya. "Benarkah ini, aku tidak salah lihat kan. Ini bukan halusinasi ku...?!"
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
nobita
wkwkwk ngakak aku bacanya... pertemuan yg tidak terduga
2025-01-09
0
Ray
Mungkin mereka jodoh atas ijin Outhor yg punya cerita🙏😘
2022-12-26
3
Mynovel
Keren Thor,cerita seperti ini yg saya cari,gak ada istilah sikaya dan simiskin,cleaning servis dan CEO,pembantu dan bos yg bertolak belakang dari realita,dicerita ini sangat cocok dan seimbang👏👍
2022-11-27
1