Bab 17. Ukuran S

Akhirnya setelah menemui pimpinan perusahaan. Bianca sudah resmi menjadi karyawan, dia diajak oleh Sasa—teman satu timnya. Bianca disuruh memakai seragam yang sama dengan wanita itu, dan Bianca pun menurut.

"Bi, ini ada dua ukuran, kamu pakai yang M atau yang S?" tanya Sasa, mengangkat kedua tangannya yang memegang dua baju. Bianca tampak berpikir sejenak, kemudian memilih baju seragam yang ada di tangan kiri Sasa.

"Yang S saja."

"Tapi itu agak kecil lho."

"Tidak apa-apa, aku tidak suka baju yang longgar-longgar, seperti tidak pakai baju," jawab Bianca dengan tersenyum manis. Padahal tujuannya adalah untuk menggoda Bizard.

Sasa terkekeh sambil menepuk pelan bahu Bianca. "Kamu ada-ada saja. Ya sudah sana ganti baju, nanti ikut aku. Aku akan menunjukkan tempat yang harus kamu bersihkan."

"Siap," jawab Bianca sambil mengangkat tangan, membentuk gerakan hormat.

Kemudian dia melangkah ke arah toilet, membawa tasnya untuk membenahi riasan wajahnya pula. Dia sengaja memakai make up tipis, agar tampak selalu fresh. Sementara rambutnya digelung tinggi, agar leher jenjangnya dapat terlihat semakin indah.

Selang beberapa menit, dia sudah tampak seperti Sasa. Memakai seragam cleaning servis, tetapi dengan balutan yang membentuk lekuk tubuhnya.

"Sa, aku sudah selesai," ucap Bianca saat ia keluar dari toilet dan menemui Sasa.

Wanita yang dipanggil namanya itu langsung mengangkat kepala. Kemudian menatap takjub pada penampilan Bianca. Rasanya tak percaya kalau Bianca adalah seorang wanita biasa.

"Bi, kamu cantik sekali. Pakai seragam seperti ini kamu malah terlihat seperti pramugari," puji Sasa apa adanya, hingga membuat Bianca tersenyum. "Eh tapi tunggu dulu, itu rokmu tinggi sekali, apa tidak pakai yang satunya saja?"

"Aduh, Sasa. Sudah aku bilang, aku tidak suka pakai pakaian yang kebesaran. Kamu tidak lihat tadi bajuku seperti apa?"

Tak ingin berdebat, akhirnya Sasa hanya bisa menghela nafas sambil menganggukkan kepala. "Iya-iya deh. Sekarang ambil alat-alat yang diperlukan, kita akan mulai membersihkan beberapa ruangan."

Bianca mengangguk, kemudian dia mengayunkan langkah ke tempat penyimpanan alat-alat kebersihan yang sudah ditunjukkan oleh Sasa.

Wanita cantik itu membawa sapu dan serok sampah, lalu mengekor pada Sasa yang melangkah di depannya.

"Sa, kalau bisa kasih aku di ruangan Tuan Bizard yah," ucap Bianca.

Mendengar itu, Sasa mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa?"

"Ada yang ingin aku bicarakan dengannya."

Meskipun merasa cukup aneh dengan gelagat Bianca, tetapi Sasa tidak menolak keinginan wanita itu. Sebab Sasa tahu, bahwa Bianca adalah orang yang dibawa oleh Bizard.

"Iya baiklah, kalau begitu kamu bertukar posisi dengan aku. Soalnya aku yang biasa membersihkan lantai dua, tempat Pak Bee bekerja."

Bianca pun tersenyum sumringah. Karena Tuhan seperti tengah merestui langkahnya untuk mendekati pria bermata perak itu.

"Terima kasih ya, Sa."

Sasa hanya mengangguk, kemudian dia mengantar Bianca sampai lantai dua. Dia lebih dulu memberikan beberapa arahan, baru setelah itu, Sasa meninggalkan Bianca.

"Kerja yang benar ya, Bi. Supaya disayang sama Bos." Sasa terkekeh sambil menabok pelan lengan Bianca. Sementara Bianca hanya mengangguk sebagai jawaban.

Setelah kepergian Sasa, Bianca mulai mengerjakan tugasnya. Dia membersihkan ruangan yang ada di ujung, tepatnya milik Ronald. Saat Bianca meminta izin masuk, pria itu hanya sekilas melihat Bianca, tetapi tak bisa bohong, kalau pria itu sedikit tak fokus saat Bianca membungkukkan tubuhnya.

Astaga! Batin Ronald, kemudian membuang muka. Sementara Bianca masih tampak cuek saja. Karena targetnya bukanlah pria itu.

"Tuan, saya sudah selesai membersihkan ruangan anda, permisi." Bianca menunduk hormat, ketika Ronald ingin bicara tentang seragam Bianca, wanita itu sudah buru-buru keluar, karena tak sabar ingin bertemu dengan Bizard.

Brak!

Pintu tertutup.

"Ya ampun, ini benar-benar wanita yang dibawa oleh Bizard? Kenapa bisa pakai pakaian seseksi itu saat bekerja? Bikin tidak fokus saja," gumam Ronald sambil geleng-geleng kepala.

Sementara Bianca terus tersenyum sumringah. Dia menggigit bibir saat tangannya berhasil mengetuk ruangan pria incarannya.

Tok ... Tok ... Tok

"Permisi."

Bizard yang saat itu tengah mempelajari sebuah dokumen. Lantas mengangkat kepala dan sedikit melirik pintu. "Ya masuk!" Dia menebak itu adalah Sasa.

Namun, ternyata tebakannya salah sebab yang datang adalah Bianca. Bee tampak acuh, karena matanya kembali menatap layar laptop. Sementara Bianca sudah cengar-cengir tidak jelas.

Dia mulai menyapu pelan-pelan, membersihkan sudut-sudut ruangan. Dia sengaja memperlambat pekerjaannya, agar bisa berlama-lama satu ruangan dengan Bizard.

Hingga tiba-tiba Bee kembali mengangkat kepala, saat mendengar Bianca bersenandung kecil. Tepat pada saat itu, Bianca sedang menungging, membuat Bee langsung melotot karena melihat warna cerah dibalik rok yang wanita itu kenakan.

Glek!

"Bianca!"

***

Komen dong Oey, kasih semangka 😩😩😩

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

BIANCA MAH BUKAN MAU KERJA TAPI MAU MENGGODA SUAMI ORANG BALAS DENDAM 🙈

2024-04-04

0

Ani Suwarni

Ani Suwarni

susunya belum diminum udah golek aja /Joyful/

2024-01-31

0

rara ayu

rara ayu

dah lah auto berkhayal terus sepanjang hari..

2023-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Pertama
2 Bab 2. Kehidupan Bianca
3 Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4 Bab 4. Sikap Joana
5 Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6 Bab 6. Perhatian Kecil
7 Bab 7. Pria Idaman
8 Bab 8. Aku Menyukaimu
9 Bab 9. Menguasai Diri
10 Bab 10. Bercerita
11 Bab 11. Bertemu Mantan
12 Bab 12. Mansion
13 Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14 Bab 14. Pulang Bersama
15 Bab 15. Berusaha Berubah
16 Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17 Bab 17. Ukuran S
18 Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19 Bab 19. Makan Malam Romantis
20 Bab 20. Masakan Bianca
21 Bab 21. Rasa Cemas
22 Bab 22. Telepon
23 Bab 23. Jangan Keras Kepala
24 Bab 24. Mencemaskan Suami
25 Bab 25. Menemanimu Bekerja
26 Bab 26. Katakan!
27 Bab 27. Kacau
28 Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29 Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30 Bab 30. Suka Direpotkan
31 Bab 31. Janji Temu
32 Bab 32. Minta Tolong
33 Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34 Bab 34. Jangan Berisik
35 Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36 Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37 Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38 Bab 38. Honey Bee
39 Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40 Bab 40. Bohong Pertama
41 Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42 Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43 Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44 Bab 44. Menginginkanmu
45 Bab 45. Keputusan
46 Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47 Bab 47. Kejujuran
48 Bab 48. Naik Jabatan
49 Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50 Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51 Bab 51. Merasakannya Kembali
52 Bab 52. Sekali Lagi
53 Bab 53. Buka Mulutmu!
54 Bab 54. Perasaan Joana
55 Bab 55. Bianca Masih Sakit
56 Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57 Bab 57. Tak Bisa Bohong
58 Bab 58. Jangan Salah
59 Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60 Bab 59. Penolakan
61 Bab 60. Sejak Kapan
62 Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63 Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64 Bab 63. Resign
65 Bab 64. Pil Kontrasepsi
66 Bab 65. Meledak-ledak
67 Bab 66. Aku Mohon
68 Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69 Bab 68. Aroma Parfum Lain
70 Bab 69. Undangan Makan Malam
71 Bab 70. HRW CORP
72 Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73 Bab 72. Mencari Tahu
74 Bab 73. Tercengang
75 Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76 Bab 75. Kecurigaan Lagi
77 Bab 76. Menghentikan
78 Bab 77. Tidak Terima
79 Bab 78. Tergesa-gesa
80 Bab 79. Seperti Runtuh
81 Bab 80. Pertengkaran Hebat
82 Bab 81. Menemui Kehancuran
83 Bab 82. Ceritakan
84 Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85 Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86 Bab 85. Masih Mengelak
87 Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88 Bab 87. Konsekuensi
89 Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90 Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91 Bab 90. Kehancuran Joana
92 Bab 91. Bianca Pergi
93 Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94 Bab 93. Kecurigaan Zoya
95 Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96 Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97 Pengumuman
98 2B (1)
99 2B (2)
100 2B (3)
101 2B (4)
102 2B (5)
103 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104 2B (6)
105 2B (7)
106 2B (8)
107 2B (9)
108 New Novel
109 New Novel
110 2B (10)
111 2B (11)
112 2B (12)
113 New Novel by ntaamelia
114 New Novel
115 New Novel
116 New Novel
117 New Novel
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Pertama
2
Bab 2. Kehidupan Bianca
3
Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4
Bab 4. Sikap Joana
5
Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6
Bab 6. Perhatian Kecil
7
Bab 7. Pria Idaman
8
Bab 8. Aku Menyukaimu
9
Bab 9. Menguasai Diri
10
Bab 10. Bercerita
11
Bab 11. Bertemu Mantan
12
Bab 12. Mansion
13
Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14
Bab 14. Pulang Bersama
15
Bab 15. Berusaha Berubah
16
Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17
Bab 17. Ukuran S
18
Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19
Bab 19. Makan Malam Romantis
20
Bab 20. Masakan Bianca
21
Bab 21. Rasa Cemas
22
Bab 22. Telepon
23
Bab 23. Jangan Keras Kepala
24
Bab 24. Mencemaskan Suami
25
Bab 25. Menemanimu Bekerja
26
Bab 26. Katakan!
27
Bab 27. Kacau
28
Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29
Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30
Bab 30. Suka Direpotkan
31
Bab 31. Janji Temu
32
Bab 32. Minta Tolong
33
Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34
Bab 34. Jangan Berisik
35
Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36
Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37
Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38
Bab 38. Honey Bee
39
Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40
Bab 40. Bohong Pertama
41
Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42
Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43
Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44
Bab 44. Menginginkanmu
45
Bab 45. Keputusan
46
Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47
Bab 47. Kejujuran
48
Bab 48. Naik Jabatan
49
Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50
Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51
Bab 51. Merasakannya Kembali
52
Bab 52. Sekali Lagi
53
Bab 53. Buka Mulutmu!
54
Bab 54. Perasaan Joana
55
Bab 55. Bianca Masih Sakit
56
Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57
Bab 57. Tak Bisa Bohong
58
Bab 58. Jangan Salah
59
Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60
Bab 59. Penolakan
61
Bab 60. Sejak Kapan
62
Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63
Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64
Bab 63. Resign
65
Bab 64. Pil Kontrasepsi
66
Bab 65. Meledak-ledak
67
Bab 66. Aku Mohon
68
Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69
Bab 68. Aroma Parfum Lain
70
Bab 69. Undangan Makan Malam
71
Bab 70. HRW CORP
72
Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73
Bab 72. Mencari Tahu
74
Bab 73. Tercengang
75
Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76
Bab 75. Kecurigaan Lagi
77
Bab 76. Menghentikan
78
Bab 77. Tidak Terima
79
Bab 78. Tergesa-gesa
80
Bab 79. Seperti Runtuh
81
Bab 80. Pertengkaran Hebat
82
Bab 81. Menemui Kehancuran
83
Bab 82. Ceritakan
84
Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85
Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86
Bab 85. Masih Mengelak
87
Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88
Bab 87. Konsekuensi
89
Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90
Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91
Bab 90. Kehancuran Joana
92
Bab 91. Bianca Pergi
93
Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94
Bab 93. Kecurigaan Zoya
95
Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96
Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97
Pengumuman
98
2B (1)
99
2B (2)
100
2B (3)
101
2B (4)
102
2B (5)
103
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104
2B (6)
105
2B (7)
106
2B (8)
107
2B (9)
108
New Novel
109
New Novel
110
2B (10)
111
2B (11)
112
2B (12)
113
New Novel by ntaamelia
114
New Novel
115
New Novel
116
New Novel
117
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!