Akhirnya setelah menemui pimpinan perusahaan. Bianca sudah resmi menjadi karyawan, dia diajak oleh Sasa—teman satu timnya. Bianca disuruh memakai seragam yang sama dengan wanita itu, dan Bianca pun menurut.
"Bi, ini ada dua ukuran, kamu pakai yang M atau yang S?" tanya Sasa, mengangkat kedua tangannya yang memegang dua baju. Bianca tampak berpikir sejenak, kemudian memilih baju seragam yang ada di tangan kiri Sasa.
"Yang S saja."
"Tapi itu agak kecil lho."
"Tidak apa-apa, aku tidak suka baju yang longgar-longgar, seperti tidak pakai baju," jawab Bianca dengan tersenyum manis. Padahal tujuannya adalah untuk menggoda Bizard.
Sasa terkekeh sambil menepuk pelan bahu Bianca. "Kamu ada-ada saja. Ya sudah sana ganti baju, nanti ikut aku. Aku akan menunjukkan tempat yang harus kamu bersihkan."
"Siap," jawab Bianca sambil mengangkat tangan, membentuk gerakan hormat.
Kemudian dia melangkah ke arah toilet, membawa tasnya untuk membenahi riasan wajahnya pula. Dia sengaja memakai make up tipis, agar tampak selalu fresh. Sementara rambutnya digelung tinggi, agar leher jenjangnya dapat terlihat semakin indah.
Selang beberapa menit, dia sudah tampak seperti Sasa. Memakai seragam cleaning servis, tetapi dengan balutan yang membentuk lekuk tubuhnya.
"Sa, aku sudah selesai," ucap Bianca saat ia keluar dari toilet dan menemui Sasa.
Wanita yang dipanggil namanya itu langsung mengangkat kepala. Kemudian menatap takjub pada penampilan Bianca. Rasanya tak percaya kalau Bianca adalah seorang wanita biasa.
"Bi, kamu cantik sekali. Pakai seragam seperti ini kamu malah terlihat seperti pramugari," puji Sasa apa adanya, hingga membuat Bianca tersenyum. "Eh tapi tunggu dulu, itu rokmu tinggi sekali, apa tidak pakai yang satunya saja?"
"Aduh, Sasa. Sudah aku bilang, aku tidak suka pakai pakaian yang kebesaran. Kamu tidak lihat tadi bajuku seperti apa?"
Tak ingin berdebat, akhirnya Sasa hanya bisa menghela nafas sambil menganggukkan kepala. "Iya-iya deh. Sekarang ambil alat-alat yang diperlukan, kita akan mulai membersihkan beberapa ruangan."
Bianca mengangguk, kemudian dia mengayunkan langkah ke tempat penyimpanan alat-alat kebersihan yang sudah ditunjukkan oleh Sasa.
Wanita cantik itu membawa sapu dan serok sampah, lalu mengekor pada Sasa yang melangkah di depannya.
"Sa, kalau bisa kasih aku di ruangan Tuan Bizard yah," ucap Bianca.
Mendengar itu, Sasa mengerutkan keningnya. "Memangnya kenapa?"
"Ada yang ingin aku bicarakan dengannya."
Meskipun merasa cukup aneh dengan gelagat Bianca, tetapi Sasa tidak menolak keinginan wanita itu. Sebab Sasa tahu, bahwa Bianca adalah orang yang dibawa oleh Bizard.
"Iya baiklah, kalau begitu kamu bertukar posisi dengan aku. Soalnya aku yang biasa membersihkan lantai dua, tempat Pak Bee bekerja."
Bianca pun tersenyum sumringah. Karena Tuhan seperti tengah merestui langkahnya untuk mendekati pria bermata perak itu.
"Terima kasih ya, Sa."
Sasa hanya mengangguk, kemudian dia mengantar Bianca sampai lantai dua. Dia lebih dulu memberikan beberapa arahan, baru setelah itu, Sasa meninggalkan Bianca.
"Kerja yang benar ya, Bi. Supaya disayang sama Bos." Sasa terkekeh sambil menabok pelan lengan Bianca. Sementara Bianca hanya mengangguk sebagai jawaban.
Setelah kepergian Sasa, Bianca mulai mengerjakan tugasnya. Dia membersihkan ruangan yang ada di ujung, tepatnya milik Ronald. Saat Bianca meminta izin masuk, pria itu hanya sekilas melihat Bianca, tetapi tak bisa bohong, kalau pria itu sedikit tak fokus saat Bianca membungkukkan tubuhnya.
Astaga! Batin Ronald, kemudian membuang muka. Sementara Bianca masih tampak cuek saja. Karena targetnya bukanlah pria itu.
"Tuan, saya sudah selesai membersihkan ruangan anda, permisi." Bianca menunduk hormat, ketika Ronald ingin bicara tentang seragam Bianca, wanita itu sudah buru-buru keluar, karena tak sabar ingin bertemu dengan Bizard.
Brak!
Pintu tertutup.
"Ya ampun, ini benar-benar wanita yang dibawa oleh Bizard? Kenapa bisa pakai pakaian seseksi itu saat bekerja? Bikin tidak fokus saja," gumam Ronald sambil geleng-geleng kepala.
Sementara Bianca terus tersenyum sumringah. Dia menggigit bibir saat tangannya berhasil mengetuk ruangan pria incarannya.
Tok ... Tok ... Tok
"Permisi."
Bizard yang saat itu tengah mempelajari sebuah dokumen. Lantas mengangkat kepala dan sedikit melirik pintu. "Ya masuk!" Dia menebak itu adalah Sasa.
Namun, ternyata tebakannya salah sebab yang datang adalah Bianca. Bee tampak acuh, karena matanya kembali menatap layar laptop. Sementara Bianca sudah cengar-cengir tidak jelas.
Dia mulai menyapu pelan-pelan, membersihkan sudut-sudut ruangan. Dia sengaja memperlambat pekerjaannya, agar bisa berlama-lama satu ruangan dengan Bizard.
Hingga tiba-tiba Bee kembali mengangkat kepala, saat mendengar Bianca bersenandung kecil. Tepat pada saat itu, Bianca sedang menungging, membuat Bee langsung melotot karena melihat warna cerah dibalik rok yang wanita itu kenakan.
Glek!
"Bianca!"
***
Komen dong Oey, kasih semangka 😩😩😩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
LENY
BIANCA MAH BUKAN MAU KERJA TAPI MAU MENGGODA SUAMI ORANG BALAS DENDAM 🙈
2024-04-04
0
Ani Suwarni
susunya belum diminum udah golek aja /Joyful/
2024-01-31
0
rara ayu
dah lah auto berkhayal terus sepanjang hari..
2023-11-12
0