Bab 6. Perhatian Kecil

Setelah mengukur jalan raya menggunakan kendaraan roda empat milik Bee, akhirnya mereka sampai di rumah sakit Puri Medika, sebuah rumah sakit yang dipimpin oleh adik kembar pria tampan itu—Derrick Mojave Tanson.

Bee kembali membantu Bianca, dan meminta satu kursi roda pada perawat. Mereka menunggu beberapa saat, hingga Bianca dipanggil sesuai nomor antrian.

Wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.

"Kira-kira kapan saya bisa lepas gips, Dok?" tanya Bianca, merasa tak betah dengan kondisinya, karena dia tak bisa bergerak leluasa.

Sang dokter tersenyum.

"Beberapa Minggu lagi, Nona, anda harus rajin kontrol dan jangan lupa makan makanan sehat."

"Tidak bisa dipercepat yah?" keluh Bianca dengan mimik wajah sendu, ingin membuat Bee kembali merasa bersalah. Dengan begitu, Bee akan terus memperhatikannya.

"Sabar yah, anda harus optimis. Karena kunci dari sehat itu keyakinan untuk sembuh," ujar sang dokter menyemangati Bianca. Dia tidak tahu saja, kalau wanita itu sedang mencari perhatian Bizard.

Bianca mengangguk pelan sebagai jawaban, sementara Bee hanya diam dan mendengarkan, entah kenapa akhir-akhir ini pikirannya bertambah semakin kacau. Hingga dia suka sekali melamun dan melamun.

Setelah selesai mengantar Bianca kontrol, Bizard kembali mengantar wanita itu untuk pulang. Awalnya di dalam mobil itu tidak ada yang bersuara, hingga Bianca memutuskan untuk bertanya.

"Apa, Tuan, sudah sarapan?" tanya wanita cantik itu penuh perhatian. Hingga membuat Bee menoleh, menatap Bianca yang tengah menampilkan senyum terbaiknya. Pria itu sedikit terkesima dengan binar di mata Bianca, tetapi ia segera menepisnya dengan memalingkan wajah.

"Belum."

"Lho kenapa? Bukannya Tuan bilang, Tuan sudah punya istri? Apa dia tidak memasak?"

"Ah, bukan seperti itu dia mendadak ada pekerjaan ke luar kota, jadi tidak sempat untuk memasak," jawab Bee apa adanya, kemudian fokus kembali ke jalan raya.

"Bagaimana kalau kita sarapan dulu? Kebetulan saya juga belum sarapan, Tuan, saya tadi terburu-buru takut anda datang lebih cepat," tawar Bianca.

Bee terdiam sesaat, ada benarnya juga kalau mereka sarapan bersama. Apalagi Bianca harus minum obat, hingga akhirnya pria itu pun menyetujui ide Bianca.

"Boleh, kalau begitu kita cari restoran terdekat."

Bianca mengangguk sambil terus menatap Bee, semakin diperhatikan pria itu semakin terlihat tampan. Apalagi Bee tipikal pria yang ramah terhadap siapa saja.

Joana benar-benar beruntung memiliki dia, dia begitu baik.

Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Bee sampai di salah satu restoran cepat saji. Pria itu mengajak Bianca untuk mengisi satu meja di sudut ruangan, kemudian memesan beberapa makanan.

Perut Bee benar-benar terasa keroncongan, saat masakan sudah tertata rapi di atas meja. Aromanya begitu sedap hingga membuat ia menatap lapar dengan lidah yang terkadang menjulur menjilati bibirnya.

Bee sudah ingin mengangkat sendok, tetapi tiba-tiba Bianca menghentikannya. "Tunggu, Tuan!"

Pria itu mengangkat wajah dengan kening yang dipenuhi tanda tanya. "Ada apa?"

Tangan Bianca tergerak, kemudian menggulung kemeja Bizard yang tadi sempat berantakan, agar tidak terkena kuah makanan.

"Bajumu nanti kotor," ucap Bianca setelah selesai melakukan tugasnya. Lagi-lagi dia tersenyum, membuat Bee kesusahan menelan salivanya.

Seperti de javu, dia teringat akan Joana yang tidak pernah lagi memberikan perhatian-perhatian kecil padanya. Bahkan, hanya menemani makan saja, wanita itu terus tertawa dengan ponselnya.

"Terima kasih."

Tak sampai di sana, Bianca benar-benar menunjukkan aksinya dengan berpura-pura tulus pada Bizard. Dia menyendokkan makanan, kemudian melayani pria itu layaknya dia adalah seorang istri. Membuat pria yang tengah haus akan perhatian itu merasakan sesuatu yang lain. Dia mulai nyaman. Hingga tak ada kecanggungan apapun antara kedua orang itu.

"Makanannya enak, Tuan," ungkap Bianca seraya mengulum senyum. "Aku baru pernah makan makanan seenak ini."

"Benarkah?"

"Iya."

"Kalau begitu kamu boleh membungkusnya. Biar aku yang bayar."

"Ah tidak-tidak, aku hanya memuji makanannya, tidak ingin merepotkan, Tuan," tolak Bianca.

"Tidak apa-apa, uangku tidak akan habis hanya untuk membeli satu bungkus makanan di restoran ini."

Bianca terkekeh kecil, membuat wajahnya tampak semakin cantik.

"Aku juga bisa masak lho."

"Oh yah?"

"Tuan mau mencoba masakanku?" tawar Bianca dengan bola mata yang berbinar penuh harap. Bizard menyukai sorot mata itu, terasa teduh dan menenangkan. Hingga dia terus menatap Bianca, kemudian menganggukkan kepala.

Kena kau!

"Oke, setelah aku bekerja di kantor Tuan, aku akan memasakkan makanan. Yang pasti jauh lebih enak dari masakan manapun," ucap Bianca, dengan maksud tertentu.

Namun, Bizard yang tak begitu paham dengan perkataan Bianca, hanya bisa tersenyum dan berkata. "Ya, nanti aku coba."

***

Komen euy komen, awas kalo ga komen🥱🥱🥱

Terpopuler

Comments

JandaQueen

JandaQueen

komen

2024-09-06

0

Cipika Cipiki

Cipika Cipiki

yeuh komen 😅

2024-05-31

0

ainun

ainun

kejar terus bi .biar lepas dari joana tuh si be

2024-01-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Pertama
2 Bab 2. Kehidupan Bianca
3 Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4 Bab 4. Sikap Joana
5 Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6 Bab 6. Perhatian Kecil
7 Bab 7. Pria Idaman
8 Bab 8. Aku Menyukaimu
9 Bab 9. Menguasai Diri
10 Bab 10. Bercerita
11 Bab 11. Bertemu Mantan
12 Bab 12. Mansion
13 Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14 Bab 14. Pulang Bersama
15 Bab 15. Berusaha Berubah
16 Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17 Bab 17. Ukuran S
18 Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19 Bab 19. Makan Malam Romantis
20 Bab 20. Masakan Bianca
21 Bab 21. Rasa Cemas
22 Bab 22. Telepon
23 Bab 23. Jangan Keras Kepala
24 Bab 24. Mencemaskan Suami
25 Bab 25. Menemanimu Bekerja
26 Bab 26. Katakan!
27 Bab 27. Kacau
28 Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29 Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30 Bab 30. Suka Direpotkan
31 Bab 31. Janji Temu
32 Bab 32. Minta Tolong
33 Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34 Bab 34. Jangan Berisik
35 Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36 Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37 Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38 Bab 38. Honey Bee
39 Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40 Bab 40. Bohong Pertama
41 Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42 Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43 Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44 Bab 44. Menginginkanmu
45 Bab 45. Keputusan
46 Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47 Bab 47. Kejujuran
48 Bab 48. Naik Jabatan
49 Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50 Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51 Bab 51. Merasakannya Kembali
52 Bab 52. Sekali Lagi
53 Bab 53. Buka Mulutmu!
54 Bab 54. Perasaan Joana
55 Bab 55. Bianca Masih Sakit
56 Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57 Bab 57. Tak Bisa Bohong
58 Bab 58. Jangan Salah
59 Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60 Bab 59. Penolakan
61 Bab 60. Sejak Kapan
62 Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63 Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64 Bab 63. Resign
65 Bab 64. Pil Kontrasepsi
66 Bab 65. Meledak-ledak
67 Bab 66. Aku Mohon
68 Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69 Bab 68. Aroma Parfum Lain
70 Bab 69. Undangan Makan Malam
71 Bab 70. HRW CORP
72 Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73 Bab 72. Mencari Tahu
74 Bab 73. Tercengang
75 Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76 Bab 75. Kecurigaan Lagi
77 Bab 76. Menghentikan
78 Bab 77. Tidak Terima
79 Bab 78. Tergesa-gesa
80 Bab 79. Seperti Runtuh
81 Bab 80. Pertengkaran Hebat
82 Bab 81. Menemui Kehancuran
83 Bab 82. Ceritakan
84 Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85 Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86 Bab 85. Masih Mengelak
87 Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88 Bab 87. Konsekuensi
89 Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90 Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91 Bab 90. Kehancuran Joana
92 Bab 91. Bianca Pergi
93 Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94 Bab 93. Kecurigaan Zoya
95 Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96 Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97 Pengumuman
98 2B (1)
99 2B (2)
100 2B (3)
101 2B (4)
102 2B (5)
103 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104 2B (6)
105 2B (7)
106 2B (8)
107 2B (9)
108 New Novel
109 New Novel
110 2B (10)
111 2B (11)
112 2B (12)
113 New Novel by ntaamelia
114 New Novel
115 New Novel
116 New Novel
117 New Novel
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Pertama
2
Bab 2. Kehidupan Bianca
3
Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4
Bab 4. Sikap Joana
5
Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6
Bab 6. Perhatian Kecil
7
Bab 7. Pria Idaman
8
Bab 8. Aku Menyukaimu
9
Bab 9. Menguasai Diri
10
Bab 10. Bercerita
11
Bab 11. Bertemu Mantan
12
Bab 12. Mansion
13
Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14
Bab 14. Pulang Bersama
15
Bab 15. Berusaha Berubah
16
Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17
Bab 17. Ukuran S
18
Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19
Bab 19. Makan Malam Romantis
20
Bab 20. Masakan Bianca
21
Bab 21. Rasa Cemas
22
Bab 22. Telepon
23
Bab 23. Jangan Keras Kepala
24
Bab 24. Mencemaskan Suami
25
Bab 25. Menemanimu Bekerja
26
Bab 26. Katakan!
27
Bab 27. Kacau
28
Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29
Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30
Bab 30. Suka Direpotkan
31
Bab 31. Janji Temu
32
Bab 32. Minta Tolong
33
Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34
Bab 34. Jangan Berisik
35
Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36
Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37
Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38
Bab 38. Honey Bee
39
Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40
Bab 40. Bohong Pertama
41
Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42
Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43
Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44
Bab 44. Menginginkanmu
45
Bab 45. Keputusan
46
Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47
Bab 47. Kejujuran
48
Bab 48. Naik Jabatan
49
Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50
Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51
Bab 51. Merasakannya Kembali
52
Bab 52. Sekali Lagi
53
Bab 53. Buka Mulutmu!
54
Bab 54. Perasaan Joana
55
Bab 55. Bianca Masih Sakit
56
Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57
Bab 57. Tak Bisa Bohong
58
Bab 58. Jangan Salah
59
Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60
Bab 59. Penolakan
61
Bab 60. Sejak Kapan
62
Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63
Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64
Bab 63. Resign
65
Bab 64. Pil Kontrasepsi
66
Bab 65. Meledak-ledak
67
Bab 66. Aku Mohon
68
Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69
Bab 68. Aroma Parfum Lain
70
Bab 69. Undangan Makan Malam
71
Bab 70. HRW CORP
72
Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73
Bab 72. Mencari Tahu
74
Bab 73. Tercengang
75
Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76
Bab 75. Kecurigaan Lagi
77
Bab 76. Menghentikan
78
Bab 77. Tidak Terima
79
Bab 78. Tergesa-gesa
80
Bab 79. Seperti Runtuh
81
Bab 80. Pertengkaran Hebat
82
Bab 81. Menemui Kehancuran
83
Bab 82. Ceritakan
84
Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85
Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86
Bab 85. Masih Mengelak
87
Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88
Bab 87. Konsekuensi
89
Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90
Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91
Bab 90. Kehancuran Joana
92
Bab 91. Bianca Pergi
93
Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94
Bab 93. Kecurigaan Zoya
95
Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96
Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97
Pengumuman
98
2B (1)
99
2B (2)
100
2B (3)
101
2B (4)
102
2B (5)
103
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104
2B (6)
105
2B (7)
106
2B (8)
107
2B (9)
108
New Novel
109
New Novel
110
2B (10)
111
2B (11)
112
2B (12)
113
New Novel by ntaamelia
114
New Novel
115
New Novel
116
New Novel
117
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!