Bab 10. Bercerita

Bizard sampai di tempat kerjanya. Di ambang pintu, dia bertemu dengan rekan sesama pengacara, pria bernama Ronald. Ronald adalah seseorang yang paling dekat dengan Bizard saat di tempat kerja. Bahkan Bee sudah menganggap Ronald sebagai kakaknya.

Karena pria itu bisa menjadi teman, sahabat, keluarga, bahkan menjadi salah satu tempatnya berkeluh kesah.

"Kamu juga baru datang, Bee?" sapa Ronald sambil menepuk bahu Bizard dengan cukup keras.

Pria yang dipanggil namanya langsung mengangkat wajah, kemudian memberikan senyum yang begitu khas. "Iya, Ron. Ada sesuatu yang harus aku lakukan lebih dulu. Jadi, aku datang sedikit terlambat. Bagaimana denganmu?"

Mereka melangkah bersama untuk sampai di ruangan masing-masing. Kebetulan ruangan mereka bersebelahan.

"Aku antar anak sekolah dulu, sekalian istri cek kehamilan juga, aku kan suami dan ayah siaga," jawab Ronald diiringi tepukan dada, tanda bangga.

Pria yang memiliki usia dua tahun lebih tua dari Bizard itu memang sudah berkeluarga. Bahkan kini istri Ronald sedang mengandung anak kedua mereka.

Mendengar jawaban Ronald, Bizard hanya bisa tersenyum getir. Kapan dia akan memiliki waktu seperti itu dengan Joana?

"Kamu kenapa, Bee? Ada masalah?" tanya Ronald, melihat Bizard yang terlihat murung. Sebagai seseorang yang paling dekat dengan pria itu, Ronald sering mendapatkan pertanyaan dari Bizard seputar keluarga. Namun, sedikit pun Bee tidak pernah menjelek-jelekkan Joana.

Meskipun Ronald tahu, bahwa sang teman tengah merasa jengah dengan istrinya yang gila kerja.

Sebagai teman yang baik, Ronald hanya memberikan beberapa saran, tetapi sepertinya sampai sekarang keadaan tak berubah sedikitpun.

Bizard menggelengkan kepala.

"Tidak, Ron. Aku hanya sedang lelah saja, beberapa hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan," jawab Bee bohong. Padahal kedua bola matanya berkata lain. Dan Ronald bisa melihat itu.

Ronald pun kembali mengusap bahu Bizard, sebelum masuk ke dalam ruangan masing-masing dia berkata. "Kalau ada masalah jangan sungkan untuk berbagi denganku. Nanti siang kamu bisa membicarakannya, seperti biasa aku akan menjadi pendengar terbaik untukmu."

Bizard terdiam, dia benar-benar terlihat sangat menyedihkan sekarang. Namun, demi menutupi itu semua, dia pun mengangguk sambil tersenyum.

"Terima kasih, Ron."

***

Jam makan siang telah tiba. Seperti kesepakatan tadi pagi, keduanya pun pergi menggunakan mobil Bizard untuk makan siang berdua.

Satu meja di sudut ruangan menjadi pilihan mereka. Saat itu tempat makan yang mereka kunjungi terlihat sangat ramai, karena para pekerja kantoran silih berganti datang.

Setelah memilih menu, Ronald pun berinisiatif untuk bertanya lebih dulu. Menciptakan obrolan, sebelum pesanan mereka datang.

"Coba ceritakan, ada apa?"

Bizard menghela nafas panjang, kemudian menggeleng pelan. "Tidak ada, Ron. Lebih baik kamu saja yang bercerita tentang keluarga kecilmu."

"Hei, kenapa malah aku yang disuruh bercerita? Jelas-jelas aku melihat kamu yang punya masalah. Kenapa? Apa istrimu masih belum berubah?" tebak Ronald akhirnya.

Bizard terlihat gamang. Antara ingin bercerita tentang Joana atau tidak. Namun, Ronald sepertinya semakin menuntut jawaban, hingga akhirnya Bizard pun menganggukkan kepala.

"Dia sedang pergi ke luar kota. Semakin hari, aku merasa semakin diabaikan. Apa aku salah jika aku marah karena istriku tidak melayaniku dengan baik, karena alasan sibuk bekerja? Aku tahu dia lelah, tapi aku juga merasakan hal itu, Ron ...."

"Kamu tahu bagaimana aku di kantor. Bukankah aku banting tulang untuk membahagiakannya, tapi sedikitpun dia tidak berinisiatif untuk membalas semua apa yang aku lakukan. Apa aku salah jika ingin diperlakukan adil? Sebagai seorang pria, aku pun ingin diperlakukan sama. Aku ingin diberi perhatian, kasih sayang, cinta, walaupun itu hanya seujung kuku, sumpah, aku bisa membalasnya lebih dari apa yang dia lakukan padaku, karena aku benar-benar tulus mencintainya," jelas Bizard panjang lebar, tentang hubungannya yang mulai dingin.

Dia memang terlihat tegar saat mengatakan itu, tetapi jauh dalam lubuk hatinya dia merasa sangat lemah. Dia bagai pengagum yang mengemis cinta.

Ronald menepuk-nepuk bahu Bizard pelan.

"Sabar, Bee. Mungkin sekarang kamu sedang diuji. Pernikahan kalian baru satu tahun, coba kamu lebih terbuka lagi dengan istrimu. Ajak dia bicara, keluhkan semuanya dan carilah solusi. Ingat, pakai kepala dingin dan hindari emosi. Istrimu juga bekerja, karena lelah, tingkat emosionalnya akan lebih tinggi, jadi kamu harus lebih sabar menghadapinya."

"Kami sudah sering bicara, Ron. Apa mungkin aku yang bermasalah? Apa Joana seperti itu karena aku yang terlalu menuntut?"

"Coba kamu introspeksi diri lagi. Dan tanyakan padanya, apa kekuranganmu? Tapi kalau memang dia keras kepala, kamu juga harus jauh lebih tegas, jangan mau terus mengalah. Kamu kepala keluarga, kamu berhak menentukan yang terbaik untuk kalian berdua."

Bizard terdiam, merenungi semua ucapan Ronald. Benar apa yang dikatakan pria itu, seharusnya dia pun lebih tegas terhadap Joana.

Dia tidak bisa terus menerus memendam semuanya.

"Tuan, permisi," ucap salah satu pelayan yang membawa pesanan mereka. Membuat obrolan itu terputus, karena makanan sudah tertata rapih di atas meja.

"Makan dulu, nanti kita lanjutkan," ujar Ronald, dan Bizard pun mengangguk sebagai jawaban.

***

Peluk Ulernya ahh😌😌😌

Terpopuler

Comments

Yus Nita

Yus Nita

ternyata kehidupan kang Bee memprihatin kan.
awas suami sel8ngkuh Joana
karena kurang di prrhatikan dilayani 😁😁😁
pelakor siap mengincar di luaran sana
ntar nyesal

2024-06-09

0

LENY

LENY

Jgn bodoh Bee msh bnyk wanita tg lbh baik dari Joana blm lagi orang tuanya gak menganggap Bee menantu☹

2024-04-04

0

Irahsantoso

Irahsantoso

aku paling kasihan sama anak uler yg satu ini.

2023-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Pertama
2 Bab 2. Kehidupan Bianca
3 Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4 Bab 4. Sikap Joana
5 Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6 Bab 6. Perhatian Kecil
7 Bab 7. Pria Idaman
8 Bab 8. Aku Menyukaimu
9 Bab 9. Menguasai Diri
10 Bab 10. Bercerita
11 Bab 11. Bertemu Mantan
12 Bab 12. Mansion
13 Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14 Bab 14. Pulang Bersama
15 Bab 15. Berusaha Berubah
16 Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17 Bab 17. Ukuran S
18 Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19 Bab 19. Makan Malam Romantis
20 Bab 20. Masakan Bianca
21 Bab 21. Rasa Cemas
22 Bab 22. Telepon
23 Bab 23. Jangan Keras Kepala
24 Bab 24. Mencemaskan Suami
25 Bab 25. Menemanimu Bekerja
26 Bab 26. Katakan!
27 Bab 27. Kacau
28 Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29 Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30 Bab 30. Suka Direpotkan
31 Bab 31. Janji Temu
32 Bab 32. Minta Tolong
33 Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34 Bab 34. Jangan Berisik
35 Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36 Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37 Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38 Bab 38. Honey Bee
39 Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40 Bab 40. Bohong Pertama
41 Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42 Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43 Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44 Bab 44. Menginginkanmu
45 Bab 45. Keputusan
46 Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47 Bab 47. Kejujuran
48 Bab 48. Naik Jabatan
49 Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50 Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51 Bab 51. Merasakannya Kembali
52 Bab 52. Sekali Lagi
53 Bab 53. Buka Mulutmu!
54 Bab 54. Perasaan Joana
55 Bab 55. Bianca Masih Sakit
56 Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57 Bab 57. Tak Bisa Bohong
58 Bab 58. Jangan Salah
59 Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60 Bab 59. Penolakan
61 Bab 60. Sejak Kapan
62 Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63 Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64 Bab 63. Resign
65 Bab 64. Pil Kontrasepsi
66 Bab 65. Meledak-ledak
67 Bab 66. Aku Mohon
68 Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69 Bab 68. Aroma Parfum Lain
70 Bab 69. Undangan Makan Malam
71 Bab 70. HRW CORP
72 Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73 Bab 72. Mencari Tahu
74 Bab 73. Tercengang
75 Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76 Bab 75. Kecurigaan Lagi
77 Bab 76. Menghentikan
78 Bab 77. Tidak Terima
79 Bab 78. Tergesa-gesa
80 Bab 79. Seperti Runtuh
81 Bab 80. Pertengkaran Hebat
82 Bab 81. Menemui Kehancuran
83 Bab 82. Ceritakan
84 Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85 Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86 Bab 85. Masih Mengelak
87 Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88 Bab 87. Konsekuensi
89 Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90 Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91 Bab 90. Kehancuran Joana
92 Bab 91. Bianca Pergi
93 Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94 Bab 93. Kecurigaan Zoya
95 Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96 Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97 Pengumuman
98 2B (1)
99 2B (2)
100 2B (3)
101 2B (4)
102 2B (5)
103 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104 2B (6)
105 2B (7)
106 2B (8)
107 2B (9)
108 New Novel
109 New Novel
110 2B (10)
111 2B (11)
112 2B (12)
113 New Novel by ntaamelia
114 New Novel
115 New Novel
116 New Novel
117 New Novel
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Pertama
2
Bab 2. Kehidupan Bianca
3
Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4
Bab 4. Sikap Joana
5
Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6
Bab 6. Perhatian Kecil
7
Bab 7. Pria Idaman
8
Bab 8. Aku Menyukaimu
9
Bab 9. Menguasai Diri
10
Bab 10. Bercerita
11
Bab 11. Bertemu Mantan
12
Bab 12. Mansion
13
Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14
Bab 14. Pulang Bersama
15
Bab 15. Berusaha Berubah
16
Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17
Bab 17. Ukuran S
18
Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19
Bab 19. Makan Malam Romantis
20
Bab 20. Masakan Bianca
21
Bab 21. Rasa Cemas
22
Bab 22. Telepon
23
Bab 23. Jangan Keras Kepala
24
Bab 24. Mencemaskan Suami
25
Bab 25. Menemanimu Bekerja
26
Bab 26. Katakan!
27
Bab 27. Kacau
28
Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29
Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30
Bab 30. Suka Direpotkan
31
Bab 31. Janji Temu
32
Bab 32. Minta Tolong
33
Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34
Bab 34. Jangan Berisik
35
Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36
Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37
Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38
Bab 38. Honey Bee
39
Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40
Bab 40. Bohong Pertama
41
Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42
Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43
Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44
Bab 44. Menginginkanmu
45
Bab 45. Keputusan
46
Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47
Bab 47. Kejujuran
48
Bab 48. Naik Jabatan
49
Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50
Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51
Bab 51. Merasakannya Kembali
52
Bab 52. Sekali Lagi
53
Bab 53. Buka Mulutmu!
54
Bab 54. Perasaan Joana
55
Bab 55. Bianca Masih Sakit
56
Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57
Bab 57. Tak Bisa Bohong
58
Bab 58. Jangan Salah
59
Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60
Bab 59. Penolakan
61
Bab 60. Sejak Kapan
62
Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63
Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64
Bab 63. Resign
65
Bab 64. Pil Kontrasepsi
66
Bab 65. Meledak-ledak
67
Bab 66. Aku Mohon
68
Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69
Bab 68. Aroma Parfum Lain
70
Bab 69. Undangan Makan Malam
71
Bab 70. HRW CORP
72
Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73
Bab 72. Mencari Tahu
74
Bab 73. Tercengang
75
Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76
Bab 75. Kecurigaan Lagi
77
Bab 76. Menghentikan
78
Bab 77. Tidak Terima
79
Bab 78. Tergesa-gesa
80
Bab 79. Seperti Runtuh
81
Bab 80. Pertengkaran Hebat
82
Bab 81. Menemui Kehancuran
83
Bab 82. Ceritakan
84
Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85
Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86
Bab 85. Masih Mengelak
87
Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88
Bab 87. Konsekuensi
89
Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90
Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91
Bab 90. Kehancuran Joana
92
Bab 91. Bianca Pergi
93
Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94
Bab 93. Kecurigaan Zoya
95
Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96
Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97
Pengumuman
98
2B (1)
99
2B (2)
100
2B (3)
101
2B (4)
102
2B (5)
103
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104
2B (6)
105
2B (7)
106
2B (8)
107
2B (9)
108
New Novel
109
New Novel
110
2B (10)
111
2B (11)
112
2B (12)
113
New Novel by ntaamelia
114
New Novel
115
New Novel
116
New Novel
117
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!