Sejak saat itu, Bizard tak lagi menghubungi Joana. Dia ingin melihat sejauh mana kepekaan sang istri, menyadari bahwa kini dia tengah merasa marah.
Pekerjaan Joana telah selesai, saatnya dia pulang ke kota. Sore itu, ia merasa resah, karena dua hari Bizard tak menghubunginya seperti biasa.
"Cih, apa dia marah? Atau sibuk? Tapi sesibuk-sibuknya dia, dia tidak pernah mengabaikanku seperti ini. Pengacara kan banyak nganggurnya, masa iya tidak bisa menghubungiku sama sekali," gerutu Joana sambil mencari nomor kontak suaminya.
Namun, tiba-tiba di depan penginapannya ada Evans dan juga Edwin. Dua pria itu tampak bicara, kemudian Evans mendekat ke arah Joana. "Jo, kamu pulang sama Edwin yah. Supir Daddy tak bisa menjemput, jadi Daddy pakai Dylan." jelas pria paruh baya itu.
"Kenapa harus aku sih, Dad? Daddy saja yang pulang dengan dia. Aku tidak mau!" tolak Joana dengan memicing tak suka.
"Apa-apaan sih kamu ini, Jo? Edwin ingin mengobrol denganmu, kalian sudah lama tidak bertemu, harusnya ada banyak hal yang perlu diceritakan, termasuk tentang suami mandulmu itu!" cetus Evans tanpa perasaan. Dia sangat yakin, bahwa Bee tidak dapat membuahi Joana. Hingga sampai sekarang sang putri tak kunjung hamil.
"Jaga bicara, Daddy! Bee tidak mandul!" sentak wanita itu dengan menggebu.
"Ah terserahlah! Yang penting sekarang kamu pergi dengan Edwin, Daddy duluan yah." Pria paruh baya itu pamit, tak peduli pada Joana yang merasa sangat kesal, karena sang ayah terus-menerus mencemooh suaminya di depan Edwin.
Membuat dia malu setengah mati, karena pria itu pasti akan menganggap remeh dirinya. Apalagi Bizard dinilai tidak sempurna, pasti Edwin menertawakan ketidakberhasilannya, dalam mencari pengganti pria itu.
"Sudahlah, Jo, jangan marah-marah terus. Ayo masuk ke mobil!" titah Edwin dengan tersenyum jenaka. Membuat Joana merasa bahwa pria itu tengah meledeknya.
Dia pun akhirnya hanya bisa pasrah, masuk ke dalam mobil dan membuang muka. Sementara Edwin menyeringai penuh kemenangan, ternyata dia masih bisa memanfaatkan Evans, untuk dekat dengan Joana.
Tak ada yang bicara. Hanya ada suara siulan kecil dari bibir Edwin sepanjang perjalanan mereka. Hingga akhirnya Joana memutuskan untuk kembali menghubungi suaminya.
Namun, Bizard sama sekali tak mengangkat panggilan itu.
"Kamu ke mana sih, Bee?" gumam Joana dengan menggigit jarinya, merasa cukup bersalah karena sudah memarahi pria itu tanpa sebab.
"Kenapa? Suamimu tidak ada kabar yah? Paling juga sedang berdua dengan wanita lain," sambar Edwin, membuat Joana memutar bola matanya malas.
"Jangan banyak ikut campur urusan pribadiku, dan yang jelas Bee itu bukan kamu, aku tahu dia sangat mencintaiku, dan tidak akan pernah berani meninggalkan aku!"
Edwin terkekeh.
"Buktinya dia tidak bisa dihubungi? Bukankah seharusnya kamu curiga kalau dia memiliki wanita lain di sana? Aku seorang pria, jadi aku tahu kebiasaan mereka."
Joana melirik tajam pada mantan kekasihnya. "Kebiasaan apa maksudmu?!" Sentak Joana dengan suara yang begitu keras.
Edwin tersenyum meremehkan. Lalu menatap Joana yang tampak semakin cantik, dengan berani dia menyentuh rambut Joana.
"Mereka tidak akan tahan kalau tidak diberi asupan ranjang."
Joana mendesaah kecil, lucu sekali pikirnya. "Aku yang paling tahu suamiku!" Tegas wanita itu, sebab selama dia menolak berhubungan, Bizard pun tidak pernah mempermasalahkannya. Pria itu selalu menerima dengan lapang dada dan mengalah.
"Yah, terserahlah kalau kamu tidak percaya."
Joana bergeming, dia tidak menjawab ucapan Edwin. Sementara otaknya terus diajak untuk berpikir, benarkah seperti itu? Tapi rasanya sangat tidak mungkin, sebab ia tahu Bizard cinta mati padanya.
Cih, lama memikirkannya membuat Joana tak sadar, kalau dia sudah sampai di depan rumahnya. Saat itu, hari sudah tampak gelap, dia pun segera keluar dari mobil Edwin. Membawa barang-barangnya untuk masuk ke dalam rumah.
Sementara di mobil, Edwin hanya menyeringai tipis, lalu melajukan kembali kendaraan roda empat itu.
Joana melihat sekeliling, rumah itu seperti tak berpenghuni, sebab Bizard memang tinggal mansion selama Joana ke luar kota.
"Aku harus membuat kejutan untuknya."
Wanita itu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan berdandan cantik demi menyambut Bizard pulang. Ternyata usaha Joana tidak sia-sia, sebab Bizard benar-benar datang setelah melihat pesan darinya.
Pria itu masuk ke dalam kamar, dan untuk pertama kalinya, dia mencium aroma harum yang begitu memanjakan indera penciumannya.
Joana muncul dari balik pintu ruang ganti. "Sayang." Panggilnya mesra, kemudian melangkah ke arah Bizard yang kala itu memasang wajah datar.
Joana menyadari itu.
"Sayang, maafkan aku yah. Malam itu aku benar-benar sedang lelah karena seharian harus meeting dan meeting. Aku menyesal melakukannya," ungkap Joana sambil bergelayut di lengan Bizard. Wajah wanita itu dibuat sendu, agar sang suami luluh.
Namun, Bee tetap diam.
"Bee, maafkan aku. Please! Malam ini ayo kita bermain, asal kamu mau memaafkan aku."
"Sayang, ayolah, jangan mendiamiku seperti ini. Aku tidak bisa, ayo bicara ...."
Joana semakin merengek manja. Dan pada akhirnya Bee tak dapat menahan amarahnya lama-lama. Mulutnya yang semula terkunci rapat, akhirnya terbuka. Dia menyisipkan anak rambut Joana ke belakang telinga.
Lalu menatap dengan tatapan teduh.
"Tapi aku minta, jangan ulangi hal seperti itu lagi yah. Kalau kamu bilang lelah, aku juga lelah, karena kita sama-sama sibuk bekerja. Jadi untuk ke depannya, ayo pahami pasangan kita, aku memahami kamu, kamu memahami aku."
Mendengar itu, Joana pun mengulum senyum. Dia mengangguk kecil, kemudian mencium bibir Bee lebih dulu. Dari ciuman itu, berubah menjadi gairah yang meminta disalurkan.
Dan akhirnya terjadilah pagelaran wayang.
***
Tetep alon-alon 😌😌😌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Yus Nita
lah kok ad y orang Tua kay Evan, wong anak ny udah punya suami, kok malah di deat2 kan dengan leelaki lain..
otak sehat. ny kemana y....
2024-06-09
0
Cipika Cipiki
pagelaran tari ular 😅
2024-05-31
0
Cipika Cipiki
Bee mah keturunan Ular Tan masa iya mandul 😆 pa Evans kurang update sih ga tau silsilah keluarga Ular 🤣🤣
2024-05-31
0