Malam pun tiba. Bizard keluar dari perusahaan dan memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Dia sudah makan malam bersama Ronald, jadi tidak perlu repot untuk memikirkan urusan perut yang sering keroncongan.
Dia mengemudikan kendaraan roda empat itu dengan tenang. Bahkan sesekali mendengarkan musik kesukaannya, atau lagu kenangan bersama Joana.
Bizard tersenyum tipis, mengingat kenangan semasa mereka berdua sebelum menikah. Begitu manis dan indah.
"Aku merindukan sosokmu yang dulu, Jo."
Satu kalimat itu melesat begitu saja. Mengudara bersama harapan Bizard kepada istrinya. Hingga tak terasa, mobil pria itu sudah sampai di halaman rumah yang terlihat gelap gulita, karena tidak ada siapa-siapa.
Bee lebih dulu keluar untuk membuka pintu gerbang, kemudian membawa mobil untuk masuk ke dalam garasi. Lantas setelah itu, dia melangkah mencari saklar lampu.
Kaki Bee melangkah pelan untuk masuk ke dalam rumah. Saat benda persegi panjang itu sukses terbuka, kesunyian langsung menyergap tubuh Bee begitu saja.
Dia menatap sekeliling, ruangan gelap itu tampak sedikit terang karena tersentuh cahaya lampu dari luar.
Sesaat Bee membeku, tetapi karena ia tak ingin membuat batinnya terus-menerus tersiksa, dia menepis semua pemikiran buruk itu.
"Kamu sudah biasa seperti ini, Bee, jadi untuk apa mengeluh? Bukankah semua itu tidak akan ada gunanya? Bahkan sejak dulu, kamu tampak biasa-biasa saja," gumam pria itu meyakinkan dirinya. Lalu melangkah semakin dalam, membawa kakinya menuju kamar.
Namun, saat dia memegang gagang pintu, dia tidak bisa menahan diri, rasa sepi itu terus menggerogoti. Hingga akhirnya Bee memutuskan untuk keluar dari rumah, ia ingin pergi ke mansion kedua orang tuanya.
"Huh," Bee mendesaah kecil sambil mengemudikan mobilnya. Tujuannya saat ini hanyalah sang ibu—Zoya, ia ingin berkeluh kesah pada cinta pertamanya.
Sementara di bumi belahan lain, Joana tengah makan malam dengan kliennya, seorang pengusaha muda bernama Edwin—yang ternyata mantan kekasihnya.
Di sana juga ada Evans, ayah dari wanita itu. Mereka baru saja membuat kesepakatan untuk sebuah bisnis, tetapi karena mereka pun sudah saling mengenal begitu lama, Evans mengajak Edwin untuk makan malam bersama.
"Kamu terlihat semakin tampan ya, Ed. Sayang putriku malah memilih pria lain," ujar Evans disela kunyahannya, menciptakan obrolan kecil yang hangat. Namun, tidak bagi Joana, karena dia malah mencubit pelan lengan sang ayah.
"Dad, jangan bicara sembarangan, aku sudah menikah!" tegas Joana penuh penekanan. Dia tidak ingin membuat Edwin merasa terbang, apalagi perjalanan mereka kandas karena Edwin dijodohkan.
Namun, pernikahan pria itu tak berlangsung lama, sebab beberapa bulan setelahnya Edwin dikabarkan bercerai dengan istrinya dengan alasan tak saling cinta.
Mendengar ucapan Joana, dua orang pria itu pun terkekeh pelan.
"Tidak apa-apa, Joana. Lagi pula aku tahu, Uncle Evans itu bercanda. Bahkan dulu kami sering bertukar cerita sambil main catur, jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir begitu," timpal Edwin yang melihat sang mantan kekasih sepertinya tidak terima dengan ucapan sang ayah.
Joana hanya melirik pria itu sekilas, dia memang sempat berhubungan lama dengan Edwin, tetapi saat mengingat masa itu, dia langsung merasa marah.
Sebab cinta yang begitu besar hancur seketika, saat Edwin memutuskan untuk menikah dengan wanita pilihan ibunya. Bahkan sampai membuat Joana hampir gila.
"Aku tidak butuh penjelasanmu!"
"Sayang, kenapa marah-marah seperti itu pada Edwin? Bukankah dulu kalian saling mencintai?" sambar Evans, membuat Joana memutar bola matanya malas.
Pria paruh baya itu sengaja memanas-manasi, sebab ia dan sang istri memang tidak terlalu suka dengan Bizard. Bisa dibilang, Bizard tidak diterima oleh keluarga Joana, tetapi karena alasan cinta di hati keduanya, mereka memutuskan untuk menikah.
"Sekarang sudah tidak, Dad. Aku hanya mencintai suamiku."
"Yah, Daddy tahu. Mungkin semua itu karena kekecewaanmu di masa lalu makanya kamu bicara begitu."
Joana tampak mendelik, nafsu makannya tiba-tiba hilang begitu saja. Dia pun akhirnya bangkit dari kursi ingin segera pergi dari tempat yang membuatnya gerah.
"Aku duluan ke kamar, kalian lanjutkan saja."
Evans dan Edwin hanya saling pandang, kemudian tersenyum tipis mengiringi langkah Joana.
"Beri perhatian sedikit padanya, dia seperti itu karena sempat kecewa."
***
Komen oeyyy, jangan lupa😌😌😌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Yus Nita
lah...
kok akang Bee gak di terima di klrga istri ny. secara klrga Tanson gitu lo.
apa kamg Bee mentipi jati diri cyg sebenar ny...
2024-06-09
0
LENY
DUH EVANS BENAR2 GAK PUNYA MALU ANAK ADA SUAMI DISURUH SELINGKUH AMPUN DEH😡
2024-04-04
0
nuna_jhs94
nah udah balik aja dengan edwin
2023-04-03
0