Bab 15. Berusaha Berubah

Walau bagaimanapun mereka adalah sepasang suami istri. Bee hanya pria normal, yang tidak akan mungkin menolak jika sang istri menawarkan sesuatu yang begitu memabukkan.

Apalagi malam ini Joana sengaja berdandan cantik dan memakai pakaian seksi. Bee yang sudah jarang disentuh, begitu merindukan belaian penuh hasrat itu.

Pria bertampang klimis itu melepas semua rasa marah di dadanya, berharap setelah ini Joana dapat berubah.

Malam itu mereka benar-benar menyatu dengan gairah yang begitu menggelora. Berpeluh bersama, Bee berhasil membuat Joana melenguh dalam kungkungannya.

Bee tak peduli pada rasa lelah di tubuhnya . Dia ingin melepas semua dahaga yang selama ini menyelimuti kerongkongan hasratnya.

Hingga akhirnya mereka tumbang bersama. Bee mengecup kening Joana begitu dalam, mengalirkan semua cinta yang dia punya.

"Terima kasih, Sayang." Pria tampan itu berguling ke samping menarik tubuh Joana agar masuk dalam dekapannya.

Nafas mereka masih terdengar terengah-engah. Joana menengadah, kemudian mengulum senyum. Karena dia berhasil meluluhkan hati suaminya.

Dia sangat yakin, bahwa Bee memang tidak akan pernah bisa marah.

"Sama-sama, Bee."

Pria itu memberi jeda sejenak, agar Joana merasa tenang. Sebab setelah ini dia ingin mengajak wanita itu untuk bicara. Bee memiringkan tubuhnya, mengangkat tangan untuk mengurai rambut Joana yang basah.

"Bisa kita bicara, Jo?" tanya Bee, meminta izin pada istrinya dengan suara yang begitu lembut. Dia mengusap wajah wanita yang dicintainya itu dengan gerakan pelan.

"Kamu masih marah padaku? Aku benar-benar minta maaf, Bee. Aku tidak sengaja, aku janji tidak akan mengulanginya," jawab Joana membalas tatapan Bizard dengan sendu.

"Bukan hanya itu, Jo. Apa kamu tidak sadar, hubungan kita akhir-akhir ini begitu dingin?"

"Dingin bagaimana?"

Bee menghela nafas, ternyata Joana sama sekali tak menyadarinya.

"Kamu sudah jarang membuat sarapan, pulang terlambat atau tidak menyambutku sama sekali. Kamu tidak pernah lagi mengirim pesan untuk mengingatkan aku ini dan itu, kamu tidak punya waktu untuk kita liburan. Kamu selalu sibuk bekerja, arisan dan sebagainya. Apa sesempit itu waktu berdua kita, Jo? Apa aku terlalu menuntutmu?"

Joana terdiam, mencoba mereka ulang kesehariannya dengan Bizard. Mereka memang sudah jarang melakukan hal-hal kecil bersama. Namun, baginya itu tidak masalah, yang penting di luar sana dia terlihat sempurna.

Orang kan tidak tahu, bagaimana saat dia di rumah.

"Bee, pekerjaanku semakin menumpuk. Sebagai direktur utama, aku tidak bisa berleha-leha. Terkadang aku merasa pusing dan lelah, aku butuh hiburan, jadi aku keluar dengan teman-teman. Lagi pula aku 'kan tidak macam-macam."

"Tapi bagaimana dengan aku?"

"Sayang, maafkan aku. Aku akan berusaha untuk merubah semuanya. Tapi kamu jangan marah-marah terus yah. Aku tidak suka."

"Benar kamu ingin berubah?"

Joana menganggukkan kepala.

"Aku akan berusaha, karena aku mencintaimu, Bee."

Pria tampan itu pun akhirnya tersenyum, dia menarik kepala Joana, lalu mencium bibir wanitanya. "Aku lebih mencintaimu, Jo. Aku ingin terus berjuang bersamamu."

Mendengar itu, Joana tersenyum tipis, kemudian memeluk erat tubuh Bizard hingga akhirnya mereka benar-benar terlelap.

Berbeda dengan seseorang yang ada di sudut lain. Saat ini Bianca tengah menikmati sekaleng soda yang dibawa oleh Bella—sahabatnya. Ya, saat ini keduanya tengah berada di depan rumah kontrakan Bianca.

Karena Bella sedang mengunjungi wanita cantik itu.

"Aku ingatkan sekali lagi, jangan pakai hati, yang ada kamu akan tersiksa sendiri," ujar Bella, dia menatap ke atas di mana langit membentang bertabur bintang.

Mendengar itu, Bianca berdecih, tujuannya hanya balas dendam, mana mungkin dia memakai hati untuk meluluhkan Bizard.

"Cih, aku sudah tidak punya hati! Jadi jangan bicara omong kosong, lagi pula aku tidak mungkin mencintai pria bekas musuhku!" Dia masih teringat jelas, saat Joana menyeringai di depannya, saat kasus kematian sang ayah akhirnya ditutup oleh pengadilan, dan membebaskan wanita itu.

Bella menoleh ke arah Bianca yang sedang menatap kosong pada objek di sekitar mereka. "Tuhan maha membolak-balikkan hati, Bi. Kamu harus ekstra hati-hati, apalagi pria itu dikenal baik dan ramah pada siapa saja."

"Jangan bawa-bawa Tuhan, Bel."

"Kita hidup di bumi, mau seperti apapun kita, kita diciptakan oleh Tuhan!"

"Tapi kenapa Tuhan tidak baik padaku? Kenapa hidupku harus seperti ini?"

Bianca menatap sahabatnya dengan sorot mata menuntut. Bella tahu, bahwa Bianca masih saja tidak terima dengan nasibnya. Dia pun akhirnya menarik kepala Bianca untuk bersandar di bahunya, dia sudah menganggap Bianca seperti adiknya sendiri.

"Semua orang memiliki jalan cerita yang berbeda, Bi. Andai semua sama, dunia ini pasti sangat monoton. Dan air mata tidak akan pernah ada fungsinya," ujar Bella, menenangkan Bianca, hingga membuat wanita itu sedikit berpikir, ah ternyata memang ada benarnya juga.

***

Ini masih awal, jadi masih banyak misteri ye🤣 ceilah gue main misteri-misterian. Dahlah jangan lupa komen pokoknya!

Terpopuler

Comments

JandaQueen

JandaQueen

komen lagi

2024-09-06

0

Yus Nita

Yus Nita

jangan buat rasa sabar dan sayang seseorang menjadi benci.
karena kelak kanu akan menyesal Joana.

2024-06-09

0

Ani Suwarni

Ani Suwarni

karena kamu kurang bersyukur

2024-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pertemuan Pertama
2 Bab 2. Kehidupan Bianca
3 Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4 Bab 4. Sikap Joana
5 Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6 Bab 6. Perhatian Kecil
7 Bab 7. Pria Idaman
8 Bab 8. Aku Menyukaimu
9 Bab 9. Menguasai Diri
10 Bab 10. Bercerita
11 Bab 11. Bertemu Mantan
12 Bab 12. Mansion
13 Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14 Bab 14. Pulang Bersama
15 Bab 15. Berusaha Berubah
16 Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17 Bab 17. Ukuran S
18 Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19 Bab 19. Makan Malam Romantis
20 Bab 20. Masakan Bianca
21 Bab 21. Rasa Cemas
22 Bab 22. Telepon
23 Bab 23. Jangan Keras Kepala
24 Bab 24. Mencemaskan Suami
25 Bab 25. Menemanimu Bekerja
26 Bab 26. Katakan!
27 Bab 27. Kacau
28 Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29 Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30 Bab 30. Suka Direpotkan
31 Bab 31. Janji Temu
32 Bab 32. Minta Tolong
33 Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34 Bab 34. Jangan Berisik
35 Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36 Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37 Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38 Bab 38. Honey Bee
39 Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40 Bab 40. Bohong Pertama
41 Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42 Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43 Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44 Bab 44. Menginginkanmu
45 Bab 45. Keputusan
46 Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47 Bab 47. Kejujuran
48 Bab 48. Naik Jabatan
49 Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50 Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51 Bab 51. Merasakannya Kembali
52 Bab 52. Sekali Lagi
53 Bab 53. Buka Mulutmu!
54 Bab 54. Perasaan Joana
55 Bab 55. Bianca Masih Sakit
56 Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57 Bab 57. Tak Bisa Bohong
58 Bab 58. Jangan Salah
59 Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60 Bab 59. Penolakan
61 Bab 60. Sejak Kapan
62 Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63 Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64 Bab 63. Resign
65 Bab 64. Pil Kontrasepsi
66 Bab 65. Meledak-ledak
67 Bab 66. Aku Mohon
68 Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69 Bab 68. Aroma Parfum Lain
70 Bab 69. Undangan Makan Malam
71 Bab 70. HRW CORP
72 Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73 Bab 72. Mencari Tahu
74 Bab 73. Tercengang
75 Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76 Bab 75. Kecurigaan Lagi
77 Bab 76. Menghentikan
78 Bab 77. Tidak Terima
79 Bab 78. Tergesa-gesa
80 Bab 79. Seperti Runtuh
81 Bab 80. Pertengkaran Hebat
82 Bab 81. Menemui Kehancuran
83 Bab 82. Ceritakan
84 Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85 Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86 Bab 85. Masih Mengelak
87 Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88 Bab 87. Konsekuensi
89 Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90 Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91 Bab 90. Kehancuran Joana
92 Bab 91. Bianca Pergi
93 Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94 Bab 93. Kecurigaan Zoya
95 Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96 Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97 Pengumuman
98 2B (1)
99 2B (2)
100 2B (3)
101 2B (4)
102 2B (5)
103 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104 2B (6)
105 2B (7)
106 2B (8)
107 2B (9)
108 New Novel
109 New Novel
110 2B (10)
111 2B (11)
112 2B (12)
113 New Novel by ntaamelia
114 New Novel
115 New Novel
116 New Novel
117 New Novel
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1. Pertemuan Pertama
2
Bab 2. Kehidupan Bianca
3
Bab 3. Mengeluh Tak Punya Waktu
4
Bab 4. Sikap Joana
5
Bab 5. Mendadak Ke Luar Kota
6
Bab 6. Perhatian Kecil
7
Bab 7. Pria Idaman
8
Bab 8. Aku Menyukaimu
9
Bab 9. Menguasai Diri
10
Bab 10. Bercerita
11
Bab 11. Bertemu Mantan
12
Bab 12. Mansion
13
Bab 13. Mengadu Pada Cinta Pertama
14
Bab 14. Pulang Bersama
15
Bab 15. Berusaha Berubah
16
Bab 16. Biar Saya Yang Buatkan
17
Bab 17. Ukuran S
18
Bab 18. Tidak Cuma-cuma
19
Bab 19. Makan Malam Romantis
20
Bab 20. Masakan Bianca
21
Bab 21. Rasa Cemas
22
Bab 22. Telepon
23
Bab 23. Jangan Keras Kepala
24
Bab 24. Mencemaskan Suami
25
Bab 25. Menemanimu Bekerja
26
Bab 26. Katakan!
27
Bab 27. Kacau
28
Bab 28. Mendengarkan Satu Sisi
29
Bab 29. Tidak Dapat Dihubungi
30
Bab 30. Suka Direpotkan
31
Bab 31. Janji Temu
32
Bab 32. Minta Tolong
33
Bab 33. Mengetesmu Terlebih Dahulu
34
Bab 34. Jangan Berisik
35
Bab 35. Menggoda Lebih Ekstrim
36
Bab 36. Tak Dapat Menahannya
37
Bab 37. Aku Membutuhkanmu
38
Bab 38. Honey Bee
39
Bab 39. Menunjukkan Sifat Asli
40
Bab 40. Bohong Pertama
41
Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya
42
Bab 42. Menyampaikan Kabar Bahagia
43
Bab 43. Pesan Nomor Tak Dikenal
44
Bab 44. Menginginkanmu
45
Bab 45. Keputusan
46
Bab 46. Berbelanja (Memanjakanmu)
47
Bab 47. Kejujuran
48
Bab 48. Naik Jabatan
49
Bab 49. Janji Suci Untuk Wanita Lain
50
Bab 50. Hanya Butuh Lima Menit
51
Bab 51. Merasakannya Kembali
52
Bab 52. Sekali Lagi
53
Bab 53. Buka Mulutmu!
54
Bab 54. Perasaan Joana
55
Bab 55. Bianca Masih Sakit
56
Bab 56. Hadiah Untuk Istri
57
Bab 57. Tak Bisa Bohong
58
Bab 58. Jangan Salah
59
Terjerat Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
60
Bab 59. Penolakan
61
Bab 60. Sejak Kapan
62
Bab 61. Harusnya Tahu Diri
63
Bab 62. Tidak Ingin Tinggal Satu Atap
64
Bab 63. Resign
65
Bab 64. Pil Kontrasepsi
66
Bab 65. Meledak-ledak
67
Bab 66. Aku Mohon
68
Bab 67. Semakin Kurang Ajar
69
Bab 68. Aroma Parfum Lain
70
Bab 69. Undangan Makan Malam
71
Bab 70. HRW CORP
72
Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya
73
Bab 72. Mencari Tahu
74
Bab 73. Tercengang
75
Bab 74. Aku Tidak Akan Pernah Kalah
76
Bab 75. Kecurigaan Lagi
77
Bab 76. Menghentikan
78
Bab 77. Tidak Terima
79
Bab 78. Tergesa-gesa
80
Bab 79. Seperti Runtuh
81
Bab 80. Pertengkaran Hebat
82
Bab 81. Menemui Kehancuran
83
Bab 82. Ceritakan
84
Bab 83. Kehilangan Pegangan Hidup
85
Bab 84. Memutarbalikkan Fakta
86
Bab 85. Masih Mengelak
87
Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka
88
Bab 87. Konsekuensi
89
Bab 88. Kekecewaan Keluarga
90
Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan
91
Bab 90. Kehancuran Joana
92
Bab 91. Bianca Pergi
93
Bab 92. Gamang (Belum Sadar)
94
Bab 93. Kecurigaan Zoya
95
Bab 94. Mencari Keberadaan Bianca
96
Bab 95. Kamu Adalah Rumah
97
Pengumuman
98
2B (1)
99
2B (2)
100
2B (3)
101
2B (4)
102
2B (5)
103
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
104
2B (6)
105
2B (7)
106
2B (8)
107
2B (9)
108
New Novel
109
New Novel
110
2B (10)
111
2B (11)
112
2B (12)
113
New Novel by ntaamelia
114
New Novel
115
New Novel
116
New Novel
117
New Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!