"Jangan undang suamimu ke mari, biar saja dia tidur sendirian di rumah. Yang ada Mommy akan semakin sakit kalau dijenguk dia," ketus Laura—ibu dari Joana. Wanita itu kini tengah terbaring di atas ranjang, dengan jarum infus yang menancap di salah satu tangannya.
Dia memang sangat tidak menyukai Bizard, sebab pria itu adalah anak dari musuhnya semasa kuliah. Wanita yang ia anggap sebagai penghancur rumah tangga orang tuanya. Gara-gara Zoya, Angel dan Joseph bercerai hari itu juga.
Dan karena itulah dia menghasut sang suami, untuk tidak menyukai menantu mereka. Namun, karena Joana terus merengek agar merestui hubungannya dengan Bizard.
Laura terpaksa mengizinkan mereka menikah, dan sekarang anggap saja balasan untuk Zoya, bahwa putranya kini tidak dianggap di keluarga Joana.
"Tapi, Mom, Bee kan suamiku. Mommy jangan seperti itu dong, Mommy sudah janji akan berubah," balas Joana, karena walau bagaimanapun dia mencintai Bizard. Dia tidak suka, jika kedua orang tuanya selalu mengolok-olok suaminya.
"Pokoknya Mommy tidak mau dia datang! Atau kamu ingin melihat Mommy semakin sakit?" Masih dengan suara yang menggebu-gebu, Laura memperingati Joana. Bahkan kini bola matanya sudah memicing tajam.
Joana menghembuskan nafas kasar. Dia tahu bagaimana ibunya membenci Bizard. Tapi pria itu adalah seseorang yang membuat dia bangun dari keterpurukan karena ditinggal nikah oleh Edwin.
"Ya sudah, aku akan bicara padanya, kalau malam ini aku akan menginap di rumah Mommy dan Daddy," jawab Joana pasrah, dia mengalah dari pada harus melihat suaminya diabaikan oleh Evans maupun Laura.
Akhirnya Joana keluar dari kamar ibunya, karena ingin menghubungi sang suami. Hanya beberapa saat menunggu, Joana sudah mendengar suara Bee di ujung sana.
"Ada apa, Sayang?" Tepat pada saat itu, Bee sudah di depan perusahaan dan berniat untuk pulang.
"Bee, malam ini aku menginap di rumah Mommy yah. Mommy sakit, ingin aku berada di sampingnya," ucap Joana to the poin.
"Kalau begitu biar aku menyusul yah, sekalian jenguk Mommy," tawar Bizard. Namun, hal tersebut malah ditolak oleh Joana.
"Tidak usah, Bee. Aku menginap hanya sehari saja kok, besok malam aku pulang. Lagian Mommy hanya demam. Kamu tidak perlu khawatir."
Bizard mengerutkan keningnya, dia yakin Joana melakukan itu pasti ada maksud dan tujuannya, dia pun akhirnya mengangguk pasrah. "Baiklah, jangan tidur malam-malam yah. Aku baru mau pulang."
"Iya, Sayang. Kamu hati-hati."
"Iya," jawabnya singkat, dan kata itu adalah akhir dari percakapan antara Bizard dan Joana.
Hah, Joana menghela nafas, kemudian kembali melangkah untuk kembali ke kamar Laura. Namun, alangkah terkejutnya saat dia melihat sudah ada Edwin di sana.
"Kamu? Untuk apa kamu di sini?" sentak Joana.
Sementara di ujung sana, Bizard terlihat lemas. Hingga membuat Bianca yang kini berdiri di sampingnya menjadi penasaran.
"Tuan, anda kenapa?"
Mendengar itu, Bizard pun mengangkat kepala. Hingga dua bola matanya bersitatap dengan Bianca. Dia menggeleng kecil seraya tersenyum tipis. "Tidak apa-apa. Oh iya, kamu juga belum makan malam kan, Bi? Bagaimana kalau temani aku."
Bianca sedikit terperangah.
"Katanya Tuan mau makan di rumah. Istrinya tidak masak yah?"
"Istriku menginap di rumah orang tuanya. Jadi mana sempat pulang ke rumah," jawab Bee apa adanya.
Batin Bianca menyeringai. Terus saja Joana, beri aku kesempatan untuk mendekati suamimu. Kupastikan kamu akan menyesal, setelah kehilangan pria yang teramat baik ini.
"Kalau begitu saya mau, saya akan menemani Tuan makan malam."
Setelah mendapat persetujuan dari Bianca mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil. Bee membawa mobilnya untuk pergi ke restoran terdekat dari posisi mereka sekarang.
Restoran yang memiliki jam terbang 24 jam, Bizard pilih, dia mengajak Bianca untuk masuk ke dalam restoran. Saat mereka baru saja melewati pintu utama, keduanya disambut dengan begitu ramah.
"Selamat malam, Tuan dan Nyonya," sapa seorang pelayan.
"Malam," jawab Bee dan Bianca berbarengan.
"Kebetulan Tuan dan Nyonya adalah pelanggan ke seratus malam ini. Kami menyediakan paket khusus untuk pasangan seperti kalian, mari ikut saya," ujar sang pelayan, menganggap bahwa kedua orang itu adalah sepasang suami-istri.
Bee dan Bianca tampak saling pandang, mereka hendak bicara tapi sang pelayan sudah lebih dulu melangkah. Mau tidak mau mereka berdua pun akhirnya mengekor.
"Nah, ini adalah paket romantis untuk Tuan dan Nyonya."
Dua orang pelayan yang sudah berdiri di sana menarik kursi masing-masing. Membiarkan Bee dan Bianca untuk duduk. Sementara suasana sekitar tampak temaram, karena meja itu memang berada di luar.
"Nona—" panggil Bee, tetapi si pelayan sibuk meminta yang lain menyiapkan hidangan. Hingga dia pun tak mendengar ucapan pelanggannya.
Dan akhirnya kedua orang itu tak bisa protes, karena meja itu sudah dipenuhi oleh makanan. Sementara di tengah-tengahnya ada bunga mawar dan juga lilin, semakin menambah keromantisan.
Bianca menggigit bibir, menatap Bizard yang memasang tampang tak habis pikir.
"Silahkan dinikmati, Tuan dan Nyonya. Kalau ada yang dibutuhkan, kalian bisa panggil salah satu di antara kami."
"Iya, terima kasih yah." Bizard hanya bisa mengikuti drama pasangan malam ini, sementara Bianca hanya senyum-senyum, merasa lucu.
"Selamat makan, Suamiku," ucap Bianca bercanda sekaligus menggoda.
Bizard mengangkat kepala, pandangan mereka bertemu, dan entah kenapa dia malah tertawa.
***
Ada yang inget Mama Lauren?
😌😌😌 yuk ditabur itu vote sama kembangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Yus Nita
oh..jdbalas dendam cerita ny,karena mom
zoya membeber kan njati diri Angel yg sebenar ny adalah Pkayer.dan zoya berhasil membungkam mulut laurent dengan skandal mama ny dengan Daddy Kenn....😃😃😃
2024-06-09
0
Cipika Cipiki
semestapun mendukung mereka 😁
2024-06-01
0
Cipika Cipiki
ya ampuun kenapa bisa sih Bee berjodoh dg anaknya si Laura, ko Zoya ngasih restu gitu ajah
2024-06-01
0