Pukul 9 malam, Bizard sampai di mansion kedua orang tuanya. Saat melewati pintu gerbang, para penjaga langsung mengangguk sopan.
Bizard memarkirkan mobil itu di garasi, sebab dia berencana menginap di sana untuk membendung rasa kesepian yang terus menyapa hatinya. Setidaknya, berada di mansion dia dapat melupakan masalah dengan Joana.
Kaki pria tampan itu menapaki lantai sambil celingukan. Mansion sudah terlihat sepi, karena sepertinya semua penghuni sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.
Namun, sekilas Bee melihat bayangan dari ruang keluarga, sepertinya ada seseorang di sana.
Ternyata benar, di sana ada sang ibu yang tengah menonton TV, dan juga adik laki-lakinya yang masih berusia 1,5 tahun. Zoya yang melihat kedatangan Bee, langsung mengangkat wajah, menatap putra keduanya itu dengan tersenyum.
"Sayang, kapan kamu datang?"
Mendengar itu, Bee langsung melanjutkan langkah, hingga dia duduk di samping Zoya. Dia menyandarkan kepala di bahu wanita itu, sementara tangannya memeluk perut. "Aku baru saja datang, Mom."
"Kamu baru pulang kerja yah? Sudah makan?" tanya Zoya perhatian, dia menepuk-nepuk pelan pipi Bee, dan pria itu mengangguk sebagai jawaban.
Semua itu sudah seperti jawaban lengkap, Zoya tahu jika Bee seperti ini pasti karena Joana tengah berada di luar kota. Kebiasaan setelah pria itu menikah, dan memutuskan untuk tinggal berdua dengan istrinya.
Sebenarnya Zoya sudah memberi saran, agar Bee dan Joana tetap tinggal di mansion, supaya pria itu tidak perlu bolak-balik saat Joana sibuk bekerja. Namun, sepertinya Joana tidak betah tinggal di sana, maka dari itu Zoya tak bisa menahannya.
Dia harus merelakan satu putranya lagi untuk tinggal di tempat yang berbeda. Karena Bee mengikuti jejak sang adik, yaitu ikut dengan istrinya.
"Pasti Joana ada bisnis yah?" tanya Zoya basa-basi, dia melihat sang anak yang tampak murung. Makanya dia ingin mengajak Bee bicara.
Bee menghembuskan nafas kasar. Seolah memberi tahu pada sang ibu, bahwa dia tengah merasa lelah.
"Iya, Mom. Aku juga ada sedikit masalah dengannya, bisa kita bicara?" tanya Bee sambil menengadah. Sementara di bawah sofa, sang adik tengah asyik bermain dengan mainannya.
Zoya menatap Bee yang kala itu memancarkan sorot mata tak biasa. Zoya pun mengecup kening anaknya, kemudian mengangguk. "Baik, sebentar yah, Mommy ajak Fierce ke atas dulu, supaya dia tidur dengan Daddy."
Bee patuh, dia menarik diri dari tubuh ibunya. Membiarkan Zoya mengajak Fierce untuk beristirahat.
"Baby, ayo kita ke atas, ini sudah malam waktunya untuk tidur," ucap Zoya sambil mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh si kecil.
"Au, Mom," tolak Fierce sambil menggeleng, dia masih ingin bermain. Tangan mungil bocah tampan itu mengambil mobil-mobilan, kemudian menggerakkannya, sambil berceloteh. "Ngeng, ngeng, ngeng."
"Mainnya bisa besok lagi, Nak. Glor saja sudah tidur, Fierce mau tidur jam berapa?" bujuk Zoya, bahkan dia membawa nama kembaran bocah tampan itu. Ya, gadis kecilnya sudah tidur lebih dulu bersama Ken.
Melihat pemandangan manis itu, Bee tersenyum tipis, kemudian dia ikut duduk di bawah untuk membujuk Fierce agar patuh pada perintah ibunya.
"Boy, kenapa kamu tidak mau tidur?"
Fierce mengangkat kepala, melihat sang kakak yang bertanya padanya. Dia tersenyum sumringah hingga memperlihatkan gigi-giginya yang imut dan lucu.
"Au ayin ubing," jawab bocah tampan itu, membuat Bee merasa gemas. Padahal dia tidak tahu artinya apa.
"Dia bicara apa, Mom?"
"Dia bilang mau main mobil. Bicaranya memang memusingkan, Daddy saja tidak paham-paham, makanya dia kesal kalau ditinggal dengan Daddy," jelas Zoya dengan menggelengkan kepala. Untung kali ini bayinya hanya kembar dua, coba lima seperti saat pertama?
Sumpah demi apapun, Zoya tak dapat membayangkannya.
Bee terkekeh pelan, kemudian mencoba menggendong tubuh mungil Fierce. "Main mobilnya nanti lagi yah. Sekarang Fierce harus tidur dulu, besok Kakak belikan yang baru."
Awalnya bocah tampan itu ingin merengek turun, tapi mendengar bahwa Bee akan membelikan mainan baru untuknya, dia pun tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Oyeh, apih pis au banak."
"Mom, dia bicara apalagi?" tanya Bee, benar-benar tak paham dengan apa yang dikatakan oleh adiknya.
"Katanya, Fierce mau yang banyak," jawab Zoya sambil mengelus puncak kepala bayi kecilnya. Mendengar itu, Bee langsung terkekeh keras, dia pun menciumi pipi gembul Fierce yang memiliki semburat merah.
"Adik Kakak kenapa pintar sekali?" Bee mengusakkan wajah di dada Fierce, membuat bocah tampan itu terkekeh dan bergerak kegelian, dan kekehan itu berhasil membuat satu beban dia bahu Bee seolah hilang.
***
Yang tanya Bee nikahnya kapan? Kalian bisa tebak yah. Sekarang dia usia 27 tahun, anniversary sudah 1 tahun, sementara adiknya yang terakhir nikah di usia 25 tahun. Jadi pertanyaannya kapan ngothor bisa icip-icip uler python? 🙄🙄🙄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Siti Shiro
jd inget q ma adikku jaraknya 15tahun sedangkan q ma kakakku yg pertama 9 tahun ya beda dikit lah ma ini🤭🤭🤭.. kakakku ma adik bungsunya jarak 24 tahun
2023-09-06
1
Lyana Gunawan
wah ternyata kembar 5 tohh dan sekarang masih punya adek kecil wahhh makin tua maki jd ya
2023-04-22
0
nuna_jhs94
Fierce yg nikah sama Yuna masih baby
2023-04-03
0