Setelah membawa Fierce ke dalam kamar, Bee dan Zoya kembali duduk di sofa. Namun, tiba-tiba pria bertampang klimis itu meletakkan kepala di paha ibunya, dan menarik tangan Zoya untuk dia genggam.
Melihat gelagat sang anak yang tampak semakin berbeda, Zoya sedikit terperangah. Dia mengerutkan alis, kemudian bertanya. "Sayang, ada masalah apa kamu dengan Joana?"
Bee menarik nafas, kemudian menatap wajah sang ibu dari bawah. "Mom, bagaimana hubunganmu dengan Daddy? Kenapa kalian bisa bertahan selama ini, padahal usia kalian sangat jauh?"
Zoya belum terlalu paham ke mana arah pembicaraan Bizard. Hingga dia memilih diam, dia ingin Bee lebih dulu menjelaskan apa maksud dari itu semua. Tangan Zoya terangkat untuk mengelus puncak kepala anaknya.
"Aku merasa semakin diabaikan oleh Joana, Mom. Dia selalu sibuk bekerja dan melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Setiap kali aku ajak bicara, dia mengeluh lelah dan ingin segera beristirahat. Atau jika kita sudah berselisih paham, akhirnya kita bertengkar. Dan aku paling tidak tega, jika melihat dia menangis. Aku harus bagaimana menurut, Mommy? Apa aku harus selalu sabar? Apa aku harus selalu diam? Apa aku harus selalu mengalah?" jelas Bee merasa lemah.
Zoya sedikit berkaca-kaca mendengar curhatan anaknya. Namun, dia segera menarik kembali bulir-bulir bening itu untuk masuk ke dalam matanya. Dia berkedip pelan, lalu tersenyum tipis.
"Apa contohnya? Berikan yang paling kecil."
"Dia sudah jarang menyambut kedatanganku saat pulang bekerja. Padahal, dengan melihat senyumnya semua rasa lelahku bisa hilang begitu saja."
"Apa kamu menghubunginya sebelum pulang?"
Bee menggeleng pelan.
"Daddy tidak pernah absen untuk memberi kabar pada Mommy. Ke manapun dia pergi, bahkan sekelas dapur, dia pamit. Karena Daddy tidak ingin Mommy berteriak sambil mencarinya. Sekarang, berbalik pada kamu, coba kamu yang mulai lebih dulu, kamu beri kabar pada Joana, kalau kamu ingin ini dan itu, andai dia tidak sibuk, pasti dia akan membacanya 'kan? Atau sekedar beri perhatian, mengingatkan dia makan siang. Pelan-pelan pasti dia akan sadar, bahwa kamu sangat mencintainya ...."
"Kamu harus tahu, bahwa setelah menikah, sifat asli seseorang akan terlihat semua ... dan kamu harus banyak-banyak belajar untuk menempatkan diri, ada kalanya kamu mengalah, dan ada kalanya kamu harus tegas pada Joana," jelas Zoya, tak berbeda jauh dengan nasihat yang diberikan oleh Ronald.
Sepertinya selama ini Joana memang memanfaatkan kesabarannya, hingga wanita itu selalu semena-mena. Dia harus lebih tegas, juga lebih memerhatikan komunikasi mereka.
"Baiklah, Mom. Aku akan mencobanya."
"Harus!" ucap Zoya dengan tersenyum, tetapi di dalamnya ada penegasan, bahwa Bee perlu mempraktekkan semua sarannya.
Lantas setelah itu, Bee pun memeluk tubuh Zoya, sebagai wujud terima kasih, karena selalu menjadi tempat ternyaman untuk berkeluh kesah.
"Aku ke kamar ya, Mom. Aku ingin menelpon Joana, siapa tahu dia belum tidur."
"Ya, teleponlah dia, bangun komunikasi yang sehat."
Bee mengangguk pelan, dia melangkah ke kamar setelah mengecup pipi ibunya sekilas sebagai ucapan selamat malam. Bee merogoh ponsel, dia tersenyum saat melihat wajah Joana yang menjadi wallpaper benda pipih itu.
Bee merebahkan tubuh, sambil membuka kancing kemeja teratasnya. Di atas ranjang, dia mencoba menghubungi Joana, berharap sang istri belum tidur.
Tepat seperti harapan Bizard, panggilan itu terhubung pada dering ketiga.
"Halo, Sayang. Kamu sedang apa?" tanya Bizard, sementara bola matanya menatap langit-langit kamar.
"Aku di penginapan, Bee. Ada apa menghubungiku?"
"Aku merindukanmu, Sayang, karena seharian ini kamu tidak ada kabar. Kamu tidak rindu padaku ya?"
Mendengar itu, bukannya senang Joana malah merasa kesal, karena seharian ini dia harus meeting, meeting dan meeting.
"Aku ini sedang bekerja, Bee, wajar aku sibuk dan tidak ada kabar! Kenapa kamu malah bicara seperti itu? Kamu anggap aku di sini liburan?!" Masih kesal dengan Evans dan Edwin, membuat Joana tersulut amarah, karena pertanyaan konyol suaminya.
Bee terperangah mendengar jawaban Joana. Dia hanya ingin mengajak Joana bercanda. Tak disangka, wanita itu malah marah-marah.
Pria tampan itu pun bangkit dan menatap tak percaya.
"Aku tahu, Jo."
"Kalau sudah tahu kenapa kamu malah bicara seperti itu? Kesannya kamu ini menuduhku yang tidak-tidak."
"Aku tidak bermaksud ke sana, Joana! Aku hanya mengajakmu bercanda, sedikit saja kamu berpikir positif. Supaya tidak menjudge aku." Kini suara Bee sedikit meninggi, membuat Joana sedikit tersadar. Kalau dia sudah melakukan kesalahan. Tidak seharusnya kekesalan terhadap Edwin, dia lampiaskan kepada Bizard.
"Maafkan aku, Bee. Malam ini aku benar-benar sedang badmood, aku harap kamu mengerti."
"Aku selalu mengerti kamu, lalu kapan kamu mengerti aku?"
"Bee ...."
Terdengar pria tampan itu menghela nafas kasar.
"Ya, lupakan saja, sekarang lebih baik kamu beristirahat."
Tanpa pikir panjang, Joana langsung mengiyakan, dari pada dia harus menerima kekesalan suaminya. Satu poin, yang membuat Bee lagi-lagi merasa jengah, karena sedikitpun Joana tak ingin membujuknya.
"Astaga!" Bee ingin membanting ponsel, tetapi benda pipih itu malah menyala, menampilkan nama Bianca. Namun, karena masih dirundung rasa kesal, Bizard memilih untuk diam saja.
Hingga Bianca mengiriminya sebuah pesan.
[Tuan, apa anda sudah makan malam? Kebetulan aku memasak, apa anda ingin aku mengirimnya ke rumah?]
Bizard semakin sakit kepala. Kenapa di saat sang istri mengabaikannya, malah ada wanita lain yang jauh lebih memikirkan dirinya.
"Damn it!"
***
Jangan lupa komen oey 😩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Greenenly
gimana ya.. sebenarnya apapun mslhnya yg namanya selingkuh tetap salah.. namun melihat btapa menderitanya si lakik, aku jd ragu menyalahkan siapa.. yasudah aku slahkan saja authornya😌 knapa bikin cerita felakor bgini.. tpi aku menyukai ceritanya.. aku harus bagaimana? 😚
2024-08-01
2
Yus Nita
orang tya yg bikaksana
tak speti orang tya kebanyakan, hanya membenar kan anak ny saja,tanp mau tau mencari kebenaran sesungguh ny
2024-06-09
0
LENY
AMPUN DI TELP SUAMI MALSH NANYA MAU APA DIAJAK BERCANDA MALAH MARAH2 ISTRI MACAM APA ITU SDH TINGGALIN AJA BEE KAMU HRS TEGAS. MANA MERTUA MU MENYURUH ANSKNYA SELINGKUH LAGI🙈😡
2024-04-04
0