Pukul delapan malam, Bee baru saja sampai di rumahnya. Namun, tidak ada sambutan apapun dari istrinya, hingga dia pun berteriak memanggil nama wanita itu. "Joana."
Tidak ada sahutan apapun, Bee kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam, sambil menatap sekeliling ruangan. Sudah satu tahun lamanya dia menikah dengan Joana, bahkan baru beberapa hari yang lalu Bee mengadakan pesta anniversary pernikahan mereka.
Namun, sampai saat ini mereka belum dikaruniai keturunan. Berbeda dengan saudara kembarnya yang lebih dulu menikah, tanpa menunggu sampai satu tahun, mereka langsung memiliki momongan.
"Sayang," panggil Bee sekali lagi, sejak mereka menikah, mereka memang memutuskan untuk tinggal berdua. Karena Joana yang merasa tidak nyaman untuk tinggal bersama dengan keluarga suaminya.
Apalagi di sana ada delapan anak kecil yang selalu membuatnya pusing dan sakit kepala karena tangisan mereka.
Bee mendesaah kecil, dia pun masuk ke dalam dapur untuk meminum segelas air. Dia melihat ke arah meja makan, tidak ada apapun di sana, kecuali tudung saji yang tergeletak di tengah meja.
"Hah, ke mana dia?" Bee bergumam, kemudian tatapannya jatuh pada pintu kamar yang terbuka, dan menampilkan sang istri yang memakai pakaian seksi dan earphone di telinganya.
"Astaga, pantas saja dia tidak mendengarku!" Bee pun melangkah untuk menghampiri Joana. Dia segera mencekal tangan wanita itu saat Joana mengayunkan kaki menuju pintu.
Joana tersentak kaget.
"Bee, kamu sudah pulang?" tanya wanita itu dengan terbata, melihat suaminya tiba-tiba sudah ada di rumah. Padahal Bee bilang akan lembur.
"Aku tidak jadi lembur, kamu mau ke mana?"
"Aku? Aku tadi pesan makanan online. Katanya dia sudah datang. Aku ke depan dulu yah," balas Joana, Bee pikir Joana membeli itu semua untuk dirinya, hingga dia pun melepaskan wanita itu.
Bee mengecup dan mengacak rambut Joana, hingga akhirnya wanita itu pun berlalu ke depan rumah. Joana kembali masuk ke dalam, dengan satu kantung plastik berisi steak daging yang dia pesan.
Hanya satu.
"Jo, kamu pesan hanya untuk aku?" tanya Bee dengan kening yang mengernyit.
Joana tampak mengerjap, kemudian menggeleng pelan. "Maaf, Bee. Aku tidak tahu kamu pulang secepat ini, aku hanya pesan untukku saja. Soalnya aku tidak punya waktu untuk memasak. Kamu belum makan yah?"
Bee langsung menelan ludahnya kasar. Rasa lelah di tubuhnya makin menjadi. Dia berharap pulang dalam keadaan lapar karena berpikir ada Joana yang menyiapkan makanan malam untuknya. Namun, ternyata dia salah.
Ingin sekali Bee marah, tetapi melihat wajah istrinya yang tampak merasa bersalah, akhirnya membuat Bee menahan semuanya.
"Baiklah tidak apa-apa, kamu pesan lagi saja. Biar aku mandi dulu," ujar Bee yang membuat Joana tersenyum lebar.
"Terima kasih ya, Sayang."
Joana bergelayut manja kemudian mengecup bibir Bee agar suaminya itu tidak marah. Lantas setelah itu, Joana berjalan ke dapur untuk makan malam, sementara Bee masuk ke dalam kamar.
Pria itu hanya bisa mengepalkan tangan, kemudian meninju udara. Sikap Joana memang tidak pernah berubah, sejak mereka menjalin kasih sampai menikah. Wanita itu selalu mengeluh dan berujar tak ada waktu.
Dia tahu Joana adalah seorang direktur utama. Dia membiarkan sang istri bekerja, karena wanita itu menolak keras saat dia menyuruhnya agar menjadi ibu rumah tangga saja. Kata Joana, wanita tidak keren jika hanya mengurus tentang rumah.
Namun, harapan Bee meskipun Joana bekerja, wanita itu juga bisa melayaninya dengan baik. Karena status Joana telah berubah, tugas tertingginya sekarang adalah membuat rumah nyaman, agar suaminya pun bahagia.
Setelah Bee selesai membersihkan tubuhnya, dia keluar dan menghampiri Joana yang masih setia duduk di kursi meja makan sambil memainkan ponselnya.
Joana mengangkat wajah saat melihat suaminya datang. Dia pun tersenyum, kemudian memberikan satu piring nasi goreng kepada Bee.
"Aku sengaja memesan nasi goreng, soalnya hanya itu yang paling dekat dengan lokasi rumah kita. Aku takut kamu sudah kelaparan," ucap Joana.
Bee hanya mengangguk, kemudian mengambil alat makan. Dia menyuapkan nasi tersebut ke dalam mulut, sambil sesekali melihat Joana yang tertawa dengan ponselnya.
Namun, dia tetap memilih diam, karena tak ingin memulai perdebatan.
***
Sajen jangan lupa🙈🙈🙈
Untuk visual ada di Ig ngothor @nitamelia05
Kalo di sini, takut pada kabur kayak yang udah-udah🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Sophia Aya
keren Thor
2024-12-27
0
Yus Nita
wanita karier...
2024-06-08
0
Cipika Cipiki
pasti rame banget tuh rumah 😄 ,, 2 anak bungsu Zoya , 2 anak Aneeq , 4 anak El , kalo De itu tinggalnya di rumah mertuanya.
berarti tinggal Co yang masih jomblo 🤭
2024-05-31
0