Bagaimana manapun dia hanyalah pria normal. Hasrat itu bisa muncul kapan saja ketika dipancing dengan sesuatu yang begitu menggairahkan seperti yang ada di depan matanya.
Tak bisa bohong, lekukan di tubuh Bianca benar-benar menggiurkan, meskipun satu kakinya tersanggah oleh tongkat.
Apalagi sudah beberapa hari ini Bizard tidak melihat keindahan itu. Karena sang istri yang selalu menolaknya dengan alasan lelah. Ah, lagi-lagi pria itu harus dihadapkan dengan alasan Joana.
Sekali lagi, Bee menelan ludahnya kasar dengan bola mata yang nyaris tak berkedip. Sumpah demi apapun, dia sebenarnya rindu akan keharmonisan rumah tangga, dia rindu dengan semua perhatian dan tingkah manja istrinya.
Namun, sampai saat ini sepertinya Joana belum mampu menyadari kekosongan yang terus menggerogoti batinnya. Hingga wanita itu lebih mementingkan untuk menghabiskan waktu di luar rumah.
Menyadari Bizard yang terpaku dengan penampilannya. Bianca buru-buru menyilangkan satu tangan di depan dada, kemudian berlagak tersipu. "Maaf, Tuan. Saya buru-buru." Ujarnya kemudian menundukkan kepala.
Dan saat itu juga Bizard tersadar. Dia memejamkan matanya sejenak, mencoba untuk menguasai diri. Dia tidak boleh gegabah, apalagi dia dan Bianca baru saja saling mengenal.
"Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu yang tertinggal di dalam mobil," ucap Bee seraya menyerahkan benda pipih itu kepada pemiliknya. Dia hanya berdiri di ambang pintu, sebab dia sudah terlalu lama membuang waktu.
"Maafkan saya, Tuan, selalu merepotkan anda. Saya benar-benar ceroboh karena sebelum turun saya tidak memeriksa barang-barang saya."
Bianca melirik ponsel yang ada di tangan Bizard. Dia menyeringai dalam hati, kemudian meraih benda itu dengan sedikit memberi sentuhan pada tangan Bizard.
Seperti seseorang yang sedang diuji, pertemuan antar kulit itu langsung membuat Bizard menegang. Dia merasakan desiran aneh, tetapi dia segera menepisnya dengan mengepalkan tangan.
"Iya, tidak apa-apa, kalau begitu aku pamit, karena aku memiliki beberapa klien hari ini," ucap Bizard, ingin segera pergi dari tempat yang membuat dia tidak karuan.
Bianca tersenyum manis. Memahami gelagat Bizard yang mulai terlihat aneh. Bekerja di sebuah club' malam, dengan profesinya yang terbilang cukup menantang, Bianca sudah cukup hafal dengan bahasa tubuh seorang pria yang haus akan belaian.
"Sebentar, Tuan, ada yang ingin saya berikan."
Sial, mau apalagi wanita ini. Pikir Bizard dengan tangan yang mulai berkeringat dingin.
"Bianca, bisa tidak nanti saja? Aku sudah hampir terlambat."
"Hanya sebentar, Tuan."
Bizard hendak bicara, tetapi Bianca sudah lebih dulu berlalu, membawa kakinya menuju dapur, kemudian mengambil beberapa botol minuman dari lemari pendingin.
Kemudian dia kembali lagi ke hadapan Bizard yang sudah tampak gusar.
"Tuan, saya memiliki beberapa minuman sehat. Karena istri anda sedang ke luar kota, minumlah minuman ini untuk pengganti sarapan, kandungan di dalamnya sangat bagus untuk pekerja seperti anda. Hanya ini yang bisa saya berikan sebagai bentuk terima kasih. Semoga anda suka," ucap Bianca seraya menyerahkan minuman itu kepada Bizard.
Tak ingin berlama-lama, Bizard pun segera menerima pemberian Bianca. Dia melihat isinya, kemudian tersenyum tipis. Dulu dia juga sering meminum minuman ini, karena tersedia di lemari pendingin yang ada di mansion milik orang tuanya.
"Ya, terima kasih, Bianca. Aku sudah pernah mencobanya karena saudaraku yang berprofesi sebagai dokter sering membelinya. Sekali lagi aku pamit yah, karena aku harus bekerja."
Bianca kembali memberikan senyum terbaiknya.
"Hati-hati, Tuan."
Bizard pun hanya mengangguk sekilas, kemudian berlalu dari tempat itu dengan menghela nafas panjang. Rasanya begitu lega, karena terbebas dari beban yang membuat hasratnya membara.
"Huh," desaah Bee disela langkahnya menuju mobil.
Sementara di tempatnya, Bianca terkekeh puas karena sudah berhasil membuat Bizard terpengaruh dengan lekuk tubuhnya yang mempesona.
"Kita lihat sampai kapan kamu bisa menolakku. Sedangkan istrimu saja tampaknya tidak terlalu peduli. Aku yakin, perlahan kesetiaanmu padanya akan luntur, dan aku akan mendapatkan apa yang aku mau. Membuat orang yang sudah membunuh ayahku, merasakan sakitnya kehilangan!"
Bianca mengepalkan tangannya kuat dan tersenyum getir.
***
Alon-alon ya gesss😌😌😌
Jempol, kembang, kopi aman?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
LENY
Semoga Bee segera sadar keluarga istrinta tdk menyukainya dan tdk baik hatinya orsng tua Joanna
2024-04-04
0
sherly
kirain bee dpt istrinya baik ternyata modelan wanita karier ... kasian
2023-06-08
1
Lyana Gunawan
jangan "ayah nya si bianca mati karena tertabrak joana karena joana orang nya pelit bingung medit jd menganggap klo orang yang di tabrak adalah penipu yang mau memeras uang nya aja
2023-04-22
0