"Kau sudah besar Rawikara, aku masih ingat kau dulu Kau selalu bermain dengan Bayanaka saat masih setinggi pinggangku. Lama tidak melihatmu sekarang sudah besar saja."
Usia Raden Rawikara dengan Raden Bayanaka kakakku memang sepantaran, mungkin mereka dulu bermain bersama saat masih kecil.
"Benar Paman, dulu Kau selalu menjadi pemisah saat aku dan Raden Bayanaka berebut mainan."
"Kau rupanya sudah besar bahkan menciptakan rumor yang tidak kuduga, aku bahkan tidak tahu jika selama ini kau memiliki hubungan dengan Putriku."
Ya jelas tidak tahu karena kami memang tidak ada hubungan apapun, itu kan memang kesalahan Raden Rawikara yang brengsek ini.
"Kami tidak ada hubungan apa-apa Romo, Raden bisa Kau juga menjelaskan pada Romoku."
Bukannya menjelaskan orang ini justru hanya menatapku dengan menaikan kedua alisnya. Tidak adakah niat sama sekali untuk menjelaskan sepatah dua patah kata? Niatku membawanya kesini adalah untuk menjelaskan semua kesalahan pahaman yang sangat merugikanku ini.
"Raden cepat jelaskan!"
"Soal kabar itu aku meminta maaf yang besar, tapi itu hanyalah sebuah kabar yang dilebihkan Paman."
Aku menghela nafas akhirnya orang ini mau menjelaskan kesalahan paham ini.
"Maheswari adalah satu-satunya putriku, aku sangat menjaganya seharusnya Kau tahu itu."
"Iya Paman tentu saja, aku sangat mengerti."
Jika dipandang seulas senyum itu terlihat manis, sama persis seperti senyum milik Arsen. Entah mengapa Arsen dan Raden Rawikara ini sangatlah mirip, dari segi manapun bahkan sikap brengsek mereka.
Mereka juga sama-sama sukses dengan karir masing-masing, di usia muda Arsen sudah menjadi bos yang memiliki bisnis sukses. Begitu juga dengan Raden Rawikara, kata ibu dia akan mendapatkan jabatan bagus di istana.
Mendapatkan jabatan diistana itu tidak mudah, apalagi dengan usia semuda itu. Jika bukan karena kecerdasannya tidaklah mungkin bisa masuk, bukan hanya itu mungkin bukan hanya cerdas tapi bisa dikatakan licik juga. Bayangkan betapa banyak orang yang menginginkan posisi itu, mereka sudah berumur dan memiliki banyak pengalaman. Tetapi justru pemuda sepertinya yang harus terpilih.
"Jadi tidak ada yang ingin Kau jelaskan lagi Rawikara?"
"Untuk saat ini aku meminta maaf karena sedang sibuk dengan urusan istana, mungkin beberapa hari kedepan aku baru bisa memikirkan pernikahan, Paman."
"Raden!"
Aku tidak begitu mengerti mengapa dia justru mengucapkan kalimat itu, jelas-jelas dia bukannya menjelaskan tapi justru memperburuknya.
"Kau berkata sejujurnya dengan ucapanmu?"
"Tentu saja Paman."
Rasanya ingin menenggelamkannya ke dasar sungai, aku membawanya kesini untuk menjelaskan rumor itu bukan justru menambahnya.
"Raden, apa yang kau bicarakan?!"
"Maheswari, bersabarlah sedikit. Setelah kesibukanku usai kita akan menikah."
Aku sukses dibuat mengangga oleh ucapannya itu, benar-benar raja drama dia ini.
Aku menyeret lengannya membawanya menjauh dari romo, dia harus menjelaskan tentang ucapannya yang tidak masuk diakal itu.
"Raden apa maksudmu?"
"Yang Kau inginkan adalah romomu tidak marah, sekarang dia sudah tidak marah."
"Bukan seperti itu maksudku! Kau menjelaskan jika kita tidak memiliki hubungan apapun mengapa kau justru menciptakan cerita aneh seperti itu."
"Itu bukan cerita aneh Maheswari, aku memang akan mengirimkan pinangan ke rumahmu."
"Apa maksud Raden?"
"Apakah kalimatku kurang jelas?"
Gila saja aku menikah dengannya, itu adalah hal yang paling buruk yang akan pertama kuhindari. Tidak peduli semeyakinkan apapun wajah lelaki ini, tapi aku tidak akan mau diperistri olehnya. Manusia sejenis ini sangatlah brengsek.
Tidak bisa aku bayangkan jika hars menjadi istrinya, di awal saja sudah tercipta kebohongan sebesar ini lalu bagaimana dengan nantinya.
Terlebih rumah tangga memangnya harus berlandas apa jika bukan cinta, ada yang berkata cinta itu muncul dari lamanya kebersamaan. Menurutku itu hanyalah bullshit, yang sudah mencintai sekaligus terbiasa bersama saja bisa saling menyakiti bagaimana dengan yang baru akan mulai terbiasa bersama tanpa adanya cinta. Sungguh tidak masuk akal kalimat itu.
"Raden jangan bermain-main tentang masalah ini, menikah adalah perkara yang akan dilakukan hanya sekali seumur hidup, apakah Kau yakin akan menikahi gadis yang baru Kau kenal? Kau belum mengerti sepenuhnya aku, begitu juga sebaliknya."
"Aku yakin."
"Penyesalan itu dibelakang dan Kau tidak bisa merubah apapun saat sudah menemui penyesalan."
"Aku tidak akan pernah menyesal dengan apa yang sudah kukatakan."
"Tidak Raden, aku tidak bersedia menikah denganmu."
Penyesalan itu datangnya diakhir, mungkin jika dia tidak menyesal aku yang akan menyesal. Dia begitu mudahnya mengatakan akan meminangku, lalu bagaimana kepada gadis lain, bukankah dia juga akan mudah mengatakannya?
Aku baru mengenalnya belum tahu betul watak dia seperti apa, jadi aku tidak tahu dia itu lebih baik atau lebih buruk dari Arsen. Aku dan Arsen saja yang sudah lama menjalin hubungan bisa putus begitu saja apalagi ini yang baru saja mengenal langsung akan menikah.
Dia mendapat jabatan yang bagus, dan orang di zaman ini kan banyak yang memiliki istri lebih dari satu, aku tidak ingin dimadu. Dalam kamus hidupku lebih baik tidak menikah sama sekali daripada harus berbagi suami, aku tidak akan mau sama sekali berbagi suami.
"Kau seorang wanita Maheswari, tugasmu hanya duduk dirumah menunggu pinangan bukan memilih siapa orang yang akan kau nikahi."
"Tapi aku tidak mau menikah denganmu!"
Wajahnya masih datar bahkan saat aku mengucapkan kalimat bernada tinggi itu, dia tidak memiliki raut wajah kesal sama sekali itu artinya dia memang tidak serius dengan ucapannya.
Tanpa sepatah katapun dia pergi dari hadapanku, aku membiarkannya karena aku yakin dia tidak akan mengirim pinangan.
Mungkin kalimatku tadi juga menyingungnya, tapi aku tidak peduli. Lagi pula dia juga pasti tidak serius dengan ucapannya.
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments