[Sebelum dilanjutkan tolong perhatikan! Cerita ini adalah fiksi sejarah yaitu sebuah genre kesusastraan di mana alurnya terjadi dalam sebuah setting yang berada pada masa lampau. Jadi cerita ini tidak bermaksud untuk membelokkan sejarah atau membuat keliru dalam memahami sejarah. Ini hanyalah FIKSI/TIDAK NYATA dan hanya untuk hiburan semata. ALUR CERITA SAMA SEKALI TIDAK SAMA DENGAN SEJARAH YANG TERCATAT dan adapun kesamaan nama itu hanya meminjam nama saja. Kurang dan lebihnya terimaksih. Selamat menikmati cerita ini.]
Sampailah aku dan dua wanita ini di depan rumah berbentuk Joglo tradisional dan memiliki banyak bagian. Mungkin di masa ini rumah seperti ini sudah terbilang sangat mewah, karena tadi di perjalanan cukup banyak rumah yang terbuat dari anyaman bambu.
Lantai terbuat dari tegel kuno, entah itu batu yang dibuat mengkilap atau apa aku juga tidak tahu. Ada beberapa patung simbolis yang dipajang juga, setiap patung memiliki makna dan kebetulan aku tidak tahu maknanya apa.
"Maheswari...." Seorang wanita tiba-tiba saja datang memelukku.
Dia mungkin berusia sekitar empat puluh lima tahunan, dilihat dari pakaiannya mungkin dia adalah Nyonya di rumah ini. Berbeda dengan dua orang yang tadi memanggilku Ndoro, mereka sepertinya adalah pelayannya.
"Benarkah ini dirimu, Nak?"
Air mata bahagia mengalir diwajahnya, entah mengapa aku menjadi tersentuh. Mengapa dia memanggilku Maheswari? Pasti karena aku mirip dengan Maheswari anaknya itu.
"Bayanaka, Antanaka! Kemarilah adik kalian kembali!"
Seorang lelaki datang dan langsung memelukku, tak lama seorang lelaki lain juga datang menyusul dengan wajah terkejutnya.
"Bagaimana bisa? Lalu siapa yang kita kuburkan?" Ucap lelaki yang lebih tua.
"Sudahlah itu tidak penting Kanda, yang penting adik kita baik-baik saja."
"M-memangnya apa yang terjadi?" Aku bercicit pelan, takut jika ada kalimat yang salah. Karena aku tidak tahu apapun disini.
Lelaki yang lebih tua itu beranjak mendekat dan duduk di depan kami bertiga. "Setelah dua minggu kau menghilang, ditemukan jasad yang tidak utuh di kali Lor. Pakaian yang dikenakan persis seperti yang kau pakai, jadi kami semua mengira jika itu dirimu. Acara pemakaman juga sudah dilakukan." Aku hanya mengangguk.
Jadi seperti itu Maheswari menghilang selama dua minggu dan ditemukan jasad yang pakaiannya mirip dengannya, memang belum bisa ditentukan itu jasad Maheswari atau bukan karena pastinya di zaman ini belum ada teknologi semacam tes dna. Tetapi kemungkinan besar jasad yang ditemukan itu memang Maheswari yang asli, aku kan bukan Maheswari tapi aku Zaina.
"Tunggu apalagi Bayanaka, cepatlah susul romomu dia harus tahu ini!"
Lelaki yang lebih tua itu ternyata bernama Bayanaka, dia mengangguk lalu langsung bergegas pergi.
"Ibu akan pergi meminta pelayan menyiapkan makanan." Aku mengangguk.
"Sebenarnya kau kemana saja Maheswari? Sampai dua minggu lebih menghilang."
Otakku mencoba mencari alasan yang masuk akal tapi nihil, aku saja tidak tahu mengapa Maheswari bisa kabur dari rumah tidak mungkin kan menjawab sembarangan. Jangan sampai jawabanku tidak nyambung dan justru menjadi boomerang, aku tidak mau diusir karena mereka tahu aku bukan Maheswari. Tidak mau lah jadi gelandnagan di negeri antah berantah.
"Itu tidak penting Kanda, yang penting sekarang aku sudah berada disini." Rasanya lidahku terasa aneh mengucapkan kalimat seperti itu. Terlebih aku aku harus bersikap setenang mungkin sama seperti ibu Maheswari tadi.
Meski tidak begitu mengerti sejarah, tapi aku tidak telalu bodoh untuk tahu di zaman ini sudah pasti para wanitanya bersikap lemah lembut dan juga manis. Berbeda dengan di zamanku tidak ada aturan wanita harus bersikap selembut di zaman ini tentunya.
Perempuan muda yang tadi menemukanku di pasar datang dan bersimpuh di lantai, sungguh aku merasa tidak enak. "Air mandinya sudah siap Ndoro."
Aku mengangguk, aku tidak meminta disiapkan air mandi tapi ini sudah disiapkan. "Antar aku mandi." Perempuan tadi menautkan alisnya kebingungan, tapi selanjutnya mengangguk saja.
"Mari Kanda." Aku tersenyum dan membungkukan sedikit badanku sebagai rasa hormat, mungkin tidak perlu sesopan itu juga tapi cari aman saja daripada aku diusir.
"Berjalanlah disampingku, "
Perempuan muda itu menautkan kedua alisnya tidak mengerti, "I-itu sangat tidak sopan Ndoro."
"Justru aku tidak nyaman jika ada yang berjalan di belakangku."
Aku paling tidak suka jika ada orang yang jalan membuntut di belakangku, rasanya seperti sedang diuntit walaupun nyatanya tidak.
"Cepatlah ini perintah!"
Dia mengedarkan pandangannya untuk memastikan tidak ada yang melihat lalu lekas berjalan sejajar denganku. "Siapa namamu?"
"______" Dia tidak menjawab hanya terpaku dengan alis bertaut.
"Saat menghilang kemarin sepertinya kepalaku terbentur batu, jadinya aku melupakan banyak hal. Tapi kau harus merahasiakan ini, hanya kau dan aku yang tahu jika aku melupakan banyak hal."
"B-baik Ndoro." Jawabnya sedikit ragu.
"Jadi siapa namamu?"
"Nama hamba Ratini...."
Kita sampai di halaman ujung belakang, ada sebuah pohon besar yang dibawahnya terdapat seperti kolam pemandian yang terbuat dari batu. Meski tanpa wahana seluncur kolam itu bagus sekali dan justru terlihat aethethic. Tapi bukankah ini terlalu terbuka untuk dijadikan tempat mandi, memang belakang pohon itu hutan tapi tetap saja tempat ini sangat terbuka untuk dijadikan tempat mandi. Sangat gampang tentunya untuk orang mengintip.
"Ini tempat mandi?"
"Tentu saja Ndoro, apakah Ndoro tidak mengingatnya juga?"
"Tapi ini terlalu terbuka, bagaimana jika ada yang mengintip?"
Ratini menggeleng, "Tidak akan ada yang berani melakukan itu Ndoro." Melihat sekelilingku, memang benar tempat ini sepi. Para pelayan juga tidak akan mungkin mengintip, cari mati itu namanya.
Ratini memeberiku selembar kain yang tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu lebar, aku yakin pasti kain ini digunakan untuk penutup badan saat mandi. Kenapa tidak membuat kamar mandi saja, kan jadi bebas kalau telanjang. Mandi dengan tertutup kain seperti ini mana bisa bersih, sabun pun pasti belum ditemukan di zaman ini. Sepertinya kali ini aku harus mandi bebek saja.
Lalu mandi macam apa jika seperti ini? Badanku tidak akan wangi jika hanya dicelupkan ke dalam air saja, peralatan mandi pribadiku saja cukup banyak untuk memastikan tubuhku wangi.
......════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════......
...Dont forget to click the vote button!...
...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...
Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^
And, see you.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
aryuu
siap thor.../Good/
2024-09-08
0
Iekyu
akutuh ngefans sama fiksi sejarah
2022-11-13
2
ZannyA Purty
mantap jiwaaa
2022-08-25
0