12. Kesalahan Paham.

Kutatap diriku melalui pantulan air, ini masih wajahku yang artinya wajahku dengan wajah Maheswari itu bagai pinang dibelah dua. Tidak ada yang meragukan jika aku ini bukan Maheswari, aku juga sangat memperhatikan sikapku dalam bertindak, haruslah sangat hati-hati jika tidak mau ada yang curiga.

Dari dulu aku tidak suka memakai bedak tebal dan juga make up yang menor, hanya pelebab wajah dan juga lisptik untuk menutupi bibirku yang berwarna pucat. Jadi sekarangpun tidak ada yang berubah, hanya saja tidak ada pelembab wajah.

"Ndoro, ndoro bapak dan ndoro ibu, menunggu Ndoro." Entah sejak kapan Ratini sudah berdiri disampingku.

Aku mengangguk dan lekas melangkahkan kakiku, aku tidak tahu mengapa mereka ingin menemuiku. Karena itu adalah hal yang jarang terjadi, terutama romo yang memanggil. Selama disini, berbicara dengan romo baru satu kali saat dahulu. Selebihnya paling hanya ibu yang mengajariku banyak hal dengan kesabarannya yang luar biasa.

Aku sampai di ndalem timur, romo tengah menyesap secangkir tehnya, ditemani ibu yang mengajaknya mengobrol.

"Kau sudah datang, Putriku."

Aku mengangguk dan lekas mendudukkan diriku, ibu mengulas senyuman manisnya sedangkan romo aku tidak tahu arti dari tatapan aneh itu, tapi itu terlihat menyeramkan.

"Bagaimana kabarmu putriku?" Tanya ibu.

"Baik, sangat baik. Bagaimana dengan Romo dan Ibu sendiri?"

"Ibu dan Romomu ini tidak baik, apalagi setelah mendengar rumor itu!"

"Rumor?"

"Romo tahu Putri Romo ini sudah dewasa, tapi menjalin hubungan hingga rumor menyebar luas seperti ini bukanlah hal bagus untuk nama keluarga kita."

Jadi kelakuan Raden Rawikara yang kemarin itu sudah terdengar hingga telinga romo? Tapi bagaimana bisa? Aku kira berita itu tidak akan menyebar secepat itu. Terlebih itu hanya kelakuan brengseknya yang sangat merugikanku.

"Maaf tapi memangnya rumor seperti apa yang telah menimpa putrimu ini?"

Ibu mengenggam erat tanganku, menyalurkan kelebutannya. "Semua orang membicarakanmu yang berbuat berlebihan bersama Raden Rawikara."

Berbuat berlebihan apa maksudnya? Kami hanya naik kuda berdua dan itu juga dia memang pura-pura.

"Tapi aku tidak berbuat berlebihan."

"Bahkan ada mengatakan kau melakukan hal yang kelewat batas bersamanya, itu tidak bisa dimaafkan Maheswari!" Aku tersentak mendengarkan kalimat dengan nada tinggi itu. Sungguh menyeramkan melihat romo murka seperti ini.

Ibu mengusap lengan romo agar dia tidak menyimpan amarah yang semakin besar.

Rumor itu terdengar dari mulut ke mulut bagai pesan berantai, tidak mungkin jika tidak ditambahkan dengan kalimat hoax di dalamnya.

Fakta yang tadinya hanya berpegangan tangan, jika sudah tersebar maka akan berubah menjadi hal-hal yang berlebihan. Seperti saat ini, mana ada aku melakukan hal kelewat batas seperti yang romo maksud.

"Romo memintamu belajar menari disana agar kau aman karena romo kenal dengan nyi Gendhik, tapi mengapa kau justru berbuat seperti ini?!"

Aku reflek bersimpuh di lantai saat romo berdiri, kemarahan ini jelas sekali membuatku takut. "Romo, Maheswari tidak melakukan apapun. Maheswari berani bersumpah."

Jelas sekali jika rumornya sejelek itu, pasti nama keluarga ini tercoreng begitu saja. Reputasi baik itu sekejab saja berubah dan itu hanya karena sebuah rumor yang jelas-jelas dilebihkan.

"Katakan sejujurnya!"

"Aku tidak melakukan apapun."

"Tidak akan terjadi kebakaran jika tidak ada api, tidak mungkin kabar itu tidak berdasar."

Ini sangat sulit, aku tidak mungkin mengatakan jika itu hanya dilakukan Raden Rawikara agar tidak ada yang mendekatinya dengan cara memanfaatkanku. Jika aku mengatakan dengan gamblang hal itu, romo pasti tidak akan menerima hal ini.

Jangan sampai ada permusuhan dua keluarga hanya karena hal ini, tapi apa yang mampu kujelaskan? Aku sama sekali tidak memiliki ide untuk berbohong.

"Tadi Raden Rawikara datang kesini untuk menjemput, hanya itu Romo. Kami tidak melakukan hal lainnya."

"Minta kekasihmu untuk menikahimu secepatnya."

Aku hampir tersedak air liur yang sedari tadi susah untukku telan, menikah dengannya hal yang paling buruk yang tentu akan kuhindari. Susah jelas untuk sekarang saja dia sangat brengsek dengan memanfaatkanku demi kepentingan pribadinya.

Tidak bisa dibayangkan jika nanti aku menjadi istrinya, tidak tidak itu tidak boleh sampai terjadi.

"Kami tidak memiliki hubungan apa-apa Romo, tidak lebih dari teman menari."

"Romo tidak pernah mengajarimu berbohong."

"Maheswari tidak berbohong, orang-orang yang menyebarkan rumorlah yang bersalah. Mereka membesarkan apa mereka dengar tidak seperti yang sebenarnya terlihat."

"Tapi kita tidak memiliki sebegitu banyak tangan untuk membungkam mulut mereka, rumornya sudah seperti itu dan jalan satu-satunya hanya dengan kau segera menikah dengannya."

Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Dia adalah orang yang paling kuhindari aku tidak bersedia menikah dengannya. Tidak sama sekali.

"Jika aku menikah dengannya itu artinya kita mengiyakan rumor yang beredar. Rumor itu sama sekali tidak benar jadi pernikahan itu tidak diperlukan Romo."

"Jika begitu kau harus segera menikah agar rumor itu terbantah...." Romo menghela nafas dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Tapi pinangan belum juga datang."

"Sabarlah Kanda putri kita ini sangat cantik, pasti pinangan akan segera datang."

Romo berlalu begitu saja dengan wajah masamnya, ibu membantuku bangkit disertai dengan seulas senyumannya yang menenanhkan. "Romomu memang sedang marah saja, jangan terlalu dipikirkan." Selanjutnya dia juga melangkahkan kakinya mengekor di belakang romo.

Tidak ada ibu yang tidak baik di dunia ini, dan aku bisa lihat sekarang bagaimana kasih sayangnya yang seluas samudera. Aku membuat kesalahan tetapi dia masih berusaha menenangkanku.

"Ndoro... " Ratini datang dengan wajahnya yang juga terlihat khawatir.

"Ratini, menurutmu kenapa aku belum juga mendapatkan pinangan? Wajahku tidak jelek dan keluargaku juga cukup terpandang."

"Ndoro Panji Kartasana memiliki kedudukan yang tinggi di Kedhaton, Ndoro Maheswari juga sangat cantik. Orang-orang pasti akan berpikir berluang kali jika ingin mengirimkan pinangan untuk Ndoro."

Kerajaan Kahuripan tadinya adalah kerajaan Medang yang dibangun kembali, dan saat ini entah sudah berapa tahun Kahuripan berdiri tapi kuyakin masih di tahun-tahun awal berdiri. Masih sibuk memperluas wilayahnya dan mencari orang yang benar-benar tepat untuk menjalankan pemerintahan.

Keluarga kerajaan saat ini hanyalah Maharaja seorang diri karena beliau juga belum menikah, mungkin masih sibuk dengan urusan negaranya jadi belum terpikir niat untuk menikah.

Namun menurutku untuk saat ini pernikahan itu sangat diperlukan, bagaimanapun tanpa seorang Ratu yang mengurusi istana bagian dalam akan kurang kokoh urusan rumah tangga istana. Dan yang paling penting adalah adanya keturunan sah dari raja yang nantinya akan menjadi penerus, sebut saja putra mahkota.

════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════

Jendela fakta :

• Raja Airlangga merupakan putra dari raja Udayana yang merupakan raja Bali. Lahir pada tahun 990 dari rahim Mahendradatta yang merupakan putri dari kerajaan Mendang (Mataram Kuno).

• Pernikahan Airlangga dengan Dewi galuh adalah agar Medang memiliki penerus karena Dharmawangsa(Raja saat itu) tidak memiliki seorang putra.

•Airlangga masih memiliki darah Medang karena ibunya yang dulu merupakan putri kerajaan Medang, sehingga dia bisa melanjutkan tahta. Jadi Airlangga dengan Dewi Galuh yang akan menikah ini masih saudara, tapi ya saudara jauh gitu ya.

════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════

Terpopuler

Comments

Imas Masripah

Imas Masripah

keren KK 🥰🥰🥰

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 01. Laki-laki Tidak Setia.
2 02. Transmigrasi ke Masa Kerajaan.
3 03. Maheswari.
4 04. Bagai Pinang di Belah Dua.
5 05. Siapa Dia?
6 06. Zaman Raja Airlangga.
7 07. Tidak Berharap Terpilih.
8 08. Lelaki Tidak Bertanggung Jawab.
9 09. Jangan Harap Bisa Menindas.
10 10. Perhatian Aneh.
11 11. Bukan Orang Bodoh.
12 12. Kesalahan Paham.
13 13. Dimana-mana Ada Orang Jahat.
14 14. Mulai Peduli.
15 15. Bertambah Buruk.
16 16. Ratu Drama.
17 17. Orang Itu Adalah Raja.
18 18. Permaisuri?
19 19. Teka-teki Raja.
20 20. Tidak Terima Dengan Maharaja.
21 21. Emansipasi.
22 22. Tidak Bisa Kalah.
23 23. Kurang Peka.
24 24. Apakah Itu Sebuah Kenyataan?
25 25. Jangan Berulah Lagi!
26 26. Cerdas.
27 27. Niat Jahat.
28 28. Jangan Ikut Campur.
29 29. Kesepakatan.
30 30. Keras Kepala.
31 31. Keberanian.
32 32. Luas Biasa.
33 33. Jangan Membayakan Dirimu!
34 34. Misi Berhasil.
35 35. Tidak Ada Yang Tahu Jalan Hidup Seseorang.
36 36. Kejaten.
37 37. Menemukan sosok yang tepat.
38 38. Sedikit Heran.
39 39. Sakit Hati.
40 40. Lekang.
41 41. Salah Paham.
42 42. Tukang Drama.
43 43. Kesayangan.
44 44. Surat Panggilan.
45 45. Bertemu Maharaja.
46 46. Belajar.
47 47. Sekali Dayung Dua Pulau Terlampaui.
48 48. Bentuk Perthatian.
49 49. Pembalasan.
50 50. Kasta Itu Penting.
51 51. Wanita Pilihan Raja.
52 52. Adalah Kau.
53 53. Wanita.
54 54. Aku Akan Melindungimu.
55 55. Pemandangan Indah.
56 56. Arti Kebahagiaan.
57 57. Luka Yang Terlalu Dalam.
58 58. Tidak Ada.
59 59. Sejati.
60 60. Siapa Yang Berani Mengusik Milikku, Akan Mati!
61 61. Ketulusan Maharaja.
62 62. Pahlawan.
63 63. Menerima Takdir.
64 64. Wacana.
65 65. Keputusan Yang Berat.
66 66. Apakah Aku Bisa?
67 67. Berita Besar.
68 68. Ternyata Aku Mencintaimu.
69 69. Aku Tahu Hatiku Untuk Siapa.
70 70. Aku Yakin.
71 71. Sore Hari Yang Indah.
72 72. Lebih Cepat Lebih Baik.
73 73. Pernikahan Impian.
Episodes

Updated 73 Episodes

1
01. Laki-laki Tidak Setia.
2
02. Transmigrasi ke Masa Kerajaan.
3
03. Maheswari.
4
04. Bagai Pinang di Belah Dua.
5
05. Siapa Dia?
6
06. Zaman Raja Airlangga.
7
07. Tidak Berharap Terpilih.
8
08. Lelaki Tidak Bertanggung Jawab.
9
09. Jangan Harap Bisa Menindas.
10
10. Perhatian Aneh.
11
11. Bukan Orang Bodoh.
12
12. Kesalahan Paham.
13
13. Dimana-mana Ada Orang Jahat.
14
14. Mulai Peduli.
15
15. Bertambah Buruk.
16
16. Ratu Drama.
17
17. Orang Itu Adalah Raja.
18
18. Permaisuri?
19
19. Teka-teki Raja.
20
20. Tidak Terima Dengan Maharaja.
21
21. Emansipasi.
22
22. Tidak Bisa Kalah.
23
23. Kurang Peka.
24
24. Apakah Itu Sebuah Kenyataan?
25
25. Jangan Berulah Lagi!
26
26. Cerdas.
27
27. Niat Jahat.
28
28. Jangan Ikut Campur.
29
29. Kesepakatan.
30
30. Keras Kepala.
31
31. Keberanian.
32
32. Luas Biasa.
33
33. Jangan Membayakan Dirimu!
34
34. Misi Berhasil.
35
35. Tidak Ada Yang Tahu Jalan Hidup Seseorang.
36
36. Kejaten.
37
37. Menemukan sosok yang tepat.
38
38. Sedikit Heran.
39
39. Sakit Hati.
40
40. Lekang.
41
41. Salah Paham.
42
42. Tukang Drama.
43
43. Kesayangan.
44
44. Surat Panggilan.
45
45. Bertemu Maharaja.
46
46. Belajar.
47
47. Sekali Dayung Dua Pulau Terlampaui.
48
48. Bentuk Perthatian.
49
49. Pembalasan.
50
50. Kasta Itu Penting.
51
51. Wanita Pilihan Raja.
52
52. Adalah Kau.
53
53. Wanita.
54
54. Aku Akan Melindungimu.
55
55. Pemandangan Indah.
56
56. Arti Kebahagiaan.
57
57. Luka Yang Terlalu Dalam.
58
58. Tidak Ada.
59
59. Sejati.
60
60. Siapa Yang Berani Mengusik Milikku, Akan Mati!
61
61. Ketulusan Maharaja.
62
62. Pahlawan.
63
63. Menerima Takdir.
64
64. Wacana.
65
65. Keputusan Yang Berat.
66
66. Apakah Aku Bisa?
67
67. Berita Besar.
68
68. Ternyata Aku Mencintaimu.
69
69. Aku Tahu Hatiku Untuk Siapa.
70
70. Aku Yakin.
71
71. Sore Hari Yang Indah.
72
72. Lebih Cepat Lebih Baik.
73
73. Pernikahan Impian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!