Saat Zoya dan Zada sedang memadu kasih, di tempat lain ada Ghaida yang sedang duduk termenung di balkon kamarnya. Pandangannya menatap jauh ke langit yang bertabur bintang.
Disaat hatinya sedang tidak karuan, semesta seakan sedang menertawakan kesedihannya dengan menunjukkan pemandangan langit yang begitu cerah walau hari sudah gelap dan pekat. Tidak tanggung-tanggung, bulan juga ikut hadir dengan sempurna sehingga membuat bumi sedikit lebih terang karena sinarnya.
Ghaida menyeka air matanya yang perlahan mulai lancang jatuh. Tidak seharusnya dia cemburu karena pada dasarnya, Zada menikahinya hanya karena kasihan dan menolong dirinya. Harusnya Ghaida sadar diri sejak awal yang hanya di jadikan istri siri.
Tidak benar bila orang-orang menyebut dirinya sebagai perebut suami orang. Karena posisinya sama sekali tidak bisa menggantikan posisi istri pertama di hati suaminya.
"Mengapa takdir begitu tega mempermainkanku? Apa salahku sehingga aku berada di posisi ini?" monolog Ghaida merasa di perlakukan tidak adil oleh dunia. Jangan lupakan air mata yang sejak tadi tidak mau berhenti untuk turun dari sudut matanya.
Ghaida menghela nafasnya panjang. "Astaghfirullahal'azdim. Apa yang aku katakan? Bukankah Allah sudah menjamin hidupku akan baik-baik saja? Ampuni aku Ya Allah ... Mungkin, ini semua terjadi karena aku tidak pandai menjaga diri," sesal Ghaida dengan sisa air matanya.
"Mas Zada orang baik. Dia orang baik yang telah datang untuk menolongku. Jika tidak ada dia, mungkin aku sudah di jadikan budak naf-su pria psiko itu. Harusnya aku bersyukur ... Harusnya aku bersyukur ...." Ghaida masih meracau tak jelas dan menyalahkan dirinya sendiri.
Miris.
Tapi, begitulah takdir membawa tujuan setiap manusia. Hidup memang tidak melulu tentang kebahagiaan dan kesenangan. Kadangkala, kita juga butuh menikmati kesedihan dan merayakan kegagalan. Dengan begitu, kita bisa mendapat pelajaran lalu berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hidup memang tidak hanya soal hitam dan putih, tapi hidup punya banyak warna. Maka nikmatilah setiap warna yang hadir untuk mengisi perjalanan hidup kita.
_______
Sedangkan di tempat lain, Zoya dan Zada sedang melaksanakan salat isya berjamaah dengan Zada menjadi imamnya, sedang Zoya menjadi makmumnya.
Keduanya salat dengan khusyuk karena sedang menghadap Tuhannya.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah sampai di penghujung salat. Setelah keduanya larut dalam doa masing-masing, Zoya menyalimi tangan suaminya untuk dicium punggung tangannya. Setelah itu, Zada juga mencium balik telapak tangan Zoya.
Zoya tersipu malu dengan perbuatan romantis Zada. "Kenapa suka sekali cium telapak tanganku?" tanya Zoya penasaran. Zada tersenyum dan mengusap pipi Zoya lembut. "Karena disini banyak sekali keberkahan yang Allah titipkan," jawab Zada sambil menunjuk telapak tangan Zoya.
Zoya semakin tersipu malu dan mulai melepas mukenanya. Saat Zoya akan mengenakan kerudungnya, hal itu segera dicegah oleh Zada. "Aku kan suami kamu. Jadi nggak papa kalau nggak pakai kerudung di depanku," jelas Zada untuk menjawab kebingungan di wajah Zoya.
Zoya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu, Zoya bergerak untuk merebahkan dirinya di atas ranjang berukuran sedang itu. "Aku mau tidur di sebelah kamu ya? Kan aku suami kamu. Jadi sah-sah saja," Zada menatap Zoya dengan memohon agar diizinkan tidur di sebelah Zoya.
Zoya tampak berpikir terlebih dahulu. Setelah itu, Zoya mengangguk menyetujui. "Kamu boleh tidur disini, Mas." ucap Zoya mempersilahkan.
Tanpa menunggu lama, Zada langsung bergabung masuk pada selimut yang sama yang Zoya kenakan. Zoya menatap tajam Zada yang bertindak seenaknya. Tatapannya penuh dengan protes dan kekesalan. "Nggak boleh marah. Kan Rosullullah menganjurkan suami dan istri untuk tidur di satu selimut yang sama," jelas Zada lagi-lagi membawa agama.
Tapi, Zoya akhirnya mengangguk karena memang begitulah yang di anjurkan Rosullullah SAW. Zada memiringkan tubuhnya untuk mempermudah menatap Zoya. Dia juga menumpukan kepalanya pada telapak tangannya. Zada tersenyum saat Zoya juga sedang menatap dirinya.
"Nggak usah senyum-senyum gitu. Jangan kepedean dulu deh," ketus Zoya merasa kesal. Zada tergelak renyah saat melihat wajah Zoya yang tertekuk. "Kenapa malah ketawa?" tanya Zoya semakin kesal.
"Kamu lucu saat cemberut gitu. Jadi pengen cium," Zada berucap sambil menunjukkan cengiran kudanya. Zoya melotot menatap Zada. Tangannya bergerak untuk memberikan pukulan bertubi-tubi pada dada suaminya. "Ish, apaan sih ... Nggak lucu tahu, Mas!" kesal Zoya belum ingin menghentikan aksinya.
Hingga, kedua tangan Zada berhasil memegangi kedua tangan Zoya yang memukul-mukul dadanya. Zoya terdiam menatap suaminya begitu juga dengan Zada. Perlahan, Zada melepaskan tangan Zoya dan beringsut untuk memeluk tubuh Zoya.
Grep.
"Jangan begitu, nanti tangan kamu yang sakit malahan,"
Zoya mengabaikan Kalimat suaminya itu karena dirinya sedang fokus untuk menurunkan tempo laju jantungnya yang berdetak tidak normal.
Cup.
Zada mengecup pipi Zoya. "Nggak usah tegang gitu. Biasanya juga langsung nemplok. Kenapa sekarang kamu kaya memberi jarak di antara kita? Aku mau, kita tetap seperti dulu," Zada berucap lembut tepat di samping wajah Zoya.
Susah payah Zoya menelan salivanya sendiri. Dia merasa, seperti sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Padahal bisa di bilang, Zoya telah dibuat jatuh cinta berkali-kali pada Zada.b
Tidak ada lelaki sebaik Zada yang Zoya kenal. Lelaki yang menerima baik dan buruknya Zoya. Saat Zoya sadar itu, dia balas menatap suaminya. Zoya bisa melihat tatapan penuh cinta dan sayang terpancar di sana.
Bibir Zoya tertarik ke atas membentuk bulan sabit. "Apa rasa cinta Mas Zada masih sama seperti dulu?" Entah mengapa, Zoya malah menanyakan hal sebodoh itu.
Zada menggeleng. "Tidak. Rasa cintaku padamu tidak pernah sama. Karena setiap harinya, cinta itu tumbuh semakin banyak dan besar. Zoya ... Aku beruntung mempunyai istri sepertimu,"
Zoya langsung menelusupkan wajahnya pada dada bidang milik Zada. Zoya merasa malu jika Zada harus melihat roan merah di pipinya. Zada terkekeh. "Aku tidak berbohong, Zoya. Dan aku berharap, cintamu padaku juga seperti itu,"
Zada menarik dagu Zoya lembut agar mau menatap dirinya. "Ceritakan semua yang sudah kamu lalui tanpaku akhir-akhir ini, Zoya. Aku ingin mengganti semua waktu yang tidak aku gunakan untuk menjagamu," Terdengar sangat lembut.
Tangan Zada bergerak menelusuri setiap jengkal wajah Zoya. Zoya sampai memejamkan mata menikmati sentuhan lembut itu. "Tidak ada. Semua beban beratku seakan menghilang saat Mas Zada ada disini,"
Setelah itu, Zoya bisa merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Seakan tidak pernah bosan untuk merasainya, Zoya membalas ciuman Zada. Ciuman yang sudah menjadi candunya.
Keduanya semakin memperdalam ciuman saat tangan Zada mulai menyisir rambut Zoya dengan jari-jarinya. Ciuman itu semakin berubah menuntut satu sama lain.
Tangan Zada mulai bergerak membuka kancing baju tidur Zoya satu persatu. Ciuman itu semakin turun ke bawah hingga menimbulkan gelenyar aneh di tubuh Zoya. Namun, Zoya begitu menikmatinya.
Saat ciuman Zada sudah sampai di bawah, Zada berhenti dan mendongak untuk melihat ekspresi Zoya. "Boleh sekarang?" tanya Zada lembut dengan mata yang sayu.
Zoya menggigit bibir bawahnya dan mengangguk lemah. Setelah itu, Zada menaiki tubuh Zoya dengan hati-hati agar tidak membahayakan buah hatinya.
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Setelah itu, hanya ada suara-suara yang tidak boleh di dengar oleh anak di bawah umur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
awokawokawok😂
maap nggak bisa lanjut sampai selesai karena othornya masih di bawah umur🙈
jangan lupa like, komen, vote, dan kasih dukungan semampu kalian ya😍
i lope kalian para readerskuh tercintah❤️❤️🔥
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
andi hastutty
hahaha hot
2023-05-04
0
Yuyun Markayun
sy umur 43 nih sprti tak ada rasa boleh tambahin gula dikit gak🤭
2023-01-31
0
Mamahe 3E
zaq sdh ckp umur kok...
jd boleh denger ya🤪🤪
2022-09-01
0