Bab 19. Romantis ala Zada

Saat Zoya dan Zada sedang memadu kasih, di tempat lain ada Ghaida yang sedang duduk termenung di balkon kamarnya. Pandangannya menatap jauh ke langit yang bertabur bintang.

Disaat hatinya sedang tidak karuan, semesta seakan sedang menertawakan kesedihannya dengan menunjukkan pemandangan langit yang begitu cerah walau hari sudah gelap dan pekat. Tidak tanggung-tanggung, bulan juga ikut hadir dengan sempurna sehingga membuat bumi sedikit lebih terang karena sinarnya.

Ghaida menyeka air matanya yang perlahan mulai lancang jatuh. Tidak seharusnya dia cemburu karena pada dasarnya, Zada menikahinya hanya karena kasihan dan menolong dirinya. Harusnya Ghaida sadar diri sejak awal yang hanya di jadikan istri siri.

Tidak benar bila orang-orang menyebut dirinya sebagai perebut suami orang. Karena posisinya sama sekali tidak bisa menggantikan posisi istri pertama di hati suaminya.

"Mengapa takdir begitu tega mempermainkanku? Apa salahku sehingga aku berada di posisi ini?" monolog Ghaida merasa di perlakukan tidak adil oleh dunia. Jangan lupakan air mata yang sejak tadi tidak mau berhenti untuk turun dari sudut matanya.

Ghaida menghela nafasnya panjang. "Astaghfirullahal'azdim. Apa yang aku katakan? Bukankah Allah sudah menjamin hidupku akan baik-baik saja? Ampuni aku Ya Allah ... Mungkin, ini semua terjadi karena aku tidak pandai menjaga diri," sesal Ghaida dengan sisa air matanya.

"Mas Zada orang baik. Dia orang baik yang telah datang untuk menolongku. Jika tidak ada dia, mungkin aku sudah di jadikan budak naf-su pria psiko itu. Harusnya aku bersyukur ... Harusnya aku bersyukur ...." Ghaida masih meracau tak jelas dan menyalahkan dirinya sendiri.

Miris.

Tapi, begitulah takdir membawa tujuan setiap manusia. Hidup memang tidak melulu tentang kebahagiaan dan kesenangan. Kadangkala, kita juga butuh menikmati kesedihan dan merayakan kegagalan. Dengan begitu, kita bisa mendapat pelajaran lalu berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Hidup memang tidak hanya soal hitam dan putih, tapi hidup punya banyak warna. Maka nikmatilah setiap warna yang hadir untuk mengisi perjalanan hidup kita.

_______

Sedangkan di tempat lain, Zoya dan Zada sedang melaksanakan salat isya berjamaah dengan Zada menjadi imamnya, sedang Zoya menjadi makmumnya.

Keduanya salat dengan khusyuk karena sedang menghadap Tuhannya.

Beberapa menit kemudian, keduanya sudah sampai di penghujung salat. Setelah keduanya larut dalam doa masing-masing, Zoya menyalimi tangan suaminya untuk dicium punggung tangannya. Setelah itu, Zada juga mencium balik telapak tangan Zoya.

Zoya tersipu malu dengan perbuatan romantis Zada. "Kenapa suka sekali cium telapak tanganku?" tanya Zoya penasaran. Zada tersenyum dan mengusap pipi Zoya lembut. "Karena disini banyak sekali keberkahan yang Allah titipkan," jawab Zada sambil menunjuk telapak tangan Zoya.

Zoya semakin tersipu malu dan mulai melepas mukenanya. Saat Zoya akan mengenakan kerudungnya, hal itu segera dicegah oleh Zada. "Aku kan suami kamu. Jadi nggak papa kalau nggak pakai kerudung di depanku," jelas Zada untuk menjawab kebingungan di wajah Zoya.

Zoya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu, Zoya bergerak untuk merebahkan dirinya di atas ranjang berukuran sedang itu. "Aku mau tidur di sebelah kamu ya? Kan aku suami kamu. Jadi sah-sah saja," Zada menatap Zoya dengan memohon agar diizinkan tidur di sebelah Zoya.

Zoya tampak berpikir terlebih dahulu. Setelah itu, Zoya mengangguk menyetujui. "Kamu boleh tidur disini, Mas." ucap Zoya mempersilahkan.

Tanpa menunggu lama, Zada langsung bergabung masuk pada selimut yang sama yang Zoya kenakan. Zoya menatap tajam Zada yang bertindak seenaknya. Tatapannya penuh dengan protes dan kekesalan. "Nggak boleh marah. Kan Rosullullah menganjurkan suami dan istri untuk tidur di satu selimut yang sama," jelas Zada lagi-lagi membawa agama.

Tapi, Zoya akhirnya mengangguk karena memang begitulah yang di anjurkan Rosullullah SAW. Zada memiringkan tubuhnya untuk mempermudah menatap Zoya. Dia juga menumpukan kepalanya pada telapak tangannya. Zada tersenyum saat Zoya juga sedang menatap dirinya.

"Nggak usah senyum-senyum gitu. Jangan kepedean dulu deh," ketus Zoya merasa kesal. Zada tergelak renyah saat melihat wajah Zoya yang tertekuk. "Kenapa malah ketawa?" tanya Zoya semakin kesal.

"Kamu lucu saat cemberut gitu. Jadi pengen cium," Zada berucap sambil menunjukkan cengiran kudanya. Zoya melotot menatap Zada. Tangannya bergerak untuk memberikan pukulan bertubi-tubi pada dada suaminya. "Ish, apaan sih ... Nggak lucu tahu, Mas!" kesal Zoya belum ingin menghentikan aksinya.

Hingga, kedua tangan Zada berhasil memegangi kedua tangan Zoya yang memukul-mukul dadanya. Zoya terdiam menatap suaminya begitu juga dengan Zada. Perlahan, Zada melepaskan tangan Zoya dan beringsut untuk memeluk tubuh Zoya.

Grep.

"Jangan begitu, nanti tangan kamu yang sakit malahan,"

Zoya mengabaikan Kalimat suaminya itu karena dirinya sedang fokus untuk menurunkan tempo laju jantungnya yang berdetak tidak normal.

Cup.

Zada mengecup pipi Zoya. "Nggak usah tegang gitu. Biasanya juga langsung nemplok. Kenapa sekarang kamu kaya memberi jarak di antara kita? Aku mau, kita tetap seperti dulu," Zada berucap lembut tepat di samping wajah Zoya.

Susah payah Zoya menelan salivanya sendiri. Dia merasa, seperti sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Padahal bisa di bilang, Zoya telah dibuat jatuh cinta berkali-kali pada Zada.b

Tidak ada lelaki sebaik Zada yang Zoya kenal. Lelaki yang menerima baik dan buruknya Zoya. Saat Zoya sadar itu, dia balas menatap suaminya. Zoya bisa melihat tatapan penuh cinta dan sayang terpancar di sana.

Bibir Zoya tertarik ke atas membentuk bulan sabit. "Apa rasa cinta Mas Zada masih sama seperti dulu?" Entah mengapa, Zoya malah menanyakan hal sebodoh itu.

Zada menggeleng. "Tidak. Rasa cintaku padamu tidak pernah sama. Karena setiap harinya, cinta itu tumbuh semakin banyak dan besar. Zoya ... Aku beruntung mempunyai istri sepertimu,"

Zoya langsung menelusupkan wajahnya pada dada bidang milik Zada. Zoya merasa malu jika Zada harus melihat roan merah di pipinya. Zada terkekeh. "Aku tidak berbohong, Zoya. Dan aku berharap, cintamu padaku juga seperti itu,"

Zada menarik dagu Zoya lembut agar mau menatap dirinya. "Ceritakan semua yang sudah kamu lalui tanpaku akhir-akhir ini, Zoya. Aku ingin mengganti semua waktu yang tidak aku gunakan untuk menjagamu," Terdengar sangat lembut.

Tangan Zada bergerak menelusuri setiap jengkal wajah Zoya. Zoya sampai memejamkan mata menikmati sentuhan lembut itu. "Tidak ada. Semua beban beratku seakan menghilang saat Mas Zada ada disini,"

Setelah itu, Zoya bisa merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Seakan tidak pernah bosan untuk merasainya, Zoya membalas ciuman Zada. Ciuman yang sudah menjadi candunya.

Keduanya semakin memperdalam ciuman saat tangan Zada mulai menyisir rambut Zoya dengan jari-jarinya. Ciuman itu semakin berubah menuntut satu sama lain.

Tangan Zada mulai bergerak membuka kancing baju tidur Zoya satu persatu. Ciuman itu semakin turun ke bawah hingga menimbulkan gelenyar aneh di tubuh Zoya. Namun, Zoya begitu menikmatinya.

Saat ciuman Zada sudah sampai di bawah, Zada berhenti dan mendongak untuk melihat ekspresi Zoya. "Boleh sekarang?" tanya Zada lembut dengan mata yang sayu.

Zoya menggigit bibir bawahnya dan mengangguk lemah. Setelah itu, Zada menaiki tubuh Zoya dengan hati-hati agar tidak membahayakan buah hatinya.

"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa."

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

Setelah itu, hanya ada suara-suara yang tidak boleh di dengar oleh anak di bawah umur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

awokawokawok😂

maap nggak bisa lanjut sampai selesai karena othornya masih di bawah umur🙈

jangan lupa like, komen, vote, dan kasih dukungan semampu kalian ya😍

i lope kalian para readerskuh tercintah❤️❤️🔥

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

hahaha hot

2023-05-04

0

Yuyun Markayun

Yuyun Markayun

sy umur 43 nih sprti tak ada rasa boleh tambahin gula dikit gak🤭

2023-01-31

0

Mamahe 3E

Mamahe 3E

zaq sdh ckp umur kok...
jd boleh denger ya🤪🤪

2022-09-01

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!