Bab 3. TALAK AKU, MAS!

Zoya sudah mengubah meja makan menjadi meja dinner romantis. Dia juga menghias kamarnya dan Zada. Hari ini adalah hari anniversary pernikahan Zoya dan Zada yang ke-3. Zoya sengaja mempersiapkan semua untuk memberikan kejutan pada suaminya.

Zoya tidak berhenti tersenyum ketika melihat kamarnya yang sudah dihias dengan begitu indah. "Aku harus mandi dan berdandan dengan cantik khusus untuk Mas Zada," Zoya bermonolog penuh rasa bahagia.

Tidak berapa lama, Zoya sudah siap dengan penampilan anggun dan cantiknya. Zoya memakai dress selutut berwarna mint yang sangat cocok dengan kulit putihnya.

Zoya menggerai rambut panjangnya dan memakai wewangian agar suaminya merasa senang. Tidak berapa lama setelah Zoya selesai merias diri, dia mendengar deru mobil Zada di teras.

Zoya tersenyum lebar saat sadar suaminya sudah pulang. Zoya berlari kecil menuruni anak tangga. Zoya sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan pada suaminya.

Zoya menunggu Zada di depan pintu dengan senyum merekah menyambut Zada. Namun, senyum merekah itu memudar ketika melihat ada seorang wanita yang ikut bersama suaminya.

Zada menatap Zoya yang terdiam mematung di depan pintu. Kemudian, pandangannya jatuh pada Ghaida dan berkata. "Kopernya biar aku yang bawa saja nanti. Kamu masuk dulu ikut aku,"

Ghaida menoleh ke pintu dan melihat istri pertama suaminya sudah berdiri dengan tatapan yang sulit di artikan. Ghaida sama sekali tidak masalah jika istri pertama suaminya akan membenci dirinya.

Zoya masih memperhatikan dua manusia di hadapannya. Perasaannya mendadak tidak enak namun, Zoya tetap berusaha berpikir positif. Dia berusaha mengulas senyum walau di paksakan. Zoya melihat jari-jari suaminya bertaut dengan jari wanita yang dibawa bersamanya.

"Assalamualaikum, Mas. Bagaimana hari ini? Apakah lancar? Dan ... Dia siapa, Mas?" Zoya masih berusaha bersikap normal walau nada bicaranya terdengar kalut. Dia masih sempat menyalimi dan mencium punggung tangan suaminya yang terpaksa dilepas dari pertautan.

"Waalaikumsalam. Alhamdulilah lancar karena doa dari istri Solehah," jawab Zada berusaha tersenyum. "Perkenalkan, dia Ghaida, istri kedua Mas,"

Bagai tersambar petir, tubuh Zoya mendadak lemas, dadanya terasa sesak, tenggorokannya seperti ada batu besar yang mengganjalnya. "Ka–kamu b–bilang, d–dia siapa? I–istri keduamu?" tanya Zoya terbata-bata.

Zada menunduk dan mengangguk membenarkan. Dia tidak sanggup menatap mata Zoya yang menatap dirinya penuh luka. Melihat Zada yang mengangguk, Zoya semakin kehabisan nafasnya. Dia merasa, dunianya telah berhenti berputar detik itu juga.

Zoya mundur perlahan dengan tangan yang ingin menggapai sesuatu. Zoya butuh pegangan karena tubuhnya seakan tidak berdaya. Zoya terlalu syok dengan pengakuan suaminya.

Zada dan Ghaida yang sadar bahwa tubuh Zoya mendadak tak seimbang, berinisiatif untuk membantunya berpegangan. Zoya segera mengangkat tangannya untuk menghentikan sepasang suami istri di depannya.

"Jangan sentuh aku! Kalian pikir aku tidak bisa berdiri sendiri?" Nada suara Zoya terdengar bergetar dan parau. Padahal, Zoya sama sekali belum mengeluarkan air matanya. Lidah Zoya terasa kelu, tenggorokannya seakan tercekat dan terganjal batu berukuran besar. Zoya tidak sanggup, dia tidak sanggup.

Namun, dia tidak mau terlihat lemah di depan istri baru suaminya. Zoya sudah linglung menatap tidak jelas ke mana arahnya. "Zoya ... Mas bisa jelaskan semuanya...."

Lagi, Zoya mengangkat tangannya merasa tidak butuh penjelasan apa pun. Niat hati ingin memberikan kejutan, justru dirinyalah yang diberi kejutan yang begitu menyakitkan.

Seperti orang linglung, Zoya kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia memutar ingatan tentang wanita yang baru saja suaminya bawa. Dia memang berkerudung. Tapi, mengapa dia mau dijadikan yang kedua?

'Dia memang cantik, bahkan lebih cantik dari aku. Dia juga sepertinya wanita baik-baik. Tapi, bukankah wanita baik-baik tidak akan merusak kebahagiaan wanita lain?'

Zoya berperang dengan batinnya. Mencoba mencari jawaban atas apa yang sedang dia alami. Zoya masih belum menangis. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh di depan istri kedua.

Tanpa menutup pintu, Zoya berjalan menghadap cermin. Dia memandang pantulan dirinya di kaca. Meraba-raba wajahnya yang belum banyak berubah. Zoya sedang mencari kekurangan dirinya sampai Zada bisa menduakannya.

Zoya menatap tampilannya di cermin. Zoya seketika tahu apa penyebab Zada menduakannya. Zoya tertawa getir, bahkan sangat getir. "Aku tidak memakai kerudung, itulah kekuranganku. Ya, aku sadar, aku kalah telak dari dia," Zoya tertawa parau.

Sesak sekali dadanya. Zoya memukul dadanya beberapa kali karena rongga saluran pernapasannya seperti dihimpit oleh batu yang sangat besar.

Masih mencoba tegar, Zoya mengacak-acak isi lemari untuk mencari sesuatu untuk dikenakan. Zoya sudah mendapatkannya. Dia segera mengganti dress selututnya dengan gamis berwarna maroon. Dia juga memakai kerudung segi empatnya.

"Zoya..." panggil Zada yang melihat Zoya terdiam di depan cermin dengan penampilan barunya. Zoya menoleh dan menunjukkan senyum manisnya. Namun bukan itu yang Zada lihat. Zoya tersenyum penuh luka yang mendalam.

Zada juga mematung di ambang pintu saat melihat kamarnya yang sudah dihias dengan indah. Zada mengarahkan pandangan pada nakas di sebelah ranjang yang terdapat kue yang bertuliskan 'Happy Anniversary ke-3'.

Zada semakin dirundung rasa bersalah.

"Kenapa, Mas? Kamu lihat ruangan ini kan? Kamu lihat kue yang disana kan? Itu untuk hari jadi kita. Aku yang sudah menyiapkannya," lirih Zoya bergetar saat mengucapkannya.

Tanpa permisi, air mata mulai menetes membasahi pipi mulusnya. Sangat deras hingga Zoya tak mampu lagi untuk menghentikannya. "Kenapa kamu melakukan ini kepadaku, Mas? Apa aku harus menjadi seperti dia, berhijab? Aku sudah melakukannya. Aku terlihat cantik kan? Atau lebih cantik dia? Lihat aku, Mas! Lihat aku sekali saja,"

Zoya semakin menangis menjadi-jadi. Dia terduduk di lantai keramik dengan menekuk kedua lututnya. Zoya menjerit, meraung, dan memukul apa saja yang ada di depannya. Zoya merasakan, hatinya sudah hancur berkeping-keping hingga tidak berbentuk lagi.

Zada berjalan mendekati Zoya dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. "Zoya ... Kamu cantik dengan ciri khas kamu sendiri. Aku bahkan masih sangat mencintaimu. Cintaku padamu sama sekali tidak berkurang," Zada berucap dengan dada yang terasa sesak melihat Zoya yang telah hancur karena dirinya.

Zoya mendongak dengan air matanya yang masih setia mengalir. "Cinta? Cinta seperti apa yang kamu maksud? Ini bukan cinta, Mas. Ini bukan cinta ... Cinta tidak akan sesakit ini," ucap Zoya tanpa meninggikan suaranya. Dia sangat marah dan kecewa hingga tidak sanggup lagi untuk mengekspresikannya seperti apa.

Zoya berdiri menghadap suaminya. "Lihat aku, Mas! Aku cantik kan, pakai hijab? Ini kan, yang kamu mau sejak dulu? Kenapa kamu nggak bilang ... Kamu bisa memaksaku untuk memakainya. Kenapa kamu malah mencari wanita lain yang berhijab, Maaas," Zoya semakin tidak terkendali. Dia menangis meraung-raung meratapi nasibnya.

Zoya menyambar apa saja yang ada di ruangan itu. Dia mengobrak-abrik semuanya untuk melampiaskan rasa kecewa dan terlukanya.

"Aaaargh!!" Zoya menjerit, meronta untuk melepaskan semua sesak di dadanya. Hingga dia merasa lelah dan terduduk kembali di atas lantai dengan lutut yang tertekuk. Dia terdiam dengan sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mata.

"TALAK AKU, MAS!"

Terpopuler

Comments

Arin

Arin

nysek bcany,sy pling benci sm suami yg dngn seenakny nduain istri......😡😭

2024-02-03

0

Abinaya Albab

Abinaya Albab

sudah mengandung bawang sesek rasanya 😭😭

2023-09-02

0

andi hastutty

andi hastutty

sakit Zoya aku pernah merasakannya cuman bedanya saya yg berkerudung dan sebaliknya dia tidak, saya cuman bisa menangis dalam diam dan bertanya kekuranganku apa?
sakit dan kecewa i2 yg dirasa Zoya seperti kaca yg pecah tidak akan kembali utuh meskipun sudah diperbaiki dengan baik😭😭😭😭

2023-05-03

1

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!