Bab 14. Berharga

Zoya menatap bunga mawar merah di tangannya. Zoya menggercapkan matanya berulang kali untuk menyadarkan dirinya dari rasa yang ... Entahlah.

Kemudian, Zoya menatap pada meja yang terdapat satu lembar uang berwarna merah. Zoya menepuk jidatnya. 'Bukankah aku bilang gratis? Kenapa dia harus bayar? Mana aku di kasih bunga. Mas Zada mana pernah begini,' Zoya menggelengkan kepala beberapa kali agar tidak terkecoh dengan pak Polisi tampan.

'Kok aku bilang tampan ya? Ya, emang tampan aslinya. Siapa saja pasti akan mengatakan hal yang sama,' Zoya terus saja bermonolog. Pikirannya terlalu di penuhi oleh pertanyaan tentang tujuan Zaky memberinya bunga. 'Jangan di pikirkan, Zoya.'

*

Pagi kembali menjelang dan membangunkan penduduk bumi agar segera beranjak dan menjalankan rutinitasnya. Tak terkecuali Zoya. Dia sudah bangun pagi-pagi sekali untuk melaksanakan salat tahajud.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan ketenangan dan petunjuk dari Allah SWT. Entah mengapa, nasehat Zaky begitu membekas di ingatannya. Ucapan yang mengatakan bahwa, Zoya harus melibatkan Allah setiap kali akan mengambil keputusan.

Dan nasehat Zaky memang benar adanya. Jika kita ingin bertanya pada hati, kita harus bertanya terlebih dahulu pada Sang Pemilik Hati.

Setelah berzikir dan berdoa panjang lebar, Zoya mendengar suara azan subuh di kumandangkan. Zoya tidak langsung melaksanakan salat subuh melainkan mendengarkan azan dan melafalkan setelah muazdin berucap.

Setelah azan selesai, Zoya melafalkan doa setelah azan. "Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad".

Setelah selesai, Zoya lanjut berdoa sesuai keinginannya. Karena berdoa setelah azan adalah doa yang tidak akan tertolak.

{"Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqomah, maka berdoalah (kala itu)", (HR Ahmad).}

Zoya cukup tahu waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Ada tiga waktu yaitu, doa di antara azan dan iqomah, doa pada saat hujan turun, dan doa pada saat sujud terakhir dalam salat.

Zoya sedang berusaha mengamalkannya. Setelah berdoa selesai, Zoya baru melaksanakan salat Subuhnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 05:30. Zoya bergegas ke bawah untuk jalan-jalan di luar dan mencari sarapan. Karena dia bukan bekerja di kantor, mau hari apapun tetaplah sama. Tidak ada kata weekend untuk Zoya.

Bagi Zoya, semua hari adalah weekend untuknya. Zoya terkekeh sendiri mengingatnya.

Udara di pagi hari masih sangat segar menyapu kulit putih Zoya. Zoya menghirup udara sebanyak mungkin seakan tidak akan ada lagi udara segar esok hari.

Setelah cukup lama berjalan kaki, Zoya memilih untuk istirahat terlebih dahulu di sebuah taman terdekat. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk lari pagi dan jalan santai di akhir pekan.

Pandangan Zoya memedar dan melihat gerobak bubur ayam tidak jauh darinya. Zoya merogoh celana trainingnya untuk memastikan bahwa dia membawa uang. Setelah yakin, Zoya mendekati tukang bubur untuk memesan satu mangkok bubur sebagai sarapannya.

Akhir-akhir ini, Zoya suka sekali mengonsumsi bubur ayam. Zoya mengelus perutnya yang masih rata. 'Sepertinya, kamu sangat menyukai bubur ya, Sayang?' tanya Zoya seakan berbicara pada anaknya yang masih dalam kandungan.

Zoya tersenyum miris. Dia merasa percuma mempunyai suami tapi tidak pernah memberikan perhatian pada Zoya. 'Mungkin, mas Zada sedang sibuk memperhatikan istri keduanya,' batin Zoya menggerutu.

"Pak, pesan buburnya satu sama teh angetnya satu ya ...." Zoya memesan makanannya saat sudah berada di depan Abang tukang bubur.

Setelah tukang bubur menjawab iya dan mengatakan jumlah totalannya, Zoya bergegas membayar dan duduk tidak jauh dari tukang bubur berada. Zoya duduk di tanah yang di tumbuhi rumput Jepang.

"Assalamualaikum, Mbak Zoya ... Kita bertemu lagi," ucap seseorang dari arah samping. Zoya mendongak dan mendapati Zaky sudah berdiri di sampingnya. "Waalaikum salam, Pak Zaky." jawab Zoya tersenyum hangat.

"Boleh duduk di sebelah, Mbak Zoya?" Zaky meminta izin terlebih dahulu sebelum mendudukkan dirinya di sebelah Zoya. Zoya tersenyum dan mengangguk mengizinkan.

"Kok sendiri, Pak? Istrinya kemana?" tanya Zoya yang mulai mengakrabkan diri. Zoya juga bingung pada dirinya sendiri. Dia tipekal orang yang tidak mudah akrab dengan orang baru. Tapi, dengan Zaky rasanya berbeda. Zoya mudah sekali akrab dan bisa menceritakan masalah pribadinya dengan begitu leluasa.

Seakan, Zaky mempunyai daya tarik tersendiri dan Zoya merasa, Zaky adalah pendengar yang baik.

Zaky tersenyum, pandangannya menatap ke depan. "Istri saya sudah meninggal satu tahun yang lalu saat melahirkan anak kami," jawab Zaky berlapang dada.

Zoya membelalakkan mata tak percaya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan, merasa begitu terkejut. "Maaf, Pak. Tidak bermaksud apapun," ucap Zoya merasa bersalah.

"Tidak masalah. Saya sudah ikhlas menerimanya. Saya yakin, apapun yang sudah Allah tetapkan untuk saya adalah yang paling tepat dan paling bermanfaat untuk saya," Zaky berucap dengan menatap Zoya dari samping.

Zoya balas menatap dan bertanya lagi. "Lalu, anak Bapak dimana?" tanya Zoya hati-hati. Zaky mengalihkan pandangan menatap ke depan seakan sedang menerawang jauh. "Dia juga ikut Sang ibu menuju Surga-Nya," jawab Zaky tersenyum tipis.

Deg.

Zoya benar-benar dibuat terkejut sekaligus kagum. Laki-laki di sampingnya adalah laki-laki yang kuat. Zoya juga kagum atas perjuangan seorang ibu untuk mengandung dan melahirkan anak-anaknya hingga bertaruh nyawa. Zoya refleks memegangi perutnya yang terdapat calon anaknya yang belum lahir.

'Semoga kamu sehat-sehat ya, Sayang. Ibu juga mau sehat biar bisa jaga kamu,' batin Zoya seakan bisa merasakan bagaimana rasanya berjuang demi Sang buah hati.

"Yang sabar ya, Pak. Saya tahu, sabar memang nggak mudah dan belum tentu juga saya bisa menjalaninya. Innallahama'ashobirin," Zoya memberikan senyum semangatnya berharap bisa menularkan semangat untuk Zaky.

Zaky tersenyum dan mengangguk. "Sepertinya, kita berbicara terlalu formal. Dan aku merasa, ada pembatas jika kita berbicara terlalu formal," ucap Zaky terkekeh pelan.

Zoya juga terkekeh sambil menutupi mulutnya. Dan entah mengapa, itu terlihat sangat cantik di mata Zaky. Zaky terpana dengan senyum manis Zoya. Zaky sampai tidak berkedip. Zoya berhenti terkekeh saat Zaky menatapnya begitu intens.

"Ehem. Maaf menganggu, ini buburnya, Mbak," ucap Abang tukang bubur menyadarkan keduanya.

Keduanya tersentak dan bergerak salah tingkah. "Eh! Iya, Bang. Makasih ya,"

Setelah tukang bubur pergi, Zoya mencuri-curi pandang pada Zaky. "Pak Zaky nggak makan?" tanya Zoya tanpa menatap Zaky. Zaky berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya. " Ehem. Aku sudah memesannya. Tinggal nunggu di antar kesini," jawab Zaky berusaha bersikap biasa saja.

Zoya mulai menikmati buburnya. Tidak lama kemudian, bubur Zaky juga datang. Keduanya larut dalam makanan masing-masing hingga Zoya teringat sesuatu tentang Zaky dan memilih untuk menanyakan pada orangnya langsung.

"Pak Zaky?" panggil Zoya sopan.

Zaky mengangkat wajah dan menaik-turunkan alisnya. Zoya justru mengulum senyumnya merasa salah tingkah. 'Apaan sih, aku. Aneh banget," gerutu Zoya dalam hati.

"Bunga yang kemarin itu ...."

"Dua mawar kuning aku letakkan di atas pusara istri, satunya di atas pusara anakku. Dan untuk mawar merah untukmu itu, sengaja aku kasih karena Mbak Zoya terlalu berharga untuk di sia-siakan,"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

**uluh ... uluh ... pada senyum-senyum nggak nih?🙈

siapa yang dukung pak pol sama joya? atau malah pada dukung kalau joya sama Zada? wkwkwk😅

pengen marah sama tukang bubur tapi nggak bisa🙈

yuklah..

lakukan yang bisa kalian lakukan readerskuh tercintah..😘

kasih like, komen, vote, dan hadiah semampu kalian ya😍

keaktifan jempol kalian sangat berarti untuk othor ..

salam cinta sekebon sirih buat kalian semua❤️😍😘**

Terpopuler

Comments

sri karyati

sri karyati

lanjutkan sampe akhir ya kak jangan setengah jd gk seru emdingnya

2024-02-07

0

Abinaya Albab

Abinaya Albab

nahhhhhh benerkan pak pol ternyata udh duda 🤭

2023-09-02

0

andi hastutty

andi hastutty

syukurlah pak Zaky ngga punya istri berarti Zoya tanda2 jodoh tuh hahahha

2023-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!