Bab 17. Zada vs Zaky

Pagi kembali menjelang. Seperti biasa, Zoya selalu terbangun pukul tiga pagi secara otomatis. Dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai, Zoya segera mendirikan salat dua rakaatnya. Dia memanjatkan doa-doa untuk ketenangan dan kebahagiaan batinnya. Setelah larut dalam doa panjangnya, Zoya lanjut dengan membaca Al Qur'an.

Sekitar dua lembar Zoya membaca, azan subuh mulai di kumandangkan. Setelah selesai azan, Zoya membaca doa dan mulai mendirikan salat Subuhnya.

Tanpa terasa, matahari semakin berani menampakkan wajahnya. Namun, hanya cahayanya yang menyinari. Panasnya tidak ikut muncul karena kabut dan awan gelap yang menutupinya. Ya, pagi ini cuaca mendung, semendung hati Zoya saat ini.

Walau dalam hati yang mendung, Zoya tetap melakukan aktifitas paginya dengan baik. Dia mengisi perutnya dengan makanan sisa semalam yang dia simpan dalam lemari pendingin.

"Masih enak kayaknya deh. Sayang kalau dibuang. Sup buntut yang ini kan lumayan mahal," monolog Zoya mulai memanaskan sup yang baru dia keluarkan dari kulkas. Setelah panas, Zoya bergegas membawanya menuju meja makan.

Setelah itu, Zoya makan dengan tenang. Hanya ada denting sendok yang beradu dengan piringnya. Setelah selesai dan membereskannya, Zoya menyeduh susu khusus ibu hamil. Tanpa menunggu lama, Zoya duduk terlebih dahulu. Dia menyeruput sedikit demi sedikit susu itu.

Sambil minum, tangan kirinya Zoya gunakan untuk memberikan usapan lembut pada perutnya. "Enak nggak, Dek? Kayaknya kamu lebih suka rasa vanilla ya? Kemarin, Bunda minum yang coklat muntah-muntah. Ya udah, mulai sekarang Bunda bakal minum yang rasa vanilla, rasa kesukaan kamu," monolog Zoya bermaksud berbicara dengan anaknya yang berada dalam kandungan.

"Kamu harus kuat ya. Bunda lagi ngumpulin uang untuk kita. Ayah kamu memang mengirimkan uang ke rekening Bunda. Tapi, Bunda segan untuk memakainya." Lagi, Zoya berbicara sendiri.

Setelah cukup perbincangannya dengan Sang Anak, Zoya turun untuk melakukan rutinitasnya, yaitu menyirami bunga dan menjaga toko bunganya. Zoya mengganti papan yang menggantung di depan pintu kaca yang bertuliskan 'close' menjadi 'open'.

Zoya berbalik untuk menatap deretan rak yang terdapat bunga-bunga bermekaran yang selalu dia rawat dengan baik. Zoya tersenyum bahagia. Berbaur dengan alam seperti ini membuat Zoya mendapatkan ketenangan tersendiri.

Setelah puas, Zoya berjalan menuju meja kasir dan duduk di kursinya. Zoya mulai sibuk mengecek pemasukannya minggu lalu. Dan bersyukurnya, penghasilan mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah Ya Allah ... Rezeki memang sudah Engkau atur dengan baik bagi hamba-Mu yang mau rajin berusaha," ucap Zoya merasa bersyukur.

Perhatian Zoya teralihkan saat mendengar bel berdenting menandakan ada pelanggan yang masuk. "Selamat datang di Adhisty Florist ...." sapa Zoya ramah.

"Mbak, disini jual bunga Daisy nggak?" tanya seorang wanita paruh baya ramah. Zoya tersenyum. "Ada, Bu. Ibu mau bunga Daisy?" tanya Zoya tak kalah ramah. "Boleh deh, Mbak. Saya mau sepuluh tangkai ya," ucap seorang wanita dengan jilbab besar yang menutup bagian atasnya itu.

Zoya mengangguk dan berjalan menuju rak bunga. Wanita itu mengekori Zoya. "Eh, Mbak! Saya baru sadar dengan penampilan Mbak yang baru," ucap wanita itu menelisik penampilan Zoya. Zoya mengenakan rok plisket berwarna hitam dan tunik berwarna rose. Sedangkan untuk jilbab, Zoya memakai pashmina berwarna hitam.

Zoya tersenyum hangat. "Iya, Bu. Bismillahirrahmanirrahim, Bu," jawab Zoya ramah. "Alhamdulillah ... Saya doakan semoga Istiqomah ya, Mbak," Zoya hanya mengangguk dan segera memotong tangkai bunga Daisy satu persatu.

Ya, wanita paruh baya itu memang pelanggan setia di toko bunga Zoya. Dia selalu datang setiap harinya dan membeli bunga yang berbeda. Setelah dapat, Zoya berjalan menuju kasir untuk mengeksekusi bunganya. "Mau di ikat biasa atau dibuat bucket, Bu?"

"Di bucket deh, Mbak ... Biar cantik. Aku tunggu sambil duduk,"

Setelah itu, Zoya mulai membuat bucket bunga Daisy itu dengan lincahnya. Tidak berapa lama, bucket bunga itu sudah jadi dan Zoya segera menotalnya. "Sudah. Jadi seratus lima puluh ribu ya, Bu,"

Wanita paruh baya itu segera membayarnya. Dan menerima bucket bunga pesanannya. Zoya mengucapkan terima kasih saat wanita itu keluar. Saat Zoya kembali fokus pada komputernya, belnya berdenting lagi menandakan ada pelanggan.

Zoya mendongak dan memasang senyum ramahnya. Namun, senyum itu seketika pudar saat melihat seseorang yang datang itu adalah suaminya. "Zoya?" panggil Zada lembut dengan raut wajah penuh rasa kagum. Zoya mengabaikan panggilan itu dan kembali fokus pada komputernya. "Kamu? Beneran pakai hijab mulai sekarang? Masya Allah, Zoya ... Kamu cantik banget. Semoga Istiqomah,"

"Aamiin, Mas." jawab Zoya singkat.

"Nanti malam aku akan tidur di sini, boleh?" Zoya mendongak lagi setelah mendengar permohonan dari suaminya.

"Kenapa tidur di sini? Memangnya Ghaida kemana? Nggak kasihan sama dia?" ketus Zoya kesal dan kembali pada kegiatannya. "Pokoknya, nanti aku tidur disini. Uang bulanan kamu udah aku transfer. Kamu kalau mau beli sesuatu, tinggal beli aja pakai uang itu. Nanti sore aku langsung pulang kesini,"

Tanpa menunggu jawaban dari Zoya, Zada berbalik dan mendadak berhenti saat melihat seorang pria berseragam polisi akan masuk ke toko Zoya. Zada langsung berlari merangsek mendekati Zoya.

Zoya menyingkir saat Zada tiba-tiba saja memeluk pinggangnya. "Apaan sih, Mas! " ketus Zoya bergerak tak nyaman. "Udah, kamu menurut saja. Ini demi kebaikanmu,"

Bersamaan dengan itu, pintu tokonya berdenting menandakan ada seseorang yang masuk. Zoya mengangkat satu alisnya saat tahu tujuan Zada yang sebenarnya. "Assalamualaikum, Mbak Zoya ... Eh, ada suaminya ... Tumben disini, Pak?" sapa Zaky menyindir.

Zaky jelas tahu permasalahan Zoya dan Zada karena Zoya sudah menceritakan sedikit tentang permasalahan dengan suaminya. "Waalaikumsalam, Pak Zaky." jawab Zoya tersenyum ramah. Zada langsung menatap tajam pada Zoya yang bersikap sangat manis pada pak Polisi itu. Sedangkan padanya, Zoya bersikap ketus. Zada merasa, di perlakukan tidak adil oleh Zoya.

"Ada apa datang kesini?" Pertanyaan ketus itu terlontar dari mulut Zada. Zaky menatap Zada dan tersenyum sinis. "Anda lupa? Kalau Mbak Zoya jual bunga?" jawab Zaky yang justru balik bertanya.

Untuk memecahkan ketegangan di antara dua lelaki itu, Zoya berusaha menengahi dengan mengalihkan perhatian keduanya. "Pak Zaky mau beli bunga kan? Silahkan pilih dulu ya, Pak. Nggak perlu dengerin suami saya," ucap Zoya dengan maksud terselubung.

Zaky menurut dan mulai mengambil bunga seperti biasa. Zaky kembali lagi dengan lima tangkai mawar seperti biasa. "Seperti biasa kan, Pak?" tanya Zoya dan setelah mendapat anggukan dari Zaky, Zoya mulai mengikat bunganya.

"Ini, Pak. Yang kemarin kembaliannya belum di ambil. Jadi, Bapak nggak perlu bayar lagi." Zaky mengabaikan ucapan Zoya. Dia justru menyodorkan dua tangkai mawar merah seperti biasa. Zoya bimbang antara harus menerima atau menolaknya karena posisinya ada Zada di sampingnya.

Saat tangan Zoya ingin menerima, Zada kembali bersuara. "Oooh ... Jadi, selama ini yang kasih bunga ke kamu ternyata pak Polisi ini. Pelit banget cuma dua tangkai. Aku bisa kasih kamu lebih banyak dari ini," ucap Zada dengan pongahnya.

Zoya memejamkan matanya merasa malu. Suaminya memang berubah posesif sejak dulu saat sedang cemburu. "Nggak usah di dengerin ya, Pak. Terima kasih atas bunganya. Assalamualaikum," ucap Zoya mengakhirinya dengan salam agar Zaky segera keluar dari tokonya.

Zoya tidak ingin membuat dua lelaki itu bersitegang hanya karena dirinya. Beruntung, Zaky menurut dan bergegas keluar setelah menjawab salam Zoya. "Waalaikumsalam, Mbak Zoya."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

jangan lupa like, komen, vote, dan kasih dukungan semampu kalian ya😘

dukungan kalian sangat berarti untuk othor 🔥

terima kasih yang sudah kasih dukungan untuk para readerskuh terlopeh..

lope kalian sekebon ❤️❤️❤️

sarangbeo😍😘😘

Terpopuler

Comments

Aldi Suwarta

Aldi Suwarta

ingat pak Zaky itu perempuan masih istri orang, jgn cari simpati ya, malu sama seragam

2023-08-03

0

andi hastutty

andi hastutty

dia yg punya istri 2 malah dia yg cemburuan

2023-05-04

0

maharastra

maharastra

wuidihhj,,marahh

2022-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!