Bab 12. Terbongkar

Setelah cukup lama merengek, akhirnya Zada memberikan kuncinya agar Zoya bisa keluar. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Zada melepaskan Zoya. Zada masih saja mengekori Zoya kemana pun kaki Zoya melangkah. "Mas, kamu nggak ada kegiatan lain ya? Selain ngikutin aku terus?" tanya Zoya merasa jengah dengan suaminya itu.

"Kamu lupa, kamu masih istri aku? Dan kamu juga lupa? Kalau surganya istri itu ada pada suaminya?" Zada malah bertanya balik yang semakin membuat kekesalan Zoya bertambah. Zoya menghela nafasnya lelah. "Terus aku harus gimana?" tanya Zoya yang sebenarnya tersentil dengan ucapan Zada. Dia berbalik dan menghentikan langkahnya.

Zada berubah menatap Zoya serius. "Tinggallah disini, Zoya. Kembalilah ...." Entah sudah keberapa kali Zada memohon dengan kalimat yang sama. Namun, untuk kesekian kalinya juga, Zoya menggeleng. Zoya kembali melanjutkan langkahnya.

"Jangan paksa aku untuk melakukan hal yang tidak aku suka, Mas," jawab Zoya berwajah dingin dan datar. Bersamaan dengan itu, Zoya sudah sampai di ambang pintu. "Aku pulang dulu," pamit Zoya berhenti sejenak untuk menatap wajah tampan Zada.

Wajah Zada terlihat memelas agar Zoya mau menuruti keinginannya satu itu. Zoya justru tersenyum geli melihat wajah Zada yang sudah seperti anak kecil yang sedang merengek meminta mainan. "Kenapa kamu tersenyum? Senang ya, lihat suami menderita?"

Zoya tidak fokus lagi pada apa yang diucapkan Zada. Perhatiannya teralihkan oleh Ghaida yang sedang menuruni anak tangga. Zoya hanya mengamati dengan sorot mata yang .... Entahlah.

Zoya bisa melihat Ghaida tersenyum ke arah dirinya. Zoya berusaha membalas senyum itu walau berupa senyuman tipis. Zada yang sejak tadi memperhatikan Zoya pun mengikuti arah pandang Zoya. Dan Zada bisa melihat Ghaida yang berjalan mendekat.

"Mbak Zoya ... Udah lama datangnya? Kok aku nggak tahu kalau Mbak datang kesini?" tanya Ghaida mendayu-dayu lengkap dengan senyum ramahnya. Zoya berdecih dan memutar bola matanya malas. "Suaranya biasa aja bisa nggak? Suara wanita yang sengaja dibuat lemah lembut tuh, bisa jadi aurat," ketus Zoya memperingati.

"Maaf sebelumnya, Mbak. Tapi, aku melakukan semua itu di depan suamiku. Jadi sah-sah saja menurut ajaran syariat," jawab Ghaida berusaha menyangkal tuduhan Zoya.

"Mayoritas ulama memandang suara perempuan tidak termasuk sebagai aurat. Namun jika suara yang dikeluarkan dapat menimbulkan hal-hal buruk atau mudharat, dibuat mendayu-dayu, maka suara perempuan menjadi haram untuk didengar banyak orang," sela Zada tidak bermaksud membela salah satunya.

Dia hanya mengungkapkan pendapat tentang apa yang dia ketahui. "Tuh dengerin. Dibikin biasa aja kan bisa ... Heran ...." Zoya lagi-lagi bersuara dan membuat Ghaida tertunduk malu. "Udah ... Udah ... Jangan berdebat. Mending kalian saling ngobrol akrab,"

"Siapa yang sedang berdebat?" tanya suara dari arah pintu. Ketiganya sontak mengalihkan pandangan menatap arah sumber suara. Zoya seketika memasang senyum ramahnya dan bergerak untuk menyalimi dan mencium punggung tangan orang itu.

Wajah Zada berubah pias saat mengetahui siapa yang datang. Sedangkan Ghaida, tampangnya masih terlihat bingung karena belum mengenal seseorang di ambang pintu tersebut.

"Mama ... Kesini sama siapa, Ma?" tanya Zoya antusias. Wanita yang di panggil mama itu membelai pipi Zoya lembut. "Sama Papa. Dia lagi parkir yang benar dulu, tuh," tunjuknya pada mobil yang belum selesai terparkir.

Ya, yang datang adalah orangtua Zada. Pak Rama dan bu Maya sengaja mengunjungi rumah anak dan menantunya karena sudah lama tidak bertemu. "Kamu gimana kabarnya, Sayang? Kok udah lama banget nggak datang ke rumah, Mama?" tanya bu Maya membuat mimik cemberut.

Zoya terkekeh masam. "Akhir-akhir ini, Zoya sama Mas Zada sibuk, Ma." jawab Zoya berbohong menutupi masalah rumah tangganya. "Loh! Ini siapa?" tanya bu Maya penasaran, jari telunjuknya mengarah pada Ghaida.

Zada semakin gelagapan saat melihat Ghaida juga mengulurkan tangan untuk melakukan hal yang sama seperti yang Zoya lakukan. "Saya istri Mas Zada, Ma," jawab Ghaida tanpa beban.

Zoya mengangkat satu alisnya menyaksikan suaminya yang sudah pucat pasi. Zoya bisa membaca bahwa, orangtua Zada belum mengetahui anaknya yang berpoligami.

"Apa?! Istri Zada?! Jangan bercanda kamu? Sejak kapan Zada menikah lagi?" tanya bu Maya terkejut. Kemudian, tatapannya beralih pada Zoya yang juga sedang menatapnya. "Zoya ... Apa benar dia istri Zada?" tanya bu Maya pada Zoya.

Dengan sangat terpaksa, Zoya mengangguk lemah. Nafas Bu Maya sudah terlihat naik turun tak beraturan. Zoya semakin takut ini tidak akan baik untuk kesehatan mamanya. "Ma ... Tenang dulu. Biar Mas Zada yang menjelaskan ke Mama nanti," Zoya berusaha menenangkan bu Maya.

Namun, baru saja Zoya selesai bicara, bu Maya sudah menatap Zada penuh amarah. Karena merasa bersalah, Zada hanya menunduk menerima apapun yang akan mamanya lakukan.

PLAK!

Satu tamparan berhasil mendarat dengan mulus di pipi Zada. Kepala Zada sampai meneleng karena tamparan mamanya begitu keras. "Mengapa kamu melakukan ini pada Zoya?! Apa kurangnya Zoya selama ini?!" tanya bu Maya menatap nyalang pada Zada.

"APA!"

Pekik suara yang diduga milik pak Rama. "Apa Papa nggak salah dengar? Zada ... Katakan, kalau ini semua nggak benar," ucap pak Rama masih berusaha menyangkal.

"Itu semua benar, Pa. Ghaida adalah istriku," lirih Zada tanpa menatap pak Rama dan bu Maya. Zoya kembali merasakan sesak saat dengan jelas Zada menyebut Ghaida adalah istrinya. Rasanya, Zoya ingin menyangkal jauh-jauh label 'istri' yang tersemat untuk Ghaida.

Bu Maya langsung menangis sesenggukan. "Mama nggak nyangka kamu akan melakukan poligami, Da. Mama kecewa sama kamu," ucap bu Maya disela tangisnya.

Pak Rama langsung memeluk tubuh istrinya agar tenang. Zoya juga melakukan hal yang sama untuk memberikan ketenangan pada bu Maya. "Ma ... Zoya nggak papa kok, Ma. Zoya nggak masalah kalau Mas Zada nikah lagi," Kalimat itu tentunya tidak sampai hati. Zoya mengucapkannya hanya untuk membuat bu Maya tenang.

Bu Maya menghentikan tangisnya. "Lihat! Wanita sebaik ini yang kamu duakan? Zada ... Mama sudah tidak mengenalmu lagi," ucap bu Maya sambil menggelengkan kepalanya lemah.

Zada menangis. Dia menangis karena dua wanita yang sangat dia cintai telah dia buat terluka. Ini bukan keinginannya. Tapi, Zada mempunyai alasan menikahi Ghaida. "Maafkan Zada, Ma. Ini—"

Belum sempat Zada menyelesaikan kalimatnya, pak Rama sudah mengangkat tangan agar Zada tidak perlu melanjutkan kalimatnya. "Ini bukan salah Mas Zada, Bu. Ini sa—" Ghaida berusaha untuk membela Zada namun, lagi-lagi tangan pak Rama terangkat.

"Kita pulang ya, Ma. Kita bisa kesini lagi lain hari. Zoya, kamu ikut kami, Sayang," pak Rama berucap lembut pada dua wanita beda generasi itu. Zoya gelagapan dan merasa bersalah karena tidak bisa membela suaminya. Dia juga bimbang harus ikut mama dan papa atau tetap pulang ke rumahnya.

Bagaimana pun juga, Zoya tidak tega melihat suaminya dan Ghaida di sudutkan seperti itu. Zoya tidak enak hati jika sampai ikut mertuanya di saat sedang terjadi masalah seperti ini. Entahlah, Zoya juga bingung dengan pikirannya sendiri.

"Kamu nggak usah pikirkan perasaan dua manusia di depanmu. Ikutilah kata hatimu, Zoya," ucap bu Maya terdengar pedas dan nyelekit.

Zoya berada di jurang kebimbangan. Pikirannya sedang berperang untuk mencari jawaban yang tepat. "Ma, Zoya akan tetap disini. Bagaimana pun juga, Zoya masih istri sah Mas Zada,"

Semua tercengang mendengar keputusan Zoya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

**Aku nggak bakal bosan nih buat ingatkan kalian untuk jadi pembaca aktip hihi😁

bukan tanpa sebab, like, komen dan dukungan kalian yang lain sangat berarti untuk othor.. aseeek😅

dukungan kalian tuh bagaikan bahan bakar yang siap pakai.. aku jadi makin semangat nulisnya🔥

pokoknya, terima kasih untuk kalian semua yang udah support karya aku😍

teremuuaah di hati dan terlope sekebon sawi😘😘🔥🔥**

Terpopuler

Comments

Jetty Eva

Jetty Eva

Benar" Zoya merendahkan diri...bukankah Zada tdk pernah meminta izin nikah lagi.?? trus dtang" wanitax udh hamil.?? otak Zoya di mana..?????

2025-03-14

0

yuyunn 2706

yuyunn 2706

adakah didunia nyata seperti Zoya Thor?

2025-01-24

0

andi hastutty

andi hastutty

mulai sekali hatimu Zoya 😭

2023-05-04

1

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!