Bab 16. Seharian dengan Zada

Siang ini, Zada masih berada di rumah Zoya. Masalah Ghaida yang hamil bukan anak Zada, dia hanya menceritakan sekilas dari mana asal-usul Ghaida hamil. Ghaida mengalami pele*cehan hingga berujung hamil.

Selebihnya, Zada belum ingin bercerita terlalu jauh. Zoya berusaha memaklumi walau dalam benaknya timbul rasa keingintahuan yang tinggi. Tapi, melihat raut wajah Zada yang begitu berat saat menceritakannya, Zoya menjadi tidak tega.

"Mas, tadi pagi aku belum sempat siram bunga. Aku akan melakukannya sekarang," ucap Zoya berpamitan. Zada yang duduk di seberang Zoya juga ikut beranjak. "Aku ikut ya?" jawab Zada lalu mengekori Zoya saat Zoya mengangguk menyetujui.

Sesampainya di bawah, Zoya bergegas mengisi alat penyemprot bunganya dengan air. Setelah itu, Zoya mulai menyemprotkan airnya pada bunga-bunganya yang bermekaran. "Cantik seperti kamu ya," ucap Zada yang sudah berada di belakang Zoya.

Zoya menoleh dan mengernyit heran. "Apanya yang cantik, Mas?" tanya Zoya polos. Zada terkekeh lalu tangannya bergerak untuk mengacak rambut Zoya. "Kamu yang cantik. Habis ini, kita makan siang dimana?" tanya Zada dengan maksud ingin mengajak Zoya pergi makan bersama.

Zoya menggercapkan matanya beberapa kali untuk mencerna kalimat suaminya. "Kita mau makan di luar?" tanya Zoya dengan binar di matanya. Zada tersenyum dan mengangguk senang melihat Zoya yang begitu antusias.

Sesuai rencana, Zoya dan Zada akan makan di restoran terdekat. Sejak berada di mobil, Zoya tidak berhenti tersenyum sambil tangannya mengelus perutnya yang masih rata. 'Lihatlah, Nak. Kamu bahagia kan? Bisa pergi bersama ayahmu?' batin Zoya terharu.

"Kamu suka, Sayang?" tanya Zada melirik sekilas lalu fokus lagi berkendara. Zoya mengangguk dan tersenyum lebar hingga menampakkan deretan gigi-giginya yang putih.

Zada terkekeh dan menarik tangan Zoya untuk dirinya genggam. Zada juga mengecup punggung tangan istrinya beberapa kali. Batin Zoya sudah meronta-ronta ingin sekali berteriak bahagia. Namun kenyataannya, Zoya hanya bisa merasakan pipinya yang panas karena sudah bersemu merah.

Tidak berapa lama, keduanya sampai di sebuah restoran bernuansa Sunda. Setelah turun, Zada menautkan jari-jarinya pada jari Zoya. Zoya menatap tangannya yang sudah bertaut dengan jari Zada dengan perasaan berbunga-bunga. Zadanya tidak pernah berubah walau sudah menikah lagi.

Zoya tersenyum bodoh mengingatnya.

Bagai mendapat durian runtuh, kebahagiaan Zoya tidak sampai di situ saja. Setelah makan, Zada mengajaknya berkeliling mall. "Kita kesana ya, Sayang," tunjuk Zada pada butik muslimah yang tentunya menjual baju-baju muslimah.

Zoya menatap suaminya heran. Namun tak urung, Zoya tetap mengikuti langkah suaminya. "Kamu suka warna apa? Kamu bisa pilih baju sesukamu disini," ucap Zada menatap Zoya dengan senyum hangatnya.

Zoya menghentikan langkahnya untuk menatap Zada. "Aku beli baju disini?" tanya Zoya antara percaya dan tidak. Zada mengangguk santai. "Paksaannya masih berlaku kan?" tanya Zada menarik turunkan alisnya.

Seketika Zoya teringat akan ucapannya saat Zada membawa pulang Ghaida. Dia pernah mengatakan, mengapa Zada tidak memaksanya untuk memakai hijab? Lamunannya tersentak saat Zada memberikan usapan lembut di puncak kepalanya. "Mau ya? Aku paksa pakai hijab?" Zada berucap lembut lengkap dengan senyum manisnya.

Zoya mana bisa menolak jika suaminya sudah mode merayu semanis itu? Bagai kerbau yang di colok hidungnya, Zoya mengangguk mengiyakan. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Zada segera menarik tangan Zoya lembut untuk memilih baju dan gamis yang cocok untuknya.

Butuh waktu satu jam untuk Zoya menemukan baju yang cocok yang tentunya atas saran dari Zada juga. Zada segera membawa barang belanjaan menuju kasir untuk membayar. Setelah barang-barang berpindah ke paperbag dan Zada membayar, keduanya keluar butik dengan Zada yang memeluk pinggang Zoya posesif.

"Mulai besok, kamu harus pakai baju yang habis kita beli ya ... Aku mau mode maksa demi kebaikan kamu,"

Zoya mendongak saat suaminya itu berbisik di telinganya. "Iya, insyaAllah aku akan pakai itu semua,"

_______

"Toko bunga hari ini tutup ya?" tanya Zada yang sebenarnya sudah tahu jawabannya. Zoya mendengus pelan, mengabaikan pertanyaan Zada dan segera membuka pintu rumahnya.

Zoya bergegas masuk diikuti oleh Zada. Namun, langkah Zoya terhenti saat Zada menarik tangannya dan tiba-tiba saja, tubuhnya di angkat untuk duduk di meja kasir. "Mas! Apaan sih ... Aku kaget loh, Mas!" ketus Zoya merasa kesal.

Zada tersenyum lebar seakan tidak peduli dengan protes yang Zoya lemparkan. "Jangan naik dulu. Aku mau kasih tahu kamu sesuatu," ucap Zada, menatap Zoya lekat. "Kasih tahu apa lagi?" rengek Zoya merasa jengah karena di sepanjang perjalanan pulang, Zoya di ceramahi panjang lebar oleh Zada. Yang tentunya seputar wanita yang harus menutup aurat.

"Kamu tahu, alasan mengapa bila laki-laki meninggal dunia, liang kuburnya harus digali sedalam lima kaki? Sedangkan kuburan wanita digali sedalam tujuh kaki?" tanya Zada sambil memperhatikan raut wajah lawan bicaranya.

Zoya menggeleng keras. Dia sama sekali tidak mengetahui alasan dibaliknya. "Memang, apa alasannya?" tanya Zoya mulai tertarik dengan pembahasan Zada.

"Tujuannya adalah, apabila ada banjir bandang, jasad wanita tidak akan mengapung hingga memperlihatkan auratnya. Allah begitu memuliakan seorang wanita walau nyawa sudah berpisah dengan raga. Jadi, jagalah keindahan tubuhmu dengan menutup aurat,"

Zoya takjub dengan penjelasan suaminya. Dia sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Memang benar, Islam begitu memuliakan seorang wanita dengan memerintahkan untuk menutup auratnya. "Insya Allah aku akan berubah, Mas," putus Zoya pada akhirnya.

Biarlah dia terpaksa menggunakan hijabnya. Itu akan lebih baik daripada dia sukarela membuka auratnya. Ibarat kata, lebih baik di paksa masuk surga daripada dengan sukarela masuk neraka.

Zada tersenyum haru. Ucapannya berhasil membuat Zoya terbuka pintu hatinya. "Pinter ... Gitu dong. Kan aku jadi makin cinta," ucap Zada sambil mencolek hidung mancung Zoya. Zoya balas tersenyum menatap suaminya.

Tangan Zada bergerak mengelus pipi Zoya. Sebuah sentuhan yang membuat Zoya terhanyut sampai memejamkan mata merasakan tangan lembut Zada menyapu pipinya.

"Zoya?" Zada memanggil dengan penuh kelembutan. "Hm?" jawab Zoya masih dengan memejamkan mata. "Bisakah kamu menerima keadaanku yang sekarang?"

Zoya langsung membuka matanya. Pikiran Zoya menjadi tidak karuan saat mendapat pertanyaan seperti itu. Otaknya berpikir keras hingga menciptakan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa di jawab oleh Zada.

"Apakah yang sejak tadi Mas Zada lakukan hanya untuk membuatku rela dimadu? Sikap manis dan romantis yang Mas Zada berikan hanya untuk membuatku luluh?" Dengan susah payah Zoya menelan salivanya.

Zoya pikir, Zada tulus melakukannya. Namun siapa sangka, bahwa ada maksud terselubung di dalamnya. Wajah Zada berubah gelagapan. "Bukan seperti itu, Zoya. Kamu salah paham,"

Zoya membuang muka dan turun dari meja. Kakinya mulai melangkah menuju anak tangga. "Pulanglah, Mas. Jangan tanyakan aku tentang itu. Aku tidak akan pernah rela untuk berbagi suami walau aku mendapat jaminan surga."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

terima kasih untuk dukungan kalian😍

yuk, terus dukung sampai tamat ya😁🙈

readers bilek: nggak tau diri banget si othor

othor: nggak papa lah nggak tau diri. karena dukungan kalian memang sangat berarti😘

aku terhura melihat antusias kalian😭

makasih banget ya😍

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

setuju Zoya biarpun jaminan surga ngga rela di madulah banyak cara menuju surga bukan menyiksa hati

2023-05-04

1

Windarti08

Windarti08

setuju👍👍👍 jangan dipaksa istri harus menerima suami poligami walaupun balasannya Surga. percuma kalau ikhlasnya hanya dimulut tapi hatinya luka tak berdarah. meskipun poligami masuk dalam syariat tapi menjalani pun tak kalah berat. hanya orang-orang terpilih yg sanggup menjalaninya

2023-01-13

0

Tati Suwarsih Prabowi

Tati Suwarsih Prabowi

bisa masuk surga itu bkn hanya dari stu...masih banyak kebaikan2 yg lain yg bisa menghantarkan kita maduk SurgaNya

2023-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!