Bab 13. Mendapat saran

"Jangan senang dulu. Aku cuma kasihan sama kalian berdua. Aku nggak akan tinggal disini, tenang aja. Aku akan tetap pulang," ucap Zoya sesaat setelah pak Rama dan bu Maya pergi.

"Zoya?" panggil Zada lembut. Tatapan Zoya beralih menatap Zada penuh tanya. "Biar aku antar. Ini sudah malam dan tidak banyak sopir taksi yang mau menerima penumpang," sambung Zada dengan membalas tatapan Zoya.

Zoya ingin menolak namun, Zada sudah kembali bersuara dan memaksanya. "Tolong, menurutlah. Ini sudah malam dan tidak baik bila seorang wanita masih berada di jalan sendirian,"

"Iya, Mbak. Biar Mas Zada yang antar," desak Ghaida ikut menyahut.

Zoya tersenyum masam. "Nggak usah. Lagian baru jam 9. Belum terlalu malam. Aku pulang ...." Tanpa menunggu jawaban, Zoya berlalu begitu saja.

Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Zoya terus menatap ke luar jendela. Pemandangan di malam hari membuat Zoya nyaman untuk menatap jalanan yang tidak pernah lengang.

Kerlap-kerlip lampu dari ruko-ruko di pinggiran jalan membuat mata Zoya terasa di manjakan. Zoya sangat menyukai suasana malam seperti ini. Zoya seperti mendapat ketenangan untuk hatinya.

Terdengar helaan nafas keluar dari mulut Zoya. Sekuat dan setabah apapun Zoya, dia tidak bisa menutupi rasa sakit secara terus-menerus. Zoya harus mulai memikirkan hidupnya ke depan. Zoya tidak bisa berada dalam jurang penderitaan terlalu lama.

Entah apa alasan Zada melakukan ini semua. Yang pasti, Zoya sudah begitu kecewa dengan Zada. Lagi-lagi Zoya mengembuskan nafasnya kasar. Bersamaan dengan itu, mobil taksi sudah berhenti di pelataran rumahnya.

Zoya bergegas turun dan membayar tagihan. Setelah taksi itu berlalu, Zoya berjalan sambil mencari kunci rumah yang berada dalam tasnya. Setelah ditemukan, Zoya segera memasukkan kunci pada lubangnya.

Klik.

"Assalamualaikum, Mbak ...."

Zoya berjenggit kaget. Baru satu kali Zoya memutar kunci, tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara berat milik seorang pria dari arah belakang. Zoya menoleh untuk melihat siapa yang menyapa dirinya.

"Eh! Bukannya—" ucap Zoya terhenti dengan jari telunjuk mengarah pada seorang pria di hadapannya. "Waalaikumsalam." Zoya menyambung lagi karena belum menjawab salam dari pria tersebut.

"Perkenalkan,nama saya Zaky Firdausyah. Maaf bila kedatangan saya mengagetkan, Mbak. Apakah benar, toko Mbak—, menjual bunga?" ucap pria bernama Zaky itu sambil menangkupkan tangannya di depan dada.

"Panggil saja, Zoya. Iya, saya jual bunga, Pak. Pak Polisi mau beli?" tanya Zoya langsung pada intinya. Pak Polisi bernama Zaky itu mengangguk dan tersenyum. Ya, Zaky adalah polisi yang ditemui Zoya saat di rumah sakit.

Bedanya, sekarang Zaky tidak memakai baju dinasnya. Dia memakai jaket bomber berwarna hitam dan kaos dalaman berwarna putih. Sedangkan untuk celana, dia menggunakan celana jeans berwarna hitam. Penampilan kasual justru menambah kesan tampan untuk Zaky. "Saya ingin membeli bunga kesukaan istri saya. Bunga mawar kuning,"

Zoya mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Toh, mau mawar kuning atau merah, bukankah itu bukan urusan Zoya? batin Zoya berbicara. "Sebentar ya, Pak. Saya buka dulu tokonya," ucap Zoya mulai membuka pintu lagi. Setelah itu, Zoya membuka pintu geser tokonya untuk mempersilahkan Zaky masuk dan memilih bunganya.

"Silahkan, Pak." ujar Zoya mempersilahkan.

Zaky mengangguk dan masuk menuju rak-rak bunga yang masih segar karena di petik langsung dari sumbernya. Zoya berjalan menuju meja kasir dan meletakkan tasnya di atas meja.

Zoya terus memperhatikan Zaky yang sedang memilih bunga. Seperti sadar sedang di tatap, Zaky mendongak menatap Zoya. Saat pandangan keduanya beradu, Zoya langsung membuang muka asal. Zoya menunduk dan pura-pura sibuk dengan komputer di depannya. Sedangkan Zaky, dia mengulum senyum melihat Zoya yang salah tingkah.

"Ini, Mbak. Lima tangkai saja. Di pisah jadi dua ikat sesuai warna ya, Mbak," ucap Zaky sambil menyodorkan tiga tangkai mawar kuning dan dua tangkai mawar merah. Zoya mengernyit heran. 'Bukankah tadi dia mengatakan istrinya suka mawar kuning? Lalu, yang warna merah untuk siapa?' batin Zoya bertanya-tanya.

"Mbak?" Sentak Zaky karena Zoya justru melamun. Zoya tersentak dan segera menghitung totalannya. "Sebentar, Pak. Saya hitung dulu," ucap Zoya yang otaknya sudah kosong karena terlalu memikirkan hal yang tidak perlu dirinya pikirkan.

Zaky tersenyum dan memandang wajah Zoya. "Lagi banyak masalah ya, Mbak?" tanya Zaky mencoba mengakrabkan diri. Zoya mendongak menatap Zaky kaget. Namun, sesegera mungkin Zoya membuang tatapan itu. "Ya gitu lah, Pak. Resiko jadi istri pertama," jawab Zoya yang mulai terbawa suasana.

"Istri pertama? Jadi, yang sedang terbaring di rumah sakit waktu itu, istri keduanya?" tanya Zaky begitu saja. Entah mengapa, Zaky merasa ingin mengenal lebih dekat dengan wanita di hadapannya.

Zoya tertawa. "Ya begitulah lah, Pak. Suami saya nikah lagi tanpa izin dulu ke saya. Kecewa banget rasanya," ucap Zoya tanpa sadar mulai mengeluarkan unek-uneknya. Mungkin, karena efek tidak punya bahu untuk bersandar, Zoya menjadi mudah bercerita dengan orang yang baru saja di kenal dan mau bertanya masalah hidupnya.

Zoya juga bingung. Mengapa semua mengalir begitu saja tanpa paksaan.

"Mbak masih cinta sama suami, Mbak?" tanya Zaky mulai larut dalam pembicaraan. Zoya mengangguk lemah. "Saya sangat mencintai suami saya. Tapi, saya juga tidak bisa dalam posisi ini terus menerus," keluh Zoya lelah.

Zaky menatap wanita tangguh di depannya dengan tatapan kagum. Dimadu bukanlah perkara mudah walau jaminannya adalah surga. Tapi, bukankah surga bisa di dapat dengan cara lain? Selain menyakiti satu sama lain?

"Mbak Zoya ... Jika Mbak sanggup menjalaninya, Mbak punya jaminan surga. Tapi, jika Mbak nggak sanggup, itu tidak masalah. Manusia memang punya stok sabar yang terbatas. Saran saya, jika Mbak Zoya merasa sakit hati terus menerus, ada baiknya dibicarakan baiknya bagaimana. Karena sebenar-benarnya cinta itu tidak saling menyakiti, Mbak." ucap Zaky panjang kali lebar memberikan pendapatnya.

Zoya menatap laki-laki di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. "Mungkin benar, saya harus bicara dengan suami saya," ucap Zoya membenarkan ucapan Zaky.

"Satu lagi, Mbak. Mintalah petunjuk Allah SWT. Libatkanlah Allah SWT dalam segala urusan, Mbak Zoya. InsyaAllah, Mbak tidak akan salah langkah," Zaky berucap dengan senyum manisnya.

Zoya seperti mendapat angin segar setelah mendengar ucapan Zaky. Zoya tersenyum, beban di hatinya seakan ikut berkurang setelah menceritakan masalah hidupnya. "Makasih ya, Pak. Sudah memberikan saran yang baik untuk saya,"

"Ini ... Bunganya gratis untuk istri, Bapak. Anggap saja ucapan terima kasih dari saya," ucap Zoya menyodorkan bunga yang sudah di ikat rapi menjadi dua bagian dan membungkusnya dengan kertas koran.

Zaky tersenyum dan menerima bunganya. "Ini khusus untuk Mbak Zoya yang sudah menjadi kuat menjalani hidup. Tetap semangat ya, Mbak. Itu tandanya, Allah sayang sama Mbak Zoya,"

Zoya terpaku di tempat dan tangannya refleks menerima satu ikat mawar merah. Zoya belum bisa mencerna tujuan Zaky memberinya bunga. "Saya pamit dulu. Assalamualaikum,"

"Waalaiku—salam."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

**Wah .. wah .. wah ...

ada apa dengan pak polisi nih?😋

kok tiba-tiba kasih bunga, mawar merah lagi.. wkwkwk.

makasih untuk kalian yang udah komen dan like di setiap babnya.. lope sekebon untuk kalian😘😍

untuk Zoya, kalian tenang saja. semua akan indah pada waktunya... aseeek😅

maaf nggak bisa balas komen kalian satu-satu😘. tapi, aku seneng banget kalian mau komen dan like.

aku berasa di anggap sama kalian😘.

terlope-lope pokoknya untuk para readerskuh tersayang😘😍**

Terpopuler

Comments

Abinaya Albab

Abinaya Albab

ini pak pol duda apa gmn ya apa istrinya gi sakit klo duda mgkn bunganya mau ditaruh dimakam tp ini kok mlh ngasih bunga 🌹 ke zoya 🤔

2023-09-02

0

andi hastutty

andi hastutty

apakah bohong Zaki punya istri ?😂jodoh tuh Zoya klo Zaky blom punya istri beneran hahahha

2023-05-04

0

guntur 1609

guntur 1609

semangat zaky. pepet trs zoya

2023-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!