Bab 15. Nyaman yang sebenarnya

Zoya sedang berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya. Setelah berbincang banyak dengan Zaky, Zoya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.

Entah mengapa, ada perasaan takut saat Zaky menatap dirinya dengan tatapan berbeda. Zoya juga tidak begitu senang saat Zaky mengatakan dirinya terlalu berharga untuk di sia-siakan.

Aneh sekali rasanya jika pria lain yang mengucapkannya. Jika yang mengucapkan kalimat itu adalah Zada, mungkin wajah Zoya sudah merah merona merasa tersipu. Seketika Zoya merasa bersalah karena masih berstatus menjadi istri Zada namun, tidak menjaga jarak dengan lawan jenis.

Sambil berjalan, Zoya menghela nafasnya lelah. Memang, Zada telah menyakitinya. Namun, bukan berarti Zoya harus membalasnya bukan? Bukankah balas dendam terbaik adalah dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi?

Tanpa terasa, tinggal lima langkah lagi dirinya akan sampai. Namun, saat Zoya menatap rumahnya, disana sudah ada Zada yang duduk di teras depan tokonya. Zoya mengernyit heran dan semakin mempercepat jalannya.

"Mas Zada?" lirih Zoya terkejut. Zada mendongak dan beranjak dari duduknya. Zada tersenyum tipis menatap Zoya yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.

"Sudah selesai jalan-jalannya?" tanya Zada masih belum mengalihkan pandangan dari Zoya. Zoya balas menatap lelaki yang masih resmi menjadi suaminya itu. "Sudah, Mas." jawab Zoya singkat.

"Kamu bahagia?" tanya Zada lagi. Zoya semakin dibuat bingung dengan pertanyaaan suaminya yang seakan tahu apa yang baru saja dirinya lakukan. "Jelas aku bahagia. Karena dengan jalan-jalan, aku bisa me-refresh pikiran," jawab Zoya memberikan alasannya.

Zada tersenyum penuh arti dan mengalihkan pandangannya. Zoya seperti merasakan aura yang berbeda saat Zada bertanya padanya. Pertanyaannya seperti kalimat interogasi kepada maling yang tertangkap basah. 'Kok maling? Memangnya aku maling apa?' batin Zoya bertanya-tanya.

"Zoya?"

"Ya?"

"Aku kesini untuk mengajak kamu sarapan. tapi ... Melihat kamu sudah sarapan bersama seseorang di taman, mungkin aku akan mengajakmu lain hari," ucap Zada berusaha mengukir senyumnya.

Deg.

Zoya tersentak. 'Bagaimana bisa mas Zada tahu? Apakah mas Zada melihatku?' batin Zoya semakin dihantui rasa takut dan bersalah. "A—aku—," Zoya tergagap layaknya orang yang tertangkap basah melakukan kejahatan.

Zada langsung membawa tubuh Zoya ke dalam dekapannya. "Kita masuk dulu ya," ajak Zada penuh kelembutan. Bagai kerbau yang di colok hidungnya, Zoya mengangguk dan mulai membuka kunci.

Zoya langsung mengajak Zada ke lantai atas yang terdapat sofa untuk duduk. Sekarang, Zoya dan Zada sudah duduk dengan posisi berhadapan di sofa. Suasana seketika hening. Tidak ada yang ingin memulai pembicaraan di antara keduanya.

Karena merasa tidak tahan berada dalam situasi tersebut, Zoya bersuara, memecahkan keheningan. "Mas, soal yang tadi ...." ucap Zoya terhenti. Terdengar helaan nafas keluar dari nafas Zada. "Zoya ... Apa kamu tidak bahagia dalam pernikahan ini?" tanya Zada tanpa ada nada mengintimidasi.

Zoya mendongak. Entah mengapa pertanyaan Zada begitu menyesakkan dadanya. Bukankah ini yang dia mau? Diceraikan oleh Zada? Lalu, mengapa sekarang lidahnya terasa kelu untuk sekedar menjawab 'iya'?

"Mas ...."

"Zoya ... Jika kau tidak bahagia dalam pernikahan ini dan lebih bahagia bersama laki-laki yang bersamamu di taman tadi, aku ikhlas dan akan menalakmu. Apapun itu, yang terpenting kamu bahagia," ucap Zada menatap mata Zoya lekat.

Zoya menggeleng lemah dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Tenggorokannya seperti kesusahan untuk menelan salivanya sendiri. "Bukan seperti itu, Mas. Semua tidak seperti yang Mas Zada lihat," Zoya berucap dengan sekuat tenaga karena tenggorokannya terasa tercekat.

Zada seakan tidak mendengarkan penjelasan Zoya dan melanjutkan kalimatnya lagi. "Aku sudah terlalu egois karena masih menahanmu di dalam rumah tangga yang terdapat orang ketiga. Aku sudah melukaimu, Zoya ... Aku ...." Zada tidak sanggup meneruskan kalimatnya karena Zada juga tidak sanggup menerima kenyataan yang ada.

Zada menunduk dan tanpa terasa, air matanya jatuh. Zoya langsung berpindah mendekati Zada dan duduk bersimpuh di hadapannya. Zoya menangkupkan kedua tangan suaminya dan menangis tersedu-sedu.

'Ya Allah ... Mengapa rasanya sakit sekali mendengar suamiku mengatakan akan menalakku? Ya Allah ... Mengapa aku tidak menginginkan rumah tanggaku berakhir sampai disini? Ada apa dengan hatiku? Apakah ini jawaban atas segala doa panjangku?' batin Zoya, hatinya bagai di remas-remas.

"Mas ... A—aku ... A—"

Belum sempat Zoya melanjutkan kalimatnya, Zada sudah mengangkat tubuh Zoya agar berada dalam pangkuannya dengan posisi menyamping. Zoya menghentikan tangisnya saat matanya beradu dengan mata Zada. "Mas Zada nangis? Kenapa?" tanya Zoya saat melihat mata Zada merah dan berair. Zada hanya menjawabnya dengan senyuman.

Justru, tangannya bergerak untuk mengusap pipi Zoya yang basah karena air mata. "Mas ...." Zoya langsung berhambur memeluk leher suaminya. Zoya kembali menangis sesenggukan. Zada membalas pelukan Zoya dengan erat dan menumpahkan tangisnya disana.

"Zoya ... Maafkan aku ... Maafkan aku karena sudah membuatmu terluka dan merasa kesepian," tubuh Zada bergetar menahan tangis. Masih dalam pelukan, Zoya tidak menjawab dan semakin menelusupkan wajahnya pada leher Zada.

Zoya merasa nyaman dan aman saat ada Zada di sampingnya. Inilah yang bisa Zoya sebut 'nyaman yang sebenarnya'. Zoya tidak bisa menemukan kenyamanan pada pria manapun kecuali pada suaminya.

Setelah tangisannya mereda, Zoya melonggarkan pelukan untuk menatap Zada. Kini, giliran tangan Zoya yang bergerak untuk menghapus air mata suaminya. "Mas ... Bisakah kau memberikanku alasan?" tanya Zoya menatap manik dalam milik Zada.

Tangan Zada bergerak menyingkirkan anak rambut Zoya yang menghalangi wajah. "Alasan apa yang ingin kau tanyakan?" Zada berucap dengan lembut. Zoya tampak ragu pertanyaannya akan berakhir tanpa mendapat jawaban. "Tanyakan. Aku akan jawab jika bisa menjawabnya." sambung Zada seakan bisa membaca pikiran Zoya.

"Apa alasan Mas Zada menikahi Ghaida tanpa sepengetahuanku?" tanya Zoya pada akhirnya. Wajah Zada berubah datar. "Aku tidak bisa menjawabnya," jawab Zada tegas.

Lagi-lagi Zoya harus menelan kekecewaan atas keegoisan Zada. Zoya beringsut turun dari pangkuan Zada dan kembali duduk di sofa yang bersebrangan dengan suaminya.

"Kamu boleh pulang, Mas!" usir Zoya halus. Zoya enggan menatap Zada dan memalingkan wajah menatap sembarang arah. Zada menghela nafasnya lelah. Dia beranjak dan mulai melangkah menuju ujung tangga.

Zoya semakin dibuat kecewa karena Zada tetap pada pendiriannya. Malah sekarang, Zada akan pergi meninggalkannya lagi. Mata Zoya mulai berkaca-kaca saat langkah kaki Zada terdengar menuruni tangga. Zoya menelusupkan wajahnya pada sandaran sofa dan menangis sesenggukan di sana.

Karena terlalu larut dalam tangisnya, Zoya sampai tidak mendengar langkah kaki Zada yang kembali. Tiba-tiba, Zoya merasakan tubuhnya di peluk dari belakang dengan erat. Zoya menoleh dan mendapati Zada kembali.

"Mas Zada kembali?" tanya Zoya dengan binar di matanya. Zada mengangguk dan tersenyum. "Maaf jika aku terlalu banyak melukaimu. tapi satu yang harus kau tahu, anak yang di kandung Ghaida bukanlah anakku,"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf ya ... Zoya masih bucin sama Zada😆

keduanya masih saling mencintai. kan kasian kalau di tinggal pas lagi sayang-sayangnya😭🙈

Othor bilek: tapi, satu yang harus kau tahu, ku menanti kau tuk kembali ... hoo ... hou... hou...

🤣🤣🤣 tauklah pales🙈

jangan lupa dukungannya ya😘

like, komen, vote, dan kasih hadiah semampu kalian😍❤️

i lop readers sekebon. Sarangbeo💖💖

kabuuuuur🏃🏃🏃🏃

Terpopuler

Comments

Siti Masitah

Siti Masitah

egois x zada..padahal bukan anknya kok di nikahi dasar...

2024-05-02

0

andi hastutty

andi hastutty

klo bukan anakmu kenapa kamu yg tanggung jawab ? memanglah laki2 egois semua cuman dia yg mau di mengerti

2023-05-04

0

Eliyana Mobile

Eliyana Mobile

Zada bikin emosi mak2 naik turun

2023-01-24

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman.
2 Bab 1. Awal dari penderitaan.
3 Bab 2. Berkata jujur
4 Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5 Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6 Bab 5. Pergi
7 Bab 6. Kedatangan Zada
8 Bab 7. Masih saling mencintai
9 Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10 Bab 9. Cemburu
11 Bab 10. Hamil?
12 Bab 11. Zoya datang
13 Bab 12. Terbongkar
14 Bab 13. Mendapat saran
15 Bab 14. Berharga
16 Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17 Bab 16. Seharian dengan Zada
18 Bab 17. Zada vs Zaky
19 Bab 18. Cinta yang sama besar
20 Bab 19. Romantis ala Zada
21 Bab 20. Tamu tak di undang
22 Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23 Bab 22. Merasa aneh
24 Bab 23. Usai
25 Bab 24. Kabar buruk
26 Bab 25. Rela karena terbiasa
27 Bab 26. Lepaskan aku
28 Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29 Bab 28. Arunika Jannah
30 Bab 29. Seorang ibu
31 Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32 Bab 31. Ketok palu
33 Bab 32. Pedih
34 Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35 Bab 34. Penyesalan Zada
36 Bab 35. Menyerahkan diri
37 Bab 36. Hari pertama kursus
38 Bab 37. Bertemu lagi
39 Bab 38. Pertimbangan
40 Bab 39. Cinta yang tepat.
41 Bab 40. Banana Muffin
42 Bab 41. Bergetar
43 Bab 42. Bisa ditebak
44 Bab 43. Menikahlah denganku
45 Bab 44. Anak hilang
46 Bab 45. Penjelasan Ghaida
47 Bab 46. Ijab Qabul
48 Bab 47. Cerita masalalu
49 Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50 Bab 49. Suasana pengantin baru
51 Bab 50. Berseri-seri
52 Bab 51. Dua hal yang berbeda
53 Bab 52. Cuma Prank
54 Bab 53. GELAP
55 Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56 Bab 55. Kekuatan cinta
57 Bab 56. Zada berhak bahagia
58 Bab 57. Mata duitan
59 Bab 58. Skenario-Nya
60 Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61 Bab 60. Mundur perlahan
62 Bab 61. Husnudzon
63 Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64 Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65 Bab 64. Menjagamu
66 Bab 65. Kehilangan
67 Bab 66. Kalimat perpisahan
68 Bab 67. Karma
69 Bab 68. Suara hati seorang ibu
70 Bab 69. Sadar diri
71 Bab 70. Memohon ampunan
72 Bab 71. Mengunjungi Zada
73 Bab 72. WOW
74 Bab 73. Perkara 'enak'
75 Bab 74. Sikap Adis
76 Bab 75. Sah
77 Bab 76. Extra Chapter
78 Bab 77. Extra Chapter
79 Bab 78. Extra Chapter
80 BAB 79. Extra Chapter
81 Bab 80. Extra Chapter
82 Bab 81. Extra Chapter
83 Bab 82. Extra Chapter
84 Bab 83. Extra Chapter
85 Bab 84. Extra Chapter
86 Bab 85. Extra Chapter
87 Bab 86. Extra Chapter
88 Bab 87. Extra Chapter
89 Bab 88. Extra Chapter
90 Bab 89. Extra Chapter
91 Bab 90. Extra Chapter
92 Bab 91. Extra Chapter
93 Bab 92. Extra Chapter
94 Bab 93. Extra Chapter
95 Bab 94. Extra Chapter
96 Bab 95. Extra chapter
97 Bab 96. Extra chapter
98 Bab 97. Extra chapter
99 Bab 98. Extra chapter
100 Bab 99. Extra chapter
101 Bab 100. Extra chapter
102 Bab 101. Extra chapter
103 Bab 102. Extra chapter
104 Bab 103. Extra chapter
105 Bab 104. Extra chapter
106 Bab 105. Extra chapter
107 Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108 Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109 SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110 Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111 Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Pengumuman.
2
Bab 1. Awal dari penderitaan.
3
Bab 2. Berkata jujur
4
Bab 3. TALAK AKU, MAS!
5
Bab 4. Kehilangan 'Rumah'
6
Bab 5. Pergi
7
Bab 6. Kedatangan Zada
8
Bab 7. Masih saling mencintai
9
Bab 8. Ghaida lagi, Ghaida lagi ...
10
Bab 9. Cemburu
11
Bab 10. Hamil?
12
Bab 11. Zoya datang
13
Bab 12. Terbongkar
14
Bab 13. Mendapat saran
15
Bab 14. Berharga
16
Bab 15. Nyaman yang sebenarnya
17
Bab 16. Seharian dengan Zada
18
Bab 17. Zada vs Zaky
19
Bab 18. Cinta yang sama besar
20
Bab 19. Romantis ala Zada
21
Bab 20. Tamu tak di undang
22
Bab 21. Berdamai dengan keadaan
23
Bab 22. Merasa aneh
24
Bab 23. Usai
25
Bab 24. Kabar buruk
26
Bab 25. Rela karena terbiasa
27
Bab 26. Lepaskan aku
28
Bab 27. Ada pelangi setelah hujan
29
Bab 28. Arunika Jannah
30
Bab 29. Seorang ibu
31
Bab 30. Kenyataan yang menyakitkan
32
Bab 31. Ketok palu
33
Bab 32. Pedih
34
Bab 33. Pelajaran untuk Zada
35
Bab 34. Penyesalan Zada
36
Bab 35. Menyerahkan diri
37
Bab 36. Hari pertama kursus
38
Bab 37. Bertemu lagi
39
Bab 38. Pertimbangan
40
Bab 39. Cinta yang tepat.
41
Bab 40. Banana Muffin
42
Bab 41. Bergetar
43
Bab 42. Bisa ditebak
44
Bab 43. Menikahlah denganku
45
Bab 44. Anak hilang
46
Bab 45. Penjelasan Ghaida
47
Bab 46. Ijab Qabul
48
Bab 47. Cerita masalalu
49
Bab 48. Aku Bukan jodohnya
50
Bab 49. Suasana pengantin baru
51
Bab 50. Berseri-seri
52
Bab 51. Dua hal yang berbeda
53
Bab 52. Cuma Prank
54
Bab 53. GELAP
55
Bab 54. Muhammad Zaky Arkana
56
Bab 55. Kekuatan cinta
57
Bab 56. Zada berhak bahagia
58
Bab 57. Mata duitan
59
Bab 58. Skenario-Nya
60
Bab 59. Jadi payung saat hujan tiba
61
Bab 60. Mundur perlahan
62
Bab 61. Husnudzon
63
Bab 62. Pnemonia Aspirasi
64
Bab 63. Bertemu Ghaida dan Yusuf
65
Bab 64. Menjagamu
66
Bab 65. Kehilangan
67
Bab 66. Kalimat perpisahan
68
Bab 67. Karma
69
Bab 68. Suara hati seorang ibu
70
Bab 69. Sadar diri
71
Bab 70. Memohon ampunan
72
Bab 71. Mengunjungi Zada
73
Bab 72. WOW
74
Bab 73. Perkara 'enak'
75
Bab 74. Sikap Adis
76
Bab 75. Sah
77
Bab 76. Extra Chapter
78
Bab 77. Extra Chapter
79
Bab 78. Extra Chapter
80
BAB 79. Extra Chapter
81
Bab 80. Extra Chapter
82
Bab 81. Extra Chapter
83
Bab 82. Extra Chapter
84
Bab 83. Extra Chapter
85
Bab 84. Extra Chapter
86
Bab 85. Extra Chapter
87
Bab 86. Extra Chapter
88
Bab 87. Extra Chapter
89
Bab 88. Extra Chapter
90
Bab 89. Extra Chapter
91
Bab 90. Extra Chapter
92
Bab 91. Extra Chapter
93
Bab 92. Extra Chapter
94
Bab 93. Extra Chapter
95
Bab 94. Extra Chapter
96
Bab 95. Extra chapter
97
Bab 96. Extra chapter
98
Bab 97. Extra chapter
99
Bab 98. Extra chapter
100
Bab 99. Extra chapter
101
Bab 100. Extra chapter
102
Bab 101. Extra chapter
103
Bab 102. Extra chapter
104
Bab 103. Extra chapter
105
Bab 104. Extra chapter
106
Bab 105. Extra chapter
107
Salahkah Bila Aku Mendua by: Ika Oktafiana
108
Berbagi Suami by Ika Oktafiana
109
SAYAP CINTA YANG PATAH BY IKA OKTAFIANA
110
Ummu Sibyan by Ika oktafiana
111
Balas Dendam Putra Terbuang by ika oktafiana

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!