"Naomi!" Teriak Dino ketika ia melihat Naomi bersama dengan Gilang di restoran.
"Dino! Ngapain kamu ada disini. Aku lagi makan sama Gilang. Lebih baik kamu pergi." Usir Naomi membuat Dino marah dan kesal.
"Fine!" Ucapnya. "Kalau kamu gak keluar sama aku sekarang. Aku akan buat toko ini tutup selamanya." Ancam Dino mengambil ponsel untuk menghubungi sekretarisnya. "Kamu nantang aku?" Tanya Dino lagi.
Dino sangat berharap Naomi akan mencegahnya namun dia hanya diam saja dan malah melanjutkan makannya dengan santai. "Naomi!"
"Bu Sari, saya mau ibu bantu Dino untuk menutup salah satu restoran yang berada di daerah ke..."
"Dino! Cukup! Jangan." Naomi langsung berdiri dan mengambil ponsel Dino. "Gak jadi Bu Sari.... Halllo!" Ternyata Dino tidak menghubungi siapapun. Dino! panggil Naomi kesal. Dino langsung menarik Naomi tapi dengan cepat Gilang mencegah lelaki itu.
"Dino! Naomi datang bareng aku." Ucapnya santai
"She is my wife!" Balas Dino menarik kerah baju Gilang dengan emosi. "Pak, ada apa ini?" Ucap Rekso yang hadir disitu bersama para rekan klien lainnya. Ternyata, Dino di sana karena makan malam dengan klien.
"Rekso urus klien kita. Aku perlu mengurus istriku." Jawab Dino menarik Naomi keluar dari restoran itu. Ia menggandeng tangan Naomi dengan erat menuju kesebuah toko yang gelap dan sudah tutup. Toko itu berada di persimpangan jalan di sebuah gang. Gang kecil yang buntu.
"Dino lepas! Kita mau kemana? Kamu jangan macam-macam sama aku." Pintanya mencoba melepaskan tangan itu darinya. Semakin dilepas semakin ia menarik tangan Naomi. "Dino lepas, sakit Dino."
Dino langsung menarik Naomi dalam pelukannya dan mendorongnya hingga menempel pada tembok disebelah sisi kanan Toko itu. "Kamu masih berhubungan dengan Gilang? Sejak kapan kamu sama dia? Aku gak suka kamu dekat dengan dia!" Ucap Dino memeluk pinggang Naomi. Naomi merasa risih dan terus memintanya untuk melepaskan dirinya.
"Dino kamu lupa, aku mau kita bercerai. Aku gak akan pernah mau tinggal sama orang -orang yang telah menyakiti keluargaku." Balas Naomi.
"Egois! Kamu egois! Aku tahu, diriku salah tapi aku udah minta maaf. Aku akan perbaiki segalanya." Balas Dino.
"Gimana caranya? Gimana cara memperbaikinya? Papa kamu membuat orang tuaku meninggal, bagaimana cara kamu membalasnya." Mata Naomi mulai berkaca-kaca, ia menatap Dino dengan
intens. Gimana No?
Dino yang menatap Naomi merasakan sakit di hatinya, ia tidak suka melihat air mata dari wanita yang dia cinta. Ia mengendorkan pelukannya sehingga dengan mudah Naomi lepas dari pelukannya. "Stop! Bersikap egois Dino. Kita gak mungkin bersama, masa lalu itu terlalu menyakitkan untuk aku ingat. Din, kamu kembalilah menjadi dirimu yang angkuh dan menyebalkan. Kamu boleh menyukai perempuan lain dan melupakan aku. Aku juga akan melakukan hal yang sama." Ucap Naomi yang langsung membuat Dino kecewa, terlalu sakit untuk di dengar.
"Aku bukan kamu!" Jawab Dino membuat Naomi tak percaya dengan perkataannya.
"Aku bukan kamu yang dengan mudah melupakan sesuatu, jatuh cinta dan berpindah hati." Ucapnya semakin mendekat.
"Aku juga bukan kamu yang terikat dengan masa lalu yang menghancurkan masa depan kita." Tambahnya hanya satu senti dari wajah Naomi.
"Oh ya! kamu juga gak bisa melupakan aku. Itu berarti kamu terikat dengan masa lalu. Gilang!" Balas Naomi seakan menantang Dino bahwa dialah yang tidak bisa melupakan masa lalu. Naomi mendorong Dino dan memintanya untuk tidak menghalangi jalannya.
"Naomi, aku tidak pernah terikat masa lalu. Aku hanya mencintai wanita yang mengikatku dengan suatu janji dengannya saat aku masih kecil." Dino menghalangi Naomi. "Wanita itu kamu. Apa yang terjadi di kantorku tidak berarti untuk mu?" Dino menempatkan dirinya di depan Naomi yang mulai bergetar. Ia bersikap sombong di depan Dino.
"Kamu mau bilang itu hanya one night stand?"
"Dino, aku gak mau bahas lagi apapun soal hal itu." Balasnya.
"Kenapa, kamu takut kakakmu tahu apa yang kita lakukan. I know you still love me." Balas Dino mulai mendominasi. "Kamu harus tanggung jawab, kamu menarik ku dalam janji ini." Tambahnya mencoba mengingatkan Naomi namun wanita itu menolak. "Aku tidak mengingatnya." Balas Naomi.
"Disini, tempat kamu berdiri. Adalah tempat kamu meminta aku jadi pacarmu saat usiaku masih 9 tahun." Ucap Dino mengagetkan Naomi.
What! Aku meminta Dino menjadi pacarku saat itu.
Dino lalu menunjukkan bekas luka di telapak tangannya. "Kamu selalu tanya aku, bekas luka ini. Ini adalah bekas luka akibat melepas ikatan tali dengan menggunakan pecahan kaca. Kamu lupa waktu itu aku dan kamu kita sama-sama di culik. Kamu ikut diculik karena mencoba menyelamatkan aku. Saat itu, kamu yang mengobati lukaku." Katanya mulai mengingatkan Naomi.
"Lalu aku tanya, gimana caranya aku membalas semuanya. Kamu mengatakan aku pasti anak orang kaya dan meminta aku untuk menikah denganmu saat kita sudah besar." Dino mulai menangis.
"Kamu ingatkan? Sejak awal aku tahu kamu peri kecilku. Kamu ingatkan Naomi?" Ia lalu lalu tersenyum melihat Naomi hanya terdiam sambil menggeleng.
"Kamu memang cepat banget lupain aku. Setahun kemudian kita ketemu lagi sebelum aku pindah ke Jakarta, tapi kamu sudah lupa sama aku. Aku melihat kamu di buli sama anak-anak saat itu."
"Tunggu, kamu anak yang gendut waktu itu. Tanya Naomi. Dino aku di buli karena kamu."
"Iya, aku anak gendut itu."
Naomi menyadari jika dirinya dan Dino memang selalu bertemu, ini adalah takdir. Ia menyukai Dino saat lelaki itu membelanya ketika ia di buli akibat bekas luka itu. Sementara Dino menyukainya karena ia menyelamatkannya. "Kita pertama kali bertemu di Jembatan sebelum kamu diculik dan dibawa masuk ke dalam mobil. Lalu aku menyelinap masuk kebelakang mobil." Naomi ingat kalimat yang diucapkan Dino. Jembatan tempat ia menyelamatkan Dino. "Makasih ya kamu udah bantuin aku." Ucap Naomi. Ia meminta tolong Dino untuk naik dan menyelamatkan anak kucingnya. "Sama-sama, namaku Dino." Dino memperkenalkan diri lebih dulu. "Oh, Naomi."
itulah awal perkenalan mereka ketika sudah beranjak dewasa.
Nom! Panggilnya, ia menitihkan air matanya. "Aku sudah menyukaimu sejak dulu, sebelum kamu menyukaiku." Ucap Dino menempelkan dahinya ke dahi Naomi. "I love you, Naomi." kemudian mencium pipinya sambil menitihkan air mata dan hendak mencium bibir Naomi tapi dia mencegahnya.
"Dino, itu dulu. Sekarang kita udah dewasa." Naomi hendak pergi namun Dino memeluknya dengan erat dari belakang.
"Tapi, aku benar-benar mencintaimu Naomi." Ucapnya tak ingin kehilangan Naomi. "Tapi aku gak bisa dengan cepat berpindah ke lain hati, Nom. Aku gak bisa cinta ke wanita lain, Maafin aku Nom. Aku akan memperbaiki semuanya. Kasih aku kesempatan." Ucap Dino berjanji.
"Lepaskan aku, Dino." Naomi menghempaskan tangan Dino dan mendorongnya hingga jatuh. "Please, Dino! Let me go!" Ucap Naomi lalu berbalik arah. Naomi mengepalkan tangannya, ia harus menguatkan dirinya. Dino menangis sejadi-jadinya.
"Aaaaaaa!!!" Teriakan Naomi terdengar di telinga Dino. "Naomi!" Dino bergegas mencari Naomi. Ia berlari mencari setiap sudut mencari Naomi dengan tergesa-gesa. "Nom, where are you! Nomi!" Teriaknya.
"Dino!" Panggil Naomi, ia duduk dengan ketakutan di sudut gang yang buntu. Dino berlari mendekat pada Naomi. "Jangan kesini!" Cegah Naomi. Seseorang tiba-tiba melemparkan kayu berapi kearah mereka. Setelah melihat Api, Dino langsung terjatuh dan kepala pusing. Kenangan kebakaran itu semakin jelas bagi Dino.
"Naomi! Naomi!" Panggil Dino kecil sambil membawa sebuah mainan. Namun, Naomi acuh padanya karena sibuk bermain dengan boneka beruang itu. "Naomi, main sama aku dong!" Ucapnya lagi namun Naomi tetap tidak peduli padanya. Akhirnya Dino kesal dan merebut boneka beruang itu. "Balikin bonekanya!" Teriak Dino namun Naomi menolak hingga tidak sengaja dia mendorong nya. Dia terus memegangi sisi kanan kepalanya sambil menatap Naomi. "Anak itu memang aku." Ucapnya parau.
"Dino!" Teriak Naomi, ia kuatir dengan kondisi Dino tapi dia juga takut.
Aku harus kuat untuk Naomi, aku gak boleh takut.
Perlahan namun pasti, Dino melangkah mendekati Naomi. Dia memeluknya dan melindunginya. Tiba-tiba, seseorang melemparkan lagi kayu dengan api.
"Hi! Siapa itu! Teriak Dino. "Keluar kalau kamu berani! Jangan main kayak gini." Teriaknya lagi. Dari kejauhan beberapa orang dengan menggunakan motor datang mendekat.
"Hallo Dino Bratayudha!" Suara laki-laki yang tidak asing olehnya. Lelaki itu membuka helmnya dan melambaikan tangan kepada mereka berdua. "Hallo, adikku tercinta. Naomi Bratayudha. Dendam ku akan aku balasan kepada kalian." Ucapnya mengancam lalu berbalik meninggalkannya.
"Aska" Ucap Dino, Naomi masih sangat ketakutan.
Dino Bratayudha, gw akan membalas Lo! Pukulan yang Lo lakukan ke gw 7 tahun yang lalu. Secepatnya Dino!
Throwback 7 tahun yang lalu,
Dino menghajar Aska dan mengancamnya untuk jangan sekali-kali dia menyakiti Naomi. Dia bahkan memberikan Aska sejumlah uang untuk pergi dari Indonesia.
"Jauhi! Naomi!" Dino melemparkan cek itu ke tanah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments