Nino memutuskan untuk tinggal bersama dengan Naomi untuk sementara waktu sambil menyusun siasat menghancurkan Hendrik Bratayudha.
"Selamat malam, Bapak Hendrik Bratayudha yang terhormat. Masih ingat suara saya, Nino." Ucap Nino santai di telepon. "Sudah lupa, apa yang bapak lakukan pada saya dan kedua orang tua saya." Tambahnya lagi tertawa.
"Saya tidak kenal kamu." Hendrik menutup panggilan itu. Tidak! Ini bukan salahku! Ucapannya menangis dengan perasaan bersalah. "Dino, papa minta maaf."
Aku akan memberikanmu kejutan, Bapak Hendrik yang terhormat ketik Nino dalam pesan singkatnya.
Pesan ini membuat Hendrik paranoid, ia memerintahkan anak buahnya untuk melenyapkan Nino namun gagal. Terakhir kali, Dino justru datang dan menyelamatkan Nino. Dino juga mengenali orang- orang suruhan ayahnya.
"Nino, kamu gak papa?" Tanyanya.
"It's ok, tapi jangan menyesal menyelamatkanku." Balasnya membuat Dino bingung.
Teror dari Nino semakin menjadi-jadi. Tak hanya itu, Nino bahkan mengirimkan hadiah plat mobil yang digunakan Hendrik dulu padahal ia sudah membuangnya.
"Pa!" Teriak Dino memanggil ayahnya yang tidak sadarkan diri.
"Pak Hendrik!" Panggil yang lain.
"Singkirkan barang itu!" Perintah Dino dan langsung membawa ayahnya ke dokter. Hendrik dinyatakan terkena serangan jantung dan dalam kondisi kritis.
Ratih dan Dino yang mendengar hal itu sangat terpukul dengan kondisi Hendrik. Padahal sebelumnya, ia dalam kondisi yang baik.
"Tidak! Jangan tinggalkan aku Hen." Ucap Ratih.
"Ma, tenang. Dokter akan memberikan yang terbaik." Naomi berusaha memeluknya.
"Siapa yang disini bernama Ratih, Dino dan Naomi. Pasien sudah sadar dan ingin bertemu." Suster meminta mereka untuk segera masuk.
"Ratih" panggil Hendrik. "Maaf, papa membuat mama kuatir. Papa mau berbicara berdua dengan Dino."
"Papa harus sembuh." Ucapnya.
"Dino, papa minta maaf karena sudah menghancurkan kebahagiaanmu dulu. Papa punya alasan melakukannya. Maafkan papa, hiduplah bahagia dengan Naomi, kejar kebahagiaanmu. Papa merestui kalian, maafkan papa. Diruang kerja papa, ada sebuah kunci yang papa letakkan di laci, ambil dan bukalah kotak yang ada di brangkas papa." Ucapnya terbata-bata.
"Pa, Dino udah maafin papa. Aku yang salah pa." Kata Dino tak kuasa menahan kesedihan dan ketakutan akan kondisi Hendrik.
"Dino, ka..mu harus bahagia, maafin papa, papa sayang ka...mu... " Hendrik menutup matanya.
"Paaa.paaaa...."
Maaf Dino kamu harus membayar kesalahan yang papa buat. Maaf menghancurkan kebahagiaanmu demi keegoisan papa. Maafkan papa, nak.
Suasana rumah semakin sepi hanya tersisa kenangan bahagia Ratih bersama Hendrik. Dari mulai ia sekolah dan mengenal lelaki itu hingga menikah dan punya Milka dan Dino. Kini, semua terasa kosong dan hampa tanpa sosok Hendrik yang menemani. Sosok yang angkuh tapi penyabar, penyayang dan keras.
Semua benda di rumah adalah kesukaannya. Canda dan tawanya tergambar di setiap sudut rumah. "Hendrik, aku memilih tinggal bersama Dino." Ucap Ratih memeluk foto Hendrik sebelum menutup pintu rumah itu. Di sana hanya tersisa para pembantu dan penjaga yang ditugaskan merawat rumah sampai Ratih kembali.
"Nom, papa sudah merestui kita." Kata Dino membuat Naomi dan Ratih lega.
"Selamat kalian berhasil menaklukan hati mertuamu yang keras itu." Ledek Ratih pada mereka berdua.
"Dino, mama ingin menikmati perkebunan kita. Kita berhenti dulu di sana sebelum ke rumahmu." Pinta Ratih yang ingin mengenang moment saat Hendrik pertama kali melamarnya. Saat itu, Hendrik adalah anak magang di perkebunan dengan latar belakang yang tidak biasa. Bratayudha, keluarga konglomerat dan berdarah biru.
"Disini, awal mula semua kenangan indah kita. Mama berharap tempat ini juga menjadi kenangan indah kalian berdua kelak." Ucap Ratih diperlukan sang anak.
"Pasti ma, suatu saat kita kembali dengan Dino junior." Tambahnya.
"Hallo, Bu Sari? Ada apa? Ok saya akan segera ke sana." Ucap Dino panik. Ia menyampaikan jika ada trouble di perusahaan mereka di Jepang sehingga dia musti segera menyusul ke sana.
"Hallo Naomi, ini kak Nino. Ada yang perlu ku sampaikan. Penting tentang anak laki-laki yang membuatmu cacat." Pinta Nino yang disambut baik oleh Naomi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments