"Pa, aku mau minta izin untuk melangkah untuk membangun rumah tangga bersama dengan Naomi. Aku harap papa bisa merestui." Ucap Dino berlutut di depan Hendrik. Hendrik hendak menyentuh kepala Dino namun diurungkan, dia hanya bisa meneteskan air mata.
"Pa, maafin Dino. Dino gak bisa jadi anak yang papa harapkan." Tambahnya.
"Papa, cuman mau kamu bahagia Dino." Balas Hendrik. Hendrik langsung memeluknya erat. "Papa sayang kamu Dino, anak papa satu-satunya. Kamu harus bahagia. Maafin papa Dino." Ia semakin erat memeluk Dino. Dia tak ingin melepaskan anak lelakinya itu.
"Pa, Dino juga sayang sama papa." Dino memeluk Hendrik erat. "Papa selalu jadi Hero buat Dino dan akan jadi opa yang baik untuk anak aku nanti." Tambahnya.
"Jangan nangis Dino." Kata Hendrik.
Dino melangkah dengan gagah menggunakan pakaian adat Jawa menuju pelaminan tempatnya akan mempersunting Naomi. Tak lama setelahnya, Naomi masuk dengan memakai pakaian adat yang sama, sangat cantik dan anggun. Dino menitihkan air mata melihatnya. Hendrik, Sang Ayah yang mengantarkan Naomi.
"Pa, thanks you." Ucapnya.
Upacara yang sakral menjadi awal perjalanan kisah Dino dan Naomi. Mereka akhirnya menjadi pemenang karena cinta yang mereka miliki mampu melawan segalanya.
"Sah!" Ucapnya. Semua orang di sana bergembira. Adam, Reihan, Alvin, dan Shella ada di sana. Mereka, bersama-sama mendoakan yang terbaik untuk Dino dan Naomi. Dino memasangkan cincin itu di jari Naomi dan berjanji untuk melakukan yang terbaik sebagai suami dan juga kepala di rumah tangga.
5 Tahun berlalu,
Waktu berlalu begitu cepat, Dino dan Naomi menjalankan kehidupan rumah tangga dengan sangat baik. Naomi menjalankan sebuah studio ballet impiannya dengan dorongan dari Dino sang suami. Hubungannya dengan sang mertua juga mulai membaik, meskipun Hendrik masih sulit menerima Naomi. Tapi ia tetap bersabar hingga sang ayah mertua akan luluh padanya.
"Nomi, besok akan ada peresmian gedung. Kamu dampingi aku ya. Aku akan jemput kamu jam lima sore. Gimana?" Ucap Dino sambil memeluk Naomi dari belakang.
"Ok, Dino. Aku akan bersiap secantik mungkin untuk besok." Balasnya.
"Nomi, kayaknya kamu makin berat ya." Ucap Dino sambil menunjuk lemak di perut Naomi yang membuatnya kesal. "Kalau kesal tambah imut." Tambahnya.
"Nomi, aku lagi on the way ke rumah, kamu siap-siap ya." Ucapnya di telepon. Dino yang sedang menyetir, tidak sengaja menabrak seorang laki-laki, usianya sebaya dengan dia.
"Maaf Pak, saya tidak melihat." Ucapnya.
"Bapak! Bapak! Emang gw bapak Lo!" Bentaknya. Ia membawa tas dan surat keterangan bebas dari penjara. Lelaki itu lalu pergi dan tak mengindahkan Dino.
"Bapak, Ibu, Aku sudah bebas. Waktunya aku mencari adik, Naomi. Dimana pun dia aku pasti akan menemukannya." Ucap lelaki itu.
"Lo! Tunggu! Lelaki itu berbalik menghampiri Dino. "Gw perlu uang! Cepat! Nama gw, Nino!"
Nino memaksa Dino, kedua tangannya dipenuhi tato.
"Ok, segini cukup?" Tanya Dino sembaring menawarkan uang cash sebesar 5 juta rupiah.
"Ok, semoga kita gak bertemu lagi." Bentak Nino pada Dino. "Ok." Balas Dino.
Di Panti Asuhan,
"Oma Murni!" Panggil Nino.
Mendengarnya, Oma Murni tidak langsung bereaksi, dia mendekat dan bertanya siapakah kamu?
"Oma, ini aku Nino. Kakaknya Naomi." Nino langsung memeluk Oma Murni, orang yang telah membantunya menjaga Naomi lebih dari 20 tahun. "Kamu sehat nak, maaf Oma tidak pernah menjenguk mu."
"Oma tidak apa-apa, aku yang minta Oma jangan datang. Oma dimana Naomi, seharusnya hari ini ulang tahunnya yang ke 29 tahun. Aku sudah tidak sabar melihatnya." Ucap Nino antusias.
"Nino, Oma tanya dulu. Berapa umurmu sekarang? 40 tahun?"
"Oma umur Nino sudah 42 tahun."
"Kamu sudah sangat dewasa nak." Oma memeluknya lagi menyadari waktu begitu cepat berlalu.
"Oma, dimana Naomi. Saat aku pergi dia baru berumur 5 tahun." Namun Oma terdiam Naomi tak lagi tinggal disini, ia sudah berkeluarga ungkapnya kuatir.
"Menikah dimana alamatnya?" Tanyanya spontan namun Oma tak ingin memberitahunya dan memohon pada Nino agar tidak menganggu kehidupan Naomi dan keluarganya. Tidak! Aku adalah kakaknya dan aku merindukannya. Aku akan menemui adikku. Nino memaksa hingga akhirnya dia mendapatkan alamat itu dari salah satu pembantu di rumah itu. Orang yang juga membenci Dino.
"Adik, kita akan segera bertemu. Adik ternyata kamu sekarang sudah menjadi orang kaya. Kakak bangga sama kamu." Ucap Nino berdiri di depan pintu keluarga Bratayudha sementara Naomi dan Dino tidak tinggal di sana. Mereka tinggal disebuah perkebunan Strawberry untuk hidup mereka yang sederhana.
"Apakah ada Naomi?" Tanya Nino.
"Den Dino dan Non Naomi tidak tinggal disini!" Tanya salah satu penjaga di sana.
"Tapi saya kakaknya.." Balas Nino.
"Jangan ngaku-ngaku kamu kakaknya." Satpam itu menutup pintu.
"Naomi, kamu tinggal dimana? Kakak sangat ingin bertemu denganmu." Ungkap Nino memeluk foto adiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments