"Dino!" Panggil Hendrik, ia datang bersama Tessa. Seorang wanita cantik, berparas cantik dengan rambut hitam lebat. Wanita dari kalangan yang sepadan dengan Dino dan keluarga Bratayudha.
"Tessa!" Sapa Dino. "Kapan kamu sampai di Indonesia?" Tanyanya.
"Tessa datang ke Indonesia, untuk acara pernikahan kalian Dino. Apa kamu lupa?" Tembak Hendrik membuat Naomi dan Dino kaget. Dino bahkan tak tahu tentang ini semua. "Pa, aku gak akan menikah dengan Tessa."
"Kamu lupa point ke tiga yang papa kasih ke kamu?" Dino terdiam mendengarnya, ia ingat point ke tiga yang tidak pernah diucapkan ayahnya. Tiga permohonan yang harus dia lakukan agar Hendrik mau menyetujui pendonoran mata Milka ke Naomi.
"Naomi, kamu hanyalah masa lalu anakku." Ucap Hendrik. Dino mulai melepaskan tangan Naomi. Ia tetap terdiam seakan membenarkan semua yang terjadi.
"Din, ini gak benar kan?" Hatinya baru saja sembuh namun Dino memberikan dia luka yang lebih dalam lagi. "Dino jawab jangan diam aja!" Naomi terus mendesak dan Dino hanya diam. "Aku benci kamu, Dino. Aku gak akan memaafkan mu."
Nomi, maaf... Ada janji yang harus aku tepati agar kamu tetap bisa melihat dunia.
Dino pasrah dengan keadaan ini, kesempatan untuk bersama dengan Naomi mungkin tidak akan pernah ada lagi dalam hidupnya. Tessa mengandeng tanga Dino dan berjalan memasuki gedung milik keluarga Bratayudha.
Naomi, kamu gak boleh lemah. Kamu gadis yang kuat!
Hingar binar lampu menyilaukan mata berputar - putar diiringi suara music elektro bergema memenuhi ruangan yang ramai dengan orang-orang yang sedang berdansa bersama.
Naomi duduk sendirian sambil menitihkan air matanya. Setelah dua tahun akhirnya dia menangis kembali untuk orang yang dengan sengaja meninggalkannya begitu saja setelah semua yang telah diberikan kepadanya.
"Dino, kenapa kamu musti muncul lagi dihadapan ku, apakah kini kamu ingin balas dendam karena aku sudah pernah mengkhianati mu?"
"Hi! cewek, cantik-cantik kok sendirian!" Seorang laki-laki datang menghampirinya dan ingin menyentuhnya. Ia mencoba merayu Naomi yang sudah mabuk dengan minuman.
"Aku temani ya!" Ucap laki-laki itu membuat Naomi tidak nyaman.
"Auuuu!" Teriak lelaki itu, dia terjatuh tatkala seseorang memukulnya dengan cukup kencang.
"Naomi, apa yang kamu lakukan disini!" Teriak Dino.
Dino menarik naomi keluar dari kafe, "Kamu ngapain disitu?" Naomi terus menolak dan ingin sekali menjauh darinya.
Sejak kapan kamu suka datang ke tempat seperti ini dan sejak kapan kamu minum minuman itu?" Tanya Dino marah dan kecewa. Namun Naomi tak mengindahkannya.
"Naomi!"
Naomi terus berjalan menuju seorang penjual kaki lima dan membeli rokok dari penjual itu, dan mencoba menyalakannya. Dino langsung mencegahnya dan membuang rokok itu dan memutar badan Naomi ke arahnya.
"Naomi, kamu kenapa sih jadi kayak gini?" Naomi mendorong Dino.
"Aku begini karena kamu. Aku sangat mencintai kamu. Aku lakukan semua untuk kamu. Berubah untuk kamu." Naomi lalu menarik kerah baju Dino. " Tapi, aku salah karena pernah mengkhianati mu dan yang lebih bodohnya untuk mempertahankan mu aku berubah menjadi jahat, pencemburu, aku bukannya membuatmu bersamaku tapi aku membuatmu membenciku, aku menarik mu tapi kenyataannya aku selalu mendorongmu menjauh dariku, membuatmu tidak nyaman. Tidak heran kalau kamu mau balas dendam." Dia lalu memeluk Dino sambil tertawa.
"Kali ini balas dendam mu berhasil, aku sakit sangat sakit." Ia menangis diperlukan Dino sambil terus meminta maaf pada lelaki itu. Namun Dino tidak membalasnya.
"I love you, Nom!" Ucap Dino namun Naomi menamparnya dan pingsan di pelukannya.
Dino sampai di depan rumah susun Naomi, dan mengendong Naomi ke kamarnya. Tetangganya pun langsung mengomentari Naomi dan mengenali Dino sebagai mantan pacarnya Naomi.
Dia menidurkan Naomi dan membersihkan tubuhnya dengan handuk hangat yang diberikan Oma Astrid. Dino mengelus rambut Naomi, "Bukan hanya kamu yang salah, aku juga egois Naomi. Milka benar, aku mencoba membuatmu membayar penghianatan kamu namun sebenarnya aku takut kau memilih dia dibandingkan aku."
Dino lalu mengelap tangan Naomi, "Naomi, kamu tahu apa yang dikatakan milka setelah kamu mengantarkan surat cinta padaku dulu?"
"Kak, cewek di depan itu Kak Naomi ya, aku sangat menyukainya. Ini, suratnya ayo baca, ayo" Gitu katanya Naomi.
Dia pun meraba luka Naomi dan mulai menitihkan air matanya. "Banyak hal yang sebenarnya tidak kamu ingat tentang kita Nomi."
"Naomi. Dua tahun yang lalu, aku meninggalkanmu bukan karena aku tidak mencintaimu, aku pergi karena aku mau kamu jadi diri kamu sendiri lepas dari ayah aku. Aku mau melindungi kamu." Dino mencium tangan Naomi.
2 Tahun yang lalu,
"Naomi, pergi sekarang juga. Kamu dengar ya aku tidak lagi mencintaimu!" Ucap Dino mengusir Naomi pergi setelah membuat kekacauan dengan berantem dengan Santi. Mereka berdua berantem saat ingin menaiki kuda.
Dino membuka buku diary Naomi yang diberikan Gilang padanya. Ia mulai membaca halaman pertama berisi hal - hal yang disukai oleh dirinya. Namun, dihalaman selanjutnya tertulis, bedanya aku dan Shella.
Naomi membuat list perbedaan dirinya dengan adik Reihan itu. Shella: pinter, suka sama baseball dan bisa main tennis olah raga kesukaan Dino, fashionable, suka baca, bisa main alat musik gitar, bisa berkuda. Semua ini digaris bawahi dengan pulpen merah. Di halaman selanjutnya, dia menuliskan semua moment nya dengan Dino.
Aku harus bisa berkuda seperti Dino dan Shella.
"Milka, kamu benar. Dia berusaha keras untuk ini" Dino semakin sedih melihatnya. Dia tahu Naomi alergi dengan bulu hewan. Dino ingat milka memberitahunya namun dia tidak mendengarkannya.
Tak lama, Milka masuk dengan menggunakan topi di rambutnya.
"Kak, kenapa sih kakak marah?" Milka membela Naomi.
"Kamu gak tahu apa-apa Milka. Kakak lakuin itu untuk dia sendiri." Belanya.
"Ia, cuman mau ngelakuin apa yang disukai keluarga kita, berkuda!" Ucap Milka.
"Milka! Cukup. Aku gak suka itu Milka, dia gak perlu melakukan itu, dia gak perlu menyakiti dirinya sendiri, liat tadi dia hampir jatuh dari kuda, sekarang lebih baik kamu keluar." Dino mengusir adiknya untuk pertama kali dengan kasar.
Sebenarnya, ia melihat reaksi alergi Naomi sudah mulai muncul. Ia terus bersin-bersin. Oleh karena itu dia meminta Naomi berhenti tapi wanita itu tidak mau berhenti. Dino, gak ingin Naomi menyakiti tubuhnya sendiri.
*****
"Apa yang harus aku lakukan Naomi?" Dino terdiam di samping Naomi sambil merebahkan kepalanya. "Aku punya janji sama papa. Pertama: Aku harus menjauh dari kamu, Kedua: Aku harus menjalankan perusahaan, Ketiga: Aku harus menikahi Tessa. Tapi aku baru tahu yang ketiga hari ini." Ucapnya menangis sambil meraba wajah Naomi.
"Aku rindu kamu, Naomi. Will you marry me?" Ucapnya kepada Naomi yang sedang tidur pulas. Tak tahan dengan air matanya dan takut membangunkan Naomi, dia memilih untuk pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments