Entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan Nino. Pertemuanku dengannya di jalan tadi dan mengapa dia harus membohongi Naomi tentang statusnya. Belakangan ini mengapa aku terus menerus teringat mimpi buruk itu.
"Kak, aku dan Dino. Kami tinggal di perkebunan, aku yakin kakak akan suka di sana." Naomi memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana.
"Ok, apapun yang membuat kamu bahagia Naomi. Kakak akan mendukungmu." Ungkap Nino memanjakan Naomi.
"Dino, terima kasih karena kamu sudah memberikan kehidupan yang layak untuk Naomi. Dulu, keluarga kami hidup bahagia. sebelum laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu menabrak mobil kedua orang tuaku. Dia lari begitu saja. Dia membayar orang lain untuk mengakui kejahatannya." Ucapnya.
"Itukah yang membuatmu di penjara?" Tanya Dino.
"Bukan, aku dipenjara karena aku di fitnah. Tapi aku tak ingin membahasnya lagi." Nino menutup pembicaraan itu dan kembali ke kamarnya.
New York City,
"Ma...ma... ma... Tolong ma.." Teriak Dino kecil. Ia terduduk sambil menangis. Didekatnya tergeletak boneka beruang miliknya. Dino terus menangis, dia terus menunjuk kearah anak kecil di depannya. Ia sudah tergeletak, penuh darah. "Ma... ma..."
"Dino! Kamu ada yang luka nak." Ranti berteriak minta tolong. Api semakin membesar sementara anak itu masih terjebak. Ia berlari sambil mengendong Dini keluar. "Nak, kamu tunggu disini. Mama akan masuk selamatkan temanmu ya." Ucapnya Dino tetap saja menangis.
"Nak, bangun nak." Panggil Ratih dan tangannya tiba-tiba penuh dengan darah. " Tidak!!!!" teriaknya membuat Hendrik terbangun.
"Pa, mama mimpi buruk. Mimpi kejadian itu lagi."
"Ma, itu udah berlalu. Dino gak mungkin ingat, lokasinya juga sudah berubah. Tenang ma." Ucap Hendrik mencoba menenangkan Ratih.
"Mama mau telepon Dino pa. Mama mau pulang ke Indonesia secepatnya." Hati Ratih sangat gusar, ia tahu firasat buruk tentang anaknya. Ia tidak ingin terjadi apapun dengan Dino.
Sementara itu, keadaan di Panti semakin membaik. Dino sebagai donatur sangat memperhatikan keadaan panti. Terlebih lagi, lokasi panti yang dekat dengan perkebunan milik keluarganya. Banyak anak panti yang bekerja di perkebunan. Setelah, kepergiaan Oma 3 tahun yang lalu, ia mewariskan seluruh kekayaannya pada Dino satu-satunya cucu yang tersisa. Kadang, Stephani anak Reihan juga datang dan bermain di sana bersama anak-anak panti. Nino memilih untuk mengabdikan dirinya untuk panti dan Oma Murni. Selama di Panti, ia ditugaskan untuk membantu Bi Menur.
"Bi, Nino mau berencana mengunjungi Dino. Kira-kira bibi tahu makanan kesukaannya?" Tanyanya lagi.
"Buat apa tahu seleranya, dia adalah orang yang telah membuat Naomi cacat seumur hidupnya." lontarnya tak sadar mengucapkannya di depan Nino.
"Menur!" Tegur Oma Murni keras. "Bisa-bisanya kamu memfitnah Dino." Ia buru-buru membela Dino di depan Nino, Oma Murni takut jika ia akan menghajar Dino yang akan menghancurkan kebahagiaan Naomi.
"Tunggu Oma Nino gak salah dengar, aku dengar dengan jelas. Dino yang menyebabkan Naomi cacat?" Tegasnya.
"Bukan Nino. Bukan Dino." Oma Murni coba untuk menenangkan Nino yang sudah kalut.
"Kenapa bisa oma membiarkan Naomi bersama dengan laki-laki itu. Sekarang, Oma cerita atau aku akan menghajar dia." Ancam Nino yang sudah emosi.
"Nak, Dino adalah pilihan terbaik untuk Naomi." Ucap Oma Murni masih menutupi semuanya.
"Dino adalah anak kecil yang menyebabkan kebakaran di panti ketika Naomi berumur 5 tahun." Celetuk Bi Menur memperkeruh suasana. " Menur" Tangan Oma Murni mendarat di pipinya. "Dasar tidak bersyukur, anak kamu bisa sekolah karena Dino tahu kamu. Apapun yang dia lakukan, Naomi sekarang bahagia bersamanya." Oma Murni sangat marah dan kecewa.
"Tidak, aku akan membalasnya!" Ucap Nino segera pergi menemui Dino. Dalam keadaan yang emosi setelah mengetahui rahasia ini, ia mendapatkan kejutan yang tak pernah ia harapkan. Musuh terbesar dalam hidupnya, Hendrik Bratayudha, seorang lelaki pengecut yang menjebloskannya ke penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik sekaligus orang yang membuatnya menjadi seorang yatim piatu.
"Apa Dino adalah anak Hendrik Bratayudha dan Naomi adalah menantunya." Ucapnya tak percaya melihat kedekatan Naomi dengan Ratih istri musuhnya. Musuh keluarganya, penghancur keluarganya. Harga dirinya hancur setelah melihat senyum Naomi di berikan pada orang yang kejam dan membuatnya terpisah dari sang kakak selama lebih dari 20 tahun, hidup di panti asuhan sendirian.
"Bratayudha! Aku akan membalaskan dendam ku! Aku tidak akan pernah membiarkan Naomi hidup dalam keluarga kalian."
"Kakak!" Panggil Naomi. Hendrik berpaling dan kaget melihat Nino ada disini. Apa yang dilakukan berandalan itu!
"Aku, Nino kakaknya Naomi." Ia berdiri disebelah Naomi dan Dino, memberikan tangannya sebagai umpan pada musuh terbesarnya.
"Saya, Hendrik Bratayudha!"
Long time no see, Hendrik Bratayudha. Sudah saatnya kau hancur!
"Senang bertemu dengan anda." Ucap Nino tersenyum sinis. Sementara Hendrik menatap anaknya.
Tidak apa yang ku takutkan tidak mungkin terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments