Ocehan Rosaline

Di dalam sana, nampak Bu Aminah dan Alzam yang sudah lebih dulu sampai. Rupanya, bagian dalam cukup terawat dan bagus, serta dilengkapi dengan pendingin udara atau AC. Banyak etalase yang menyimpan berbagai model gaun pengantin kekinian, dari mulai baju pengantin adat tradisional Indonesia, hingga gaun pengantin universal modern pun ada di sini, dengan model dan gaya terbaru.

“Assalamu’alaikum,” sapa Olivia.

“Waalaikumsalam. Eh, Nak Oliv sudah sampai,” sahut Bu Aminah.

Dia menyambut kedatangan calon menantunya itu dengan senyum yang begitu ramah, akan tetapi saat melihat sosok yang menyusul di belakang, tiba-tiba lengkung bibir Bu Aminah sedikit turun. Hal ini di sadari oleh Olivia, dan membuat gadis itu menoleh ke belakang.

Dia hanya bisa menghela nafas berat saat ibunya sendiri telah memutuskan ikut turun dan melihat ke dalam.

Dia kembali menoleh ke arah calon mertuanya, dan mencoba tersenyum semanis mungkin.

“Mamah bilang mau ikut lihat fitting baju pengantinnya, Bu. Nggak papa kan?” tanya Olivia.

“Tentu aja nggak papa. Malah bagus. Jadi, Mamahnya Nak Oliv bisa ikut kasih masukan,” ucap Ibu Aminah.

“Terimakasih, Bu,” sahut Olivia.

Dia kemudian melempar pandanga pada sang calon suaminya. Namun ternyata, sikap Alzam masih tetap sama, meski kini mereka hampir menikah.

Tenang, Oliv. Setelah lu nikah ama dia, pasti lama-lama lu juga bisa dapetin dia, batin Olivia meyakinkan diri sendiri.

Si pemilik tempat rias pengantin itu pun muncul, dan mempersilakan semua tamunya untuk duduk. Namun, Mamah Ros dengan tingkah menyebalkannya, mengambil beberapa lembar tisu dari dalam tasnya, dan menggelar lembar demi lembar di atas tempat duduk berbahan kayu jati, seolah tak mau bersentuhan langsung dengan benda-benda di sana.

Olivia sampai harus memberi penjelasan yang dia buat sendiri, agar si pemilik tempat tersebut tidak tersinggung dengan tingkah ibunya.

“Maaf, ibu saya fobia kotor. Kalo ada debu sedikit aja, harus ngabisin sabun satu botol baru dikira udah bersih,” ucap Olivia.

Dia melirik kesal ke arah sang ibu, yang sejak tadi terus mengedarkan pandangan dengan ekspresi jijik. Keningnya bahkan terus berkerut dan tak menyimak apa yang dikatakan oleh si pemilik tempat.

Hingga akhirnya, tiba saat mereka hendak memilih gaun yang ada di dalam sebuah etalase di ruangan tersebut.

Nampak Olivia dan Bu Aminah berdiri dan mencoba mencari baju pengantin yang bagus, yang tidak terlalu mencolok tapi tetap terlihat elegan. Alzam tetap duduk diam, karena sejatinya dia tak tertarik dengan agenda ini.

Tiba-tiba, Mamah Ros yang sedari tadi sibuk mengedarkan matanya ke sekeliling, angkat bicara.

“Ehm... Maaf nih ya, Jeng. Di sini ada rancangan Didi Budiarjo, Sebastian Gunawan atau Biyan Wanaatmadja, nggak sih?” tanya Mamah Ros ke pada pemilik tempat tersebut.

Rosaline sengaja menyebutkan deretan desainer baju pengantin terkenal tanah air, yang namanya telah mendunia, untuk mengejek tempat yang saat ini sedang mereka datangi.

“Mah,” panggil Olivia meminta ibunya untuk berhenti berulah.

“Kenapa? Mamah cuma tanya aja,” sahut Mamah Ros.

Olivia hanya memutar bola matanya kesal, karena jengah melihat kelakuan mamahnya.

“Siapa itu, Nak?” tanya Bu Aminah.

“Ehm, mereka perancang busana pengantin terkenal, Bu,” jawab Olivia ragu.

“Tunggu sebentar. Sepertinya ada satu yang mirip,” ucap si pemilik tempat.

Dia kemudian menuju ke sebuah etalase, yang hanya berisikan sekitar tiga atau empat gaun saja. Masing-masing gaun terlihat masih rapi dan terbungkus plastik tebal.

Dia mengambil satu yang berwarna putih tulang, dan membawanya kepada Olivia.

“Bagaimana dengan ini?” tanya si pemilik tempat rias pengantin.

“Hahhaha... cuma ada yang KW. Modelnya juga jelek banget. Benar-benar tidak berkualitas,” seloroh Mamah Ros.

Si pemilik tampak tak suka dengan perkataan ibu dari calon mempelai wanita itu. Olivia pun dibuat tak nyaman dengan setiap kata yang keluar dari mulut ibunya.

Dia sampai tersenyum canggung ke arah pemilik tersebut.

“Bisa saya permisi sebentar?” pamit Olivia.

Gadis itu kemudian berjalan ke arah ibunya. Dia lalu menarik lengan Mamah Ros dan membawanya keluar dari tempat tersebut.

Saat sudah sampai di dekat mobil mereka, Olivia melepaskan pegangan tangannya terhadap sang bunda.

“Oliv, kenapa kamu tarik-tarik lengan mamah sih?” keluh Mamah Ros.

“Mah! Mamah sadar nggak sih apa yang udah Mamah lakuin? Mamah udah bikin malu Bu Aminah sama Mas Al tahu nggak? Kalau Mas Al sampe batal nikahin aku gimana?” ucap Olivia.

“Ya bagus dong. Justru itu yang mamah mau. Mamah sampe sekarang masih belum sudi kalo kamu nikah sama pemuda miskin itu, Liv,” jawab Mamah Ros.

“Mamah kok gitu sih? Papah aja setuju dan nggak masalahin status Mas Al. Pokoknya, Mamah nggak boleh sampe bikin pernikahan aku sama Mas Al jadi berantakan. Titik,” seru Olivia.

Gadis itu kemudian kembali masuk ke dalam, dan melanjutkan sesi fitting bajunya. Meski awalnya agenda tersebut sempat membuat emosi orang naik, akibat ocehan Mamah Ros, tapi setelah wanita itu ditarik keluar oleh putrinya sendiri, kini Mamah Ros hanya diam dengan wajah yang tertekuk.

Saat Olivia sedang berada di ruang ganti bersama dengan si pemilik tempat rias pengantin, gadis itu kembali merasa pusing, akibat efek dari mabuknya semalam.

Dia sampai berkeringat dingin, karena perutnya pun mulai bereaksi, ditambah tadi pagi dia tidak sempat sarapan karena bangun pun sudah kesiangan.

“Mbak Oliv nggak papa?” tanya si pemilik rias pengantin.

“Nggak papa kok, Tante. Oliv baik-baik aja,” jawab Olivia.

Dia berusaha menahannya, hingga agenda hari ini bersama sang calon suami selesai.

Lu bisa, Liv. Lu bisa, gumam Olivia dalam hati.

Selesai memakai gaun pilihannya, Olivia pun dibantu oleh si pemilik tempat rias untuk keluar, dan memperlihatkannya kepada semua orang.

Bu Aminah langsung berdiri dan menghampiri calon menantunya itu, dan memuji kecantikannya yang semakin terpancar saat mengenakan gaun pengantin tersebut.

“Zam, calon istrimu cantik sekali,” ucap Bu Aminah.

Olivia tersipu malu hingga tertunduk. Ekor matanya melirik ke arah Alzam, akan tetapi pemuda itu terlihat tak begitu tertarik.

Ekspresinya tetap saja datar, dan membuat senyum malu Olivia menghilang.

“Kamu suka, Nak?” tanya Bu Aminah.

“Suka bu. Kita pilih yang ini saja,” ucap Olivia.

“Ya sudah. Mbak, tolong disimpan untuk acara hari H ya,” seru Bu Aminah.

“Iya, Bu. Tenang saja. Saya pasti simpan kan. Dua minggu lagi kan?” tanya si pemilik.

“Betul sekali,” sahut Bu Aminah.

“Sudah bisa dilepas tidak?” tanya Olivia.

Gadis itu nampak sudah tak kuat. Keringatnya bahkan sudah mulai keluar dari pelipisnya. Meski ruangan tersebut ber-AC, namun keringat semakin deras membasahi punggung sang calon pengantin.

Si pemilik tempat rias pengantin pun kembali menuntun Olivia masuk ke dalam ruang ganti, dan membantunya melepas gaun pengantin yang dicobanya.

Setelah selesai, Olivia keluar dan bermaksud untuk pamit kepada Bu Aminah dan juga Alzam. Akan tetapi, baru beberapa langkah keluar dari ruang ganti, kepalanya terasa berputar, dan perutnya semakin bergejolak.

HOEK!

.

.

.

.

Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.

terimakasih 😁

Terpopuler

Comments

afrena

afrena

aduh tar disangka hamil lgi. padahal abis mabok. bok ya jgn dugem mulu lah oliv klu mau dg alzam

2022-11-21

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

salahpaham lagi kyknya dikira olivia hamil pdhl sisa2 habis mabuk

2022-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 Gadis bernama Olivia
2 Rival
3 Mengadu
4 Curhat
5 Tamu
6 Mengantar
7 Jangan datang lagi!
8 Tempat uji iman
9 Situasi tak terduga
10 Jebakan
11 Mencarinya
12 Kabar dari Leon
13 Tamparan
14 Memohon petunjuk
15 Maaf
16 Bertamu
17 Niatan
18 Lamaran
19 Fitting
20 Ocehan Rosaline
21 Pemeriksaan
22 Merenung
23 Hari H
24 Pernikahan
25 Pelaminan
26 Rumah baru
27 Obrolan dengan mertua
28 Sholat malam
29 Getaran
30 Orang asing
31 Aku ikut yah?
32 Ikut ke kedai
33 Memperhatikan
34 Kesal
35 Mengobati
36 Perhatian kecil
37 Makasih, suamiku
38 Kamu hantunya
39 Gadis Awam
40 Makan malam kaki lima
41 Kata-kata Mamah Ros
42 Rencana Mamah Ros
43 Sang tamu
44 Amarah
45 Manis atau Asin
46 Perhatian kecil lainnya
47 Pagi yang panas
48 Jama'ah pertama
49 Seseorang yang menunggu
50 Diskusi
51 Datang jauh-jauh
52 Maafkan aku, Mas
53 Sebuah lamaran
54 Bincang malam
55 Keributan di Kampus
56 Chat unfaedah
57 Aku ingin pindah
58 Minta ijin
59 Melihat rumah
60 Rumah baru
61 Lebih seksi dari ini
62 What?!
63 Masak
64 Panggilan tak terjawab
65 Ketiduran
66 Kantong plastik
67 Mengikuti kajian
68 Antusiasme
69 Partner
70 Prasangka
71 Apa aku boleh...
72 Kesal
73 Kesepakatan
74 Seorang pengunjung
75 Panik
76 Bertaruh dengan takdir
77 Kesabaran
78 Pesan pernikahan
79 Rentetan pertanyaan
80 Gaun haram
81 Transformasi
82 Aku nggak marah
83 Dokter Leonke
84 Penguntit
85 Kedatangan Papah Abi
86 Nasi goreng
87 Hidangan penutup
88 Rujak vs Salad
89 Tangan kasar
90 Sambutan Mamah Ros
91 Mendinginkan hati
92 Narasumbernya ketemu
93 Seseorang yang terus membayangi
94 Pengajian untuk Leon
95 Gamis biru muda
96 Kajian di rumah mertua
97 Istri macam apa?
98 Ilmu ikhlas
99 Seorang pelanggan kedai
100 Menolak jabat tangan
101 Masalah di antara mereka
102 Mengungkapkan
103 Maaf
104 Cerita pahit
105 Melepas beban
106 Membantu mertua
107 Suami limited edition
108 Pengin
109 Kehebohan pagi hari
110 Cek lab
111 What the F**k!
112 Tumpahan kopi
113 Mobil bergoyang
114 Menyergap
115 Pengacara
116 Kedatangan Keluarga Leon
117 Dua garis
118 Kekhawatiran Mamah Ros
119 Memberi tahu Papah Mamah
120 Berusaha semaksimal mungkin
121 Vonis
122 Pemeriksaan rutin
123 Kegundahan Leon
124 Aku mau taarufan
125 Datang bersua
126 Datang memenuhi undangan
127 Tantangan
128 Setuju nggak sih?
129 Pernikahan siapa?
130 Berhasil
131 Pernikahan
132 Happy ending
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Gadis bernama Olivia
2
Rival
3
Mengadu
4
Curhat
5
Tamu
6
Mengantar
7
Jangan datang lagi!
8
Tempat uji iman
9
Situasi tak terduga
10
Jebakan
11
Mencarinya
12
Kabar dari Leon
13
Tamparan
14
Memohon petunjuk
15
Maaf
16
Bertamu
17
Niatan
18
Lamaran
19
Fitting
20
Ocehan Rosaline
21
Pemeriksaan
22
Merenung
23
Hari H
24
Pernikahan
25
Pelaminan
26
Rumah baru
27
Obrolan dengan mertua
28
Sholat malam
29
Getaran
30
Orang asing
31
Aku ikut yah?
32
Ikut ke kedai
33
Memperhatikan
34
Kesal
35
Mengobati
36
Perhatian kecil
37
Makasih, suamiku
38
Kamu hantunya
39
Gadis Awam
40
Makan malam kaki lima
41
Kata-kata Mamah Ros
42
Rencana Mamah Ros
43
Sang tamu
44
Amarah
45
Manis atau Asin
46
Perhatian kecil lainnya
47
Pagi yang panas
48
Jama'ah pertama
49
Seseorang yang menunggu
50
Diskusi
51
Datang jauh-jauh
52
Maafkan aku, Mas
53
Sebuah lamaran
54
Bincang malam
55
Keributan di Kampus
56
Chat unfaedah
57
Aku ingin pindah
58
Minta ijin
59
Melihat rumah
60
Rumah baru
61
Lebih seksi dari ini
62
What?!
63
Masak
64
Panggilan tak terjawab
65
Ketiduran
66
Kantong plastik
67
Mengikuti kajian
68
Antusiasme
69
Partner
70
Prasangka
71
Apa aku boleh...
72
Kesal
73
Kesepakatan
74
Seorang pengunjung
75
Panik
76
Bertaruh dengan takdir
77
Kesabaran
78
Pesan pernikahan
79
Rentetan pertanyaan
80
Gaun haram
81
Transformasi
82
Aku nggak marah
83
Dokter Leonke
84
Penguntit
85
Kedatangan Papah Abi
86
Nasi goreng
87
Hidangan penutup
88
Rujak vs Salad
89
Tangan kasar
90
Sambutan Mamah Ros
91
Mendinginkan hati
92
Narasumbernya ketemu
93
Seseorang yang terus membayangi
94
Pengajian untuk Leon
95
Gamis biru muda
96
Kajian di rumah mertua
97
Istri macam apa?
98
Ilmu ikhlas
99
Seorang pelanggan kedai
100
Menolak jabat tangan
101
Masalah di antara mereka
102
Mengungkapkan
103
Maaf
104
Cerita pahit
105
Melepas beban
106
Membantu mertua
107
Suami limited edition
108
Pengin
109
Kehebohan pagi hari
110
Cek lab
111
What the F**k!
112
Tumpahan kopi
113
Mobil bergoyang
114
Menyergap
115
Pengacara
116
Kedatangan Keluarga Leon
117
Dua garis
118
Kekhawatiran Mamah Ros
119
Memberi tahu Papah Mamah
120
Berusaha semaksimal mungkin
121
Vonis
122
Pemeriksaan rutin
123
Kegundahan Leon
124
Aku mau taarufan
125
Datang bersua
126
Datang memenuhi undangan
127
Tantangan
128
Setuju nggak sih?
129
Pernikahan siapa?
130
Berhasil
131
Pernikahan
132
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!