Lamaran

Beberapa hari berlalu sejak kedatangan Alzam dan ibunya ke rumah orang tua Olivia. Hari ini, pemuda itu dan keluarganya bermaksud untuk datang dan melamar sang gadis secara resmi.

Meski Rosaline tidak setuju dengan pernikahan ini, akan tetapi dia tetap harus menuruti perkataan suaminya.

Dia pun mau tak mau mengikuti acara lamaran tersebut, meski dengan wajah yang masam, dan malas melihat kedatangan tamu-tamunya.

Acara lamaran berjalan sangat sederhana. Dari pihak Olivia, Tuan Abimana tidak mengundang banyak orang, mengingat pernikahan ini atas dasar kesalahan yang diakibatkan oleh ulah sang putri. Hanya ada Leon, sahabat Olivia yang sengaja datang ingin melihat bagaimana bahagianya sang sahabat, karena akhirnya berhasil mendapatkan pemuda incarannya.

Sedangkan Alzam hanya membawa beberapa orang, termasuk kedua adiknya dan beberapa tetangga untuk membawakan hantaran. Dengan sebuah cincin berkualitas rendah sebagai tanda pengikat di jari manis Olivia, Alzam pun resmi melamar gadis tersebut.

Malam ini, Olivia mengenakan kebaya merah menyala yang sengaja ia siapkan untuk acara tersebut. Sedangkan Alzam, pemuda itu terlihat seperti biasa. Hanya mengenakan kemeja dan juga celana bahan gelap.

Meskipun sangat sederhana, gadis itu terlihat sangat senang, dan terus mengumbar senyumnya. Kedatanga Ina dan juga Zahra, adik Alzam, membuat Olivia semakin senang.

Namun, ada satu orang yang membuat Olivia sedikit kesal, dan berusaha membuat orang tersebut melihat bahwa sekarang Alzam telah menjadi miliknya.

Ya, dialah Nurul, sahabat baik Alzam yang menurut Olivia adalah rival cintanya. Sedangkan Nurul, dia terlihat santai-santai saja dan tak terganggu dengan hal tersebut.

Guru cantik itu justru ikut bahagia, melihat sang sahabat akhirnya bisa mendapatkan seorang pendamping hidup.

Dari salah satu sudut ruang tamu keluarga Abimana, seorang pemuda yang sedari tadi terus memperhatikan setiap proses lamaran itu, tampak terpana dengan sosok berjilbab yang sedari tadi terus diprovokasi boleh Olivia.

Gila! Cewek cantik dari mana nih? batin pemuda yang tak lain adalah Leon.

Sejak kemunculannya, Leon terus memperhatikan Nurul, gadis berjilbab yang ikut hadir dalam acara lamaran Alzam. Dari mulai saat gadis itu masuk ke rumah keluarga Abimana, Leon seolah tersihir dan tak henti-hentinya mengikuti pergerakan guru muda tersebut.

Selama acara, Olivia terus menempel pada Alzam, dan membuat pemuda itu risih. Meski dia mau bertanggung jawab, akan tetapi dalam hati dia masih merasa bahwa pernikahan ini didasari rasa terpaksa, dan membuatnya setengah hati menerima Olivia menjadi calon istrinya.

Acara tersebut hanya berjalan selama satu setengah jam saja, mengingat tak banyak acara yang disusun. Tepat pukul sembilan malam, rombongan Alzam pun pulang.

Sebelum mereka meninggalkan rumah keluar Abimana, sang tuan rumah berkata bahwa pernikahan akan dilangsungkan satu bulan dari sekarang, dan dengan acara sederhana sesuai kemampuan dari pihak pria.

Bu Aminah merasa jika Tuan Abimana lah satu-satunya orang yang memahami keadaan mereka dan mau mengerti, serta tak mempermasalahkan latar belakang putranya yang hanya orang kecil. Sangat berbeda dengan sang istri, Rosaline, yang bahkan sejak awal acara tak pernah sekalipun memandang ke arah tamu-tamunya. Bahkan sekedar bersalaman pun dia sangat enggan.

Semua sepakat, dan acara lamaran malam ini pun selesai.

Setelah keluarga Alzam sudah meninggalkan rumah tersebut, kini Leon baru bisa mendekati Olivia yang sedang duduk di ruang tamu. Sementara kedua orang tua gadis itu sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka.

Hanya ada para asisten rumah tangga yang sibuk membereskan sisa-sisa acara lamaran tersebut, yang masih berada di ruang tamu.

“Selamat ya, Liv. Akhirnya lu bisa dapetin tuh 'cowok baek-baek' lu. Inget, kasih persenan ma gue. Gue yang udah kasih elu ide gokil itu,” ucap Leon.

Pemuda itu menyodorkan sekaleng beer dingin ke arah gadis itu, yang membuat Olivie serta merta menoleh ke belang, takut ada yang melihat benda haram tersebut.

“Gila lu! Ngapain lu bawa-bawa temen curhat gue kemari? Ikut gue!” seru Olivia.

Meski Olivia selalu hidup bebas, akan tetapi ada aturan yang melarang minuman beralkohol ada di rumah tersebut, sehingga saat Leon menyodorkan kaleng beer tadi, Olivia seketika menyembunyikannya sebelum sang kepala keluarga melihat.

Dia mengajak Leon ke atas, tepatnya ke kamarnya dan membuka pintu yang terhubung langsung ke balkon.

Gadis yang masih mengenakan kebaya merah itu pun, tampak membuka kaleng beer dan meneguknya.

“Thanks buat ide gila lu yang udah bikin gue dapetin cowok inceran gue,” ucap Olivia.

Leon tampak menyeringai. Dia pun mengarahkan kaleng miliknya ke depan.

“Cheers!”

Seru Leon mengajak Olivia bersulang. Bunyi dentingan kaleng beradu pun terdengar nyaring, dan keduanya meneguk minuman tersebut.

“Oh iya, gue mau tanya sesuatu sama elu. Dari tadi, lu nempel mulu ama tuh cowok, sampe gue nggak bisa deketin lu sama sekali,” keluh Leon.

“Apaan?” tanya Olivia singkat.

“Cewek yang tadi ikut lamaran siapa sih?” tanya Leon.

“Cewek? Cewek yang mana?” tanya Olivia balik.

“Itu, yang pake jilbab motif bunga maple warna orange,” sahut Leon.

“Maple oren?” gumam Olivia.

Leon kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Dia meraih ponselnya, dan membuka galeri di dalam benda tersebut.

“Ini. Cewek yang ini. Lu kenal nggak?” tanya Leon sambil menunjukkan sosok yang ditanyakannya.

Olivia melihat sekilas, dan lalu membuang pandangan lagi ke depan sambil meneguk beernya.

“Namanya Nurul. Dia tuh cewe nyebelin yang sok-sokan deketin Alzam mulu tau nggak. Gedeg banget gue lihatnya,” gerutu Olivia.

“Masa sih?” sahut Leon tak percaya.

Dia mencoba memperhatikan wajah ayu dilayar ponselnya itu.

“Gue nggak lihat muka-muka pelakor sama nih cewek tuh. Lu aja kali yang sentimen ama dia,” lanjut Leon.

“Dih, si kampret nggak percaya kalo dibilangin. Lagian ngapain sih lu nanyain tuh cewek ganjen? Naksir lu ya? Udah geser tipe cewek inceran lu?” cecar Olivia.

“Eh, nenek gayung. Mak Lampir emaknya gerandong! Sekate-kate lu ye. Selama ini, Leon Xavier Agung, putranya Bapak Agung Andromeda yang gedenya semeja bilyard, nggak pernah gue ngincer satu pun cewe. Yang ada, mereka yang ngincer gue, bahkan rela ngangkang di depan gue cuma buat dapetin tas atau sepatu bermerek doang,” sanggah Leon dengan bangganya.

Hal itu membuat Olivia terkekeh hingga beer yang ada di mulutnya ikut menyembur keluar. Dia mengusap mulutnya dengan punggung tangan, dan mencoba menghentikan tawanya.

“Gila lu, Yon. Bangga banget lu ama prestasi absurd lu itu. Hahaha...,” ejek Olivia.

“Eh, itu tuh bukti kalau gue diminati cewek-cewek di luaran sana. Nggak paham-paham ni bocah,” keluh Leon.

“Lah, terus lu sendiri punya minat ke cewek kagak? Apa jangan-jangan lu minatnya ama cowok? Hahaha...,” kelakar Olivia.

“Wah... Bener-bener nih anak. Perlu gue buktiin nih pesona gue kek gimana ke cewek-cewek,” ucap Leon.

“Hahaha... Gimana kalo target lu kali ini cewek yang tadi,” seru Olivia.

“Maksud lu cewek tadi yang mana nih? Kita dari tadi bahas cewek banyak banget lho,” tanya Leon bingung.

Seketika, sebuah pukulan mendarat di pundak pemuda itu

“Eh, Pe'a! Lu tuh ye. Dari tadi kita tuh cuma bahas satu cewek. Cewek-cewek second lu yang nggak jelas itu mah, gue sama sekali nggak peduli. Lu masih inget tantangan gue tempo hari waktu di apartemen lu?” tanya Olivia.

“Inget gue. Kenapa emang?” tanya Leon balik.

“Gimana kalau kita tentuin target?” tanya Olivia lagi.

.

.

.

.

Jika suka cerita ini, silakan lanjut baca☺ dan jangan lupa tap ❤ (favoritkan) , 👍 (like) , 💬 (komen) , 🎁 (gift) , dan juga votenya.

terimakasih 😁

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Hahahaaa ingat sumpahan Karma dr Olivia deh Leon,,kamu harus bisa metelakan mobil sport kamu😂😂

2022-12-30

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dasar,,Jangan sampai kamu berulah dan bikin azam strees dgn kelakuan kamu,setelah menikah nanti,,

2022-12-30

0

afrena

afrena

wah semprul ini oliv dg leon selain alzam sekarang nurul jdi targetnya

2022-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Gadis bernama Olivia
2 Rival
3 Mengadu
4 Curhat
5 Tamu
6 Mengantar
7 Jangan datang lagi!
8 Tempat uji iman
9 Situasi tak terduga
10 Jebakan
11 Mencarinya
12 Kabar dari Leon
13 Tamparan
14 Memohon petunjuk
15 Maaf
16 Bertamu
17 Niatan
18 Lamaran
19 Fitting
20 Ocehan Rosaline
21 Pemeriksaan
22 Merenung
23 Hari H
24 Pernikahan
25 Pelaminan
26 Rumah baru
27 Obrolan dengan mertua
28 Sholat malam
29 Getaran
30 Orang asing
31 Aku ikut yah?
32 Ikut ke kedai
33 Memperhatikan
34 Kesal
35 Mengobati
36 Perhatian kecil
37 Makasih, suamiku
38 Kamu hantunya
39 Gadis Awam
40 Makan malam kaki lima
41 Kata-kata Mamah Ros
42 Rencana Mamah Ros
43 Sang tamu
44 Amarah
45 Manis atau Asin
46 Perhatian kecil lainnya
47 Pagi yang panas
48 Jama'ah pertama
49 Seseorang yang menunggu
50 Diskusi
51 Datang jauh-jauh
52 Maafkan aku, Mas
53 Sebuah lamaran
54 Bincang malam
55 Keributan di Kampus
56 Chat unfaedah
57 Aku ingin pindah
58 Minta ijin
59 Melihat rumah
60 Rumah baru
61 Lebih seksi dari ini
62 What?!
63 Masak
64 Panggilan tak terjawab
65 Ketiduran
66 Kantong plastik
67 Mengikuti kajian
68 Antusiasme
69 Partner
70 Prasangka
71 Apa aku boleh...
72 Kesal
73 Kesepakatan
74 Seorang pengunjung
75 Panik
76 Bertaruh dengan takdir
77 Kesabaran
78 Pesan pernikahan
79 Rentetan pertanyaan
80 Gaun haram
81 Transformasi
82 Aku nggak marah
83 Dokter Leonke
84 Penguntit
85 Kedatangan Papah Abi
86 Nasi goreng
87 Hidangan penutup
88 Rujak vs Salad
89 Tangan kasar
90 Sambutan Mamah Ros
91 Mendinginkan hati
92 Narasumbernya ketemu
93 Seseorang yang terus membayangi
94 Pengajian untuk Leon
95 Gamis biru muda
96 Kajian di rumah mertua
97 Istri macam apa?
98 Ilmu ikhlas
99 Seorang pelanggan kedai
100 Menolak jabat tangan
101 Masalah di antara mereka
102 Mengungkapkan
103 Maaf
104 Cerita pahit
105 Melepas beban
106 Membantu mertua
107 Suami limited edition
108 Pengin
109 Kehebohan pagi hari
110 Cek lab
111 What the F**k!
112 Tumpahan kopi
113 Mobil bergoyang
114 Menyergap
115 Pengacara
116 Kedatangan Keluarga Leon
117 Dua garis
118 Kekhawatiran Mamah Ros
119 Memberi tahu Papah Mamah
120 Berusaha semaksimal mungkin
121 Vonis
122 Pemeriksaan rutin
123 Kegundahan Leon
124 Aku mau taarufan
125 Datang bersua
126 Datang memenuhi undangan
127 Tantangan
128 Setuju nggak sih?
129 Pernikahan siapa?
130 Berhasil
131 Pernikahan
132 Happy ending
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Gadis bernama Olivia
2
Rival
3
Mengadu
4
Curhat
5
Tamu
6
Mengantar
7
Jangan datang lagi!
8
Tempat uji iman
9
Situasi tak terduga
10
Jebakan
11
Mencarinya
12
Kabar dari Leon
13
Tamparan
14
Memohon petunjuk
15
Maaf
16
Bertamu
17
Niatan
18
Lamaran
19
Fitting
20
Ocehan Rosaline
21
Pemeriksaan
22
Merenung
23
Hari H
24
Pernikahan
25
Pelaminan
26
Rumah baru
27
Obrolan dengan mertua
28
Sholat malam
29
Getaran
30
Orang asing
31
Aku ikut yah?
32
Ikut ke kedai
33
Memperhatikan
34
Kesal
35
Mengobati
36
Perhatian kecil
37
Makasih, suamiku
38
Kamu hantunya
39
Gadis Awam
40
Makan malam kaki lima
41
Kata-kata Mamah Ros
42
Rencana Mamah Ros
43
Sang tamu
44
Amarah
45
Manis atau Asin
46
Perhatian kecil lainnya
47
Pagi yang panas
48
Jama'ah pertama
49
Seseorang yang menunggu
50
Diskusi
51
Datang jauh-jauh
52
Maafkan aku, Mas
53
Sebuah lamaran
54
Bincang malam
55
Keributan di Kampus
56
Chat unfaedah
57
Aku ingin pindah
58
Minta ijin
59
Melihat rumah
60
Rumah baru
61
Lebih seksi dari ini
62
What?!
63
Masak
64
Panggilan tak terjawab
65
Ketiduran
66
Kantong plastik
67
Mengikuti kajian
68
Antusiasme
69
Partner
70
Prasangka
71
Apa aku boleh...
72
Kesal
73
Kesepakatan
74
Seorang pengunjung
75
Panik
76
Bertaruh dengan takdir
77
Kesabaran
78
Pesan pernikahan
79
Rentetan pertanyaan
80
Gaun haram
81
Transformasi
82
Aku nggak marah
83
Dokter Leonke
84
Penguntit
85
Kedatangan Papah Abi
86
Nasi goreng
87
Hidangan penutup
88
Rujak vs Salad
89
Tangan kasar
90
Sambutan Mamah Ros
91
Mendinginkan hati
92
Narasumbernya ketemu
93
Seseorang yang terus membayangi
94
Pengajian untuk Leon
95
Gamis biru muda
96
Kajian di rumah mertua
97
Istri macam apa?
98
Ilmu ikhlas
99
Seorang pelanggan kedai
100
Menolak jabat tangan
101
Masalah di antara mereka
102
Mengungkapkan
103
Maaf
104
Cerita pahit
105
Melepas beban
106
Membantu mertua
107
Suami limited edition
108
Pengin
109
Kehebohan pagi hari
110
Cek lab
111
What the F**k!
112
Tumpahan kopi
113
Mobil bergoyang
114
Menyergap
115
Pengacara
116
Kedatangan Keluarga Leon
117
Dua garis
118
Kekhawatiran Mamah Ros
119
Memberi tahu Papah Mamah
120
Berusaha semaksimal mungkin
121
Vonis
122
Pemeriksaan rutin
123
Kegundahan Leon
124
Aku mau taarufan
125
Datang bersua
126
Datang memenuhi undangan
127
Tantangan
128
Setuju nggak sih?
129
Pernikahan siapa?
130
Berhasil
131
Pernikahan
132
Happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!