Tengah Malam...
Si Ming sedang menunggu kedatangan adiknya itu, entah dimana ia berada saat ini. Ia bisa saja mencari keberadaan adiknya, namun bukanlah hal yang sopan melakukan hal itu disaat mereka menjadi tamu di Istana Wei ini.
"Sebenarnya kemana perginya anak itu ? Setelah menyinggung Nyonya Meixi dan Tuan Zi Lan tadi perasaanku benar-benar tidak enak." Gerutu Si Ming.
Sudah 2 jam ia menunggu kedatangan Ye Han, namun adiknya itu belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
"Memang anak yang sangat sembrono, ini semua karena ayah yang sangat memanjakannya." Ucap Si Ming yang dipenuhi dengan kemarahan.
"Maafkan aku karena tak menemukan keberadaan Tuan Muda Xu Ye Han..." ucap Jin Ling.
Belum selesai Jin Ling berbicara, Si Ming langsung memotong perkataan Jin Ling, "Sudahlah, biarpun kau tahu, pasti kau juga akan menutupinya dariku, aku pergi dulu ke kamarku, kalau dia kembali nanti katakan bahwa besok pagi dia harus menerima hukuman dariku, kau pun juga akan mendapat hukuman."
Setelah itu Si Ming pun pergi ke kamarnya sendiri untuk beristirahat.
Tak lama Ye Han pun kembali kedalam kamarnya dengan senyuman merekah melihat Jin Ling yang menunggunya dengan wajah cemberut.
"Hust....diam, aku sudah tau apa yang akan kau katakan." Ucap Ye Han pada Jin Ling yang akan mengadu padanya.
"Anda pergi kemana lagi malam ini ? Apakah Tuan tau kalau Tuan Muda Pertama menunggu sejak tadi ? Entah hukuman apalagi yang akan dia berikan besok." Ucap Jin Ling.
Ye Han langsung terdiam mendengar perkataan Jin Ling, ia kembali teringat dengan apa yang ia lihat dan dengar tadi.
"Kenapa Tuan terdiam ? Apa anda melakukan hal yang berbahaya ?" Tanya Jin Ling lagi dengan raut muka serius.
"Bukan aku yang melakukan hal berbahaya itu tapi orang lain, entah akan ada kejadian heboh apalagi besok." Jawab Ye Han.
"Pergilah, aku ingin beristirahat."
Jin Ling pun langsung berpamitan pergi agar Ye Han bisa langsung beristirahat dengan tenang dan nyaman.
Di sisi lain Liuli sedang mengobati tubuh Wei Lian yang terluka, padahal ia sudah diperintahkan untuk memanggil tabib, namun Wei Lian melarangnya dengan alasan ia tak ingin berita ini menyebar lalu membuat Zi Lan malu.
"Nyonya, memangnya kenapa kalau ini menyebar ? Bukankah bagus ? Lu Meixi itu pasti akan mendapat cemooh dari para tamu yang hadir." Ucap Liuli.
"Kalau itu terjadi Zi Lan pasti akan malu dan marah padaku." Jawab Wei Lian.
"Tapi kan Tuan Zi Lan sendiri yang menyuruhku untuk memanggil tabib." Ucap Liuli kesal.
"Sudahlah, lagipula ini sudah tengah malam, tabib juga pasti sudah tidur Liuli, tak perlu membesarkan masalah lagi." Ucap Wei Lian.
"Nyonya, ini memanglah masalah besar, setelah mencuri kalung, ia bahkan memukuli Nyonya sampai seperti ini, kalau saja Tuan Wei Meng Fan masih hidup pasti dia akan diusir dari kediaman ini, bahkan ia juga akan dibunuh." Gerutu Liuli terus-menerus.
Wei Lian yang mendengar itu hanya bisa menyuruh Liuli untuk diam, ia takut kalau pelayan setianya itu akan dipukuli lagi.
Seperginya Liuli dari kamarnya, Wei Lian hanya terdiam, ia sama sekali tak bisa memejamkan matanya dengan tenang.
Tentunya Jian Mei merasa bersalah pada Wei Lian dan Liuli, karena kecerobohannya ia dan Liuli terluka seperti ini.
"Maafkan aku Wei Lian..." isak Jian Mei saat ini.
Padahal ia berniat untuk mengubah alur novel agar Wei Lian tidak mati dan membuat Zi Lan kembali mencintainya, namun malah yang terjadi sekarang adalah hal sebaliknya.
"Pukulan yang kuterima tadi bahkan beribu-ribu kali lipat lebih sakit dari pukulan yang kuterima dari mantan suamiku dulu." gumam Jian Mei.
Jian Mei pun terus bergulat dengan pikirannya sendiri, bahkan aroma dupa yang biasanya membuat ia tertidur nyenyak sama sekali tidak berguna malam ini.
......................
Esok Pagi....
Hari ini semua tamu yang hadir diarahkan oleh para murid sekte bela diri Wei menuju ke aula tempat mereka biasa berlatih.
Yuan Zi Lan memang berniat untuk menunjukkan kehebatan bela diri sektenya pada para tamu yang hadir.
"Kedatangan kalian kemari tanpa melihat hebatnya bela diri sekte Wei sekarang akan sangat merugikan. Dan hari ini aku akan menunjukkan kehebatan itu." Ucap Zi Lan penuh percaya diri.
Para tamu tentunya menjadi sangat heboh mendengar hal itu.
"Tuan Zi Lan bagaimana kalau kita saling beradu untuk menunjukkan kehebatan sekte masing-masing ?"
"Sangat menarik..."
Zi Lan yang mendengar itupun menjadi sangat antusias.
"Baiklah, aku juga sangat penasaran dengan kehebatan murid-murid sekte lainnya." Ucap Zi Lan
Tak butuh waktu lama para murid dari beberapa sekte yang datang saling bertanding bergantian.
"Bagaimana penampilan mereka menurutmu adikku ?" Tanya Si Ming
"Yahh...bagus." Jawab Ye Han
"Kau ini selalu saja memberi jawaban seolah meremehkan mereka." Ucap Si Ming
"Kalau aku meremehkan pasti aku akan menjawab penampilan mereka sangat buruk atau biasa saja Kak." jawab Ye Han
"Sudahlah, percuma saja aku berdebat denganmu, untuk masalah semalam saja kau pasti akan menyiapkan beribu-ribu alasan." Jawab Si Ming dengan kesal.
Bai Li yang duduk tak jauh dari meja Ye Han pun tersenyum mendengar percakapan kakak beradik itu.
"Tuan Yuan Zi Lan kurasa penampilan para murid-murid ini memang sangat menarik tapi bukankah akan lebih menarik melihat penampilan para senior seperti kita ?" Ucap Bai Li
Ucapan Bai Li membuat ia berpikir sejenak, memang menarik melihat penampilan murid-murid ini, namun ia menyadari kalau kemampuan murid-muridnya masih kurang dibanding dengan murid dari sekte lainnya.
"Ya, boleh saja, namun bukankah kita semua sudah bertanding sebelumnya ? Dan akulah yang memenangkan pertandingan itu." Jawab Zi Lan dengan bangga.
Mendengar ucapan Zi Lan, pemimpin sekte lainnya hanya bisa mendengus kesal.
"Bukankah kita tidak pernah melihat kemampuan bela diri dari Tuan Muda Kedua Xu ?" Ucap Bai Li
Xu Ye Han hanya bisa tersenyum mendengar bisikan para tamu setelah ucapan Bai Li.
"Ahhh...benar selama ini kan kita tak pernah tau kemampuannya."
"Kudengar ia terluka parah saat bertarung dengan monster makanya ia tak muncul selama beberapa tahun."
"Monster apa ? Mungkin itu hanya bualannya saja."
Brakkk....
Bai Li menggebrak meja yang ada didepannya.
"Aku mendengar kalau kemampuan bela diri Tuan Muda Xu Ye Han itu sama luar biasanya dengan wajahnya." Ucap Bai Li dengan nada sinis.
"Mungkin itu juga rumor yang ia buat sendiri." Ucap salah satu pemimpin sekte.
Kericuhan pun akhirnya terjadi dalam pesta yang diadakan Yuan Zi Lan.
Lu Meixi pun merasa sangat kesal, bagimana mungkin hari bahagianya rusak kembali.
Tiba-tiba saja sebuah ide muncul dalam kepalanya, ia pun berdiri dan meminta semua tamu untuk tenang, "Tenanglah semuanya!"
Setelah semua tamu tenang, ia pun mengarahkan pandangannya pada Xu Ye Han yang terduduk tenang dengan segelas minuman ditangannya.
"Tampaknya Tuan Muda Kedua Xu sangat yakin dengan kemampuannya makanya ia sangat tenang." Ucap Meixi
Ye Han yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.
"Bagaimana kalau Tuan Muda Xu menunjukkan kemampuan bela diri anda untuk menenangkan para tamu ? Sejujurnya aku juga sangat penasaran, kalau memang rumor itu benar maka itu menjadi suatu kehormatan bagiku karena membuat dunia tahu tentang kehebatan anda yang mungkin sebanding dengan suamiku." Ucap Meixi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
LucassS
hobi banget meixi ngejebak org, nanti malu sendiri lu njirr
2022-10-24
1