Chapter 20 " Festival Silat berdarah "

Diceritakan dalam episode sebelumnya bahwasanya malam puncak Festival Silek Nagari akan segera dilaksanakan , namun sebelum kita lanjutkan baiknya kita lihat dulu situasi di Istana Bukit mendinding alam dimana Tuanku Rajo Nan Hitam tengah berunding dengan ajudannya Dubalang Rambut api untuk melancarkan niat keji mereka yaitu menghancurkan kerajaan Sutan Permata Putih tepat dimalam puncak perayaan Festival Silek Nagari .

" Bagaimana Perkembangan muridmu wahai Dubalang Rambut api ? " yang berbicara adalah Tuanku Rajo Nan Hitam

" Duli Tuanku , Hamba yakin dia akan mempersiapkan pesta terbaik untuk kita malam ini " jawab Dubalang Rambut api

" Jika benar yang kau ucapkan , aku akan menghadiahkan sesuatu yang istimewa untuknya , dia kelak akan kuangkat menjadi penerusku menguasai lembah hitam dunia persilatan ini " Tuanku Rajo nan hitam menambahkan .

" Hamba pun sangat menaruh harapan kepada anak muda itu Tuanku " Sambung Dubalang Rambut api

" Lantas bagaimana dengan bocah yang menjadi wadah Datuk si Raja dewa itu ?? sepertinya dia akan menjadi duri untuk semua rencana kita " tanya Tuanku Rajo nan hitam

" Bocah itu malam ini akan menjadi target kedua setelah Sutan permata putih dan Hamba yakin kekuatan nya belum lagi begitu sempurna Tuanku " Dubalang rambut api bicara sambil mengusap - usap jenggot merahnya .

" Ingat dubalang .. setelah kerajaan itu berhasil kita rebut Sumpah sakti Semesta Alam akan kita batalkan " Tuanku Rajo nan hitam bicara sambil meneguk minuman dari sebuah cangkir perak dan melanjutkan ucapannya

" Setelah sumpah sati itu kita cabut , Para arwah hitam dari alam tingkat ketiga akan leluasa lagi memunculkan diri kedunia ini dan pastinya kejayaan akan menjadi milik kita " Tuanku Rajo Nan hitam menatap kosong seolah mengenang sesuatu kisah dimasa lalu .

" Duli Tuanku " Dubalang Rambut api menjawab hormat .

***

Di panggung utama terlihat Garang berdiri tegak menatap tajam ke arah Nurdin . Nurdin membalas tatapannya dengan tenang namun didalam hati ia agak gugup juga melihat aksi tenaga dalam yang dipraktekkan garang tadi . Nurdin merasa bahwa ini akan menjadi sebuah pertarungan yang berbahaya . Ia mulai mempersiapkan tenaga dalam yang dititipkan pandeka sahar kedalam tubuhnya . ia teringat pesan pandeka sahar bahwa tugasnya dipanggung ini hanyalah bertahan hingga para iblis jahat itu melancarkan aksi . Para penonton pun terlihat tegang menunggu pertarungan puncak ini . Ditenda para bangsawan terlihat Yang dipertuan Sutan permata putih memberikan semangat kepada kedua petarung . Sinto dan reza terlihat fokus menatap ke panggung utama . begitu juga rombongan dari dusun taratak bungo yang menggantungkan harapan mereka kepada Nurdin . Ihsan sibuk menatap layar untuk mencek kondisi disekeliling lapangan sementara Jane dan Rimbun terlihat fokus berjaga - jaga . Lonceng pun dibunyikan tanda pertandingan dimulai . Kembali terdengar riuh tepuk tangan .

" Aku tidak akan menahan diri , jika kau tak ingin mati konyol silahkan serang aku sekuat tenaga " garang bicara sambil menatap tajam kearah Nurdin

" Begitupun denganku" jawab nurdin sambil membentuk kuda - kuda menyerang .

Nurdin langsung melesat kedepan melayangkan tinju kearah pipi kanan garang namun garang sibocah congkak itu tidak menghindar sedikitpun . Ia biarkan pukulan Nurdin mendarat tepat diwajahnya .

" Pakkk "

Jangankan bergeser memalingkan wajah saja Gatang tidak mau . Sepertinya Dia sengaja mengukur kekuatan pukulan Nurdin namun tenaga dalam tetap ia kerahkan kewajah . Tinju Nurdin seolah menghantam sebuah tembok beton sehingga tangannya tampak bergetar . Garang tersenyum angker dan langsung melayangkan pukulan menuju ke dada Nurdin . Hampir saja pukulan keras itu menghantam dada Nurdin jika ia tidak mengibaskan tangan kiri keatas sambil mundur satu langkah kebekakang . Garang menggeser kaki kanan kedepan dan melayangkan tendangan memutar kearah kepala Nurdin . Nurdin dengan sigap menundukkan kepala sambil melibaskan kaki menyapu kaki Garang yang tinggal satu menapak di bumi . Namun garang dengan cepat membuat gerakan melenting setinggi tiga meter ke udara dan mendarat tepat dilapangan sambil membentuk kuda - kuda menyerang . Ia tersenyum kearah Nurdin seolah menikmati pertarungan tadi . Nurdin tampak tenang dan bersiap menunggu serangan garang . Kali ini garang berguling kedepan dan salto diudara sambil mengirim tendangan keras kearah telinga kanan Nurdin . Nurdin Maju satu langkah dan mencoba menangkis tendangan garang dengan menempelkan tangan ditelinga nya . Garang kali ini sengaja mengalirkan tenaga dalam kedalam tendangannya untuk mengukur kekuatan pertahanan Nurdin .

" Dukkk" Nurdin yang menangkis tanpa menggunakan tenaga dalam langsung terpental sejauh enam meter dan jatuh terhempas dilantai Panggung . Ia Langsung alirkan tenaga dalam ketubuhnya untuk mengobati cedera yang ia alami . Tubuhnya sebelah kanan yang seolah mati rasa akibat tendangan Garang tadi perlahan mulai membaik akibat dialiri tenaga dalam . Penonton sangat tegang menyaksikan jalannya pertandingan .

Sinto yang asyik menonton tampak sangat khawatir dengan kondisi Nurdin . Tampak Jelas Nurdin bukan lawan yang sepadan untuk garang Tapi sinto terus berdoa semoga Nurdin berhasil menang .

Nurdin sepertinya tidak mau berlaku ayal lagi . Kali ini tenaga dalam ia alirkan keseluruh tubuh nya untuk berlindung dari serangan tenaga dalam Garang . ia melesat kedepan dan mengirim pukulan kearah ulu hati garang dan garang yang terlihat masih sangat santai mundur satu langkah kebelakang Namun Nurdin melesatkan satu pukulan lagi dengan maju satu langkah lagi kedepan sehingga pukulannya tepat mendarat diulu hati garang . Namun tinggal sedikit lagi pukulan itu mengenai sasaran garang membuat gerakan memutar kebelakang dan melayangkan tinju tepat kearah pipi nurdin . Nurdin yang tidak menyangka kalau gerakan mundur tadi hanya pancingan terlihat sangat kaget . Satu pukulan mendarat tepat dipipinya dan membuat tubuhnya bergetar . Garang tampak sudah siap dengan tendangan mengarah ke rusuk Nurdin dan Nurdin sepertinya tidak mampu lagi mengelak namun untung saja Pluit tanda berhenti berbunyi . Garang menghentikan tendangan sambil tersenyum sinis kearah Nurdin . Sinto terlihat sangat jengkel melihat ekspresi wajah garang yang seolah tanpa belas kasihan .

Dipinggir lapangan terlihat pandeka sahar menunggu Nurdin dengan cemas . Sesampai Nurdin dipinggir lapangan ia tampak memeluk Nurdin dan memberikan air minum .

" Nurdin , apa tidak sebaiknya kita mundur saja ? " tanya pandeka sahar

" Jangan guru , saya rasa saya masih bisa bertahan untuk satu putaran lagi , tapi anehnya kenapa sepertinya mereka belum juga bergerak " jawab Nurdin

Pandeka sahar sangat merasa kasihan kepada muridnya . Jika saja Garang tidak mendapatkan kekuatan iblis itu tentunya Nurdin bisa menang tahun ini . Lagi pula Ilmu tenaga dalam yang ia berikan belum sepenuhnya dapat dikuasai Nurdin .

" Baiklah , kau akan bertarung satu putaran lagi , kali ini silahkan gunakan seluruh kemampuanmu Nurdin " Pandeka sahar memberi intsruksi . Ia berkata demikian agar Nurdin puas dan menikmati pertarungannya .

" Termasuk tenaga dalam guru ? " tanya Nurdin

" Ya , gunakan seluruh kemampuanmu , aku rasa itu akan berguna untuk memancing para iblis itu muncul " jawab pandeka sahar .

Dan lonceng pun berbunyi tanda pertandingan harus segera dimulai . Kedua peserta langsung menuju panggung utama .

" Mari kita buat malam ini jadi lebih hangat " kata garang sambil menatap Nurdin sambil tertawa penuh cemooh .

Nurdin yang sudah tau sifat asli garang mencoba membalas cemoohan itu untuk memancing emosi garang .

" Seberapa panas apimu untuk menghangatkan malam ini ?? " nurdin balas mencemooh

Garang tampak terpancing mendengar ejekan Nurdin . Mukanya memerah karena emosi . Perlahan udara disekitar panggung utama mulai memanas dan semakin lama semakin panas dan mulai terasa sampai ke kursi penonton . Garang mengepalkan tinju dan sesaat itu juga dua bola api berpijar nyala menyelimuti dua kepalan tinjunya .

" Apa ini masih kurang hangat ? " kali ini garang bicara dengan sinis dan datar pertanda ia mulai serius .

Nurdin yang melihat garang sudah mulai terpancing mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam yang baru saja ia pelajari . Perlahan angin Sejuk mulai datang dan semakin kuat berputar seolah menindih panas api dari tenaga dalam Garang . Garang terlihat sangat senang melihat lawannya ternyata juga memiliki ilmu kanuragan .

Penonton tampak sangat terkesima melihat kesaktian dua pendekar muda itu . Riuh sorak dan tepuk tangan kembali terdengar bergemuruh . Garang tampak mengayunkan pukulan dan satu bola api tampak meluncur cepat kearah nurdin . Nurdin pun mengarahkan tenaga dalam kekaki dan melesat tinggi sejauh delapan meter keangkasa . Kali ini ia seolah berdiri melayang diudara membuat Para penonton tampak takjub dan semakin bersorak - sorai . Pukulan garang tepat mengenai salah satu tiang panggung utama dan tampak tiang itu terbakar . garang pun melesat keudara mengejar Nurdin dan terjadilah pertarungan sengit diudara .

Penonton tampak sangat riang menyaksikan pertarungan yang baru kali ini mereka saksikan . dua pendekar muda saling serang diketinggian delapan meter sambil melayang - layang . aksi saling pukul memukul secara bergantian mebuat suasana menjadi sangat tegang . para rombongan dari Taratak bungo terlihat sangat bersemangat meneriakkan yel yel kemenangan Nurdin . Namun setelah beberapa jurus berlalu Nurdin terlihat mulai kewalahan karena ia masih terbilang baru berlatih tenaga dalam . Lengan pakaian hitam yang dikenakannya terlihat sudah mulai berlubang dan robek hangus dimakan api yang menyelimuti kepalan tinju garang . Sinto memperhatikan dengan mata tak berkedip . Dalam hati ia sangat salut dengan kehebatan Nurdin yang mampu menahan gempuran Garang sampai sejauh ini Meskipun perbedaan kekuatan mereka sangat jauh .

Dan pada akhirnya garang mendapatkan moment yang pas ketika nurdin sudah sangat kelelahan akibat mengendalikan tenaga dalam yang ia keluarkan . tangan kiri garang tepat menjambak rambut di kepala Nurdin . Nurdin merasa sekujur tubuhnya lemah dan kaku . Tangan itu menjambak rambut Nurdin sehingga Nurdin terlihat menggantung dengan tubuh lemah terkulai pasrah menunggu pukulan terakhir Garang .

Pandeka sahar yang melihat situasi sudah tidak memungkinkan langsung meminta wasit menghentikan pertandingan dan menyatakan mengaku kalah . wasit langsung membunyikan lonceng tanda pertandingan berakhir . garang akhirnya menjadi juara lagi tahun ini .

Namun anehnya garang tetap tidak turun dari angkasa . Ia tetap saja menjambak rambut nurdin yang semakin terkulai lemas . Sinto dan kawan - kawan sangat geram melihat kondisi sahabat mereka yang sudah babak belur dan masih saja dipermalukan oleh Garang .

MC yang melihat Garang belum juga turun mencoba memanggil untuk turun

" Angku muda , Galanggang taratak bungo sudah menyatakan mundur dan mengaku kalah , artinya angku muda berhasil jadi pemenang lagi tahun ini "

Garang tetap saja diam sambil menjinjing tubuh Nurdin . Tangan kanannya diulurkan kearah Mc dan tiba - tiba microphone ditangan MC melesat seolah tersedot magnet dan tiba - tiba sudah berada ditangan garang .

" Bukankah tadi aku bicara mengenai era baru dunia bela diri ?? Inilah yang kumaksud . Pertandingan tenaga dalam . apakah kalian semua puas ? " teriak garang

Seluruh Penonton bersorak puas kecuali rombongan dari taratak bungo .

" Apakah kalian masih ingin menyaksikan ? " garang mencoba memprovokasi penonton

" Masih , masih , masih " terdengar teriakan dari bangku penonton

" Terus terang aku sudah bosan setiap tahun menjadi juara , tapi malam ini sangat senang melihat silat bertenaga dalam tingkat tinggi yang ditampilkan oleh galanggang silek taratak bungo , aku menjadi yakin kalau sanggar silek taratak bungo memiliki guru yang sangat ahli dalam ilmu tenaga dalam "

Semua hadirin terdiam mendengar pidato garang .

" Apakah kalian setuju jika kita undang guru mereka untuk bertarung merebut gelar juara Tahun ini ? " garang kembali memancing emosi penonton

" Setuju , setuju , setuju " penonton pun semakin bersemangat hingga suasana menjadi agak tak terkendali .

Panitia acara yang terlihat sibuk menertibkan acara . Dan akhirnya panitia memilih menyerahkan sebuah microphone kepada pandeka sahar untuk menjawab apakah ia menerima atau menolak tawaran garang .

Pandeka sahar terlihat sangat malu muka akibat tindakan garang namun ia memilih untuk tetap bersabar .

" Angku muda , bukankah kami sudah mengambil keputusan dan kami mengaku kalah , sebaiknya sekarang lekas kau turunkan muridku " pandeka sahar mencoba meredam emosi yang mendera batinnya .

Sinto tampak sangat muak melihat kelakuan pongah garang . Ingin rasanya saat itu juga ia melompat menerjang pemuda sombong itu . Tapi ia takut melanggar pesan gurunya . Saat ini Ia hanya bisa menggertakkan jari menahan emosi yang membuncah .

Garang tertawa mendengar jawaban pandeka sahar .

" Bagaimana menurut kalian ? Dimanakah rasa setia kawan ? Dimanakah rasa ingin membela perguruan ? Apakah mereka semua hanya pengecut dan pecundang ????" garang tambah mencemooh . sementara Sutan permata putih terlihat sangat menikmati aksi garang .

Penonton semakin bersorak agar pandeka sahar melawan .

" lawan , lawan , lawan "

Muka pandeka sahar tampak merah padam mendengar hinaan garang yang sudah mulai keterlaluan . Ia tampak agak terpancing untuk menjawab tantangan garang . karena kali ini nama kampung dan perguruan taratak bungo yang dipertaruhkan . Sinto , reza , ihsan dan rimbun pun sangat berharap pandeka sahar akan membalas . Sementara Jane yang ikut menontonpun pun mulai ikut emosi melihat tingkah laku garang yang sombong .

Nurdin yang terkulai lemas digenggaman garang tampak sangat terpukul dan sedih . Sehingga perlahan ia meneteskan air mata. ia sangat berharap saat ini gurunya pandeka sahar membalas perbuatan garang dengan mengutus sinto untuk bertarung di arena . Karena Ia sangat yakin sinto akan mampu mengalahkan garang .

Akhirnya Makhluk gaib bernama Datuk Panglimo sati yang ditumpangkan oleh pandeka sahar kedalam tubuh Nurdin ikut merasakan kesedihan yang dialami Nurdin . Perlahan ia keluar dari tubuh nurdin dan menyampaikan harapan Nurdin kepada Pandeka sahar kemudian kembali masuk ketubuh nurdin untuk menjaga bocah itu dari keganasan garang .

Pandeka sahar tampak terdiam sejenak dan kemudian menatap tajam kearah Garang .

" Seyogyanya ilmu bela diri itu tidak boleh dipergunakan untuk kesombongan apalagi untuk merendahkan orang lain . Jika memang itu yang angku muda inginkan , kami dari dusun taratak bungo akan memberi angku muda sedikit pelajaran tapi bukan aku yang akan menjadi lawanmu tetapi muridku yang lainnya , bagaimana menurutmu ? "

Garang tertawa dan terlihat sangat puas .

" Asalkan lebih kuat dari yang ini , apa salahnya ? " garang menjawab cemooh

Akhirnya keputusan dibuat oleh panitia , pertandingan memperebutkan gelar juara dilanjutkan . Dan kali ini sang raja dan para tamu istimewa Melipat gandakan hadiah utama . Pandeka sahar langsung mengambil Handphonenya dan tampak mengirim pesan . Karena handphone mereka sudah terhubung maka semua anggota tim bisa membaca pesan Pandeka Sahar .

Pandeka sahar : SINTO .. BERSIAPLAH DAN BERIKAN ANAK SOMBONG ITU PELAJARAN

Sinto paham maksud gurunya dan ia pun menoleh ke arah Reza yang sedang duduk didekatnya . Reza tampak mengangguk tanda setuju dan sangat berharap sinto bisa membalaskan sakit hati mereka semua .

Sinto pun akhirnya berdiri dan segera menuju panggung utama untuk bersiap - siap di ruangan ganti peserta .

Tiba - tiba Hp mereka kembali berdering

" SELAMAT BERJUANG SINTO , KEMBALIKAN NAMA BAIK PERGURUAN KITA DAN BALASKAN KEKALAHAN NURDIN by IHSAN "

Sinto membaca pesan dari ihsan dan ia menjadi semakin yakin bahwa semua tim sangat berharap padanya . tapi sebelum bertanding sinto meminta agar namanya diganti dengan nama samaran dan ia akan bertarung dengan memakai topeng .karena ia tidak ingin identitasnya tersebar luas .

" Baiklah para penonton yang setia , kita akan segera menyaksikan pertandingan puncak yang sangat menegangkan antara Angku muda Garang dari Persekutuan Raja api melawan Kesatria Dua Dimensi yang mewakili sanggar silek dan dudun taratak bungo " MC mulai membuka pertandingan .

Di ruang peserta Sinto bengong dengan nama samarannya barusan .

" Kesatria dua dimensi ?? apa apaan sih ini ? Lebay banget . Siapa sih yang bikin nama ?? " Sinto menggerutu dalam hati . Tapi perlahan ia memakai topengnya dan melangkah keluar menuju panggung utama .

Penonton mulai bertepuk tangan dengan sangat riuh . Sinto atau kesatria dua dimensi tampak memakai baju hitam - hitam ala pesilat namun mukanya tertutup topeng putih mirip pemeran utama film " V for vandeta " .

Garang yang masih saja mengambang diudara tampak tersenyum melihat penampilan Sinto yang menurutnya sangat lucu .

Lonceng pertandingan berbunyi dan garang melemparkan tubuh nurdin dengan kuat kearah sinto dan langsung melepaskan Pukulan sakti yang mengeluarkan api . sinto melesat cepat keudara sambil menyambar tubuh nurdin dan membuat gerakan salto diudara sambil menendang bola api itu hingga membalik menyerang ke arah garang . Garang tampak kaget tak menyangka serangannya akan berbalik menyerang dirinya dengan kecepatan lebih tinggi. Ia tampak panik dan cepat menepik bola api itu hingga terpental menghantam tiang menara . Penonton yang awalnya sempat shock melihat tubuh Nurdin yang dilempar akhirnya jadi tertawa melihat aksi Garang yang terkejut akibat serangan balasan pendekar muda bernama kesatria dua dimensi itu . Garang tampak sangat emosi dan mukanya memerah karena merasa dipermalukan sinto

Dan dilantai panggung terlihat sinto berdiri sambil menggendong tubuh Nurdin yang penuh luka bakar akibat serangan Garang yang bertubi - tubi . Posisi kuda - kuda sinto tampak sangat rendah hingga nyaris menyentuh tanah . Sinto tertawa nyengir melihat garang yang sedikit kelabakan akibat serangannya . Dan memudian ia berjalan ke pinggir arena untuk menyerahkan tubuh Nurdin yang terkulai lemah ke Pandeka sahar dan kemudian berbalik ke arena . Dan disana terlihat Garang sudah menunggu dengan wajah yang sangat marah .

Bersambung ke chapter berikutnya

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!