Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "

Nurdin terlihat keren memakai pakaian hitam - hitam ala pendekar minang . Dikepalanya terlilit kain batik yang disimpul menyerupai tanduk . Nurdin sepertinya sudah siap dengan kuda - kuda yang menyerupai burung elang . Sementara disisi lain lawan tanding nurdin yang bernama Rahman pun tak kalah kerennya . Ia memakai pakaian hitam - hitam dengan ikat kepala batik yang disimpul menyerupai telinga harimau . Dari segi postur tubuh mereka berdua sepertinya imbang . Rahman tampak juga sudah memasang kuda - kuda yang mirip Harimau . wasit tampak berdiri ditengah siap memberikan perintah . Satu kali saja pluit dibunyikan kedua pesilat itu akan langsung saling serang .

Sinto yang duduk dibangku penonton memberikan suitan semangat kepada Nurdin diiringi dengan teriakan warga dusun taratak bungo . Pluit pun ditiup dan langsung saja terlihat Rahman mengirimkan pukulan lurus menyasar ke dada kiri Nurdin . Dengan sigap Nurdin menggeser satu langkah kebelakang sehingga tinju Rahman hanya lewat depan dada nurdin . Dengan cekatan Nurdin menyambar tangan Rahman dan mengunci satu di pergelangan tangan dan satu lagi dipergelangan siku . Setelah Rahman terkunci Nurdin melayangkan tendangan kearah pinggang Rahman .

" Bukkk " Tendangan Nurdin tepat mengenai sasaran dan satu point untuk Nurdin . dengan tangan yang masih terkunci tentu saja menghambat pergerakan Rahman dan disitulah dengan cepat Nurdin menyambar pingggang rahman kemudian mengangkat dan membanting Rahman keluar arena .

" Brukkkk " Rahman yang tidak menyangka akan diserang sedemikian Rupa terkapar dibawah panggung . Sesuai dengan keputusan Wasit bahwa peserts yang keluar arena dinyatakan gugur atau kalah . Rahman kemudian berdiri membungkuk hormat kepada Nurdin dan berjalan meninggalkan Arena . Nurdin membalas penghormatan Rahman dengan ikut membungkuk . Sorak sorai Sinto dan para supporter semakin menggema . Wasit kemudian meminta tepuk tangan semua penonton . Berikutnya jawara dari galanggang silek kampung Durian Tinggi yang bernama Azis yang akan bertarung melawan Nurdin karena Festival Silek dilaksanakan dengan sistem gugur . Setiap peserta yang kalah akan dinyatakan gugur hingga akhirnya ditemukan satu pemenang yang akan berjuang melawan Garang Si Juara Bertahan .

Kemudian dari jurusan lain tiba - tiba terdengar suara memanggil kepada ketua tim tari untuk segera mendaftarkan diri dan menyelesaikan administrasi . Kak ayu langsung mengambil tas dan bersiap hendak berdiri .

" Midah , kakak ke posko panitia dulu ya untuk mengurus pendaftaran kita , besok Kan acars Festival Tari , kamu tunggu disini ya , Sinto , Tolong Jaga Hamidah " Ujar kak ayu . Baik sinto maupun Hamidah hanya tampak tidak bisa membantah perintah tersebut . Akhirnya sambil memandang hamidah sesaat . Sinto mengangguk pasrah . Dalam hati dinto sangat keki karena baru kali ini sinto dibiarkan berduaan dengan seorang gadis . Apalagi gadis itu adalah hamidah . Si kembang desa .

" BBb Baik kak " Sinto menjawab sambil mengangguk pelan .

Setelah kak ayu pergi baik sinto maupun hamidah sama - sama diam . Tak ada yang berani memulai pembicaraan . mereka sepertinya lebih memilih menonton aksi Nurdin di Panggung utama . Sama seperti dipertandingan sebelumnya Nurdin tidak tampak kesulitan mengalahkan lawannya . Kali ini dengan gerakan mengunci pinggang lawan Nurdin menyapu sebelah kaki sambil mendorong lawannya jatuh keluar arena . Para penonton pun bersorak dan bertepuk tangan . Hamidah pun sepertinya sangat antusias mengikuti pertandingan . Akhirnya Sinto memberanikan diri memulai percakapan .

" kamu suka silat juga ya , Midah " sapa Sinto .

Hamidah yang disapa menoleh sejenak dan menjawab .

" Iya , dari kecil aku memang sudah suka silat , dan dulu juga sempat berlatih silat . Tapi karena aku anak perempuan ayah sepertinya tidak mengizinkan aku berlatih di gelanggang .Tapi dirumah aku selalu berlatih silat dengan Ayah " Jawab Hamidah .

" Ayahmu Guru silat juga ya ? " lanjut sinto

" Bukan guru juga sih , Tapi bisalah buat jaga - jaga diri , kalau Kamu sejak kapan suka silat ? " Hamidah balik bertanya

" Sebenarnya di Jakarta aku pernah latihan Karate , Tapi sampai dikampung kayaknya aku jadi lebih tertarik dengan silat , Ya karena itu kan budaya kita " jawab Sinto .

Sinto tak menyangka kalau Ternyata Hamidah adalah gadis yang tidak sombong dan asyik kalau diajak bicara . Pikiran jahilnya memikirkan suatu ide agar mereka bisa selalu bicara . Sinto berfikir untuk meminta Nomor Handphone Hamidah . Sinto rasanya ingin lebih dekat dengan hamidah apalagi setelah dia mengetahui kalau Garang juga sedang mencoba mendekati Hamidah . Ia tidak rela kalau gadis sebaik Hamidah jatuh ketangan pemuda Jahil bernama Garang itu .

" Tapi gimana caranya ya ? " Fikir sinto

Akhirnya sinto menemukan sebuah ide .

" Midah , aku kekamar kecil sebentar ya . Tapi sebelumnya aku boleh minta nomor Handphone kamu nggak , biar kamu bisa hubungi aku kalau nanti terjadi apa - apa " Ujar Sinto beralasan

Hamidah tersenyum mendengar sinto bicara seperti itu .Tapi karena ia merasa kalau sinto adalah orang baik iapun memberikan nomor Handphone nya . Sinto sangat senang .

" Betul kan ? , Ntar kalo terjadi apa - apa sama kamu aku yang habis didamprat sama kak ayu , kamu jangan kemana - kemana ya . Aku cuma sebentar kok " kata sinto

" Iya , aku disini aja kok " Hamidah menjawab sambil tertawa kecil .

Sinto merasa jadi pria paling beruntung Hari ini . Ia pun segera pergi bergegas kekamar kecil . Jarak kamar kecil dari bangku tempat mereka duduk lumayan jauh , Sekitar tiga ratus meter . Sinto yang sudah kebelet pipis langsung saja masuk dan menunaikan hajatnya . Setelah hajatnya terpenuhi ia langsung keluar Namun ia mendengar suara seorang pria yang sedang menelpon . Ia rasanya mengenali suara itu , ya itu adalah suara Garang . Sinto yang penasaranpun langsung mencuri dengar pembicaraan itu . Saat ini jaraknya dengan garang hanya terpisah oleh sebuah dinding papan tipis . Hingga ia dapat mendengar jelas Suara garang . Sepertinya yang ditelpon adalah seorang wanita .

Garang : Cepat katakan , Siapa Pria jelek yang duduk bersamamu !!!

Wanita : kenapa memangnya , ada urusan apa denganmu ?

Garang : Hamidah , aku tidak akan biarkan siapapun mengganggu hubungan kita . Kamu dengar ???

Wanita : Sudah berapa kali aku jelaskan , kita tidak punya hubungan apa - apa ..

Sinto kaget ternyata wanita yang ditelpon garang adalah Hamidah

Garang : Kamu akan bahagia menjadi kekasihku , Harta apapun yang kau inginkan pasti akan kuberi .

Hamidah : Sudahlah , Garang !! Berhentilah mengukur kebahagiaan dengan Harta .

Garang : Tidak !!! Pokoknya aku tak bisa terima , Kalau kau tetap bersikeras Anak laki - laki itu akan Kuhabisi .

Hamidah : Dia tidak ada hubungannya dengan ini . Maaf !!

Kemudian terdengar suara Handphone dimatikan .

" Kurang ajar !!! Berani beraninya dia mematikan Handphone saat aku bicara " Garang berteriak marah .

" Siapapun Pria itu tidak akan pernah kubiarkan , kalau perlu akan kujadikan Sate !! " Garang semakin emosi

Sinto yang dari tadi sudah jengkel karena dia yakin pria yang dimaksud Garang adalah dirinya . Mendengar dia akan dijadikan sate spontan saja mulut Sinto ngerocos .

" Huuuu , emang aku kambing apa ? " kemudian sinto sadar dan langsung mendekap mulut.

" Siapa disana !!!!! " teriak Garang

\*\*\*

Ihsan dan Rimbun tampak duduk lemas di Rumput yang tidak jauh dari Tenda Para Raja . Sudah dari tadi pagi mereka berjaga - jaga tetapi masih belum menemukan suatu kejanggalan .

" Aduhhh , Mana cuacanya Panas lagi , kita cari makanan aja yuk " ihsan terus meracau tak karuan .

" Kita harus selalu waspada , San . Memang Sesuai dengan prediksi kita Huru - Hara itu akan terjadi pada hari atau malam ketiga . Tapi tidak tertutup kemungkinan mereka merubah rencana " jawab Rimbun .

" Iya sih , tapi aku haus , Mbun . Mana orang jualan gak ada yang lewat " jawab ihsan . Rimbun akhirnya cuek mendengar ocehan ihsan .

" Aku tak bisa membayangkan kalau acara sebesar ini diporak porandakan para iblis itu , San . Tak terbayang berapa banyak korban yang akan berjatuhan " rimbun mencoba mengembalikan fokus ihsan .

" Iya , Mbun . Kita harus berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan orang - orang tak bersalah itu " ihsan kembali fokus pada tugas .

" Sepertinya Nurdin sudah berhasil mengalahkan empat orang pesilat , berarti sisa empat lagi sebelum akhirnya dia bertarung melawan Garang " sambung ihsan

Mereka memang hanya bisa melihat pertandingan itu dari jarak yang cukup jauh karena posisi mereka sudah diatur agar bisa melihat tenda Para raja secara keseluruhan .

" Iya San . Semoga Nurdin Bisa jadi juara Tahun ini " Jawab Rimbun

\*\*\*

Sinto yang kaget mendengar teriakan Garang langsung saja melompat dan menempel di loteng kamar mandi tempat dia berdiri . Terdengar suara langkah kaki berlari mengejar kearahnya . Sinto melihat satu celah untuk keluar yaitu dari lubang diatap tapi itu sangat susah karena jika iya melompat bisa - bisa atap itu bisa tanggal semua . Karena sudah tidak ada celah untuk lari sinto pun melompat turun dan langsung berjalan kearah pintu . Setibanya sinto didepan pintu garang terlihat sudah berdiri didepan dengan wajah bengis .

" Ohhh .. disini kau Rupanya , dasar Preman kampung " hardik garang

Jangankan Takut Sinto malah melengong kiri - kanan .

" Mana ? " Sinto pura - pura bertanya dengan gaya bloon .

Garang terlihat semakin marah .

" Jangan Pura - Pura bodoh Kau . Kau anak lelaki yang duduk disamping Hamidah , kan ? " Tanya Garang

Sinto mulai serius karena saat ini ia takut terlibat kontak fisik dengan Garang .

" Ohhhh itu , iya , aku kebetulan duduk disana , terlebih lagi aku dan Hamidah itu kan teman sekampung " Jawab sinto

" Aku peringatkan kau sekali lagi , Jangan Coba - Coba dekati Hamidah , Atau kau akan menyesal , Kau catat Namaku , Aku Garang , Pemimpin Persekutuan Raja Api !!! " Emosi Garang sepertinya mulai mereda mendengar sinto hanyalah teman satu kampung Hamidah . Namun dasar Sinto si bocah usil mulutnya memang tidak bisa berhenti ngelantur .

" harus dicatat ya ? Tapi aku nggak bawa pena nih , Gimana ya . Tapi kayaknya namamu mudah diingat lo . Siapa tadi , Garang ya . Iya , Garang , Garang Garang " Gaya sinto seperti orang yang sedang menghafal . Garang terlihat sangat kesal tapi baginya apa gunanya menghajar pemuda bodoh itu . Dengan geram pun dia meninggalkan Sinto dan kembali ke bangku juara bertahannya .

Hamidah yang tadi ditelpon oleh garang sangat khawatir dengan keselamatan Sinto . Ia kemudian mengirimi Sinto pesan

Hamidah : *** . Kamu dimana ??

Sinto yang sedang dalam perjalanan menuju bangku melihat Handphone nya berdering dan membaca pesan Hamidah . Sinto tau Pasti Hamidah khawatir kalau Garang benar - benar menghajarny . Sinto pun membalas

Sinto : Wass . Ini lagi dijalan , kamu mau nitip sesuatu ?

Hamidah : Tidak , Terimakasih ...

Sinto : Ok lah Kalo begitu ..

Tidak ada lagi jawaban dari Hamidah .

Akhirnya Sinto pun sampai dibangku dengan selamat . Hamidah pun terlihat lega . sementara Nurdin sudah menang Empat Ronde , Wasit mengumumkan bahwa pertandingan akan dilanjutkan besok . Dan Nanti malam akan ada Hiburan Musik Tradisional .

" Sinto , Kamu kesini naik apa ? " Hamidah Bertanya .

" Naik Motor sama reza , emang kenapa ? " jawab sinto .

Sinto sebenarnya tau kalau hamidah mencemaskan keselamatannya . Karena Hamidah tau sekali Garang itu orang seperti apa . Tapi sinto senang hamidah jadi perhatian padanya .

" kalau kamu naik bis yang tadi ya , " tanya sinto

" Iya , Sebaiknya kamu segera pulang " jawab Hamidah .

Ia sepertinya bingung dan malu bicara seperti itu . Tapi untuk menjelaskan kepada sinto pun rasanya tidak mungkin . Sinto kasihan melihat hamidah harus menanggung rasa seperti itu .

" Iya , Habis ini kami rencananya langsung Pulang " Jawab sinto .

Hamidah pun tampak lega , kak ayu pun datang dan mengajak Hamidah pulang .

" Kalian juga langsung pulang ya , Nto Jangan keluyuran malam - malam disini " kata kak ayu .

" Oke Kak , kebetulan Sinto juga lagi ada kerjaan dirumah , kami akan langsung pulang " kata - kata sinto sengaja untuk menentramkan hati Hamidah.

" Ya udah , kami duluan ya " kak ayu berjalan diiringi hamidah yang tersenyum ke arah sinto .

" Kita nggak Nonton acara hiburan dulu ? " Tanya ihsan kepada teman - temannya setelah mereka berkumpul di panggung Utama .

" Nggak ah , badanku terasa pegal pegal nih , " Nurdin menjawab

" Kamu tadi keren banget , din " Sinto bicara sambil menepuk - nepuk pundak Nurdin .

" Ahhh , Biasa aja , Nto " balas Nurdin

Mendadak Hanphone mereka semua berdering , Ternyata Pesan Dari Pandeka Sahar .

Pandeka Sahar : Semuanya Berkumpul Malam ini di Tempat Latihan !!!

Setelah mendapatkan pesan itu merekapun Segera pulang .

Bersambung next Chapter

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!