Nurdin terlihat keren memakai pakaian hitam - hitam ala pendekar minang . Dikepalanya terlilit kain batik yang disimpul menyerupai tanduk . Nurdin sepertinya sudah siap dengan kuda - kuda yang menyerupai burung elang . Sementara disisi lain lawan tanding nurdin yang bernama Rahman pun tak kalah kerennya . Ia memakai pakaian hitam - hitam dengan ikat kepala batik yang disimpul menyerupai telinga harimau . Dari segi postur tubuh mereka berdua sepertinya imbang . Rahman tampak juga sudah memasang kuda - kuda yang mirip Harimau . wasit tampak berdiri ditengah siap memberikan perintah . Satu kali saja pluit dibunyikan kedua pesilat itu akan langsung saling serang .
Sinto yang duduk dibangku penonton memberikan suitan semangat kepada Nurdin diiringi dengan teriakan warga dusun taratak bungo . Pluit pun ditiup dan langsung saja terlihat Rahman mengirimkan pukulan lurus menyasar ke dada kiri Nurdin . Dengan sigap Nurdin menggeser satu langkah kebelakang sehingga tinju Rahman hanya lewat depan dada nurdin . Dengan cekatan Nurdin menyambar tangan Rahman dan mengunci satu di pergelangan tangan dan satu lagi dipergelangan siku . Setelah Rahman terkunci Nurdin melayangkan tendangan kearah pinggang Rahman .
" Bukkk " Tendangan Nurdin tepat mengenai sasaran dan satu point untuk Nurdin . dengan tangan yang masih terkunci tentu saja menghambat pergerakan Rahman dan disitulah dengan cepat Nurdin menyambar pingggang rahman kemudian mengangkat dan membanting Rahman keluar arena .
" Brukkkk " Rahman yang tidak menyangka akan diserang sedemikian Rupa terkapar dibawah panggung . Sesuai dengan keputusan Wasit bahwa peserts yang keluar arena dinyatakan gugur atau kalah . Rahman kemudian berdiri membungkuk hormat kepada Nurdin dan berjalan meninggalkan Arena . Nurdin membalas penghormatan Rahman dengan ikut membungkuk . Sorak sorai Sinto dan para supporter semakin menggema . Wasit kemudian meminta tepuk tangan semua penonton . Berikutnya jawara dari galanggang silek kampung Durian Tinggi yang bernama Azis yang akan bertarung melawan Nurdin karena Festival Silek dilaksanakan dengan sistem gugur . Setiap peserta yang kalah akan dinyatakan gugur hingga akhirnya ditemukan satu pemenang yang akan berjuang melawan Garang Si Juara Bertahan .
Kemudian dari jurusan lain tiba - tiba terdengar suara memanggil kepada ketua tim tari untuk segera mendaftarkan diri dan menyelesaikan administrasi . Kak ayu langsung mengambil tas dan bersiap hendak berdiri .
" Midah , kakak ke posko panitia dulu ya untuk mengurus pendaftaran kita , besok Kan acars Festival Tari , kamu tunggu disini ya , Sinto , Tolong Jaga Hamidah " Ujar kak ayu . Baik sinto maupun Hamidah hanya tampak tidak bisa membantah perintah tersebut . Akhirnya sambil memandang hamidah sesaat . Sinto mengangguk pasrah . Dalam hati dinto sangat keki karena baru kali ini sinto dibiarkan berduaan dengan seorang gadis . Apalagi gadis itu adalah hamidah . Si kembang desa .
" BBb Baik kak " Sinto menjawab sambil mengangguk pelan .
Setelah kak ayu pergi baik sinto maupun hamidah sama - sama diam . Tak ada yang berani memulai pembicaraan . mereka sepertinya lebih memilih menonton aksi Nurdin di Panggung utama . Sama seperti dipertandingan sebelumnya Nurdin tidak tampak kesulitan mengalahkan lawannya . Kali ini dengan gerakan mengunci pinggang lawan Nurdin menyapu sebelah kaki sambil mendorong lawannya jatuh keluar arena . Para penonton pun bersorak dan bertepuk tangan . Hamidah pun sepertinya sangat antusias mengikuti pertandingan . Akhirnya Sinto memberanikan diri memulai percakapan .
" kamu suka silat juga ya , Midah " sapa Sinto .
Hamidah yang disapa menoleh sejenak dan menjawab .
" Iya , dari kecil aku memang sudah suka silat , dan dulu juga sempat berlatih silat . Tapi karena aku anak perempuan ayah sepertinya tidak mengizinkan aku berlatih di gelanggang .Tapi dirumah aku selalu berlatih silat dengan Ayah " Jawab Hamidah .
" Ayahmu Guru silat juga ya ? " lanjut sinto
" Bukan guru juga sih , Tapi bisalah buat jaga - jaga diri , kalau Kamu sejak kapan suka silat ? " Hamidah balik bertanya
" Sebenarnya di Jakarta aku pernah latihan Karate , Tapi sampai dikampung kayaknya aku jadi lebih tertarik dengan silat , Ya karena itu kan budaya kita " jawab Sinto .
Sinto tak menyangka kalau Ternyata Hamidah adalah gadis yang tidak sombong dan asyik kalau diajak bicara . Pikiran jahilnya memikirkan suatu ide agar mereka bisa selalu bicara . Sinto berfikir untuk meminta Nomor Handphone Hamidah . Sinto rasanya ingin lebih dekat dengan hamidah apalagi setelah dia mengetahui kalau Garang juga sedang mencoba mendekati Hamidah . Ia tidak rela kalau gadis sebaik Hamidah jatuh ketangan pemuda Jahil bernama Garang itu .
" Tapi gimana caranya ya ? " Fikir sinto
Akhirnya sinto menemukan sebuah ide .
" Midah , aku kekamar kecil sebentar ya . Tapi sebelumnya aku boleh minta nomor Handphone kamu nggak , biar kamu bisa hubungi aku kalau nanti terjadi apa - apa " Ujar Sinto beralasan
Hamidah tersenyum mendengar sinto bicara seperti itu .Tapi karena ia merasa kalau sinto adalah orang baik iapun memberikan nomor Handphone nya . Sinto sangat senang .
" Betul kan ? , Ntar kalo terjadi apa - apa sama kamu aku yang habis didamprat sama kak ayu , kamu jangan kemana - kemana ya . Aku cuma sebentar kok " kata sinto
" Iya , aku disini aja kok " Hamidah menjawab sambil tertawa kecil .
Sinto merasa jadi pria paling beruntung Hari ini . Ia pun segera pergi bergegas kekamar kecil . Jarak kamar kecil dari bangku tempat mereka duduk lumayan jauh , Sekitar tiga ratus meter . Sinto yang sudah kebelet pipis langsung saja masuk dan menunaikan hajatnya . Setelah hajatnya terpenuhi ia langsung keluar Namun ia mendengar suara seorang pria yang sedang menelpon . Ia rasanya mengenali suara itu , ya itu adalah suara Garang . Sinto yang penasaranpun langsung mencuri dengar pembicaraan itu . Saat ini jaraknya dengan garang hanya terpisah oleh sebuah dinding papan tipis . Hingga ia dapat mendengar jelas Suara garang . Sepertinya yang ditelpon adalah seorang wanita .
Garang : Cepat katakan , Siapa Pria jelek yang duduk bersamamu !!!
Wanita : kenapa memangnya , ada urusan apa denganmu ?
Garang : Hamidah , aku tidak akan biarkan siapapun mengganggu hubungan kita . Kamu dengar ???
Wanita : Sudah berapa kali aku jelaskan , kita tidak punya hubungan apa - apa ..
Sinto kaget ternyata wanita yang ditelpon garang adalah Hamidah
Garang : Kamu akan bahagia menjadi kekasihku , Harta apapun yang kau inginkan pasti akan kuberi .
Hamidah : Sudahlah , Garang !! Berhentilah mengukur kebahagiaan dengan Harta .
Garang : Tidak !!! Pokoknya aku tak bisa terima , Kalau kau tetap bersikeras Anak laki - laki itu akan Kuhabisi .
Hamidah : Dia tidak ada hubungannya dengan ini . Maaf !!
Kemudian terdengar suara Handphone dimatikan .
" Kurang ajar !!! Berani beraninya dia mematikan Handphone saat aku bicara " Garang berteriak marah .
" Siapapun Pria itu tidak akan pernah kubiarkan , kalau perlu akan kujadikan Sate !! " Garang semakin emosi
Sinto yang dari tadi sudah jengkel karena dia yakin pria yang dimaksud Garang adalah dirinya . Mendengar dia akan dijadikan sate spontan saja mulut Sinto ngerocos .
" Huuuu , emang aku kambing apa ? " kemudian sinto sadar dan langsung mendekap mulut.
" Siapa disana !!!!! " teriak Garang
\*\*\*
Ihsan dan Rimbun tampak duduk lemas di Rumput yang tidak jauh dari Tenda Para Raja . Sudah dari tadi pagi mereka berjaga - jaga tetapi masih belum menemukan suatu kejanggalan .
" Aduhhh , Mana cuacanya Panas lagi , kita cari makanan aja yuk " ihsan terus meracau tak karuan .
" Kita harus selalu waspada , San . Memang Sesuai dengan prediksi kita Huru - Hara itu akan terjadi pada hari atau malam ketiga . Tapi tidak tertutup kemungkinan mereka merubah rencana " jawab Rimbun .
" Iya sih , tapi aku haus , Mbun . Mana orang jualan gak ada yang lewat " jawab ihsan . Rimbun akhirnya cuek mendengar ocehan ihsan .
" Aku tak bisa membayangkan kalau acara sebesar ini diporak porandakan para iblis itu , San . Tak terbayang berapa banyak korban yang akan berjatuhan " rimbun mencoba mengembalikan fokus ihsan .
" Iya , Mbun . Kita harus berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan orang - orang tak bersalah itu " ihsan kembali fokus pada tugas .
" Sepertinya Nurdin sudah berhasil mengalahkan empat orang pesilat , berarti sisa empat lagi sebelum akhirnya dia bertarung melawan Garang " sambung ihsan
Mereka memang hanya bisa melihat pertandingan itu dari jarak yang cukup jauh karena posisi mereka sudah diatur agar bisa melihat tenda Para raja secara keseluruhan .
" Iya San . Semoga Nurdin Bisa jadi juara Tahun ini " Jawab Rimbun
\*\*\*
Sinto yang kaget mendengar teriakan Garang langsung saja melompat dan menempel di loteng kamar mandi tempat dia berdiri . Terdengar suara langkah kaki berlari mengejar kearahnya . Sinto melihat satu celah untuk keluar yaitu dari lubang diatap tapi itu sangat susah karena jika iya melompat bisa - bisa atap itu bisa tanggal semua . Karena sudah tidak ada celah untuk lari sinto pun melompat turun dan langsung berjalan kearah pintu . Setibanya sinto didepan pintu garang terlihat sudah berdiri didepan dengan wajah bengis .
" Ohhh .. disini kau Rupanya , dasar Preman kampung " hardik garang
Jangankan Takut Sinto malah melengong kiri - kanan .
" Mana ? " Sinto pura - pura bertanya dengan gaya bloon .
Garang terlihat semakin marah .
" Jangan Pura - Pura bodoh Kau . Kau anak lelaki yang duduk disamping Hamidah , kan ? " Tanya Garang
Sinto mulai serius karena saat ini ia takut terlibat kontak fisik dengan Garang .
" Ohhhh itu , iya , aku kebetulan duduk disana , terlebih lagi aku dan Hamidah itu kan teman sekampung " Jawab sinto
" Aku peringatkan kau sekali lagi , Jangan Coba - Coba dekati Hamidah , Atau kau akan menyesal , Kau catat Namaku , Aku Garang , Pemimpin Persekutuan Raja Api !!! " Emosi Garang sepertinya mulai mereda mendengar sinto hanyalah teman satu kampung Hamidah . Namun dasar Sinto si bocah usil mulutnya memang tidak bisa berhenti ngelantur .
" harus dicatat ya ? Tapi aku nggak bawa pena nih , Gimana ya . Tapi kayaknya namamu mudah diingat lo . Siapa tadi , Garang ya . Iya , Garang , Garang Garang " Gaya sinto seperti orang yang sedang menghafal . Garang terlihat sangat kesal tapi baginya apa gunanya menghajar pemuda bodoh itu . Dengan geram pun dia meninggalkan Sinto dan kembali ke bangku juara bertahannya .
Hamidah yang tadi ditelpon oleh garang sangat khawatir dengan keselamatan Sinto . Ia kemudian mengirimi Sinto pesan
Hamidah : *** . Kamu dimana ??
Sinto yang sedang dalam perjalanan menuju bangku melihat Handphone nya berdering dan membaca pesan Hamidah . Sinto tau Pasti Hamidah khawatir kalau Garang benar - benar menghajarny . Sinto pun membalas
Sinto : Wass . Ini lagi dijalan , kamu mau nitip sesuatu ?
Hamidah : Tidak , Terimakasih ...
Sinto : Ok lah Kalo begitu ..
Tidak ada lagi jawaban dari Hamidah .
Akhirnya Sinto pun sampai dibangku dengan selamat . Hamidah pun terlihat lega . sementara Nurdin sudah menang Empat Ronde , Wasit mengumumkan bahwa pertandingan akan dilanjutkan besok . Dan Nanti malam akan ada Hiburan Musik Tradisional .
" Sinto , Kamu kesini naik apa ? " Hamidah Bertanya .
" Naik Motor sama reza , emang kenapa ? " jawab sinto .
Sinto sebenarnya tau kalau hamidah mencemaskan keselamatannya . Karena Hamidah tau sekali Garang itu orang seperti apa . Tapi sinto senang hamidah jadi perhatian padanya .
" kalau kamu naik bis yang tadi ya , " tanya sinto
" Iya , Sebaiknya kamu segera pulang " jawab Hamidah .
Ia sepertinya bingung dan malu bicara seperti itu . Tapi untuk menjelaskan kepada sinto pun rasanya tidak mungkin . Sinto kasihan melihat hamidah harus menanggung rasa seperti itu .
" Iya , Habis ini kami rencananya langsung Pulang " Jawab sinto .
Hamidah pun tampak lega , kak ayu pun datang dan mengajak Hamidah pulang .
" Kalian juga langsung pulang ya , Nto Jangan keluyuran malam - malam disini " kata kak ayu .
" Oke Kak , kebetulan Sinto juga lagi ada kerjaan dirumah , kami akan langsung pulang " kata - kata sinto sengaja untuk menentramkan hati Hamidah.
" Ya udah , kami duluan ya " kak ayu berjalan diiringi hamidah yang tersenyum ke arah sinto .
" Kita nggak Nonton acara hiburan dulu ? " Tanya ihsan kepada teman - temannya setelah mereka berkumpul di panggung Utama .
" Nggak ah , badanku terasa pegal pegal nih , " Nurdin menjawab
" Kamu tadi keren banget , din " Sinto bicara sambil menepuk - nepuk pundak Nurdin .
" Ahhh , Biasa aja , Nto " balas Nurdin
Mendadak Hanphone mereka semua berdering , Ternyata Pesan Dari Pandeka Sahar .
Pandeka Sahar : Semuanya Berkumpul Malam ini di Tempat Latihan !!!
Setelah mendapatkan pesan itu merekapun Segera pulang .
Bersambung next Chapter
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments