Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "

Goa gelap itu memiliki ratusan lorong yang saling terhubung satu sama lain . Sangat sulit menemukan ujung lorong jika tidak betul - betul hafal isi dalam goa itu . Suhu didalam goa itu terasa begitu dingin nyaris sedingin es . Cahaya matahari yang masuk melalui lubang - lubang di atap goa tak mampu menepis suhu dingin tersebut . di dalam gua terlihat sesosok tubuh yang sedang berjalan menelusuri lorong - lorong . entah ingin kemana tujuannya yang pasti ia terlihat sudah sangat paham seluk beluk didalam goa . semakin jauh ia masuk hawa dingin semakin menusuk . dilantai dan dinding goa tersebut mulai terlihat lapisan salju tipis yang berwarna putih bersih . akhirnya sosok yang ternyata seorang pemuda berpakaian tebal dan bertopi wol berwarna coklat itu sampai disebuah ruangan yang cukup luas .

" Datuk , sepertinya gerhana pertama akan muncul malam ini , kita harus keluar malam ini " Pemuda itu bicara menghadap kesebuah kamar yang pintunya pun sudah diselimuti salju .

Tidak ada jawaban dari dalam kamar . Hanya terdengar dengusan nafas yang berat . tapi pemuda itu justru senang mendengar dengusan nafas itu . seolah itu berarti setuju .

" Baiklah datuk , berarti semedimu selama delapan ratus tahun ini berakhir malam ini , kekuatanmupun sepertinya sudah pulih bahkan semakin besar , Datuk "

Terdengar lagi satu dengusan tapi kali ini diiringi dengan suara gerengan lembut seolah ingin menyampaikan sesuatu . Pemuda yang seolah mengerti maksud ucapan itu kemudian tersenyum dan menjawab .

" Tidak perlu berterima kasih datuk, aku hanya menuruti perintah dari kakek guruku untuk selalu membantu dan melayanimu selama kau bersemedi di Gua gunung Es ini " pemuda itu kembali bicara

Mendadak terdengar satu lompatan kecil yang seakan mengetarkan seisi goa tersebut . Seekor Harimau Putih sebesar Induk Gajah pun terlihat keluar dari kamar tersebut . jika orang biasa pasti akan menggigil melihat sosok harimau tersebut tetapi pemuda berjaket tebal itu malah senang melihat Harimau raksasa itu . ia justru berjalan dan memeluk harimau itu . harimau putih itu menundukkan kepalanya agar pemuda itu bisa bebas memeluk dan mengusap - usap kepalanya .

Harimau itu adalah Harimau Sakti peliharaan Raja jin putih yang bergelar Datuk si raja dewa . Harimau sakti itu juga pernah menjadi peliharaan Datuk Panduko Alam ketika dia menjadi Wadah kesaktian Datuk si Raja dewa . konon menurut kisah datuk siraja dewa menyimpan separuh kekuatannya didalam tubuh harimau itu , dan separoh lagi didalam wadahnya . dan harimau itu akan selalu mengikuti siapa saja orang yang menjadi wadah kesaktian datuk si raja dewa . sejak kematian Datuk Panduko Alam Harimau sakti itu memilih bersemedi untuk memulihkan kekuatannya karena ia terluka parah terkena " Racun Bisa seribu " saat terjadi perang besar . Pada saat itu ia dan datuk panduko alam hampir saja berhasil memporak - porandakan pasukan jin hitam yang dipimpin oleh Tuanku Rajo nan hitam . Namun karena ada suatu pengkhianatan maka strategi mereka pun gagal . Ia bersemedi didalam gua gunung es sambil menunggu kemunculan wadah baru pewaris kesaktian datuk Siraja dewa Dan menurut petunjuk ia harus bertemu dengan wadah itu malam ini yaitu pada saat terjadi gerhana bulan pertama . pemuda yang bernama rimbun itu tampak mulai mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan .

***

" Muridku , sepertinya ada beberapa cecunguk yang mengetahui rencana besar kita" panglima api laknat kembali bicara saat melihat Garang sudah kembali dari mengejar para penyusup yang ternyata sinto dan kawan - kawan .

" Kau tau siapa mereka , guru ?" Garang terlihat sangat emosi .

" kita akan segera tahu , jika pada malam puncak kau bertemu orang itu , maka habisi dia malam itu juga " jawab panglima api laknat .

" baik , guru , aku akan buat dia menyesali semua " jawab garang .

" baiklah , sekarang lanjutkan latihanmu , setidaknya kau harus sudah mencapai jurus ketiga pada malam puncak itu " panglima api laknat bicara dan kemudian iapun menghilang . garang yang tinggal sendiri masih penasaran dengan para penyusup dan butiran salju yang dia temukan .

" Jaket merah , ya salah satu dari mereka memakai jaket merah " desis Garang

Dan iapun kembali memulai latihannya .

***

Diceritakan pada episode sebelumnya

" persekutuan Raja api " bahwasanya Pandeka Sahar meminjamkan kekuatan gaibnya kepada Nurdin untuk menghadapi garang difestival nanti . Setelah proses pemindahan kekuatan itu selesai dan memberikan sedikit pengarahan pandeka sahar pun membawa mereka bertiga ke lapangan untuk melatih nurdin mengendalikan kekuatan itu . Ihsan melihat jam di handphone nya . hari menunjukkan pukul dua belas kurang lima belas menit . Malam itu bulan terlihat hampir bulat penuh .

" Ini adalah bulan tiga belas , berarti besok malam adalah bulan purnama " ihsan bicara sambil menatap langit malam itu . Pandeka sahar langsung saja mengajarkan teknik - teknik pengolahan tenaga dalam kepada nurdin . Sepertinya unsur yang mereka olah adalah unsur angin , kibasan - kibasan tangan nurdin pun seolah meliuk liuk bagaikan sayap burung elang dan setiap kepakan itu mengeluarkan angin mengandung tenaga dalam yang kuat . Nurdin pun terlihat sangat lincah melayang - layang diudara . Nurdin memang seorang bocah dengan yang berbakat dalam ilmu bela diri . Sinto dan ihsan pun berdecak kagum melihat kepaiawaian nurdin memainkan jurus - jurus silat aneh itu . pada saat mereka sedang asyik menemani nurdin berlatih mendadak cahaya bulanpun menghilang . Lapangan yang tadi cukup terang itu mendadak menjadi gelap gulita . Mereka semua terdiam .

" Sepertinya terjadi Gerhana " ujar pandeka sahar

Raut wajah Sinto langsung berubah mendengar kata - kata gerhana itu . perlahan dari jauh sayup - sayup terdengar suara dendang tua .

" Saat bulan purnama muncul diantara dua gerhana disitulah pintu kedua alam terbuka lebar , kau akan menemukan jawaban yang engkau , bersihkan hatimu , rangkul takdirmu , ini adalah gerhana pertama , yang berarti gerbang pembuka "

Mereka berempat sama - sama mendengar suara nyanyian yang sayup - sayup itu . suasana malam itu menjadi sangat menegangkan , membuat bulu kuduk berdiri . Perlahan dari semak - semak disamping lapangan terlihat muncul sesosok makhluk sebesar induk gajah , mendadak suhu menjadi sangat dingin sedingin es . Sinto dan Nurdin mengambil posisi Siaga tapi pandeka sahar memberi tanda agar mereka tetap diam ditempat .

" Selamat malam orang - orang baik " terdengar suara lelaki muda menyapa mereka . Mereka hanya diam tak menjawab .

Ternyata Sosok yang muncul adalah seekor Harimau putih yang tak lain adalah Datuk Harimau Salju dan diatas punggungnya duduk seorang pemuda memakai baju kulit mirip rompi berwarna coklat .

" Perkenalkan sahabat semua , Namaku Rimbun . Maafkan jika kedatanganku dan Datuk membuat kalian kaget , tapi sebenarnya kami datang dengan maksud dan tujuan yang baik , kami ingin menemui anak muda yang merupakan cucu keturunan Datuk Panduko Alam . " Pemuda yang kira - kira masih seumuran dengan Sinto itu bicara penuh hormat .

" Tidak apa - apa sahabat muda , kami juga memohon maaf jika penyambutan kamipun tidak semestinya , silahkan turun dan bergabung bersama kami " pandeka sahar pun menjawab dengan lembut .

Pemuda bernama rimbun itu pun turun dari punggung harimau dan berjalan kearah sinto dan kawan - kawan . setelah mengulurkan salam ia pun menceritakan maksud kedatangannya yaitu untuk memulai proses pembukaan gerbang pertama untuk sinto . Karena menurut keterangannya yang bisa membuka gerbang itu hanyalah Datuk Harimau Salju . Kemudian Rimbun pun menyampaikan bahwa ia akan mewakili datuk harimau salju untuk menjadi penerjemah karena Harimau sakti itu tidak bisa bicara bahasa manusia .

" apakah angku muda siap " rimbun bertanya .

Sinto melirik kepada pandeka sahar , gurunya pun memberi anggukan tanda setuju . Nurdin dan ihsan pun terlihat tegang . Sesekali ia mereka menatap harimau Raksasa yang pernah menyelamatkan mereka sewaktu hendak diserang dubalang rambut api .

" Baiklah , Aku siap " jawab sinto

Harimau salju menggereng pelan . Rimbun menjelaskan bahwa harimau itu meminta sinto melepaskan baju . Setelah sinto melepaskan baju Harimau raksasa itu terlihat berjalan kearah belakang punggung sinto . Jantung sinto berdebar - debar . harimau itu menggereng pelan sekali lagi . Rimbun pun menjelaskan

" Tahan sedikit angku muda , ini mungkin akan agak sakit " jelas rimbun

Sinto hanya diam mendengar penjelasan rimbun . Harimau itu pun terlihat membuat goresan dipunggung sinto . Bocah itu terlihat mengernyit menahan sakit . Darah pun terasa menetes dipunggungnya . Sepertinya harimau itu sedang membuat sebuah lambang . setelah selesai harimau sakti itu terlihat menengadah ke langit dan mengaum keras seperti sedang meneriakkan sesuatu .. pandeka sahar ihsan dan nurdin pun mendadak menutup telinga mereka . Satu cahaya pun terlihat turun dan masuk kedalam tubuh sinto melalui ubun - ubun . Tubuh sinto terasa hangat dan diselimuti oleh cahaya kuning keputihan . bau semerbak bunga cempaka memenuhi area tersebut . perlahan sinto mendengar suara .

" Pembukaan gerbang pertama telah selesai , besok malam kita akan bertemu di puncak gunung es , ingat selama ritual ini berlangsung kau tidak boleh meninggalkan rumah "

Sinto menengok kepada pandeka sahar , nurdin dan ihsan sepertinya mereka tidak mendengar suara barusan . sinto melihat kearah rimbun , pemuda itu tersenyum .

" Yang kau dengar adalah suara datuk , angku muda , setelah terbukannya gerbang pertama kau sudah bisa berkomunikasi dengan datuk karena ia adalah hewan peliharaan sekaligus sahabat Datuk Siraja dewa , mulai sekarang ia juga akan menjadi peliharaan dan sahabatmu angku muda ". Jelas rimbun

Datuk harimau salju menggereng perlahan dalam satu kedipan mata ia sudah menghilang dari tempat itu .

" Aku berharap mulai saat ini kita dapat bahu membahu untuk menggagagalkan rencana jahat Tuanku Rajo Nan Hitam , karena itu untuk sementara waktu aku akan menetap didesa ini " sambung Rimbun

" Bagus , memang saat ini kami sangat membutuhkan banyak bantuan , kalau begitu Kau tinggal dan menginap dirumahku saja " ujar pandeka sahar

" Terimakasih atas kebaikan hatimu pandeka " Rimbun menjura hormat .

Bersambung ke chapter berikutnya

" Datuk Si Raja Dewa "

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!