Puncak bukit itu terlihat diselimuti oleh kabut putih yang sangat tebal. tidak ada yang tahu pasti apa yang ada dibalik gumpalan kabut itu karena Jangankan mendekat , untuk bercerita tentang tempat itu saja orang - orang sudah merasa ketakutan .
Konon dipuncak bukit itu terdapat satu kerajaan gaib yang dipimpin oleh seorang raja Jin yang sangat kejam dan jahat . Raja itu bernama Tuanku Rajo Nan Hitam . Namun sejauh ini belum ada warga desa yang pernah menengok langsung ke puncak bukit itu . Kasus hilangnya warga desa saat mencari kayu di hutan Beberapa waktu lalu juga dikaitkan dengan keangkeran tempat tersebut . Tempat tersebut terkesan cukup aneh karena Kabut putih yang mengelilingi kawasan itu seolah menghalangi pandangan dari dunia luar . karena hal itulah bukit ini disebut dengan Bukit mendinding alam .
Disebuah Ruangan tempat singgasana Raja terlihat dua makhluk yang sedang berbicara .
" Hamba yakin dia adalah bocah yang diramalkan itu Tuanku " seorang kakek berjubah hitam kusam dengan rambut dan jenggot bewarna merah menyala terlihat menunduk hormat pada seorang berwajah hitam angker yang duduk diatas sebuah singgasana yang terbuat dari gundukan tengkorak .
Lelaki tua yang menjura hormat adalah kaki tangan Tuanku rajo nan hitam sang penguasa bukit mendinding alam. orang tua berambut merah itu bernama Dubalang rambut api Sedangkan pria angker yang duduk di singgasana tengkorak adalah sang Raja Jin jahat itu sendiri . Sambil menjentik - jentikkan jari ke pegangan tangan singgasana tengkorak itu Tuanku rajo nan hitam terlihat tersenyum sinis .
" Sepertinya kita memang harus mulai bergerak , ceritakan padaku tentang anak itu "
" Duli Tuanku , pada saat hamba datang kerumah bocah itu tempo hari , malam itu hamba ingin langsung melenyapkan bocah itu dengan ilmu jari api , namun hamba diserang oleh hawa dingin sedingin es , kekuatan hamba seakan terkunci , hamba yakin itu adalah ulah Harimau Salju peliharaan Datuk Si Raja Dewa dan sepertinya makhluk itu juga sudah mulai pulih kekuatannya "
" Harimau Salju , hewan keparat yang selalu membuatku repot itu , tunggu saja saatnya " Tuanku Rajo Nan Hitam mengepalkan tinjunya
" Dubalang rambut api , sebaiknya kau habisi saja bocah itu segera karena aku yakin dia akan menjadi duri yang akan mengganggu semua siasat dan rencana besarku "
" Duli Tuanku , hamba akan mencari cara untuk segera melenyapkannya " setelah menjura hormat kepada sang Raja dubalang Rambut api segera berkelebat pergi .
***
Garang terlihat duduk terkulai lesu di sebuah kursi kayu antik yang terletak di serambi depan rumahnya yang begitu luas .
Rumah itu terlihat sangat megah dan memiliki halaman yang sangat luas dipenuhi kebun bunga dan pohon - pohon hias . Keluarga garang memang terbilang sangat kaya raya . Sebagian besar lahan pertanian dan sumber daya alam yang ada dikampung sawah hilir adalah aset keluarganya . Mereka adalah keturunan bangsawan dikampung sawah hilir . Dari segi finansial sepertinya garang sangat tidak pantas untuk sedih dan bermuram durja seperti itu .
Lantas apa yang membuat bocah itu bersedih ?
Yang membuat bocah itu murung tak lain adalah persoalan muda - mudi . Saat ini hatinya sedang tergoda oleh seorang bunga desa dari dusun taratak bungo . Gadis cantik jelita itu bernama Hamidah anak dari khatib syarif seorang guru mengaji di dusun taratak bungo . Hamidah adalah gadis baik yang sangat pandai menjaga pergaulannya. Terang saja ia tak begitu menghiraukan perasaan garang yang sombong dan angkuh .
Garang sebenarnya adalah anak yang tampan , badannya kurus tinggi , hidungnya mancung dan kulitnya yang putih membuat ia terlihat seperti bocah blasteran eropa . Namun yang membuat hamidah kurang suka adalah tabiat garang yang tidak hanya nakal tetapi juga sombong . Hamidah masih memiliki hubungan kerabat dengan Reza sahabat dekat sinto . Ia tinggal bersama ayah dan ibunya disamping masjid gadang taratak bungo karena ayahnya khatib syarif itu merupakan imam dan guru mengaji di masjid itu . Sikap hamidah yang dingin terhadap dirinya lah yang membuat garang menjadi galau dan sangat marah karena ia merasa tidak pantas jika pria sesempurna dirinya diabaikan oleh seorang gadis kampung . Harusnya para gadis itu yang datang memohon - mohon cinta kepadanya , begitulah kehendak hati garang .
" Pokoknya tidak bisa tidak , gadis itu harus kudapatkan bagaimanapun caranya " garang terus menggumam sambil mengepalkan tinjunya
***
Pagi ini sinto dan kawan - kawan berencana pergi menggalah ikan ke sungai . Menggalah ikan adalah cara tradisional untuk menangkap ikan dikampung sinto . Sinto yang masih baru tinggal dikampung sangat penasaran dan ingin tau bagaimana proses dan cara menggalah ikan tersebut .
Mereka sudah mempersiapkan bekal makanan dari seusai subuh disebabkan lokasi tempat menggalah ikan ini terbilang cukup jauh dan butuh waktu empat jam berjalan kaki untuk mereka sampai dilokasi tersebut . mereka sampai di lokasi saat menjelang tengah hari dan setelah sampai mereka langsung memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum mulai menggalah.
" Waduh ,, keren banget disini coy !! Sepertinya aku mulai betah disini " ujar sinto sambil membuka bekal nasi yang dibawanya .
" kalau begitu kamu menetap dikampung aja Nto , pasti seru banget " reza menjawab dengan mulut yang dipenuhi nasi . Beberapa butir nasi terlihat muncrat dari mulutnya . Teman - teman yang lain menggangguk tanda setuju .
" Iya nto , jangan balik ke jakarta lagi " ihsan menimpal .
Belum sempat sinto menjawab obrolan teman - temannya sontak saja terdengar suara parau dari arah belakang mereka . Mereka sama - sama menoleh dan ternyata dibelakang mereka telah berdiri sosok orang tua berjubah hitam kusam berambut dan berjenggot merah . Ia tak lain adalah dubalang Rambut api dubalang Tuanku Rajo Nan Hitam .
" kalian jangan khawatir para bocah , teman kalian itu tidak akan pernah kembali lagi kejakarta , bahkan untuk selamanya karena ia harus memenuhi takdirnya disini , takdir kematian , Hahahahha " orang tua seram itu tertawa angker .
Usai bicara seperti itu dubalang rambut api mengubah posisi jari tangan nya seperti seolah hendak mencakar dan Perlahan dari ujung jari kakek tua itu memancar percikan api yang sangat panas . Itulah " ilmu jari api " yang merupakan ilmu andalan orang tua jahat itu . Sinto dan kawan - kawan merasakan hawa panas yang sangat menyengat dan Hawa panas itu secara perlahan mulai merasuk kedalam tubuh mereka .
Ihsan yang paling pengecut terlihat menggigil dan terus meracau
" Hantuuuu ... tolongggggg ... ada hantu ... " ia terus menangis seperti orang yg kesetanan
Sinto menatap wajah orang tua angker yang berada berjarak 5 meter dari batu tempat mereka duduk .
" Ternyata dia " gumam sinto dalam hati
" kau masih mengenalku bocah ? " dubalang rambut api bertanya seolah tahu apa yang ada difikiran sinto karena memang dialah sosok orang tua seram yang datang beberapa malam yang lalu ke rumah sinto . Muka sinto terlihat bertambah pucat sementara hawa panas yang mendera semakin menjadi - jadi membuat sinto dan kawan - kawan bertambah ketakutan.
" Siapa kau dan apa maumu ? Nurdin bertanya meskipun dalam hatinya dia merasa sangat ketakutan .
" Aku Dubalang Rambut merah dan aku datang untuk mencabut nyawa kalian " ujar dubalang rambut api dan tentu saja semakin membuat para bocah itu bertambah menggigil . Ujung jari yang berapi itu semakin terlihat memerah . Sepertinya dubalang rambut api siap untuk melepaskan jurus jari apinya . Namun sebelum sambaran api itu sempat mengenai sinto dan kawan - kawan , mendadak suhu ditempat itu seolah berubah drastis . Hawa panas yang menyelimuti seluruh tempat itu sontak berubah menjadi hawa dingin sedingin es seolah - olah tempat tersebut dituruni oleh hujan salju .
Dubalang rambut api terpelongo kaget . seluruh api yang ada diujung jarinya tampak padam dan tubuhnya pun terlihat berdiri kaku . Sementara dari balik pepohonan yang berjejer ditepi sungai terlihat keluar sesosok harimau putih yang badannya kira - kira sebesar induk gajah . harimau itu menggereng perlahan Namun suara gerengan itu mampu membuat batu besar tempat sinto dan kawan - kawannya duduk jadi bergetar .
" Keparat , harimau sialan itu lagi " ujar dubalang rambut api dalam hati
" Saat ini aku belum mampu mengalahkannya dan lebih baik aku mundur dulu . aku harus segera dapatkan batu mustika itu dan setelah itu tunggu saja pembalasanku harimau keparat " Dubalang Rambut api menyumpah dalam hati
Harimau putih menatap tajam kearah dubalang rambut api seolah memberi isyarat agar orang tua jahat itu segera pergi Dari tempat itu . Dubalang rambut api merasa seluruh kekuatannya tersedot dan melemah . Sebelum terlambat seluruh tenaga dalam yang dia miliki kemudian ia himpun di pergelangan kaki dan dengan satu kali hentakan ia sudah melesat jauh dari tempat tersebut .
" Aduh kacau ini .. lepas dari mulut buaya pergi ke mulut harimau " Desis sinto dalam hati
Harimau putih itu seolah mengiringi kepergian dubalang rambut api . setelah yakin orang tua jahat itu benar - benar sudah pergi harimau itu menatap sinto dengan pandangan tenang seolah ingin mengatakan sesuatu . Saat sinto menatap mata harimau salju itu ada perasaan aneh dalam dirinya karena entah kenapa pada saat ia melihat mata harimau itu ia merasa sudah lama mengenal harimau itu . Harimau putih itu kedipkan mata ke arah sinto seolah hendak pamit dan sekejap mata saja ia menghilang dari pandangan sinto dan kawan - kawan .
" Sebaiknya kita stop saja acara menggalah hari ini dan kita langsung pulang saja "
nurdin memulai percakapan saat suasana sudah mulai agak normal kembali .
Tidak ada seorangpun yang membantah karena mereka memang sudah terlanjur takut dengan kejadian barusan . Tapi mereka sepakat untuk merahasiakan kejadian itu dari siapapun karena mereka yakin meski diceritakan pun tak ada seorangpun yang akan mau percaya . Bisa - bisa mereka yang nantinya dicap sebagai pembohong.
Perlahan kabut misteri mulai terkuak . apakah yang akan terjadi selanjutnya ???
Saksikan di episode berikutnya
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
MomKusuma Billi
keren jugo bahasa Minangnya
2022-10-18
0