Garang terlihat sedang fokus berlatih , kali ini ia dan gurunya Pakiah Rajudin tengah berlatih bagaimana mengalirkan tenaga dalam dan mengolah pernafasan . dengan posisi duduk bersila dan kedua tangan direntangkan seperti sayap elang garang tampak menengadah keatas sambil mengambil nafas panjang . Baru Satu tarikan nafas sontak saja tubuh bocah itu terangkat dan berputar melayang - layang diudara . bukan main girangnya hati bocah itu , kini ia bisa terbang diudara . gurunya pakiah rajudin tersenyum bangga dan puas .
" Kau memang sungguh berbakat Angku muda " ujar pakiah rajudin yang sebenarnya adalah orang tua jahat bernama Dubalang Rambut Api yang sedang menyamar .
Garang pun membuka mata diudara dan kemudian dengan satu kali sentakan ia melesat turun dan sambil bersalto ia mendarat sempurna di lantai . ia merasa tubuhnya saat itu sudah sangat kuat . Satu pukulan tangan kosongnya saja mampu menghancurkan tengkorak seekor kerbau jantan dewasa . Semua itu Berkat tenaga dalam dan olah pernafasan dan diajarkan oleh Gurunya .
" Saat ini kekuatanmu sudah sangat jauh meningkat angku muda , tapi yang harus selalu kau ingat adalah diatas langit masih ada langit , kau harus selalu berlatih keras untuk selalu menjadi yang terkuat dan yang terhebat " pakiah Rajudin memberikan nasehat kepada muridnya .
" Festival Silek itu akan dilaksanakan beberapa minggu lagi , sayangnya aku harus pergi ke suatu tempat karena ada urusan penting , aku mungkin akan datang melihatmu bertarung di acara puncak . Siapapun lawanmu jangan pernah kasih ampun , aku tinggalkan untukmu sebuah kitab yang berisi petunjuk untuk terus meningkatkan kekuatanmu hingga mencapai tenaga tingkat tinggi , simpan kitab ini baik - baik , didalamnya juga terdapat cara untuk mendapatkan sebuah pusaka yang bernama Keris Api , kau harus berusaha agar pusaka sakti itu jatuh ketanganmu , dengan itu kau akan menjadi raja diraja di dunia bela diri "
Pakiah rajudin atau Dubalang Rambut Api memberikan sebuah kitab usang yang terbuat dari kulit tipis yang ditulis menggunakan tinta emas . Garang menerima kitab itu dan menyimpan dibalik baju hitam yang ia kenakan . Kemudian ia membungkuk hormat kepada gurunya yang sekejap mata sudah berkelebat menghilang dari tempat itu . Ia kemudian megambil kembali kitab itu dan melihat dihalaman depan tertulis " 9 Jurus Dewa Api " . Garang tersenyum puas dan membayangkan posisi juara yang sudah didepan mata . namun ketika satu senyuman manis sekilas terbayang dibenaknya , wajah cantik kembang desa dari dusun taratak bungo , Hamidah . ia sontak menjadi panas , dua tangan dikepalkan dan tiba - tiba dua kepalan tinjunya terbungkus oleh nyala api . Dua kepalan tinju berapi tersebut menyala - nyala seolah mintak segera dihantamkan . garang menarik nafas dan melepaskan perlahan , kobaran api dikedua tangannya perlahan terlihat meredup dan menghilang .
***
Tubuh sinto yang terkapar lemah diatas dipan itu terkadang mengeluarkan keringat seperti kepanasan , terkadang menggigil seperti kedinginan . air remasan daun - daun herbal selalu disapukan ke tubuhnya . Sudah hampir dua hari bocah itu tak sadarkan diri . Menurut bidan desa yang bertugas didesa itu sinto terkena demam panas yang sangat tinggi sehingga ia tak sadarkan diri dan mengigau . sementara menurut dukun kampung yang dipanggil atuknya sinto keteguran roh halus ( keteguran adalah penyakit demam panas karena diganggu oleh makhluk halus ) . Ibunya yang selalu merawat sinto siang malam terlihat sangat sedih , ia merasa bersalah telah membawa sinto masuk ke dalam rumah gadang berbahaya itu . Jika bukan karena peristiwa itu pasti sinto anaknya saat ini masih baik - baik saja .
" sudahlah jangan terlalu sedih , bu . Kita berdoa saja semoga sinto segera sembuh " ujar ayah sinto menghibur
Atuk sinto pun terlihat begitu panik semenjak kejadian itu . Ia bahkan menyarankan jika sinto sudah sembuh mereka sekeluarga harus segera kembali ke jakarta .
***
Siang itu disebuah bukit pasir terlihat dua orang yang sedang berlatih beladiri . Pergerakan mereka terlihat sangat cepat hingga tidak begitu jelas jurus - jurus apa yang sedang mereka mainkan . sesekali mereka melesat keudara dan saling menyerang diketinggian kira - kira 6 meter dari permukaan tanah . ternyata dua orang itu adalah kakek tua berjubah biru dan seorang bocah berpakaian hitam hitam layaknya seorang pendekar silat yang tak lain adalah sinto . Latihan keras yang dialaminya selama beberapa hari ini membuat kekuatannya meningkat drastis . Ia terlihat mengayunkankan dua telapak tangan dan langsung saja angin dingin sedingin es menderu keras menyerang kakek berjubah biru . Kakek tua itu langsung menukik turun sebelum angin es itu menerjang tubuhnya . Ia mendarat sempurna di atas pasir . nafasnya sedikit tersengal , setelah mengusap keringat dikening ia langsung menegur sinto .
" Sinto , sudah cukup hari ini " Sinto yang dipanggil pun segera melesat turun dan berdiri sambil menjura hormat pada sikakek .
" Terima kasih untuk latihan hari ini datuk " ujar sinto
Kemudian kedua orang itu berjalan menuju kerumah panggung tempat kediaman kakek berjubah biru itu . setelah mandi dan beristirahat sejenak mereka duduk mengobrol santai diserambi depan .
" Sinto , sudah berapa lama kau disini ? dan apa yang saat ini tengah kau fikirkan ? kakek berjubah biru itu memulai pembicaraan . Ia menatap santai kewajah bocah yang sudah beberapa hari digemblengnya
" Aku sudah 13 hari disini datuk , dan saat ini aku sangat merindukan keluarga dan teman - temanku . selama dua minggu aku tak sadarkan diri pasti membuat ibuku dan keluargaku sangat khawatir , Datuk " sinto menjawab penuh hormat .
Sinto yang sudah menerima banyak sekali kebaikan dari kakek tua itu saat ini sudah tidak merasa canggung lagi untuk bercerita terus terang . Ia sudah menganggap orang tua itu seperti kakeknya sendiri .
" Sinto , ada beberapa hal yang luput kuceritakan padamu , dan kamu harus mengetahui hal ini , karena hal ini sangat penting untukmu , ini tentang permasalahan Ruang dan Waktu , saat ini kita berada di alam tingkat ketiga , yang diduniamu disebut juga Alam Jin , satu hari diduniamu sama dengan satu minggu disini , artinya saat ini diduniamu kau baru pingsan selama satu setengah hari " jelas kakek berjubah biru .
Sinto sedikit lega mendengar penuturan si kakek , berarti saat ini didunia nyata ia baru pingsan kurang lebih satu setengah hari . ibu dan keluarganya pasti belum begitu khawatir sangat . tapi ia yang sudah dua minggu berpisah dengan keluarga sudah merasa sangat rindu .
" Sinto , saat ini ilmu beladiri dan kekuatanmu sudah jauh meningkat dari sebelumnya , namun yang harus kau ingat kau harus menjauhi sifat sombong , karena diatas langit masih ada langit , tetaplah rajin - rajin berlatih , gunakan segenap kekuatanmu untuk menolong orang yang lemah . kau paham sinto ? " orang tua itu bertanya dengan sangat tegas seolah ingin menyelami hati kecil sang bocah.
" Siap datuk , seluruh pesan datuk akan selalu kuingat , namun ada satu hal yang saat ini mengganjal dihati dan ingin kutanyakan datuk " sinto menjawab .
Sinto yang mulai merasa bahwa tidak berapa lama lagi ia akan berpisah dan meninggalkan lembah timbunan kabut tempat tinggal kakek bijak yang sudah dua minggu ini merawat dan melatihnya , ada juga timbul rasa sedih dihati sinto .
" Apa yang hendak kau tanyakan , sinto ? jawab si kakek sambil tersenyum .
Kakek berjubah biru itupun saat ini sudah merasa sangat dekat dengan Sinto . ia juga akan merasa sangat sedih jika datang waktu berpisah , namun ia sadar perjalanan bocah itu masih panjang , isemua ini baru awal dari sebuah petualangan besar yang akan diarungi bocah itu .
" aku hanya ingin tahu namamu yang sebenarnya datuk , dan seandainya kelak jika suatu saat aku ingin berkunjung ke tempat ini bagaimanakah caranya datuk ? Tanya sinto
Orang tua itu menarik nafas dalam .
" Semua pasti ada masanya sinto , mengenai namaku yang sebenarnya saat ini biarlah tetap menjadi rahasia sinto , dan mengenai pertanyaanmu yang kedua tentang bagaimana kelak cara berkunjung ke tempat ini . Ingat , setelah nanti kau berhasil menyerap kekuatan batin dari Datuk siraja dewa dengan sendirinya kau akan bisa dengan bebas menembus ke dimensi alam gaib sinto , tapi kau jangan terlalu berharap aku akan selalu ada disini , karena sesuai dengan yang kemaren kuceritakan kami para jin putih ini selalu hidup berpindah - pindah . untuk menghindari Kejahatan sang iblis Tuanku Rajo Nan hitam " kakek itu menjawab
" Sepertinya waktu perpisahan kita sudah dekat sinto , pergunakan kekuatanmu dengan sebaik - baiknya , ingat, menyelesaikan masalah itu tidaklah selalu harus dengan cara bertarung . Bertarung itu adalah solusi terakhir , merubah kejahatan menjadi kebaikan itu lebih berarti dari sekedar menumpas kejahatan , Jadilah orang yang bijaksana sinto " sikakek melanjutkan wejangannya .
Sinto sedih mendengar kata - kata perpisahan dari sang kakek .
" Jangan terlalu risau dan sedih dengan perpisahan sinto , karena pasti akan ada waktunya kita bertemu lagi . aku harap saat pertemuan berikutnya kau sudah menjadi kesatria yang tangguh sinto . sekarang coba aku lihat telapak tanganmu . "
Sinto langsung saja membuka kedua telapak tangan nya . Kakek berjubah biru itu menempelkan dua telapak kanannya ke telapak tangan sinto . orang tua itu terlihat memejamkan mata dan bibirnya seperti merapalkan sebuah mantra . Langsung saja tubuh sinto bergetar hebat dan menggigil kedinginan . sinto merasa ada sesuatu yang luar biasa dingin masuk menjalar melalui telapak tangan kanannya dan merayap bagaikan ular sampai ke perbatasan sikunya . rasa dingin seakan menjalar sampai ke ubun - ubun sinto . setelah getaran ditubuhnya berangsur hilang sintopun membuka mata . kakek berjubah biru menatap sinto sambil tersenyum .
" Sinto , Didalam tangan kananmu saat ini aku menyimpan sebuah senjata mustika yang keberadaannya dahulu kala menggegerkan para tokoh sakti di kedua alam . Saat kau dalam kondisi yang sangat terdesak saat pertarungan kau tinggal mencium telapak tanganmu dan dengan izin tuhan senjata sakti itu akan langsung muncul ditangan kananmu , tapi sedapat mungkin kau harus merahasiakan keberadaan senjata itu sinto , kalau tidak para tokoh golongan hitam akan selalu memburumu untuk mendapatkan senjata itu "
Sinto dari tadi hanya terlihat mangut - mangut karena takjub dengan kisah dan kekuatan orang tua dihadapannya .
" Dari awal kakek ini terlihat sangat merahasiakan jati dirinya dan kekuatannya yang sesungguhnya , aku yakin kakek ini sesungguhnya bukanlah seorang tokoh yang bisa dipandang remeh " sinto bergumam dalam hati
Kakek tua itu tersenyum seolah tahu apa yang sedang difikirkan sinto .
" Sinto , kelak seluruh pertanyaanmu itu akan terjawab dengan sendirinya , ingat selalu seluruh pesanku , sekarang sudah saatnya kita berpisah sinto , selamat tinggal kesatria muda " perlahan wujud orang tua itu memudar dan menghilang .
Sinto yang tidak menyangka sama sekali akan berpisah saat itu juga langsung saja kaget dan berteriak memanggil - manggil sekuat tenaga
" Datuk , Tunggu dulu datuk , Jangan pergi Datukkkkk !!!! , Datukkkk !!!!!! " tubuh sinto meronta ronta dan teriakannya semakin keras .
ibunya yang duduk disampingnya langsung kaget melihat tubuh sinto bergetar keras dan mulut sinto berteriak tidak jelas memanggil sesuatu . perempuan setengah baya itu memeluk tubuh anaknya dan memanggil sinto .
" Sinto anakku , sadarlah " ibunya memanggil sambil mengguncang - guncang tubuh sinto dan perlahan sinto bangkit seperti orang yang bangun tidur . saat ia membuka mata ia melihat sosok ibunya dan ruangan sekitar . Ia yakin saat itu ia telah sadar dan kembali ke alam nyata . sinto segera bangun dan memeluk ibunya seolah ingin melepaskan segala kerinduan . malam itu sintopun langsung sembuh dan merasa tubuhnya sangat segar dan ringan . Seluruh anggota keluarganya sangat bahagia malam itu .
Bersambung ke chapter selanjutnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Marten Koto
lanjutkan
mntap
2022-10-15
1
Marten Koto
angku muda, biar kosa kata asli muncul Thor menjadi angku Mudo. karena kata ini menunjukan pnggilan
2022-10-15
1
Marten Koto
pakiah kosa kata asli
Datuak jangan di ubah menjadi Datuk Thor. cuma saran
2022-10-15
1