Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "

Sehari sebelum malam puncak ..

Jane tiba dikediaman Mbak ratih sekitar Pukul empat sore . Sesampai disana ia langsung dipeluk erat oleh Pak Lukman . Pak lukman terlihat sangat merindukan bocah dua tahun yang dulu sempat tinggal bersamanya .

Rumah mbak ratih adalah sebuah Rumah Semi Permanen yang memang sepertinya sengaja dikhususkan untuk para karyawan senior di Perusahaan Pertambangan itu . Mas Yanto Suami Mbak Ratih biasanya hanya pulang kerumah sekali dua minggu Sehingga dirumah itu hanya ada mbak ratih dan pak lukman karena mbak ratih sampai saat ini belum dikaruniai anak .

Pak lukman menangis terharu melihat Jane yang dulunya hanyalah bayi berumur dua tahun sekarang sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik jelita . Ia segera mempersilahkan Jane Masuk kerumah dan mereka kemudian mengobrol santai diruang tamu .

"Kau sangat mirip dengan ibumu , jane "

Ucap pak lukman sambil menatap wajah Jane.

Ia kembali terbayang peristiwa sedih yang terjadi enam belas tahun yang lalu yang menimpa keluarga Duke. Pak lukman yang sudah menganggap keluarga Duke seperti keluarganya sendiri seakan terbawa oleh suasana .

Setelah kemudian mandi dan berganti pakaian Jane kembali bergabung bersama Pak lukman dan mbak ratih diruang tamu . Mereka bercerita hingga larut malam sambil melahap kerupuk ubi buatan mbak Ratih .

Hingga akhirnya percakapan mereka sampai kepada kisah yang duka menimpa Nyonya Duke yaitu ibu kandung Jane . Sekarang yang mengobrol hanya tinggal Jane dan pak Lukman karena mbak ratih dari tadi sudah beristirahat dikamarnya .

" Peristiwa na'as itu terjadi begitu cepat sehingga tidak ada satupun penduduk yang berhasil menemukan ibumu ataupun makhluk itu , bahkan kasus serupa selalu terjadi setelah kejadian itu dan tidak ada satupun yang berhasil mengungkap " ujar Pak lukman

Pak lukman bercerita sambil menyeruput segelas kopi hangat , pikirannya tampak menerawang jauh mengenang kejadian menyeramkan yang dialami nyonya duke dan para wanita penduduk desa .

" Apakah sampai sekarang kejadian itu terus terulang , Pak ?" Tanya Jane

Pak lukman nampak membakar sebatang rokok kretek dan kemudian menghirup asapnya dalam - dalam .

" Ya , begitulah , dalam beberapa bulan terakhir sudah terjadi beberapa kasus serupa , ditambah lagi baru - baru ini mulai marak pula kasus penculikan bayi " jawab pak lukman

Jane terlihat sangat geram dan dalam hati ia sangat mengutuk semua kejahatan itu .

" Bagaimana dengan aparat pemerintah dan kepolisian pak , apakah warga sudah coba melaporkan ? " tanya Jane lagi

" Sudah , tapi siapa yang mau percaya dengan urusan makhluk halus ? mereka hanya menganggap ini kasus penculikan biasa dan terus berusaha menyelidiki pelaku tapi hasilnya hanya Nol besar , sementara paranormal dan orang - orang pintar tidak ada yang berani membantu jika sudah menyangkut peristiwa ini " tandas pak lukman

" Aku harus kesana dan membongkar semua misteri ini Pak , Harus ada orang yang berani melakukannya dan aku sudah siap dengan segala resikonya . karena saat di Jakarta hampir setiap malam aku bermimpi dan selalu dihantui oleh peristiwa tersebut, dan aku sangat yakin bahwa orang - orang yang diculik itu sebagian masih hidup Pak " lanjut Jane

Pak lukman Nampak kaget mendengar penuturan Jane . ia tidak menyangka gadis seumur Jane bisa memiliki keberanian sebesar itu , Tetapi pak Lukman terus mencoba menghalangi karena sangat mengkhawatirkan keselamatan gadis itu .

" Itu sungguh berbahaya Jane , Bapak mohon hentikan niatmu itu dan Bapak yakin Mister Duke pun tidak akan setuju dengan niatmu itu, lebih baik kau dengarkan bapak dan Fikirkan keselamatanmu "

Pak lukman terus mencoba menasehati Jane tapi agaknya tekad gadis itu sudah bulat .

" Pak Lukman jangan khawatir karena saya pasti bisa menjaga diri pak , saya sudah berlatih ilmu metafisika dan beladiri semenjak saya berumur delapan tahun dan saya datang kesini pun juga membawa banyak sekali peralatan canggih yang bisa saya jadikan senjata untuk melindungi diri Pak " Jane mencoba meyakinkan Pak Lukman .

Melihat Pak Lukman masih belum yakin Jane mencoba duduk bersila sambil memejamkan mata . ia duduk dengan posisi mirip orang yang sedang bersemedi . Pak lukman terus melihat dan memperhatikan setiap gerak gerik Jane . Jane mencoba memfokuskan fikiran dan mencoba menangkap peristiwa gaib yang terjadi disekitar tempat itu dan tidak lama kemudian Jane si anak indigo itu tampak membuka mata . Bola mata bewarna kebiruan itu menatap tenang kearah pak lukman .

" Pak , aku tadi melihat sebuah lapangan besar yang penuh dengan orang - orang desa dan sepertinya disana sedang dilaksanakan pertandingan bela diri . disekeliling lapangan terdapat banyak sekali ditancapkan bendera bewarna merah kuning dan hitam , apa bapak tau dimana tempat itu ? " Jane mencoba bicara untuk meyakinkan Pak Lukman .

Pak lukman nampak agak kaget dan agak mulai percaya bahwa Jane memang memiliki kekuatan gaib .

" Itu adalah Lapangan Kubu Gadang , tidak jauh dari tempat ini , Besok malam disana akan diadakan pertandingan Final acara Festival silek Nagari " kata Pak Lukman memberikan penjelasan

Jane yang melihat pak lukman mulai percaya melanjutkan penerawangannya untuk lebih meyakinkan pak Lukman. Setelah beberapa saat menerawang muka gadis itu tampak sangat pucat , tubuhnya sedikit bergetar dan nafasnya mulai sesak . Dalam penerawangannya ia melihat satu Rombongan besar terdiri dari ratusan orang terbang melayang diudara menuju lapangan iti dan kemudian mengamuk menyerang seluruh orang yang ada disana . Jane kemudian melihat seorang pria berumur sekitar lima puluh tahun dan mengenakan mahkota Raja berdiri mencoba melarikan diri namun sebuah tombak perunggu menancap tepat didadanya dan orang tersebut pun mati tergeletak mengenaskan .

Melihat tubuh Jane bergetar dan keluar keringat seperti itu pak Lukman pun mencoba menyadarkan Jane .

" Jane , kamu baik - baik saja ? "

Pak lukman menepuk nepuk bahu Jane

Jane kemudian membuka mata dan menatap Pak Lukman dengan serius . Pak lukman pun menjadi penasaran dengan apa yang barusan dilihat gadis itu .

" Pak , tadi bapak bilang besok malam akan ada pertandingan final dilapangan tersebut ? " tanya Jane

" Betul , Kalau nak Jane mau pergi menonton silahkan saja , lapangan itu tidak jauh dari sini kok , besok siang biar bapak tunjukkan jalan kesana " kata pak lukman

" Iya , Aku akan pergi pak , aku merasa akan ada kejadian buruk disana , apakah Bapak mengenal pria berumur lebih kurang lima puluh tahun dan memakai mahkota tanduk berwarna kuning ? " Tanya Jane lagi

" Ya , tentu saja , itu adalah Yang dipertuan Sutan Permata putih , Raja di negeri ini " jawab pak lukman

Pak Lukman terlihat sangat heran kenapa Jane bisa mengetahui hal tersebut sementara ia baru satu hari berada di sana. Ia lemudian menatap Jane dengan serius dan hatinya mulai percaya bahwa gadis itu memang memiliki kekuatan gaib .

" Pak , Jika benar orang itu adalah Raja maka aku harus kesana membantunya karena aku yakin nyawa orang itu sedang terancam " jelas Jane

" Baiklah , semoga saja apa yang barusan kau lihat tidak menjadi kenyataan Jane , besok siang bapak akan tunjuklan jalan menuju kesana , lebih baik sekarang kau segera beristirahat karena kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh "

Pak lukman bicara sambil menghabiskan kopinya dan kemudian diapun beranjak ke kamarnya sementara mbak Ratih anaknya sudah sedari tadi tertidur pulas . Jane yang memang sudah merasa sangat lelah pun segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat . dan malam itu pun ia tertidur sangat pulas .

\*\*\*

Siang hari sebelum malam puncak ...

Garang terlihat duduk santai di Ruangan tempat dia biasa berlatih . Ia yakin kemenangan sudah didepan mata dan tak merasa perlu lagi berlatih . Selama dua hari ini ia sudah melihat kemampuan Nurdin yang akan menjadi lawannya nanti malam . Dan dia sangat yakin bisa dengan mudah mengalahkan nurdin .

Pikirannya justru melayang kepada sosok Hamidah si gadis cantik dari dusun kecil taratak bungo . Ia masih tak habis fikir kenapa gadis itu bisa mengabaikan perasaannya . setelah berfikir agak lama ia pun tampak mengambil telepon genggamnya dan mencoba menghubungi gadis itu . Setelah beberapa kali ia coba menelpon tetap tidak ada respon dari gadis itu dan ia kemudian memilih untuk mengirim pesan .

Garang : Kenapa tidak angkat telpon nya ?????

Tidak ada balasan

Garang : Sepertinya kau memang sudah berpacaran dengan pria konyol dari jakarta itu ya ? Cepat balas kalau tidak nanti malam bocah itu akan kuhajar .

Hamidah sebenarnya dari tadi sudah mengetahui kalau garang si anak congkak itu yang menelpon namun ia memilih untuk diam dan tidak merespon . Tapi setelah membaca pesan terakhir daimri garang Hamidah akhirnya membalas pesan .

Hamidah : Maaf , tadi aku lagi sibuk , sebenarnya apa maumu ? aku tidak punya hubungan dengan orang yang kamu maksud , aku harap kamu tidak berbuat macam - macam .

Garang : Baiklah , kalau begitu nanti malam setelah aku bertanding kamu harus memberikanku ucapan selamat dan kau harus selalu berada didekatku jika kau ingin selamat , Dan yang paling Penting jangan sampai aku melihat bocah kota itu ada didekatmu .

Hamidah merasa sangat kesal dengan sikap garang yang sangat tidak sopan dan terkesan mengancam itu . Tapi ia juga mengkhawatirkan keselamatan sinto yang tidak tahu menahu soal urusan ini . ia kemudian teringat kembali dengan pesan sinto supaya dia selalu duduk didekatnya . Entah kenapa hamidah merasa nyaman jika duduk dekat Sinto karena ia percaya kalau sinto itu adalah orang baik dan sangat menghargai perempuan . tapi tampaknya pesan garang barusan membuat gadis itu terpaksa harus menjauh dari sinto karena hamidah takut keselamatan Sinto terancam .

Sementara saat ini dikamarnya Sinto Masih berfikir keras tentang apakah yang difikirkan hamidah saat ini . Ia takut dianggap tidak sopan karena berani mengirimkan pesan seperti itu kepada Hamidah Walaupun sebenarnya ia nekad mengirim pesan tersebut hanya untuk melindungi gadis itu . Karena ia tahu betapa berbahayanya kondisi dan situasi yang akan mereka hadapi .

Bersambung

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!