Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "

Padang Rumput hijau seluas lapangan bola itu terlihat ramai sekali . Orang - orang terlihat sedang bergotong royong mendirikan tenda - tenda dan membuat hiasan - hiasan yang indah . Bendera tiga warna merah kuning dan hitam khas minangkabau terlihat dipancang disekeliling lapangan . Pada pintu masuk terlihat gapura megah yang menyerupai Tanduk kerbau dihiasi lampu - lampu berwarna - warni . Di puncak Gapura megah itu terdapat tulisan " Kubu gadang Sutan Permata Putih " . Disinilah Festival Silek Nagari akan digelar . Di dalam tenda - tenda sudah disusun meja - meja untuk para undangan yang akan hadir . mereka yang akan hadir biasanya terdiri dari Para bangsawan atau raja - raja dari negeri sekitar , datuk - datuk adat dan tokoh - tokoh masyarakat yang sangat penting . Para bangsawan yang hadir biasanya akan membawa hadiah - hadiah berharga yang nantinya akan diberikan kepada peserta favorit dan tentu saja yang utama untuk pemenang festival silek . Begitu juga dengan Yang Dipertuan Sutan Permata putih biasanya selalu memberikan hadiah besar untuk pemenang . wajar saja acara itu sangat dinanti - nantikan oleh semua orang . Namun ditahun ini ada yang berbeda karena beberapa hari yang lalu hulubalang Raja melaporkan bahwa mereka mencium adanya bahaya besar yang akan hadir menumpang pada acara tahun ini . Didalam sebuah pendopo besar dan megah terlihat sang raja sedang berdiskusi dengan beberapa pejabat penting istana .

" Sutan limbak tuah , apakah kau percaya dengan berita yang beredar akhir - akhir ini ? apakah benar makhluk jahat dari bukit mendinding alam itu sudah mulai mengatur siasat ? " Yang dipertuan raja bertanya kepada salah seorang pengawal utamanya

" Daulat , Tuanku , menurut keterangan mata - mata istana akhir - akhir ini memang banyak aktivitas aneh yang terjadi disekitaran bukit itu . laporan terakhir yang hamba terima sudah lebih tiga puluh orang yang menghilang dalam tiga minggu terakhir , akibatnya para penduduk banyak yang tidak berani lagi pergi bekerja ke Hutan . Dan hamba juga mendapat laporan dari penduduk desa tentang kasus penculikan bayi yang hamba yakini masih ada kaitan dengan makhluk jahat itu " Sutan Limbak tuah menjawab dengan penuh hormat .

Yang dipertuan Sutan Permata putih mendesah seperti memendam kegundahan . Raut wajahnya terlihat sangat cemas . apa yang harus dia lakukan seandainya benar makhluk jahat bernama Tuanku Rajo nan hitam itu datang menyerang dan mengobrak abrik istananya . Kehidupan megah yang selama ini ia rasakan nampaknya menghilangkan darah pemberani dari jiwa sang raja . Ia sangat takut kehilangan kerajaan dan kemewahan yang selama ini dia miliki .

" Kita harus lakukan segala cara untuk mengalahkan makhluk jahat itu , kalau perlu kita datangkan jawara - jawara bayaran untuk membantu kita , kalau kekuatan kita belum cukup . Aku sanggup membayar berapa pun mereka inginkan asalkan kerajaan dan rakyatku selamat " ujar Sang Raja .

Sutan limbak tuah mengangguk hormat menyetujui pendapat sang raja , kemudian ia berpaling kepada salah seorang temannya yang memakai peci berwarna hijau .

" bagaimana pendapat mu Rajo ameh ? "

Orang yang dipanggil rajo ameh kemudian membungkuk hormat kepada sutan permata putih .

" Daulat Tuanku , saat ini disekeliling istana seluruh pendekar - pendekar istana sudah hamba tugaskan untuk berjaga - jaga , begitu juga dilokasi ini sudah lebih dari dua puluh orang Datu hamba tugaskan untuk membentengi tempat ini dari pengaruh kekuatan gaib , tapi jika yang mulia merasa kurang , hamba bisa mendatangkan lebih banyak tokoh - tokoh sakti dari daerah lain untuk ikut berjaga - jaga disini " jelas Rajo ameh

" Dan kalau yang mulia berkenan izinkan hamba meminjam keris pusaka kerajaan yaitu Keris " Palito sirajo enda " untuk kita ikatkan di puncak menara , Hamba yakin Sehebat apapun kesaktian makhluk itu tidak akan mampu menembus benteng keris sakti itu yang mulia " Rajo ameh menambahkan

Yang dipertuan merasa agak lega mendengar penjelasan dari hulubalangnya yang bernama Rajo Ameh . Selama ini ia lupa dengan keris pusaka kerajaan yang turun temurun dari nenek moyangnya . Keris sakti yang bernama keris palito sirajo endah dipercaya dapat menolak segala bentuk ilmu hitam dan kekuatan jahat berasal dari luar .

" Terimakasih Rajo ameh , silahkan lakukan apa - apa yang dirasakan perlu dilskukan , begitu juga soal biaya jangan kau risaukan , kau kuberi akses langsung untuk bertemu dengan bendahara istana , yang penting pastikan kerajaan kita aman " jawab sang raja

Mendengar jawaban dari raja orang yang bernama Rajo ameh langsung membungkuk hormat . Betapa girangnya dia mendengar kalau dia sekarang punya akses langsung dengan bendahara istana . Dengan keris sakti itu saja ia merass sudah cukup untuk membentengi lokasi acara tetapi dengan syarat keris itu harus diletakkan ditempat yang paling tinggi karena energi perlindungan keris itu memancar kebawah seperti matahari .

" Berarti anggaran yang lain bisa jadi milikku , hahahaha "

Senyum jahat langsung tersungging disudut si rajo ameh .

" acara festival ini tidak mungkin kita undur apalagi kita batalkan , karena undanganku sudah tersebar luas , para raja dari negeri - negeri sekitar juga sudah banyak yang mengatakan akan datang , betapa malunya aku jika seandainya acara ini batal atau gagal " Sang raja menambahkan .

" Aku tidak peduli berapapun harganya , yang penting keselamatanku , isteri - isteriku dan anak - anakku bisa terjamin , begitu juga dengan kerajaanku , mengenai keris pusaka kerajaan silahkan engkau ambil sendiri di tiang tertinggi di istanaku . Intinya segala hal terkait keamanan aku beratkan kepada kalian semua para hulubalangku " baginda raja memberi perintah

Seluruh hulubalang yang hadir menjawab serentak

" Daulat , Tuanku " .

\*\*\*

Persekutuan Raja Api yang baru saja beberapa hari berdiri mendadak Viral , saat ini sudah lebih dua ratus orang dan mereka semua adalah anak - anak muda ikut bergabung . Mereka saat ini mulai menjalankan bisnis - bisnis gelap diluar galanggang silat mereka . mulai dari menguasai tempat - tempat parkir di pasar - pasar , memungut uang keamanan dari toko - toko dan pedagang - pedagang besar maupun kecil . menyediakan jasa menjadi pengawal peribadi para pejabat . serta menjadi pembunuh bayaran jika diminta . kepiawaian Garang sebagai pemimpin persekutuan ini lah yang menjadikan organisasi ini cepat berkembang . Ia selalu hadir ketika dibutuhkan dan soal uang jangan ditanya . Disamping keluarganya yang kaya raya uang dari hasil bisnis gelapnya pun siap ia hambur - hamburkan asal para anggotanya puas. ia juga menjadi guru silat yang sangat piawai sehingga banyak sekali orang - orang ingin ikut mendaftar menjadi muridnya . Niat besarnya untuk menjadi Raja diraja dalam ilmu bela diri sepertinya sudah hampir menjadi kenyataan . Namun sampai saat ini garang masih belum juga tahu bahwa sebuah kekuatan jahat berdiri dibelakangnya dan ingin memanfaatkan pergerakannya .

Malam itu garang yang tengah duduk bersemedi untuk menguasai jurus pertama dari sembilan jurus raja api didatangi gurunya si suara tanpa wujud yang tidak lain adalah panglima api laknat

" Muridku , sepertinya niat besarmu sudah didepan mata . Peningkatan kekuatanmu sudah melampaui batas taksiranku . Sudah saatnya kau mengambil alih kendali di negeri ini . " ujar Panglima api laknat

Garang yang dipuji merasa tersanjung dan jumawa .

" Akan kubuktikan , guru " jawab garang

" Pada malam puncak festival silek kita akan menciptakan sebuah sejarah baru , kita akan mempermalukan dan menghancurkan wibawa raja yang dipertuan, karena menurutku tidak boleh ada kekuatan lain yang memimpin di negeri ini selain persekutuan Raja api , bagaimana pendapatmu ? "

Panglima api laknat bertanya seolah menguji nyali Garang .

Garang yang saat itu telah dikuasai kekuatan gelap itu jadi merasa tertantang dan menyetujui usul Panglima api laknat . Ia tidak mengetahui rencana jahat para iblis dibalik skenario jahat ini .

" Aku akan laksanakan sesuai perintah guru , seluruh pasukanku akan kukerahkan untuk memporak - porandakan acara itu " jawab garang

" Bagus , muridku , karena kesetiaanmu padaku maka jurus pertama dari 9 jurus dewa api malam ini akan menjadi milikmu " panglima api laknat dalam hati merasa bangga kepada wadah barunya yang memiliki sifat seolah sejalan dengan dirinya . Malam itu jurus pertama dari sembilan jurus raja api yang bernama " Raja api menebar bala " ia turunkan kepada Garang . garang yang sudah sangat terobsesi dengan ilmu kanuragan menjadi semakin senang dan semakin hormat kepada panglima api laknat .

" ingat muridku , pada malam itu aku dan sahabat lamaku akan datang dan ikut berpesta bersamamu , sahabat lamaku itu adalah orang yang sangat kuat , jadi jangan buat dia kecewa , dan dia pasti akan memberikan hadiah besar untukmu " sambung Panglima api laknat .

Sahabat lama yang dia maksud adalah Raja jin hitam yang bernama Tuanku Rajo nan hitam . Dia dan Tuanku rajo nan hitam memang merupakan sahabat dekat . Namun panglima api laknat gugur pada saat perang kuno sehingga yang tersisa saat ini hanyalah sukmanya . Sementara Tuanku Rajo Nan hitam masih hidup sampai sekarang sehingga ia tidak membutuhkan wadah untuk muncul dan berperang .

" Baiklah , semua perintah guru akan aku laksanakan dengan baik " jawab garang

Panglima api laknat merasa puas , seluruh rencananya jahatnya sudah tersusun rapi . Kini saatnya ia kembali ke tempat peristirahatannya . Namun seketika ia merasakan ada energi lain yang hadir disana bersama mereka .

" Muridku , sepertinya ada penyusup yang mencuri dengar pembicaraan kita "

Garang pun menoleh kebelakang dan ia melihat tiga bayangan manusia dari balik jendela . Bayangan itu medadak lari ketika garang melihat garang menoleh . Garang sangat marah dan berteriak sambil mengejar

" Siapa disana , Jangan lari !!! garangpun berkelebat keluar untuk mengejar para penyusup itu .

Namun setelah lebih dari tiga ratus meter mengejar dengan menggunakan ilmu peringan tubuhnya garang tidak menemukan siapapun . garangpun berhenti dan melihat ke sekitar , ia tak melihat apapun padahal jalan yang ia lalui adalah jalan lapang dan lurus .

" Mereka pasti bersembunyi disuatu tempat " desis garang . Karena ia sangat yakin kalau manusia biasa tidak akan pernah bisa berlari secepat itu . Namun mata garang melihat sesuatu yang berkilau bagaikan kaca ditengah jalan . Ia mencoba mengambil butiran itu , ternyata itu adalah butiran salju yang sangat dingin .

" Awas jika nanti kuketahui siapa dirimu , tubuhmu akan kurobek robek hingga hancur mengenaskan " teriak garang

Ia berharap para penyusup itu masih bersembunyi disekitar situ dan mendengar suaranya . setelah memastikan penyusup itu sudah pergi garangpun kembali ke rumah .

\*\*\*

Ternyata tiga orang penyusup itu adalah Sinto , Nurdin dan Ihsan . Setelah pembicaraan terakhir dengan pandeka sahar digalanggang silat taratak bungo . Pandeka sahar menugaskan mereka untuk memata - matai pergerakan Garang dan mereka berempat berniat malam ini akan menyusup kerumah garang , namun reza tidak jadi ikut karena ia harus menjaga ibunya yang sedang tidak enak badan . Akhirnya mereka putuskan untuk pergi bertiga . mereka sempat mencuri dengar pembicaraan garang dengan suara tanpa wujud itu . Sampai dengan rencana jahat Tuanku Rajo Nan Hitam pada malam puncak festival silek nagari . pada saat garang menoleh ke jendela tempat mereka mencuri dengar pembicaraan mereka bertiga menjadi pucat . mereka serentak lari secepat mungkin . Tetapi sinto yang saat sudah mengetahui siapa sebenarnya Garang tidak mau berlaku ayal lagi . ia langsung mengerahkan tenaga dalam sambil menyambar cepat tubuh dua sahabatnya lalu berkelebat pergi secepat mungkin dari rumah garang . ihsan dan nurdin terlihat sangat kaget dengan apa yang terjadi tapi sinto langsung bicara sebelum mereka berdua protes

" Sudah , saat ini jangan banyak tanya , yang penting kita bertiga tidak tertangkap " ujar sinto seolah tahu apa yang ada di kepala dua sahabatnya itu .

Mereka bertiga sampai dirumah pandeka sahar saat hari menunjukkan pukul sebelas malam . Malam itu mereka memang sudah berjanji akan menginap dirumah pandeka sahar agar lebih mudah menyusun strategi penyusupan . Setelah sampai disana Nurdin menceritakan apa yang mereka temui termasuk dengan apa yang dilakukan sinto barusan . Baik ihsan maupun nurdin tidak menyangka kalau sinto ternyata sudah menguasi ilmu tenaga dalam tingkat tinggi . Tapi nampaknya mereka sedikit kecewa karena sinto tidak pernah menceritakan kepada mereka selaku sahabat - sahabatnya . pandeka sahar yang menyadari hal itu pun mencoba menengahi . sementara sinto dari tadi hanya menunduk diam .

" Ihsan , Nurdin kalian masih ingat apa pesanku ? " tanya pandeka sahar memancing

" ingat guru , saudara seperguruan itu sama seperti saudara kandung , tapi apakah kita perlu menyembunyikan sesuatu kepada saudara kita ? Nurdin bicara sambil menyindir sinto yang masih tertunduk diam . Sementara ihsan terlihat sangat setuju dengan nurdin .

" kalian tidak boleh memvonis sahabat kalian seperti itu , mana tahu sinto punya alasan tersendiri sehingga dia memilih merahasiakan ini semua , " ujar pandeka sahar

Sinto pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialaminya saat tersedot ke alam tingkat ketiga . ia menceritakan semua apa adanya kecuali tentang pusaka yang tertanam di tangan kanannya . Karena hal itu dilarang oleh kakek berjubah biru yang sudah membimbingnya dengan baik .

" Terus terang aku merahasiakan semua ini karena sejujurnya aku takut guru akan memilihku dan Nurdin gagal mengikuti acara Festival silek tahun ini " sinto mencoba menjelaskan apa adanya .

Mendengar penjelasan sinto pandeka sahar jadi terharu dan setelah menarik nafas panjang ia menoleh ke ihsan dan nurdin yang sepertinya juga sudah menyesal sudah berburuk sangka pada sinto

" Kalian sudah dengar ? " pandeka sahar bertanya lembut .

Ihsan pun berdiri memeluk sinto dan diikuti oleh nurdin , mereka berdua meminta maaf karena sudah berprasangka buruk kepada sinto . mereka berfikir sinto sengaja menyembunyikan kekuatannya karena sinto ingin menjadi hebat sendiri . namun setelah mendengar penjelasan dari sinto akhirnya mereka berdua jadi paham . Sinto pun balas memeluk kedua sahabatnya . Setelah melihat kondisi yang sudah aman terkendali pandeka sahar pun melanjutkan pembahasannya ke inti perkara .

" jika benar apa yang telah kalian lihat , kira - kira apa yang harus kita lakukan , bagaimana kalau kita putuskan galanggang kita tidak usah saja ikut di festival kali ini ? " Pandeka sahar ingin memancing reaksi murid - muridnya .

" Sepertinya keselamatan Yang dipertuan Sutan Permata Putih sedang terancam , begitu juga dengan keselamatan negeri ini " ihsan bicara begitu sebenarnya karena ia tidak setuju jika perguruan mereka mundur dari festival itu .

" Bagaimana kalau kita sampaikan saja kepada raja tentang rencana jahat ini ? Usul sinto

" kita tidak punya bukti , bisa - bisa kita yang dituntut balik " jawab pandeka sahar masih memancing sikap murid - muridnya

" Bagaimanapun juga kita punya tanggung jawab besar untuk melindungi negeri ini , urusan festival ini sepertinya sudah tidak begitu penting lagi , Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita menggagalkan rencana jahat mereka " nurdin menjawab

" Nah , itulah jawaban yang dari tadi aku tunggu , begitulah seharusnya seorang kesatria berfikir , selamat , kau sudah menjadi pria dewasa nurdin " puji pandeka sahar . mendengar pujian itu nurdin sangat senang .

" Saatnya kita mengatur strategi , tetapi terlebih dahulu kita harus tingkatkan kemampuanmu , Nurdin " pandeka sahar bicara sambil membetulkan duduknya .

" Nurdin pejamkan Matamu " pandeka sahar memberi perintah

Nurdinpun memejamkan matanya , pandeka sahar menempelkan telapak tangannya ke punggung nurdin dan mulutnya terlihat mulai merapalkan sesuatu . yang sedang dilakukan pandeka sahar adalah merapal mantra pemindahan . dengan mantra itu ia berniat meminjamkan kekuatan gaibnya kedalam tubuh Nurdin . Seperti diketahui pandeka sahar adalah wadah dari sesosok makhluk gaib yang bernama Datuk panglimo sati . Setelah lebih kurang setengah jam merapal mantra pandeka sahar meniup ubun - ubun nurdin dengan perlahan sambil berbisik.

" Datuk , lindungilah tubuh anak manusia ini selama tujuh hari kedepan . "

Langsung saja tubuh nurdin terlihat bergetar hebat . Nurdin merasa saat itu ia berada didalam pusaran angin ****** beliung yang sedang berputar dahsyat seolah hendak menerbangkan semuanya . Tetapi beberapa menit kemudian pusaran angin itu mereda dan nurdin kembali merasa tenang . ia merasakan kekuatan dalam dirinya meningkat drastis .

" Nurdin , aku pinjamkan kekuatanku kepadamu , ini hanyalah untuk mengimbangi lawanmu di acara puncak kelak . Jangan pergunakan kekuatan ini kecuali jika lawanmu memulai terlebih dahulu , Ingat , target kita bukan menang , tugasmu hanya mengulur waktu , tapi jika kau sudah merasa sangat terdesak , cepat angkat tangan untuk mengakhiri pertandingan " jelas pandeka sahar

" Baik guru " jawab nurdin sambil menunduk hormat .

Bersambung ke chapter berikutnya

" Datuk Harimau Salju "

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!