Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "

Di Sebuah Ruangan yang mirip sebuah Laboratorium terlihat seorang Pria yang sedang bekerja dengan penuh ketelitian . Pria itu bernama Duke , ya Profesor Duke . Ia adalah seorang Profesor yang ahli dibidang teknik dan sains . Pria berdarah inggris - Ambon ini dikenal sebagai Profesor yang Rada - Rada Aneh . Dua tahun Terakhir ia mencoba mengajukan Proposal kepada pemerintah untuk mendanai Proyeknya yaitu membuat Kamera pendeteksi Siluman . Dan tentu Saja Proposal itu ditolak . sejak saat itu ia bekerja sendiri dilaboratorium pribadi dirumahnya . Sudah dua tahun profesor itu menyendiri dilaboratoriumnya . Dibantu oleh anak perempuannya Jane yang disebut - sebut sebagai bocah indigo , ia menemukan Formula Baru yang menurutnya jika penelitian itu sukses akan tercipta alat yang dapat membawa seseorang ke dimensi lain dan juga bisa mengirim seseorang ketempat yang memiliki Gelombang Supranatural yang kuat . Wajar saja jika Profesor Duke dianggap gila oleh penduduk sekitar Rumahnya . rumor yang beredar bahwasanya ia terkena gangguan jiwa sejak kematian misterius isterinya beberapa tahun yang lalu .

" Jane , kemari Jane " Profesor Duke berteriak memanggil puteri semata wayangnya .

Seorang gadis cantik berwajah semi eropa terlihat datang bergegas ke Laboratorium Ayahnya

" Adduh ada apa sih Papa teriak - teriak , bikin kaget saja " Gadis itu terlihat kesal

" Ini Papa Barrusan coba Kirim Kucing ke Pantai Selatan , Dan Berrhashiil !! , Khamu Lihat Berrhasyil khan ? " Profesor Duke memang bicara dengan aksen Inggris indonesia . Jane yang memperhatikan dengan Kamera Satelit memang melihat kucing itu Sampai disebuah pelataran di dasar laut , terlihat disana sebuah istana megah berdiri kokoh dengan panji - panji kebesaran bewarna Hijau . Itu adalah Istana Ratu Pantai Selatan .

" Wahhh selamat , Pa . Akhirnya penelitiannya sukses , tapi buat apa sih pa bikin beginian ? " Tanya Jane

" Khamu Thau thiddak , Jane . Alatt ini bisa bikin selamat banyak orrang , Dan juga bisa Bikin Kita Kaya Raya , Papa bisa Ambil Harta Karun yang tersembunyi , hahaha " Profesor Duke tampak senang . Profesor yang sangat mencintai alam dan dunia astral ini akhirnya sukses menciptakan sebuah mesin yang kemudian ia Namakan Si Peretas Dimensi .

***

Hari ini adalah Hari kedua Festival Silek Nagari . Sinto dan seluruh Rombongan terlihat sudah sampai di lokasi acara . Mc pun nampaknya sudah siap sedia untuk memulai acara . Pagi ini akan dilaksanakan Perlombaan Tari dan setelah itu akan dilanjutkan pertandingan silat . Kak ayu dan Para penari sudah berganti pakaian sejak dari Rumah . Mereka langsung masuk ke tenda peserta yang terhubung langsung dengan panggung utama . Sinto dan Reza duduk dibangku barisan depan yaitu bangku yang sebelumnya sudah diboking oleh kak ayu . Sementara ihsan dan rimbun kembali duduk di posisi yang menghadap ke tenda Para Raja .

" Aku dengar raja- raja negeri tetangga akan memberikan hadiah 100 gram emas murni untuk pemenang lomba silek dan 50 gram untuk pemenang lomba tari " Reza bicara sambil mengunyah permen karet .

" Gilaa .. gede kali hadiahnya , " jawab Sinto sambil memperhatikan keadaan sekitar .

" itu belum termasuk hadiah dari yang dipertuan lho " sambung reza

" Semoga saja Nurdin menang ya , kita bisa pesta besar " Balas Sinto

Di dekat menara tinggi yang terletak tidak jauh dari Panggung Utama terlihat empat orang yang berpakaian Hitam berdasi kupu - kupu berwarna merah . Mereka sepertinya asyik mengobrol sambil sesekali melihat kepuncak menara . Dibawah menara terlihat delapan orang Prajurit yang selalu berjaga - jaga .

Seperti diceritakan di episode sebelumnya bahwasanya untuk menghalangi gangguan dari iblis jahat bernama Tuanku Rajo Nan Hitam maka dipuncak menara itu sengaja ditaruh keris pusaka kerajaan yang bernama Keris " Palito Sirajo enda " . Mungkin delapan orang prajurit itu sengaja ditaruh disana untuk menjaga keris pusaka yang sangat Sakti itu . Sementara empat orang berpakaian hitam itu adalah empat pengawal pribadi Garang yang ditugaskan untuk mengambil keris sakti itu . Mereka adalah sapar , lenggang , pono dan kacak .

" Nanti tepat jam setengah delapan malam kita akan laksanakan strategi pertama " yang bicara adalah Sapar

" Baiklah , delapan orang anggota untuk menggantikan mereka sudah saya siapkan " yang menjawab adalah Kacak .

" Pono , Tepat jam tujuh malam kau sudah harus berada di lokasi , ? Kacak melanjutkan bicara

" Baiklah , aku pergi dulu untuk bersiap - siap " orang bernama Pono itupun segera berlalu .

***

Kembali ke Ruang Laboratorium .

Profesor Duke terlihat sangat senang dengan keberhasilan eksperimennya . sebenarnya terdapat satu kejadian besar yang membuat Profesor itu berambisi untuk menciptakan Mesin yang ia beri Nama Si Peretas dimensi itu . kejadian itu adalah kejadian yang menyebabkan kematian isterinya yaitu ibu kandung Jane .

Lima belas Tahun yang lalu ...,,

Tepatnya disebuah desa kecil di Pedalaman Pulau Sumatera . Profesor Duke saat itu bekerja di sebuah Tambang Emas Peninggalan Penjajah Belanda . Saat itu Tambang tersebut dikelola oleh bangsawan daerah setempat . Profesor Duke ditunjuk untuk menjadi Tenaga Ahli dan Peneliti dengan tujuan untuk menemukan lokasi - lokasi yang bisa dijadikan Tambang baru .

Karena Nominal Gaji yang diberikan lumayan besar Ia dan isterinya dan puterinya Jane yang saat itu baru berumur satu Tahun Rela tinggal menetap didaerah terpencil itu . mereka hidup membaur dengan masyarakat desa yang ramah dan baik hati . Namun didesa tersebut terdapat sebuah legenda tentang sesosok Makhluk Mitos yang bernama " Siampa Gadang " , Makhluk tersebut berbadan besar dan berbulu sangat lebat berwarna hitam . Sepintas lalu makhluk ini memang mirip Orang hutan Namun anehnya makhluk ini tidak memiliki tulang layaknya makhluk hidup lainnya . Ia hanya berjalan merayap seperti ular Namun ia dapat menelan satu ekor kerbau dalam sekali telan . menurut penduduk sekitar makhluk itu bisa berubah - ubah menyerupai bentuk manusia . Dia menipu korbannya dengan cara meniru wajah orang terdekat korban tersebut .

Disuatu malam Rumah yang dihuni Profesor Duke kedatangan seorang tamu . Tamu itu merupakan kerabat dekat mereka didesa . Ia bernama Pak Lukman , Pak lukman biasanya sehari - hari ikut bekerja dengan Profesor Duke di Tambang . Tadi pagi saat ditambang pak lukman bercerita bahwa isterinya sedang hamil berat dan sepertinya akan segera melahirkan . Ia ingin meminta tolong bantuan Nyonya Duke jika kelak isterinya sudah mau melahirkan karena memang isteri Profesor Duke itu adalah seorang Dokter. Malam itu hujan deras disertai badai dan petir tak henti - henti nya turun . Pak lukman datang dengan payung hitam lebar . Sebagian bajunya terlihat basah dan kakinya terlihat kotor mungkin karena jalanan becek .

" Ada apa pak lukman kemarri ? isteri Bapak suddah mau lahiran ? " Profesor Duke bertanya

" Iiiii ..yyaaa " Jawab Pak Lukman hanya satu patah saja .

Mungkin dia lagi cemas sekali , begitu fikir Profesor Duke dalam hati. Segera ia membangunkan isterinya dan tidak berapa lama kemudian isterinya keluar sambil membawa perlengkapan persalinan secukupnya . Jane yang saat itu sedang tertidur pulas tidak terbangun walaupun diluar hujan deras sekali .

" Pak lukman , bapak duluan saja kesana dengan isteri saya , nanti setelah hujan reda saya menyusul kesana karena itu anak saya Jane lagi tidur , kasihan kalau dia dibangunkan hujan - hujan " Profesor Duke menjelaskan

" Iiii .. iyaaa " Jawab Pak lukman dan ia segera berdiri sambil menangguk pada nyonya Duke seolah menyuruh untuk mengikutinya .

" Mari , Pak " jawab nyonya Duke Ramah sambil mengiring di belakang . Mereka masing - masing memakai satu payung .

" Aku pergi dulu , Pa " nyonya duke meminta izin suaminya .

" Hati - Hati , Sayang !! " balas Prof Duke .

Dan merekapun berangkat . Kepergian isterinya Saat itu lah selalu mengganggu Fikiran Prof Duke karena itulah saat terakhir ia bertemu dengan Isterinya yang tercinta . Karena setelah Hujan reda Prof Duke dan Jane yang masih berumur satu Tahun menyusul kerumah Pak Lukman yang memang tak begitu jauh dari rumahnya . Setelah Sampai di Rumah Pak Lukman ternyata isteri pak lukman masih belum terlihat tanda - tanda akan melahirkan . Dan pak Lukman pun terlihat sedang santai sambil minum kopi .

" Ada apa mister ?? Silahkan masuk dulu . Itu Nona Jane kok dibawa malam - malam ? " Tanya pak lukman

Profesor langsung Kaget .

" Bukankah Tadi bapak jemput isteri saya ? , waktu hujan - hujan ? " Profesor Duke bertanya sangat cemas .

Pak lukman yang merupakan penduduk lokal asli sudah paham betul apa yang terjadi . Ia segera berteriak keras - keras membangunkan Para warga .

" Siampa Datang , Siampa Gadang menculik Isteri Profesor , Toloooongg , " Pak Lukman terus berteriak tidak karuan

Semua warga pun keluar , ada yang membawa senter , golok , tombak dan lampu lentera . Semalaman para warga dan Profesor Duke mencari masuk hutan keluar hutan . Namun tidak ada hasil , Nyonya Duke tetap tidak ditemukan . Seorang Paranormal yang bernama Datuk Hang Sakti mengatakan agar Profesor Duke bersabar dan belajar mengikhlaskan kepergian Isterinya . Tak terbayang Betapa Hancurnya hati Profesor Duke saat itu .

" Isterimu Saat ini tidak berada di alam kita lagi , ia sudah dibawa ke alam tingkat ketiga , yaitu alam Jin . Aku sudah coba semampuku tapi kita berhadapan dengan kekuatan yang sangat kuat , Isterimu di bawa Nun jauh ke ufuk barat ke sebuah kastil Jahat bernama Bukit Mendinding Alam . " Ujar Datuk Hang Sakti

" Bagaimana Cara menyelamatkan isteri Saya , Datuk ,, kumohon Datuk ???? " Profesor Duke bertanya sambil terus meratap .

" Maafkan aku , aku tak dapat menolongmu , Sebaiknya kau fikirkan keselamatan Puterimu , jangan sampai dia jadi korban pula , tempat itu sangatlah berbahaya . belajarlah mengikhlaskan " jawab Datuk Hang Sakti seolah ikut merasakan kesedihan Profesor Duke .

Sejak kejadian sedih itu Profesor Duke memilih meninggalkan desa itu dan membawa puterinya Jane untuk hidup menetap di Jakarta . Ia membeli Rumah yang cukup besar dan membuat sebuah laboratorium mini . Ia ingin menciptakan mesin peretas dimensi itu untuk membalaskan dendam dan menghancurkan tempat bernama Bukit Mendinding Alam itu .

***

Dibangku tempat dia duduk Sinto terlihat senyum - senyum sendiri . Ia baru saja melihat penampilan tari kak ayu dan para gadis dari dusun Taratak bungo . Matanya tak bisa lekang melihat Hamidah yang menari dengan sangat anggun dan gemulai . Disampingnya Reza heran melihat Sinto senyum - senyum sendiri .

" Woiiiii , Tasapo wa'ang ? !!! " ( bahasa minang \= kira - kira artinya " kesambet setan lhu ? " ) Reza bicara setengah berteriak . Sinto langsung kaget dan menoleh ke Reza .

" Nggak , Aku senang aja Za , soalnya kak ayu bilang kalau mereka menang aku bakal dikasih hadiah . Aku yakin sekali mereka pasti menang " jawab Sinto ngeles lagi .

" Pastilah , Kak ayu itu Pernari terbaik di Kabupaten ini . Tapi ngomong - ngomong aku belum melihat gelagat aneh dari Garang dan Kawan - Kawannya " jawab Reza .

" Ia tapi kita harus tetap waspada , Za " balas Sinto .

Tiba - Tiba dari belakang kak ayu dan Hamidah datang .

" Reza , Silahkan kembali keposisi awal " Kata kak ayu . Hamidah terlihat senyum - senyum . Reza sepertinya agak kesal disuruh pindah kebelakang . Apalagi membayangkan Ratmi si gendut yang genitnya kebangetan itu . Melihat Reza agak malas Sinto jadi segan dan Berdiri .

" Biar aku aja yang dibelakang kak , " Jawab Sinto . Belum sempat kak ayu menjawab .

" Nah , itu baru Namanya Sahabat , " kata reza sambil nyengir - nyengir monyet .

Sinto balas menyibir dan berjalan arah kebelakang . Hamidah terlihat biasa saja dengan sedikit senyum ke sinto ia langsung saja duduk disebelah kak ayu .

" Kacau , daripada gue duduk dekat Si Ratmi itu mending gua jalan - jalan " sinto menggumam dalam hati . Ia pun memilih

Untuk jalan - jalan disekitar situ sambil memantau keadaan . Dan sepertinya Dipanggung utama Nurdin sudah bersiap - siap menghadapi lawannya berikutnya . Kali ini lawan Nurdin adalah Jalak dari kampung Sawah mudik . Jalak terlihat berbadan Tinggi besar dan berkepala Botak berkilat . ia hanya memakai celana hitam dan tidak memakai baju . tubuhnya terlihat berkilat karena dilumuri minyak . Kuda - kudanya terlihat seperti beruang besar yang sedang mengembangkan tangan . Tidak lama kemudian pluit berbunyi Kedua Pesilat tampak sedang membaca langkah . Jalak memilih menyerang duluan karena Nurdin terlihat begitu kecil untuknya . Ia seakan akan ingin meremukkan Nurdin dalam satu kali serangan . Dua tangan diayunkan seperti gerakan tepuk tangan . Sasarannya adalah kepala Nurdin. Nurdin segera merunduk dan tepukan jalak bertemu diudara kosong !

" Plakkk " Nurdin mencoba menangkap namun tangan itu sangat licin karena dilumuri minyak . Jalak menarik tangan Yang gagal ditangkap Nurdin . Ia mendorong Kuat kedepan tepat mengenai dada Nurdin .

" Ddukkkk " Nurdin Jatuh terjerembab di lantai panggung . Untung saja tidak terdorong kebawah arena .

Melihat lawan Sudah jatuh Jalakpun menjadi semangat dan langsung mengejar kedepan . dan kesempatan ini tidak disia - siakan Nurdin . Ia langsung mengambil gerakan mengguling cepat menyongsong kedatangan Jalak sambil mengarahkan tendangan tumit ke ulu hati dan rusuk Jalak . Jalak tidak menyangka dan tidak dapat mengelak lagi dan ...

" Bbukkk dukk " Dua tendangan mendarat telak di dua organ vital jalak tersebut . Jalak langsung terhenti , mukanya memerah dan beberapa saat kemudian tumbang dan muntah - muntah . Ia tak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan mengaku kalah . Mc langsung berteriak menyatakan Nurdin menang dan penontonpun bersorak serentak menyebut Nama Nurdin . Nurdin mendadak menjadi bintang lapangan . Orang - orang desa memang sudah berharap tahun ini ada pemenang baru .

" Nurdin , Nurdin , Nurdin !!!

Teriakan penonton menggema diseantero Lapangan .

Bersambung ke chapter berikutnya .

" Siasat Para Iblis "

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!