Siang hari sebelum malam puncak
Sinto terlihat sibuk membersihkan kamar tidurnya , barang - barang yang tadinya berserakan akibat sudah beberapa hari tidak diperhatikan disusunnya rapi seperti sedia kala . setelah pekerjaannya selesai bocah itu kemudian duduk santai diatas tempat tidurnya sambil membaca komik kesukaannya . tengah asyik membaca tiba - tiba handphone nya berdering . Ternyata yang menelpon adalah Reza .
Reza : Dimana , Bro ???
Sinto : Dirumah , emang kenapa ??
Reza : gawat bro , aku baru saja dapat pesan dari Pandeka sahar bahwasanya keris pusaka kerajaan tadi malam dicuri orang , keris itu sengaja dipasang di menara tertinggi untuk melindungi lokasi acara itu dari kekuatan jahat . Sepertinya nanti malam memang akan terjadi huru - hara yang besar .
Sinto : Kalau begitu kita harus betul - berul waspada , apalagi nanti malam adalah malam puncak , pasti akan banyak orang yang datang , bukankah tugas kita adalah melindungi para penduduk desa ?
Reza : Betulll , kita harus segera tentukan jalur evakuasi jika seandainya kekacauan itu terjadi
Sinto : Tapi dimana , za ? Aku kan belum begitu hafal daerah itu , dan sepertinya sangat susah mencari posisi yang benar - benar aman disana
Reza : begini saja , kita pastikan saja mobil rombongan parkir dilokasi paling luar , dan jika terjadi kekacauan kita langsung kawal mereka menuju mobil . Kebetulan aku kenal sama sopir busnya .
Sinto : Bagus , ide yang bagus , bro jika terjadi sesuatu kau yang pimpin rombongan menuju mobil , aku akan pastikan jalur kalian aman .
Reza : Oke , Siap
Sinto : Oke
Setelah Hp dimatikan Sinto langsung membayangkan hal buruk yang akan terjadi malam nanti . Dan dia pun teringat dengan Hamidah , Pasti sangat berbahaya jika dia ikut hadir nanti malam .
" Dia tidak boleh kesana malam ini " gumam sinto .
Kemudian sinto mengambil Handphone dan mengirim pesan kepada Hamidah
Sinto : Selamat Siang , Midah !!
Tak ada jawaban , Sinto jadi keki , Namun beberapa menit kemudian Handphone Sinto berdering .
Hamidah : Siang juga , ada apa Mas ?
Sinto : Hmmmh , gak kenapa napa sih , cuma pengen nanya , kamu ntar malam rencananya pengen nonton final ya ?
Hamidah : Rencananya iya sih , barengan sama rombongan Kampung , emang kenapa ?
Sinto : Nggak , aku tadi lihat Ramalan Cuaca , katanya nanti malam bakal ada hujan deras . ( sinto membual )
Hamidah : Hehehe , trus kamu percaya sama ramalan begitu ? ada - ada saja .
Sinto jadi makin keki .
" Aduh , gimana caranya nih " fikirnya
Sinto : Ya udah , Nanti malam kamu duduknya dekat - dekat aku aja ya , dan jangan lupa bawa payung ...
Sinto langsung saja mematikan Handphone dan dadanya langsung berguncang keras setelah berkata begitu .
Hamidah : kenapa begitu ???
Tak ada lagi jawaban
Hamidah menatap layar handphone dan ternyata pesan terakhirnya belum terkirim . Ia kemudian teringat pesan terakhir Sinto , ia baca kembali dan kemudian satu senyuman manis tampak keluar dari bibirnya .
\*\*\*
Bukit mendinding alam ...
" Siampa Gadang !!!!! , Kemarilah !!! " sebuah suara serak menggema kuat terdengar memanggil . Dan sesaat kemudian terlihat sesosok makhluk hitam besar berjalan merayap dilantai . sosok gemuk itu adalah makhluk jahat pencuri wanita yang bernama Siampa gadang , konon ia berjalan merayap itu karena tubuhnya tidak memiliki tulang . ia terlihat seperti benda lembek berbulu dan sangat menjijikkan .
" Duli Tuanku , ada apa gerangan Tuanku memanggil Hamba ?? " Siampa menjawab
Ternyata orang yang memanggil tadi adalah sang Raja Tuanku Rajo Nan Hitam .
" Dalam beberapa hari ini aku akan pergi , urusan istana bukit mendinding alam aku percayakan kepadamu , termasuk kunci kurungan alung bunian aku percayakan kepadamu , kau bertugas merawat semua Peliharaanku dan juga semua pengawal selama aku pergi berada dibawah perintahmu " Tuanku Rajo Nan hitam bicara sambil menjentikkan jari ke pegangan singgasananya yang terbuat dari Tengkorak .
" Duli Tuanku , Akan hamba laksanakan sesuai dengan perintah " Siampa gadang menunduk hormat .
" Baiklah , Jaga tempat ini dan jangan biarkan orang lain masuk , aku punya firasat Gadis jawa itu tidak berapa lama lagi akan datang mencari ibunya , biarkan saja dia menjadi urusanku , karena darahnya sangat penting untuk meningkatkan kekuatanku "
Tuanku Rajo Nan Hitam bicara sambil mendelik angker .
" Duli Tuanku , Hamba mohon izin untuk kembali bekerja tuanku " Siampa gadang bicara dengan penghormatan dan setelah melihat anggukan dari Tuanku Rajo Nan Hitam iapun bergegas kembali ke dapur .
\*\*\*
Siang itu sinto dan kawan - kawan berkumpul di gelanggang silek taratak bungo . Mereka dipimpin pandeka sahar terlihat serius membahas rencana nanti malam . sinto dan reza menceritakan rencana evakuasi warga jika terjadi huru - hara . Pandeka sahar terlihat setuju .
" Setelah kalian pastikan semua warga selamat , segera kembali ke panggung utama , begitu juga dengan Rimbun dan Ihsan " . Pandeka sahar memberi arahan . Mereka semua mengangguk setuju .
" Keris Pusaka kerajaan itu bukanlah keris sembarangan , jika keris itu dicuri berarti kerajaan Sutan permata Putih berada dalam bahaya . Aku mendapat berita dari seorang sahabat yang bekerja didalam istana , berita ini sengaja tidak digembar gemborkan supaya masyarakat tidak gempar dan panik . karena selama ini kesaktian keris itulah yang membuat Tuanku Rajo Nan hitam dan pasukannya tidak bisa menyentuh istana dan kota pusat kerajaan . "
" Pihak istana telah memanggil para pendekar dari daerah lain untuk ikut berjaga - jaga malam ini , begitu juga dengan saudara - saudara Seperguruanku , mereka akan terlibat langsung menbantu kita nanti malam . " Pandeka Sahar menambahkan .
" Nurdin , kau harus berhati - hati melawan bocah bernama garang itu , sepertinya dia bukan orang sembarangan , entah darimana dia mendapatkan kekuatan sedahsyat itu . ingat , Tugasmu hanya menunda waktu ,"
" Baik , Guru " Nurdin mengangguk hormat namun dalam hati ia sangat bertekad untuk bertarung habis - habisan melawan garang .
" Baiklah , jika kalian sudah paham silahkan bubar dan beristirahat , nanti malam kita langsung menuju pos masing - masing " pandeka sahar menutup pembicaraan dan langsung berdiri meninggalkan pendopo itu .
Sinto dan kawan - kawan pun berdiri dan kemudian bergerak meninggalkan tempat itu .
\*\*\*
Disuatu tempat tak jauh dari bukit mendinding alam ..
Sebuah Portal berwarna biru tiba - tiba muncul dan terlihat membuat gerakan memutar diketinggian sekitar lima meter dari permukaan tanah . Dari lubang hitam ditengah portal yang kira - kira sebesar Ban Mobil terlihat melesat dan langsung jatuh berguling ditanah . Sesosok tubuh itu ternyata adalah seorang perempuan muda berwajah blasteran eropa memakai baju hitam lengan panjang dan celana panjang mirip celana pendaki gunung berwarna coklat muda . Perempuan muda itu adalah Jane . dengan menggunakan mesin peretas dimensi ia berhasil sampai dilokasi yang tidak begitu jauh dari Bukit Mendinding Alam . Namun karena ia tak begitu mengenal daerah tersebut ia memilih pergi ke desa terdekat untuk mencari informasi terkait kerajaan gaib itu . Beberapa waktu yang lalu Dia mendapat informasi dari ayahnya kalau bahwasanya suami Mbak Ratih puteri dari Pak lukman bekerja disebuah perusahaan pertambangan yang beroperasi disekitar lokasi tersebut . Dan Pak lukman sendiri yang sudah tua ikut tinggal bersama puterinya karena isterinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu . Jane pun mengambil handphone dan mencoba menghubungi keluarga Pak Lukman dengan nomor yang ia curi dari handphone ayahnya . dan iapun mulai berjalan kaki menuju ke tempat keluarga Pak Lukman .
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments