Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "

Siang hari sebelum malam puncak

Sinto terlihat sibuk membersihkan kamar tidurnya , barang - barang yang tadinya berserakan akibat sudah beberapa hari tidak diperhatikan disusunnya rapi seperti sedia kala . setelah pekerjaannya selesai bocah itu kemudian duduk santai diatas tempat tidurnya sambil membaca komik kesukaannya . tengah asyik membaca tiba - tiba handphone nya berdering . Ternyata yang menelpon adalah Reza .

Reza : Dimana , Bro ???

Sinto : Dirumah , emang kenapa ??

Reza : gawat bro , aku baru saja dapat pesan dari Pandeka sahar bahwasanya keris pusaka kerajaan tadi malam dicuri orang , keris itu sengaja dipasang di menara tertinggi untuk melindungi lokasi acara itu dari kekuatan jahat . Sepertinya nanti malam memang akan terjadi huru - hara yang besar .

Sinto : Kalau begitu kita harus betul - berul waspada , apalagi nanti malam adalah malam puncak , pasti akan banyak orang yang datang , bukankah tugas kita adalah melindungi para penduduk desa ?

Reza : Betulll , kita harus segera tentukan jalur evakuasi jika seandainya kekacauan itu terjadi

Sinto : Tapi dimana , za ? Aku kan belum begitu hafal daerah itu , dan sepertinya sangat susah mencari posisi yang benar - benar aman disana

Reza : begini saja , kita pastikan saja mobil rombongan parkir dilokasi paling luar , dan jika terjadi kekacauan kita langsung kawal mereka menuju mobil . Kebetulan aku kenal sama sopir busnya .

Sinto : Bagus , ide yang bagus , bro jika terjadi sesuatu kau yang pimpin rombongan menuju mobil , aku akan pastikan jalur kalian aman .

Reza : Oke , Siap

Sinto : Oke

Setelah Hp dimatikan Sinto langsung membayangkan hal buruk yang akan terjadi malam nanti . Dan dia pun teringat dengan Hamidah , Pasti sangat berbahaya jika dia ikut hadir nanti malam .

" Dia tidak boleh kesana malam ini " gumam sinto .

Kemudian sinto mengambil Handphone dan mengirim pesan kepada Hamidah

Sinto : Selamat Siang , Midah !!

Tak ada jawaban , Sinto jadi keki , Namun beberapa menit kemudian Handphone Sinto berdering .

Hamidah : Siang juga , ada apa Mas ?

Sinto : Hmmmh , gak kenapa napa sih , cuma pengen nanya , kamu ntar malam rencananya pengen nonton final ya ?

Hamidah : Rencananya iya sih , barengan sama rombongan Kampung , emang kenapa ?

Sinto : Nggak , aku tadi lihat Ramalan Cuaca , katanya nanti malam bakal ada hujan deras . ( sinto membual )

Hamidah : Hehehe , trus kamu percaya sama ramalan begitu ? ada - ada saja .

Sinto jadi makin keki .

" Aduh , gimana caranya nih " fikirnya

Sinto : Ya udah , Nanti malam kamu duduknya dekat - dekat aku aja ya , dan jangan lupa bawa payung ...

Sinto langsung saja mematikan Handphone dan dadanya langsung berguncang keras setelah berkata begitu .

Hamidah : kenapa begitu ???

Tak ada lagi jawaban

Hamidah menatap layar handphone dan ternyata pesan terakhirnya belum terkirim . Ia kemudian teringat pesan terakhir Sinto , ia baca kembali dan kemudian satu senyuman manis tampak keluar dari bibirnya .

\*\*\*

Bukit mendinding alam ...

" Siampa Gadang !!!!! , Kemarilah !!! " sebuah suara serak menggema kuat terdengar memanggil . Dan sesaat kemudian terlihat sesosok makhluk hitam besar berjalan merayap dilantai . sosok gemuk itu adalah makhluk jahat pencuri wanita yang bernama Siampa gadang , konon ia berjalan merayap itu karena tubuhnya tidak memiliki tulang . ia terlihat seperti benda lembek berbulu dan sangat menjijikkan .

" Duli Tuanku , ada apa gerangan Tuanku memanggil Hamba ?? " Siampa menjawab

Ternyata orang yang memanggil tadi adalah sang Raja Tuanku Rajo Nan Hitam .

" Dalam beberapa hari ini aku akan pergi , urusan istana bukit mendinding alam aku percayakan kepadamu , termasuk kunci kurungan alung bunian aku percayakan kepadamu , kau bertugas merawat semua Peliharaanku dan juga semua pengawal selama aku pergi berada dibawah perintahmu " Tuanku Rajo Nan hitam bicara sambil menjentikkan jari ke pegangan singgasananya yang terbuat dari Tengkorak .

" Duli Tuanku , Akan hamba laksanakan sesuai dengan perintah " Siampa gadang menunduk hormat .

" Baiklah , Jaga tempat ini dan jangan biarkan orang lain masuk , aku punya firasat Gadis jawa itu tidak berapa lama lagi akan datang mencari ibunya , biarkan saja dia menjadi urusanku , karena darahnya sangat penting untuk meningkatkan kekuatanku "

Tuanku Rajo Nan Hitam bicara sambil mendelik angker .

" Duli Tuanku , Hamba mohon izin untuk kembali bekerja tuanku " Siampa gadang bicara dengan penghormatan dan setelah melihat anggukan dari Tuanku Rajo Nan Hitam iapun bergegas kembali ke dapur .

\*\*\*

Siang itu sinto dan kawan - kawan berkumpul di gelanggang silek taratak bungo . Mereka dipimpin pandeka sahar terlihat serius membahas rencana nanti malam . sinto dan reza menceritakan rencana evakuasi warga jika terjadi huru - hara . Pandeka sahar terlihat setuju .

" Setelah kalian pastikan semua warga selamat , segera kembali ke panggung utama , begitu juga dengan Rimbun dan Ihsan " . Pandeka sahar memberi arahan . Mereka semua mengangguk setuju .

" Keris Pusaka kerajaan itu bukanlah keris sembarangan , jika keris itu dicuri berarti kerajaan Sutan permata Putih berada dalam bahaya . Aku mendapat berita dari seorang sahabat yang bekerja didalam istana , berita ini sengaja tidak digembar gemborkan supaya masyarakat tidak gempar dan panik . karena selama ini kesaktian keris itulah yang membuat Tuanku Rajo Nan hitam dan pasukannya tidak bisa menyentuh istana dan kota pusat kerajaan . "

" Pihak istana telah memanggil para pendekar dari daerah lain untuk ikut berjaga - jaga malam ini , begitu juga dengan saudara - saudara Seperguruanku , mereka akan terlibat langsung menbantu kita nanti malam . " Pandeka Sahar menambahkan .

" Nurdin , kau harus berhati - hati melawan bocah bernama garang itu , sepertinya dia bukan orang sembarangan , entah darimana dia mendapatkan kekuatan sedahsyat itu . ingat , Tugasmu hanya menunda waktu ,"

" Baik , Guru " Nurdin mengangguk hormat namun dalam hati ia sangat bertekad untuk bertarung habis - habisan melawan garang .

" Baiklah , jika kalian sudah paham silahkan bubar dan beristirahat , nanti malam kita langsung menuju pos masing - masing " pandeka sahar menutup pembicaraan dan langsung berdiri meninggalkan pendopo itu .

Sinto dan kawan - kawan pun berdiri dan kemudian bergerak meninggalkan tempat itu .

\*\*\*

Disuatu tempat tak jauh dari bukit mendinding alam ..

Sebuah Portal berwarna biru tiba - tiba muncul dan terlihat membuat gerakan memutar diketinggian sekitar lima meter dari permukaan tanah . Dari lubang hitam ditengah portal yang kira - kira sebesar Ban Mobil terlihat melesat dan langsung jatuh berguling ditanah . Sesosok tubuh itu ternyata adalah seorang perempuan muda berwajah blasteran eropa memakai baju hitam lengan panjang dan celana panjang mirip celana pendaki gunung berwarna coklat muda . Perempuan muda itu adalah Jane . dengan menggunakan mesin peretas dimensi ia berhasil sampai dilokasi yang tidak begitu jauh dari Bukit Mendinding Alam . Namun karena ia tak begitu mengenal daerah tersebut ia memilih pergi ke desa terdekat untuk mencari informasi terkait kerajaan gaib itu . Beberapa waktu yang lalu Dia mendapat informasi dari ayahnya kalau bahwasanya suami Mbak Ratih puteri dari Pak lukman bekerja disebuah perusahaan pertambangan yang beroperasi disekitar lokasi tersebut . Dan Pak lukman sendiri yang sudah tua ikut tinggal bersama puterinya karena isterinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu . Jane pun mengambil handphone dan mencoba menghubungi keluarga Pak Lukman dengan nomor yang ia curi dari handphone ayahnya . dan iapun mulai berjalan kaki menuju ke tempat keluarga Pak Lukman .

Bersambung

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!